
Mobil Alphard berwarna putih terlihat memasuki sebuah gedung hotel mewah dan berhenti tepat di lobbynya. Bram turun dan langsung membukakan pintu untuk Tuan Muda. Reyhan turun dari mobil dan merapikan penampilannya. Ia memakai setelan jas mewah berwarna hitam dan kaca mata hitam. Penampilan Reyhan terlihat sangat sempurna.
Tubuh tinggi, ramping dan ideal menjadi daya tariknya.
Reyhan berjalan memasuki hotel, ia berjalan perlahan dengan gaya maskulinnya namun sangat mempesona. Tampak bak model yang sedang berjalan di atas catwalk membuat siapa saja terpesona melihatnya.
Sosok Reyhan memang menjadi perbincangan. Prian tampan yang kaya raya dan berhati dingin namun sangat sulit untuk didekati mencuri perhatian sekitarnya. Banyak perempuan yang menjadikannya sebagai calon pria idamannya mereka.
Siapa yang tidak akan tergila- gila dengan pesona yang dimiliki Reyhan. Sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis Putera Jaya Grop yang memiliki kekayaan mencapai Milyaran serta aset mencapai Triliunan, menjadikannya incaran para gadis untuk di jadikan kekasih bahkan suami.
Namun tidaklah mudah untuk mendapatkan Reyhan. Jangankan untuk dijadikan pacar, berteman dengannya saja tidak lah mudah. Reyhan telah membangun tembok tinggi berdinding kaca tebal disekelilingnya, ia hanya dapat dilihat namun tidak dapat diraih.
Langkah kaki Reyhan terhenti di depan pintu liff. Bram menekan tombol membuka pintu, kemudian menekan tombol sekali lagi menuju lantai paling atas.
" Kamera CCTV,,,!" Reyhan bersuara
" Iya Tuan. Setelah ditelusuri, mereka lolos masuk hotel setelah melalui permeriksaan. Tapi sepertinya tim pemeriksaan melakukan kesalahan. Mereka kurang teleti hingga remaja tersebut lolos dan bisa masuk hotel". Jelas Bram
" Mereka tahu aku akan datang,,,?" Tanya Reyhan
" Iya Tuan. Saya sudah memberitahu mereka. Semua pihak yang terlibat dan bertugas malam itu sudah menunggu kedatangan Tuan". Jawab Bram
~
Sebuah insiden terjadi di hotel tadi malam. Sepasang remaja dibawah umur berhasil lolos dari pemeriksaan dan masuk hotel. Namun untungnya mereka berhasil dihentikan setelah salah satu petugas keamanan mencurigai gerak- gerik remaja tersebut.
Petugas tersebut melakukan pemeriksaan kembali terhadap pasangan remaja yang sedang dimabuk asmara itu. Ia meminta identitas dan mengajukan beberapa pertanyaan namun mendapat penolakan dari remaja pria. Merasa ada kejanggalan petugas tersebut membawa pasangan remaja itu keruang keamanan. Dan masalahpun muncul kemudian.
Reyhan dan Bram tiba dilantai atas dan melangkah memasuki ruang pertemuan. Kedatangannya telah dinantikan dan disambut oleh manajer hotel serta para staff dan beberapa pegawai lainnya. Mereka tersenyum menyambut kedatangan Reyhan namun tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran di wajahnya.
" Selamat datang Presdir. Mari silahkan duduk" Pak Surya selaku menejer hotel menyambut kedatangan Reyhan.
Reyhan duduk disebuah sofa dan Bram berdiri disampingnya. Reyhan menatap seluruh penghuni ruangan menegaskan kalau mereka berada dalam pengawasannya. Tidak ada yang berani menatap Reyhan, mereka menundukkan pandangannya.
" Tuan muda menginginkan penjelasan" Bram membuka pembicaraan.
Pak Surya melangkah mendekati Reyhan.
