
Reyhan keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, ia memakai piyama dan selembar handuk kecil masih terlilit dilehernya. Badan yang tadinya begitu lelah kini terasa lebih segar. Hari ini benar- benar hari yang sangat melelahkan. Ia tidak pernah menduga kalau acara pernikahan akan semelelahkan ini.
Reyhan memandang kearah tempat tidur dan melihat Ghea yang berada dibalik selimut.
"Dia sudah tidur,,,!" Reyhan tersenyum kecil.
"Dia pasti sangat capek,,,! Badanku saja sudah remuk- remuk semua".
Reyhan melempar handuk di sofa dan perlahan mendekati Ghea. Ia tidak dapat melihat wajah Ghea karena ditutupi dengan selimut.
"Bagaimana dia bisa tidur seperti itu,,,! Apa nafasnya tidak sesak,,,,?" Ucap Reyhan.
Reyhan berbalik dan meraih poncelnya yang berada diatas meja.
"Bram,,,! kamu dimana,,,? Baik,,, tunggu aku" Reyhan mengambil sweater dan memakainya lalu bergegas keluar kamar.
Pintu kamar tertutup, Reyhan telah pergi. Perlahan selimut terbuka dan Ghea mengintip dibalik selimut.
"Hhhmm,,, Ya Tuhan,,," Ghea menghembuskan nafasnya yang dari tadi ia tahan
"Aku hampir kehabisan nafas, untung Rey tidak tahu kalau aku pura- pura tidur".
Ghea bangun dan turun dari tempat tidur.
"Tinggi banget sih" Omel Ghea.
"Gimana aku bisa tidur kalau ranjangnya setinggi ini. Lihatnya aja udah ngeri".
Ghea trauma tidur diatas tempat tidur.
"Reyhan pergi kemana ya,,,? Pagi, siang, malam kerjaannya sama Bram nggak ada habis- habisnya. Kenapa nggak kawin aja sekalian sama Bram, biar bisa sama- sama terus".
Ghea meraih ponselnya dan membaca beberapa pesan yang masuk, namun ia hanya focus pada group chat 'The girls' miliknya dengan sahabatnya dan tidak memperdulikan pesan dari group lain.
"Lagi ngomongin apa sih,,,?".
Ghea membuka chatnya dan membaca isi chat tersebut.
"girls,,,!" Naima
"Ya" Alya ."Kenape loe,,,?"
"Loe ngapain,,,?" Naima
"Ge gambar. Loe,,,,?" Alya
"Lagi kangen ma eloe- eloe berdua" Naima
"Prett,,, gue lagi sendiri kali" Alya
"Gue kangen loe sama Ghe- Ghe,,,?" Naima
"Ghea nggak ada,,,?" Alya "Dia lagi sibuk"
"Sibuk apa,,,?" Naima
"Pake nanya lagi, sibuk apa,,,? Menurut loe" Alya
"Emang sibuk apa,,,?" Naima
"Loe pura- pura oon atau emang oon,,,? Loe nggak tahu ini malam apa,,,,? Alya
"Malam minggu" Naima
"terus" Alya
"Besok libur" Naima
"Dasar oon,,,,! Loe lupa kalo hari ini Ghea nikah" Alya
"Ya nggak lah,,, kita kan baru saja pulang" Naima. "Oh iya ya, Ghea kan udah jadi pengantin baru,,, hahahahahaha,,,,".
"Baru nyadar loe" Alya
"Jadi Ghea lagi sibuk dong,,,! Ghea sekarang lagi ngapain ya,,,,!!!" Naima
"Aukk ah gelap,,,!" Alya
__ADS_1
"Kalau gelap, nyalain lampunya Al,,,? Gimana sih loe" Naima
"Ahh,,, Auk ah,,, gue cape. Bey,,,!" Alya
"Kok cape sih" Naima
"Al,,,!" Naima
"Loe udah tidur" Naima
?,,,,
?,,,,
?,,,,
Ghea tertawa ngakak membaca chat Alya dan Naima, ia merasa geli- geli sendiri membayangkan pikiran polos Naima dan pikiran liar Alya. Dua sahabatnya itu punya imajinasi yang berbeda- beda.
Ghea mengambil bantal dan berbaring disofa
"Mereka udah tidur apa belum ya,,,?".
" Night Girls,,,!!!" Ghea
"Ghea,,,,!" Naima
"Ya" Alya
"Belom pada tidur ya,,,!" Ghea
"😴" Alya
"Belum,,," Naima "Loe ngapain Ghe,,,? Suami loe kemana,,?"
"Menurut loe,,,!"Alya
"Apaan sih Al,,," Naima
"Loe yang apaan,,! Nanya nggak pake mikir,,,!" Alya
Ghea tersenyum, ingin rasanya ia mengerjai sahabat- sahabatnya itu.
