
Mama Lidya sedang membereskan dapur, beberapa sisa makanan terlihat berserakan diatas meja. Semalam Ghea mememberikan kejutan istimewa untuknya. Sebuah Cake coklat yang dihiasi buah cerry diatasnya diberikan Ghea kepada sang mama sebagai hadiah ulang tahun.
Ghea juga tidak lupa memberikan kado untuk mama berupa sebuah tas. Bukan kado yang mahal, namun terlihat sangat cantik dan berkelas.
Mama Lidya masih sibuk dengan kegiatan bersih- bersihnya ketika pintu rumah terbuka dan Ghea masuk kedalamnya. Ghea baru pulang jogging, terlihat keringat bercucuran di wajah dan tubuhnya. Namun bukan kesegaran yang terlihat, melainkan raut wajah yang kesal.
Ghea masuk kedalam rumah tanpa menyapa sang mama, ia meraih botol minuman dan duduk. Mama Lidya bengong melihat ekspresi anaknya tersebut.
"Aneh, pulang jogging kok wajahnya begitu. Nggak seperti biasanya". Gumam mama Lidya.
Mama Lidya mendekati Ghea.
"Kenapa wajah putri mama jadi kusut begini" Ucap mama Lidya mencolek wajah Ghea.
"Ghea kesel Ma. Kayaknya Ardie nggak akan pernah berhenti ngangguin Ghe,,,! Jelas Ghea
"Kamu ketemu sama Ardie,,,,? Dimana? ditaman?" Tanya Mama
Ghea menggangguk.
"Ardie ngikutin kamu sampai ketaman?" Mama Lidya tampak khawatir.
"Kamu harus lebih hati- hati lagi. Mama takut dia lebih nekat dari yang kita kira".
"Iya ma, Ghea tahu".
Ardie terus berusaha mengejar Ghea, dia tidak terima dengan penolakan Ghea yang dianggapnya tidak beralasan. Ghea bangkit melangkah kekamarnya. Perasaan kesal masih memenuhi hatinya.
"Mama mau pergi kepasar Ghe,,,!. Nanti jangan lupa kunci pintu ya. Dan juga jangan langsung mandi. Istirahat dulu sebentar" Ucap mama Lidya.
Ghea masuk kekamar dan menutup pintu.
~
Gemiricik air terdengar dari kamar mandi. Ghea membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya. Pikirannya masih teringat dengan ucapan Ardie tadi.
"Aku akan tetap ngejar kamu Ghe,,, Aku bakal bikin kamu jatuh cinta sama aku. Dan aku nggak bakal ngebiarin kamu dimiliki oleh orang lain". Ucap Ardie
Sebenarnya Ghea tidak takut dengan ucapan Ardie, Ghea tahu Ardie tidak akan senekat itu. Namun Ghea merasa sangat terganggu dengan sikap Ardie yang sudah sangat berlebihan dalam mengejarnya.
Ghea selesai mandi dan telah berpakaian. Rambutnya dibiarkan tergerai karena masih basah. Ghea meraih kunci motor dan melangkah keluar. Setelah memastikan pintu rumah terkunci dengan baik, Ghea melangkah menuju motor yang terparkir dihalaman rumah.
Namun alangkah terkejutnya ia melihat seorang pria yang berdiri didepannya.
"Yuda " Ghea terkejut.
Yuda tersenyum dan melangkah maju.
"Ghe,,,! Akhirnya aku ketemu lagi sama kamu" Ucap Yuda
"Yuda,,,, kamu mau ngapain disini?" Ghea berjalan kearah Yuda.
"Kamu sebaiknya pergi Yud. Aku nggak mau mama ngelihat kamu.
"Ghe, aku segaja datang kesini ingin ketemu sama kamu. Aku kangen Ghe, aku kangen kamu".
Yuda terpesona melihat penampilan Ghea dengan rambutnya yang tergerai.
"Kamu makin cantik Ghe,,,,!. Batin Yuda.
Yuda melangkah ingin memeluk Ghea, namun Ghea mundur menghindari Yuda.
"Tunggu Yud, tunggu. Jangan mendekat, aku nggak suka lihat sikap kamu seperti ini" Ghea menghindar.
"Kenapa? Apa salah kalau aku ingin memeluk kamu. Aku udah kangen banget sama kamu. Setiap kali aku chat, kamu nggak pernah balas. Makanya aku datang kesini". Ucap Yuda
Ghea menghela nafas. Ia benar- benar nggak suka situasi saat ini. Ghea takut mama melihat Kedatangan Yuda.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu pergi Yud, Udah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Semua sudah selesai" Ghea kesal
"Sampai kapan kamu akan terus menghindar dariku" Tanya Yuda. "Bukankah sudah terlalu lama".
Ghea terdiam tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Yuda.
"Ghe,,," Panggil Yuda
"Lihat aku Ghe,,. Sampai kapan kamu akan begini terus. Sudah satu tahun. Apakah itu belum cukup".
Ghea menghela nafas.
Iya, sudah satu tahun berlalu.
Satu tahun yang lalu Ghea memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Yuda.
"Hubungan kita sudah berakhir Yuda. Semuanya telah berlalu. Kamu nggak perlu menemuiku lagi". Tegas Ghea
"Tidak Ghe,,,". Balas Yuda. "Aku nggak bisa terima itu. Aku nggak bisa. Aku ingin kita kembali. Aku mau kita kembali seperti dulu".