" Begini Tuan muda. Tim pemeriksaan kami sudah melakukan tugasnya sesuai prosedur. Pegawai kami telah memeriksa identitas serta keperluan mereka datang ke hotel ini. Namun kami tidak pernah menyangka ternyata mereka berbohong dan berhasil mengelabui tim pemeriksaan" Jelas pak Surya
Reyhan masih terdiam.
" Tim pemeriksa,,,!" Panggil Bram
" Iya. Kami Tuan" Dua pegawai pria berseragam melangkah kedepan.
" Apa kesalahan kalian,,,?" Tanya Bram
" Kami lengah dan kurang meningkatkan kewaspadaan" Jawab salah satu tim pemeriksaan
" Kenapa demikian?"
" Maaf Tuan muda. Pasangan remaja tersebut memiliki kunci kamar VIP yang sebelumnya telah dipesan atas nama Septian Yahya. Mereka mengatakan akan mengadakan pesta kejutan untuk orang tuanya. Tetapi ternyata mereka berbohong. Kami mohon maaf Tuan muda, kami mengaku salah". Petugas tersebut membungkukkan badan memohon maaf.
"Iya Tuan muda. Pegawai kami sudah melakukan tugasnya dengan baik dan sesuai prosedur. Remaja pria itu telah merencanakan hal tersebut, ia memang segaja memesan kamar VIP dengan identitas supir pribadinya dengan niat ingin berkencan dengan kekasihnya" Jelas Pak Surya.
" Dan juga orang tua remaja pria tersebut ternyata salah satu petinggi kejaksaan. Mereka ingin masalah ini tidak diperpanjang ".
Hal itulah yang menjadi permasalahannya. Jika kejadian itu menyebar bukan hanya nama baik pelakunya yang tercemar namun juga kredibilitas hotel itu terdampak.
" Apapun alasannya kalian telah melakukan kesalahan. Bukankah kalian sudah tahu bahwa Tuan muda tidak menyukai cela (kesalahan) sedikitpun" Tegas Bram
"Kalian dibayar dengan gaji yang tinggi bahkan lebih tinggi dari perusahaan lain, seharusnya kalian meningkatkan kinerja dengan lebih baik lagi bukannya membuat masalah yang tidak berarti seperti ini. Bukankah begitu,,,,!"
" iy,,, iya Tuan,,,!"
Reyhan menjentikkan jemarinya. Ia bangkit dan berdiri di depan pegawainya yang merasa sangat bersalah tersebut.
Reyhan melangkah pelan. Tatapan matanya tajam hingga tetasa mengiris- ngiris hati.
Suasana berubah menjadi dingin.
"Pastikan masalah ini selesai tanpa cela". Reyhan maju selangkah dengan tangan di masukkan kedalam kantong celananya dan menatap pegawainya.
" Pastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dan pastikan aku tidak mendengar kode blue (semacam kode darurat) tentang hotel ini".
__ADS_1
Pernyataan Reyhan singkat dan jelas namun dengan penekanan yang kuat. Kata- kata Reyhan bagaikan sebuah tembakan peringatan yang apabila diabaikan akan menimbulkan tembakan melumpuhkan.
~
Ghea melajukan motornya memasuki sebuah hotel. Ia memarkirkan motornya dengan cepat lalu bergegas masuk kehotel namun timm pemeriksa menghentikan langkahnya.
"Maaf nona, mohon tunjukan identitas anda". Ucap pria berseragam itu.
"Oh iya sebentar,,," Ghea membuka tas dan mengambil kartu identitasnya kemudian menyerahkan kepada mereka.
" Saya ingin bertemu dengan sahabat saya, ia bekerja direstoran hotel ini" Jelas Ghea
" Siapa namanya,,,,?"
"Naima. Naima Andini" jawab Ghea
Setelah memastikan tidak ada masalah, Ghea di persilahkan masuk. Ghea berjalan menuju liff, restoran hotel yang terletak dilantai 5.
