
Ghea telah mengeluarkan dua butir obat di telapak tangannya kemudian meraih gelas minuman, ia ingin menelan dua butir obat itu sekaligus. Tiba- tiba Reyhan datang dang langsung menghentikan Ghea.
"Apa yang kamu lakukan,,,?" Tanya Reyhan.
Ghea terkejut dan menjatuhkan gelas yang berisi air minum.
"Kring,,," Gelas pecah.
"Rey,,,!".
"Reyhan,,,! Kenapa dia disini,,,! Bukannya dia sudah tidur,,,!".
Reyhan mengambil obat yang berada di telapak tangan Ghea kemudian melirik botol obat yang terletak diatas meja. Reyhan meraih botol obat tersebut dan mengamati sesaat namun ia tidak memahami obat apa yang terdapat didalam botol itu.
"Ini apa Ghe,,,? Ini obat apa,,,?" Reyhan menatap Ghea.
Ghea terdiam tidak tahu harus menjawab apa.
"Rey,,,!".
"Jawab Ghe,,,! Ini obat apa,,,? Kamu sakit,,,? Kamu sakit apa,,,?".
Reyhan memeriksa tubuh Ghea dari ujung rambut hingga ujung kaki, namun ia tidak melihat ada hal yang mencurigakan.
"Kamu sakit apa Ghe,,,? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku,,,? Dan ini obat apa,,,?".
"Rey,,,! Kamu tenang dulu ya,,,! Aku nggak apa- apa kok,,,! Aku nggak sakit" Ghea berusaha menenangkan Reyhan.
"Kalau kamu memang tidak sakit, terus ini obat apa,,,? Kenapa kamu minum obat ini,,,? Untuk apa,,,? Untuk apa kamu minum obat ini,,,".
Reyhan terus memaksa Ghea untuk menjelaskan kepadanya yang sebenarnya.
"Ini hanya vitamin Rey,,,! Akhir- akhir ini pekerjaan aku sangat banyak hingga membuat badan aku lelah dan cepat capek. Makanya aku minum vitamin itu,,,?" Hanya itu jawaban yang ada di benak Ghea.
"Vitamin,,,!" Reyhan mengamati botol obat itu sekali lagi, namun Reyhan masih curiga.
"Vitamin,,,! Kenapa botol vitamin berwarna putih seperti ini. Dan kenapa tidak ada kata- kata vitaminnya sama sekali,,,? Apa Ghea sedang berbohong,,,?".
"Kamu yakin ini hanya vitamin,,,? Kamu berkata jujur,,,? Kamu tidak sedang berbohongkan,,,?".
"Iya Rey,,,! Ini hanya vitamin biasa".
Ghea berusaha merebut botol obat itu dari Reyhan namun Reyhan tidak membiarkannya.
"Kalau ini memang hanya vitamin, kenapa wajahmu terlihat tengang,,,?".
"Masa sih,,,!" Ghea menyentuh wajahnya.
"Kamu salah Rey,,,!".
"Jadi kamu tetap tidak mau jujur,,,! Baiklah,,,! Aku akan memastikannya sendiri".
Reyhan masuk kedalam kamar dan meraih ponselnya kemudian mengambil beberapa foto botol obat tersebut setelah itu langsung mengirimkan gambar itu kepada Raya.
Kebetulan Raya sedang piket malam sehingga ia langsung melihat dan membaca pesan dari kakaknya tersebut.
"Kamu tahu obat apa ini,,,?".
Raya melihat gambar yang dikirimkan oleh kakaknya tersebut.
"Apa ini,,,? Sejak kapan mas Rey minum obat ini,,,!".
Raya menekan tombol panggil untuk menghubungi kakaknya secara langsung.
Reyhan melihat panggilan masuk di ponselnya, Raya.
__ADS_1
"Hallo,,,! Iya Ray,,,! Kamu tahu obat apa itu,,,?" Tanya Reyhan.
