
Dua minggu berlalu setelah Ghea berkonsultasi dengan dokter Shinta, kini ia merasa lebih baik dan lebih tenang. Tidak ada lagi kecemasan dan kegelisahan didalam dirinya. Reyhan telah mengubah suasana rumah mereka menjadi jauh lebih nyaman serta menjauhkan semua hal yang dapat memicu trauma Ghea kembali termasuk menyingkirkan ranjang tidurnya.
Dalam beberapa minggu tersebut hubungan Ghea dan Reyhan juga menjadi semakin membaik dan bertambah dekat, mereka sudah mulai terbuka dengan perasaannya masing- masing.
Reyhan menghentikan laju mobilnya tepat didepan Kedai Sop Tulang milik Ghea, ia memang segaja mengantar Ghea pagi ini walaupun sebenarnya ia memiliki agenda penting dengan beberapa klien. Reyhan memandang Ghea yang sedang melepaskan seat belt sembari tersenyum hingga membuat Ghea merasa sedikit risih karena Reyhan yang terus menatapnya dari tadi.
"Kamu kenapa sih,,,? Kok senyam senyum begitu,,,!" Ghea tersipu malu.
Reyhan semakin melebarkan senyumnya mendengar pertanyaan Ghea yang sangat menggemaskan.
"Hmm,,,! Memang kenapa,,,! Ada yang salah,,,? Apa aku nggak boleh senyum- senyum sama istriku sendiri. Terus aku harus senyum sama Siapa,,,? Sama cewe yang itu,,,!" Reyhan menunjuk seorang cewe yang sedang lewat didepan mereka.
"Apaan sih,,,!" Ghea mencubit paha Reyhan hingga membuat Reyhan menjerit.
"Aww,,,! Aduh,,,! Sakit Ghe,,,!" Reyhan mengelus pahanya yang habis dicubit Ghea.
Ghea langsung panik
"Sakit ya,,,! Maaf,,,!" Ghea mengelus paha Reyhan yang tadi dicubitnya.
"Maaf ya,,,! Aku cuma bercanda Rey,,,! Sakit ya,,,!".
Ghea terus mengelus paha Reyhan dengan lembut hingga ia tidak menyadari kalau Reyhan sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Pasti itu akan meninggalkan bekas merah" Ucap Reyhan.
"Hah,,,!" Ghea menatap Reyhan
"Ini akan berbekas,,,?" Tanya Ghea lagi, tangannya masih mengelus paha Reyhan.
Reyhan mengangguk
"Kamu lucu banget sih sayang,,,! Gemes banget deh,,,!".
Ghea masih panik, sementara Reyhan tertawa girang didalam hati melihat raut wajah Ghea yang tampak begitu menggemaskan baginya.
"Terus bagaimana dong,,,?" Ghea mencoba memikirkan sesuatu.
"Oh iya,,,!" Ghea mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Ini dia,,,!" Sebuah salep telah berada ditangan Ghea.
"Apa itu,,,?" Tanya Reyhan penasaran.
"Ini salep mujarab, bisa dipakai untuk semua penyakit tanpa efek samping" Ghea mulai membuka tutup salep
"Sini,,,! Aku olesi,,,!"
Ghea menatap Reyhan yang tidak bergeming. Sementara itu perasaan Reyhan mulai gelisah.
"Kamu mau melalukan apa,,,?" Tanya Reyhan.
"Ayo buka,,,!" Perintah Ghea.
"Buka apa,,,?".
"Ya buka celana kamu,,,!".
"Buka celana,,,? Untuk apa buka celana disini,,,?".
"Kamu diam aja deh,,,! Sekarang cepat buka celana kamu,,,?".
Ghea mengulurkan tangannya ingin menyentuh Reyhan.
"Tu,,,tu,,,tunggu dulu,,,! Apa yang ingin kamu lakukan Ghe,,,? Buka celana buat apa coba,,,?" Reyhan mulai panik.