Beberapa saat kemudian Ghea tiba di restoran hotel dan melemparkan pandangan keseluruh bagian hotel mencari seseorang. Naima terlihat melambaikan tangannya kepada Ghea.
" Lama banget sih,,,! Seru Naima
Ghea tersenyum
" Emang kenapa,,,! kangen ya,,,!".
" Iya, emang nggak boleh".
" Jangan kangen, itu berat. Loe nggak akan sanggup". Canda Ghea
" Apaan sih loe,,,! Sok puitis".
Mereka tertawa bersama.
Naima mengambil kotak yang terletak diatas meja dan menyerahkan kepada Ghea.
" Nih pesanan loe".
Ghea meraih kotak tersebut tersenyum
" Nggak usah, nih gratis".
"Ya,,, kok gitu,?"
"Ini kan buat mama jadi gratis. Tapi kalau buat loe, bayar,,,,!" Canda Naima
Ghea menyingir.
"Loe sahabat gue atau mama".
"Eloe".
"Siapa yang selalu dengerin curhatan loe,,,?"
"Eloe".
"Yang ngasih loe saran"
"Eloe juga".
"Loe sayang gue apa mama,,,?"
"Mama".
"Okeh,,, gue ngerti. Okeh,,, bey,,,". Ghea pergi perlahan pura- pura kecewa.
Naima tersenyum penuh kemenangan
"Tapi gue cintanya sama eloe,,,!" Teriakkan Naima mengundang perhatian disekitarnya.
Ghea terkejut mendengar teriakkan Naima.
Dasar sinting.
Ghea berpaling.
__ADS_1
"Gue juga cinta sama loe. I love you baby,,,!" Balas Ghea tidak mau kalah dari Naima.
Ghea melangkah cepat meninggalkan Naima yang bergumam tak jelas sambil tersenyum.
Persahabatan Ghea dan Naima sudah terjalin sejak SMA. Mereka bagaikah saudara kandung yang saling menyanyangi. Bahkan keluarga mereka juga sangat dekat.
Ghea menunggu pintu liff terbuka sambil tersenyum.
~
Reyhan berada didalam liff, Ia meninggalkan Bram bersama para pegawai hotel. Bram masih memiliki tugas untuk menyelesaikan permasalahan hotel.
Liff berhenti dilantai 5. Pintu liff terbuka bersamaan dengan pandangan Reyhan yang tertuju pada seorang gadis yang sedang tersenyum. Gadis itu masuk kedalamnya liff tanpa menyadari sepasang mata sedang menatapnya. Gadis itu adalah Ghea.
Ghea masuk kedalam liff dengan senyum yang masih terukir dibibirnya. Ia masih hanyut dalam candaannya dengan Naima.
Tanpa sadar Ghea tertawa girang namun kemudian ia menutup mulutnya dengan tangan saat menyadari ada orang lain di dalam liff tersebut.
Ghea menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf tanpa menoleh kepada Reyhan. Reyhan tak bergeming, matanya lurus menatap kedepan.
Ghea kembali tersenyum sambil sesekali menatap sebuah kotak yang ditentengnya.
Sebenarnya Reyhan tidak pernah membiarkan siapapun berada satu liff dengannya, kecuali Bram. Ia tidak suka ada orang yang berbagi udara dengannya (tidak suka berada didekat orang lain, apalagi orang asing). Tapi situasi saat ini terasa berbeda. Kenapa,,,! Entahlah,,,,
Bersambung,,,,,,,
Dua orang asing berada didalam satu liff
Kondisi normal
~ Tersenyum
~ saling menyapa
~ Berkenalan
~ Basa- basi
~ Tukaran no chat
~ Saling suka
~ fall in love
Kondisi Reyhan dan Ghea
~ Sunyi
~ Senyap
~ Sepi
?
?
?
?
?
Kira- kira mereka enaknya diapain ya,,,!
PLEASE 🙏
Comment
like
share
Vote
Ok,,,,
__ADS_1
😘