Sementara itu Ghea mulai gelisah dan gemetar, ia tidak tahu apa yang sedang di lakukan Reyhan didalam kamar. Pintu kamar terbuka dan Ghea melihat Reyhan keluar dari kamar sambil menelfon seseorang dan botol obat itu masih ditangannya.
"Apa,,,?" Reyhan terkejut mendengar jawaban Raya.
"Itu obat tidur mas, bisa dibilang jenis obat penenang untuk pasien yang memiliki perasaan gelisah yang berlebihan seperti sindrom kecemasan berlebihan".
"Jadi begitu,,,! Ok,,,! Thanks,,,!" Reyhan ingin menutuo telfolnya namun Raya masih bertanya :
"Untuk apa obat itu mas,,,! Apa mas Rey sedang punya masalah,,,? Jangan sembarangan minum obat mas, mas Rey harus periksa kedokter".
"Bukan apa- apa, kamu tidak perlu khawatir,,,,!".
Reyhan menutup telfon dan melempar ponselnya keatas meja.
Reyhan menatap botol obat di tangannya itu kemudian memandang Ghea dengan wajah yang penuh kecurigaan serta sedikit emosi sambil melangkah mendekati Ghea.
Ghea terkejut melihat wajah Reyhan yang berubah dan terlihat sangat marah, ia benar- benar ketakutan.
"Vitamin,,,! Kamu bilang ini vitamin,,,?" Reyhan mulai tidak bisa mengontrol emosinya.
"Rey,,,! Tenang dulu Rey,,,! Aku mohon kamu dengerin penjelasan aku dulu Rey,,,!" Ucapan Ghea mulai terbata- bata.
"Untuk apa aku mendengar penjelasan dari kamu. Kamu sudah berbohong tadi, apa Kamu masih ingin berbohong lagi,,,? Kamu masih ingin menipu aku,,,? Kenapa,,,? Kenapa kamu lakukan itu,,,? Sampai kapan kamu mau membohongiku Ghea,,,!" Reyhan melempar botol obat itu ke lantai.
"Aaaaaa,,,!" Ghea berteriak terkejut.
"Rey,,,! Kamu tenang dulu. Aku bisa jelasin semuanya".
Ghea melangkah mundur karena Reyhan terus melangkah maju kearahnya.
"Sejak kapan,,,? Sejak kapan kamu meminum obat tidur itu,,,?" Tanya Reyhan.
Ghea masih terdiam.
Ghea tersentak kaget, untuk pertama kalinya Ghea mendengar Reyhan membentaknya.
"Sejak dua tahun yang lalu,,,!" Ghea akhirnya menjawab pertanyaan Ghea.
"Apa,,,? Dua tahun yang lalu,,,!".
Reyhan begitu terkejut mendengar ucapan Ghea.
"Kenapa,,,? Kenapa kamu melakukan itu,,,!".
"Apa yang sudah kamu alami Ghe,,,! Apa yang sudah terjadi kepadamu sehingga kamu membutuhkan obat- obatan itu,,,?".
"Karena aku punya masalah Rey,,,! Aku punya masalah yang membuat aku gelisah tak menentu hingga aku kesulitan untuk tidur. Aku menderita imsomnia akut dan sejak saat itu aku mengkonsumsi obat itu" Jelas Ghea.
"Imsomnia,,,!" Reyhan kaget.
"Kamu mengidap Imsomnia,,,?" Suara Reyhan mulai melemah.
"Kamu minum obat itu bukan karena tertekan menikah dengan aku,,,? Tapi karena kamu memiliki imsomnia,,,! Begitu,,,?".
"Iya,,,!" Ghea menggangguk.
Reyhan terdiam, ia telah berpikiran buruk terhadap Ghea.
"Jadi kamu sulit untuk tidur karena kamu menderita Imsomnia,,,? Tapi kenapa Ghe,,,? Kenapa kamu tidak pernah bilang kepadaku,,,? Kenapa kamu harus menyembunyikan semua ini,,,?".
"Karena pada awalnya aku pikir aku sudah sembuh, tapi ternyata aku belum sepenuhnya sembuh dan masih tidak bisa lepas dari obat itu".