"Kalau kamu tidak buka celana, terus gimana cara aku mengolesi salep ini,,,!".
Reyhan akhirnya sadar apa maksud Ghea, ia menjadi malu karena sempat berpikir yang aneh- aneh. Reyhan mengambil salep yang berada ditangan Ghea.
__ADS_1
"Nanti aku olesi sendiri" Ucap Reyhan.
"Kenapa,,,?" Tanya Ghea.
Reyhan menatap Ghea sambil memajukan kepalanya kewajah Ghea.
"Kalau mau buka celana jangan disini, nanti malam aja didalam kamar, ok,,,!" Reyhan mencubit hidung Ghea.
Wajah Ghea berubah memerah mendengar ucapan Reyhan yang segaja mengggodanya.
"Apaan sih,,,!" Ghea menutup wajahnya malu.
Reyhan tertawa melihat tingkah Ghea yang malu- malu.
"Kenapa jadi malu- malu begitu sih,,,?".
"Udah ah,,,! Aku mau turun,,,!" Ghea ingin membuka pintu mobil namun Reyhan menahan tangannya.
"Apa,,,?" Tanya Ghea.
Reyhan memajukan wajahnya berharap mendapatkan sebuah kiss dari istrinya.
"Apa,,,! Kamu mau bilang apa,,,?" Ghea masih tidak mengerti.
Reyhan menghela nafas panjang.
"Susah banget sih buat kamu terpancing,,!"
Reyhan menunjuk- nunjuk pipinya dengan jari telunjuknya hingga akhirnya Ghea mengerti apa maksud Reyhan, namun Ghea masih ragu untuk melakukannya.
"Kenapa,,,! Kok lama,,,?" Ucap Reyhan setelah menunggu lama.
"Memang harus ya,,,!" Tanya Ghea.
"Iya,,,! Harus,,,!" Ucap Reyhan.
"Ayo cepat,,,! Aku udah telat Ghe,,,!".
Ghea dapat merasakan kecupan lembut yang diberikan Reyhan hingga membuat dadanya berdebar kencang. Reyhan melingkarkan tangannya dipinggang Ghea dan menarik Ghea kedalam pelukannya, sedangkan Ghea membalas perlakuan Reyhan dengan melingkarkan tangannya dileher Reyhan hingga tiada jarak lagi diantara mereka.
Reyhan terus mengulum bibir Ghea semakin lama semakin dalam dan semakin dalam dan Ghea juga melakukan hal yang sama, ia membalas setiap kecupan yang diberikan Reyhan. Getar- getar asmara yang mereka rasakan membuat mereka lupa dimana mereka sebenarnya. Adegan itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya Reyhan dan Ghea melepaskan kecupan mereka secara bersamaan karena mereka sama- sama telah kehabisan nafas.
Reyhan dan Ghea saling menatap sambil tersenyum dengan nafas yang tersengal- sengal. Reyhan mengelus pipi Ghea dan kemudian menyatukan keningnya dengan kening Ghea. Entah mengapa ia seperti mendapatkan energi yang luar biasa setelah mencium Ghea.
"Ghe,,,!" Panggil Reyhan dengan kening yang masih saling menyatu dengan kening Ghea.
"Em,,,!" Ghea belum sanggup berkata apapun, hatinya masih berdebar kencang.
"Pulang yuk,,,!" Ucap Reyhan.
"Hah,,,!!!" Ghea melepaskan diri dari pelukan Reyhan.
"Apa,,,!".
Reyhan tersenyum menggoda Ghea.
"Kita pulang aja yuk,,,! Kita lanjutkan dirumah,,,!".
Ghea kembali mencubit Reyhan namun kini bukan cubitan kasar melainkan hanya sebuah cubitan manja dipinggang Reyhan.
"Jangan mulai lagi deh,,,! Kita udah setengah jam disini. Aku harus masuk kekedai sekarang. Dan kamu,,! Kamu nggak jadi kekantor,,,? Katanya ada meeting,,,!" Ucap Ghea.