"Aku juga nggak bisa Yuda. Kamu kenapa sih,,,? Kenapa kamu terus mengungkit masa lalu. Apa kamu lupa apa yang telah terjadi di antara kita atau kamu pura-pura lupa". Ghea terlihat emosi.
"Aku tahu. Aku tahu Ghe,,,. Aku tahu aku salah. Aku nggak berdaya melawan keinginan mama". Yuda menyesali masa lalu.
"Tapi kini aku udah nggak peduli lagi. Aku nggak mau ngikutin keinginan mama lagi".
Yuda menatap Ghea dengan wajah memohon.
"Ghe,,, aku ingin memperbaiki semuanya. Aku ingin kita kembali dan menghadapinya bersama- sama. Kamu mau kan Ghe,,,?
"Sudah terlambat Yud,,,! Aku nggak bisa. Maaf,,,!".
Ghea bergegas memakai helm dan mengeluarkan kunci motor. Ghea tidak ingin mendengarkan penyesalan Yuda yang sudah tidak berarti lagi itu. Ia ingin pergi menjauh dari Yuda.
"Ghe,,,! tunggu dulu Ghe. Aku mohon kasih aku kesempatan. Aku ingin memperbaiki semuanya" Yuda berusaha menahan kepergian Ghea.
"Kamu terlambat Yuda. Kamu sudah sangat terlambat". Batin Ghea.
~
Akhir pekan merupakan saat yang di tunggu- tunggu oleh semua orang. Mereka bisa bersantai serta melepaskan penat dari semua kesibukan dan rutinitasnya selama seminggu. Dan mall menjadi tempat paling ramai dan faforit bagi orang- orang yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan ini.
Naima dan Alya sedang duduk disebuah cafe sambil memikmati sebotol Thai tea. Mereka memandang sekeliling mencari seseorang yang tak kunjung datang.
Ghea sampai di sebuah mall dan sedang memarkirkan motornya. Ghea melepaskan helm di kepalanya dan merasakan rambutnya telah kering. Ia membuka tas dan mencari ikat rambut, tapi tidak ditemukan.
"Kok nggak ada sih,,,!" Gerutu Ghea
Ghea melangkah masuk kedalam mall. Ia masih terlihat kesal dengan kejadian yang dialaminya pagi ini.
"Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran mereka. Apa ucapan gue nggak bisa di pahami. Gue udah ngomong setegas dan sejelas itu, masa nggak masuk di otak mereka".
Ghea terus bergumam hingga tidak menyadari namanya di panggil.
"Nai,,, Itu Ghea kan,,,?". Tunjuk Alya
"Iya. Tapi tu anak kenapa?" Naima melihat Ghea sedikit aneh.
"Ghe,,, Ghea". Panggil Naima
Ghea tidak bergeming, ia masih hanyut dalam pikirannya sendiri.
"Eh,,, Ghea mau kemana tu,,,?" Alya melihat Ghea berjalan kearah lain. "Nai, miscall,,, miscall Ghea cepat".
Naima meraih hp-nya dan menghubungi Ghea.
Ghea terus berjalan kearah pameran mobil hingga akhirnya menyadari getaran didalam tasnya.
__ADS_1
"Ya, Loe dimana sih,,,?" Bentak Ghea
Naima terkejut mendengar teriakan Ghea.
"Busyet,,, kencang amat tu suara" Naima mengucek- ngucek telinganya.
"Eh,,, Loe yang ngapain kesana, mau beli mobil loe,,,? Gue di cafe nih, di sebelah D'Baks0".
Ghea menoleh kebelakang dan melihat dua tangan melambai ke arahnya. Ghea membalas lambaian tersebut dan berjalan ke sana.
"Lama banget sih,,,! Alya udah jamuran tu" Canda Naima
"Eee,,, Eloe kali yang kurapan" balas Alya
"Siapa yang loe bilang kurapan,,,? Nih ya, ini semua loe yang bayar" Ucap Naima
"Eee,,, nggak bisa gitu dong. Kan tadi loe yang ngajak duduk disini. Jadi loe yang harus bayar" balas Alya
"Nggak mau, pokoknya loe yang harus bayar"
"Enak aja loe yang bayar"
"Loe,,,!"
"Loe,,,,!
Perdebatan itu terus berlangsung. Ghea berdesak kecil sambil menggeleng- geleng kepala. Sakit kepala yang ia rasakan tadi kini semakin bertambah melihat dua sahabatnya yang terus berdebat tak ada yang mau mengalah.
"Stop,,,!" Ghea mengubrak meja
Naima dan Alya terkejut dan akhirnya diam.
"Gue yang bayar, ok,,,!" Ucap Ghea.
Naima dan Alya saling memandang dan kemudian tersenyum.
"Ghea memang yang terbaik" Puji Alya
"Iya,,, Ghea memang nggak da duanya" Tambah Naima
"Ya ya terus,,, terus aja, terus,,,! puji-puji aja terus" Gerutu Ghea. " Gue lagi kesal ni. Loe tahu kan apa yang bakal terjadi kalau gue lagi kesal?"
Alya dan Naima kembali saling memandang, dan mengangguk pelan.
Mereka terdiam karena tidak ingin membangunkan angsa yang sedang kesal.
Bersambung,,,,,,
Aaaaaa,,,
Pengen langsung ke epd pertemuan
T; Masih lama ya,,,?
J; Nggak, bentar lagi
T; Jadi kapan,,,?
J; Sabar,,,
Author aja sabar nulisnya
Masa kalian nggak sabar
😅
😂
__ADS_1