Reyhan menggenggam tangan Ghea dan ia bisa merasakan tangan itu gemetar.
__ADS_1
"Kamu mulai sembuh dan sekarang kamu kambuh lagi,,,? Kenapa,,,? Kenapa itu terjadi,,,? Sejak kapan,,,?".
Ghea ragu untuk menjawab pertanyaan Reyhan, Ghea takut Reyhan akan bertambah marah. Ghea semakin gemetar.
"Ghe,,,!" Reyhan makin melemahkan suaranya setelah menyadari Ghea sedang ketakutan.
"Jawab Ghe,,,!".
"Tiga bulan yang lalu,,,!" Jawab Ghea.
"Saat kita bertemu".
"Apa,,,? Tiga bulan yang lalu. Saat pertama kali kita bertemu,,,? Saat aku memintamu untuk menikah denganku,,,?".
Ghea terdiam.
"Apa kamu begitu menderita ketika bertemu denganku,,,?".
"Jadi ini semua karena aku,,,?" Reyhan benar- benar tidak menyangka kalau ia telah membuat Ghea begitu menderita.
"Bukan,,,! Bukan begitu Rey,,,? Kamu salah paham,,,! Ini semua tidak ada hubungannya dengan kamu".
Ghea mulai terisak tangis.
"Ini semua bukan kesalahan kamu Rey,,,!".
"Maksud kamu,,,?" Reyhan masih tidak mengerti.
"Aku memang memiliki imsomnia akut, dan itu sudah terjadi sejak lama bahkan sebelum aku ketemu sama kamu. Dan aku tidak minum obat itu setiap hari Rey,,, Aku minum obat itu hanya pada saat aku benar- benar butuh. Disaat aku tidak bisa menghilangkan kecemasanku"
Ghea menarik nafas.
"Jadi ini semua bukan salah kamu Rey,,,!".
"Terus kenapa sekarang kamu mulai minum obat itu lagi,,,? Bahkan disaat kamu sudah menikah denganku,,,? Kenapa,,,?" Reyhan menatap Ghea tajam.
"Karena aku sangat butuh obat itu,,,!" Ghea menangis
"Aku membutuhkannya karena aku tidak bisa menghilangkan kegelisahanku, dan tidur merupakan salah satu cara agar kegelisahanku hilang, dan obat itu membantu membuat aku tertidur".
Reyhan benar- benar terpukul mendengar ucapan Ghea, dia tidak pernah menyangka kalau selama ini Ghea menanggung beban sebesar itu.
"Reyhan memengang wajah Ghea dan menatapnya dalam.
"Apa yang membuat kamu gelisah,,,? Kenapa kamu begitu tertekan,,,? Apa aku telah melakukan kesalahan,,,? Apa yang tidak aku ketahui tentang kamu Ghe,,,?".
"Bukan,,,! Bukan kamu penyebabnya Rey,,,! Tapi aku. Aku sendiri yang punya masalah kecemasan yang berlebihan" Ghea mulai tenang.
"Tidak tahu sejak kapan aku selalu merasa cemas dan gelisah setiap kali aku tidur diatas ranjang".
"Apa,,,?" Sekali lagi Reyhan terkejut mendengar ucapan Ghea.
Reyhan tidak bisa memahami maksud ucapan Ghea, hal itu benar- benar tidak masuk akal baginya.
"Kamu bercanda,,,!" Reyhan tidak percaya. "Kamu mau membohongi aku lagi. Apa sebenarnya maksud kamu,,,? Lelucon macam ini,,,! Kalau kamu memang tidak ingin tidur denganku, kamu bisa mengatakannya secara langsung. Tidak perlu berbohong seperti ini,,,!".
"Kalau kamu memang menolakku, kamu bilang,,,! Jangan bersandiwara,,,!".
Reyhan berteriak dihadapan Ghea.
"Bukan Rey,,,! Bukan begitu,,,!"
**Bersambung,,,,!!!
Like
__ADS_1
Comment
Share**