"Ah,,,!" Reyhan mendesah kesal sambil memukul setir mobilnya.
"Aku ingin bolos hari ini,,,!".
Reyhan merasa sangat kesal karena harus pergi kekantor, ia benar- benar ingin menghabiskan waktu berdua dengan Ghea. Saat ini Reyhan tengah merasakan gejolak asmara yang teramat dalam kepada Ghea hingga ia benar- benar ingin menuntaskannya.
Sebenarnya bukan hanya Reyhan yang merasakan gejolak tersebut, Ghea juga mulai merasakan getar- getar asmara dihatinya. Namun Ghea harus berusaha untuk tetap tenang karena begitu banyak agenda yang harus ia lakukan hari ini.
__ADS_1
Ghea menatap Reyhan yang terlihat sedikit kecewa.
"Rey,,,!" Ghea menggenggam tangan Reyhan.
"Kamu nggak apa- apa kan,,,?"
Reyhan membalas tatapan mata Ghea.
"Iya,,,! Is't ok,,,!".
Reyhan berusaha tersenyum namun Ghea tahu itu bukan senyuman yang tulus.
"Rey,,,! Hari ini kita sama- sama punya banyak pekerjaan yang jarus kita selesaikan. Dan kita harus profesional dengan pekerjaan kita kan,,,!" Ghea menarik nafas kemudian kembali berkata :
"Kita bisa lanjutin lagi nanti. Aku janji,,,! Kita lanjutin nanti setelah kita pulang kerumah,,,! Ok,,,!" Ghea tersenyum.
Reyhan menatap Ghea yang sedang tersenyum itu dengan hati yang berdebar- debar.
"Senyum itu,,,! Senyum yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Senyum yang begitu tulus dan manis. Ah,,,! Akankah aku kuat menjalani hari ini,,,!".
Reyhan membalas senyuman Ghea dan kembali memeluk Ghea dengan kuat.
"Kamu udah janji ya,,,! Nggak boleh bohong lagi. Aku nggak mau gagal lagi,,,!" Ucap Reyhan.
"Iya aku janji,,,!" Ucap Ghea.
Reyhan melepaskan pelukannya.
"Benar,,,,!".
"iya,,,!" Ghea menggangguk sambil tersenyum.
"Ok,,,!".
Reyhan kembali menyentuh pipi Ghea dengan kedua tangannya kemudian langsung menghujani bibir Ghea dengan beberapa kecupan ringan dan lembut hingga membuat Ghea kesulitan bernafas.
"Rey,,,!" Ghea menepuk pundak Reyhan.
"Aku nggak bisa nafas,,,!".
Reyhan akhirnya melepaskan Ghea dan tertawa melihat Ghea yang bernafas tersengal- sengal.
"Dasar,,,! Sudah berapa kali sih kamu ciuman,,,! Masa nggak pintar- pintar juga,,,!".
Ghea cemberut mendengar ucapan Reyhan
"Seolah- olah dia doang yang paling jago,,,,!".
"Udah ah,,,! Aku turun ya,,,!" Ghea langsung membuka pintu mobil dengan cepat tidak ingin Reyhan mencegahnya lagi.
"Bey,,,!" Ucap Reyhan.
"Bey,,,!" Ghea melambaikan tangannya kepada Reyhan kemudian langsung berbalik masuk kedalam kedainya.
Reyhan masih memandangi punggung Ghea hingga akhirnya menghilang dari paandangannya.
"Ah,,,! Nggak benar nih,,,! Masa baru berpisah sebentar udah mulai kangen lagi sih,,,! Ya Tuhan,,,! Cobaan apa ini,,,!".
Reyhan menyalakan mesin mobilnya dan langsung melaju dengan cepat meninggalkan kenangan indah dipagi hari.
**Bersambung,,,,!!!
Mau tahu lanjutan kebuncinan Reyhan,,,,!
Tunggu next eps ya,,,!
Like
Comment
__ADS_1
Share
🙏**