"Reyhan sudah tidur" Ghea
"Ooo,,,!" Naima
"Cape banget kayaknya,,,!" Alya
"Kayaknya,,,!" Ghea
"Emang eloe habis ngapain Ghe,,,?" Naima
"Menurut loe,,," Alya
"Nggak usah jawab Ghea,,,! Otak tu anak nggak bakal nyampe" Alya
"Eh,,, gue nggak sepolos itu kali. Loe tu yang otaknya mesum. Pengantin baru ya pasti habis nikmati malam pertama,,, hahahahaha,,,,!" Naima
"Terus ngapain loe nanya,,,? Kalo loe udah tahu mereka habis malam pertama" Alya
Ghea melotot membaca chat Alya
"Gue nggak nyangka kalian pada mikirin itu. Hahahhaa"
Ghea tidak bisa menahan tawanya.
"Ya kali aja mereka habis beresin gedung. Siapa ya tahu kan,,,"Naima
"G*la loe,,," Alya
"Hei,,, gue masih disini loh" Ghea
"Ghe,,," Naima
"Emmm" Ghea
"Emang capek banget ya,,!" Naima
__ADS_1
"Nai,,,!" Alya
"Iya lumayan,,," Ghea
"Ghea,,,,!" Alya
"Berapa ronde Ghe,,,," Naima
"Udah cukup, gue nggak mau ikut lagi,,,, bey" Alya
"Ghea,,,! Berapa ronde,,,? Rasanya gimana,,,,? Sakit nggak" Naima
" Ya gitu deh,,,,! Ghea
"Stop,,,,! Ghe, loe balik gih. Loe dicariin sama suami loe tuh" Alya
"Nai, kalau loe nanya- nanya lagi. Gue DO loe dari group" Alya
"Aaaaaaaaa,,,, Loe nggak asik Al" Naima
Ghea tertawa ngakak, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak ngakak.
"Wah,,, Kalian sungguh luar biasa. Gue nggak nyangka kalian bakal bahas ini digroup".
Ghea masih larut dalam kebahagiaannya setelah nge chat bersama Alya dan Naima. Karena kelelahan ia akhirnya tertidur diatas sofa.
Sementara itu Reyhan sedang berada di pen house hotel dan sedang berbicara dengan Bram. Bram menunjukkan beberapa gambar dari tabletnya kepada Reyhan.
"Semua sesuai dengan keinginan Tuan Muda" Ucap Bram
"Lantainya bagaimana,,,? Clear ,,,,?" Tanya Reyhan
"Clear Tuan Muda. Tidak ada yang menempati lantai tersebut selain Tuan Muda dan Nona" Jelas Bram.
"Bagus,,,! Kamu siap kan semuanya dengan sempurna. Aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun, aku tidak ingin ada sesuatu yang membuat Ghea merasa tidak nyaman. Kalau sampai itu terjadi, kamu tanggung sendiri akibatnya,,,!"
"Baik Tuan Muda,,,!"
"Sudah larut, kamu boleh istirahat".
"Baik Tuan Muda. Terima kasih. Saya permisi,,,!".
Bram meninggalkan Reyhan sendiri dan ia menuju kamarnya. Reyhan masih berdiri di pen house hotel, ia sedang memikirkan banyak hal. Perusahaannya, keluarganya, hidupnya dan juga hidup Ghea, wanita yang baru saja dinikahinya dan kini telah menjadi istrinya.
Selang beberapa saat Reyhan memutuskan untuk kembali ke kamar. Reyhan masuk kedalam kamarnya yang sudah dalam keadaan gelap. Rupanya Ghea telah mematikan lampu dan hanya lampu tidur yang menyala hingga tampak sedikit remang- remang. Reyhan tidak bisa melihat dengan jelas karena kamar yang sedikit gelap.
Reyhan menuju kekamar mandi sebentar kemudian keluar kembali dan langsung naik keatas ranjang. Namun ia merasa aneh karena tidak menemukan Ghea disampingnya.
"Dimana dia,,,?" Reyhan meraba kasur yang kosong tersebut.
Reyhan memandang kesekeliling dan menemukan Ghea yang ternyata sedang tertidur diatas sofa. Reyhan turun dari atas ranjang dan mendekati Ghea, ia menatap sedang Ghea tertidur dengan sangat pulas. Perlahan Reyhan menyikap rambut yang menutupi wajah Ghea, walaupun suasana kamar mereka sedikit remang- remang, namun Reyhan dapat melihat wajah Ghea dengan jelas.
"Kamu pasti sangat lelah. Maaf ya, karena aku sudah membawamu kedalam hidupanku. Aku janji akan selalu menjaga dan melindungimu. Aku akan memberimu waktu yang cukup agar kamu dapat menerimaku dengan sepenuh hatimu".
Reyhan ingin mengangkat tubuh Ghea keatas ranjang namun ia takut Ghea akan terbangun. Ia tidak tega membangunkannya karena Ghea tidur dengan sangat lelap.
"Selamat tidur Ghea,,,!" Reyhan berbisik lembut ditelinga Ghea dan 'Cup' Reyhan mencium kening Ghea.
Reyhan kembali ketempat tidur dan karena tubuhnya yang terlalu lelah hingga membuat Reyhan langsung tertidur.
Dan begitulah malam pertama Reyhan dan Ghea berlalu.
**Bersambung,,,,,!!!
Terima kasih dukungannya
Please
Like
Comment
Vote
Share**
🙏
__ADS_1