Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Lihat aku


__ADS_3

Reyhan menatap Ghea yang duduk dihadapannya sambil makan, Ghea terlihat sangat menikmati sarapannya hingga tidak menghiraukan dirinya. Reyhan mulai kesal karena merasa dicueki.


"Aku merasa seperti sedang makan sendirian" Batin Reyhan.


"Yang,,,!" Panggil Reyhan.


"Hm,,,!" Ghea masih menikmati sarapannya.


"Yang,,,! Sayang,,,!" Panggil Reyhan lagi.


"Ehm,,,!" Melirik sekilas.


"Jadi aku benar- benar dicueki ya,,,!".


"Tuk tuk tuk,,,! Lihat aku yang,,,!" Reyhan mengetuk meja beberapa kali.


"Apa,,,?" Ghea melihat Reyhan.


"Ada apa,,,?".


Reyhan menatap Ghea dengan wajah memelas.


"Aku mau minum" Ucap Reyhan.


"Ooo,,,! Memangnya kamu nggak bisa ambil sendiri,,,!".


Ghea menuangkan minuman kedalam gelas Reyhan, kemudian kembali menikmati makanannya.


Reyhan meletakkan sendok makannya dan kembali memanggil Ghea.


"Lihat aku Yang,,,!".


"Ada apa lagi sih Rey,,,? Kamu kenapa,,,?" Ghea mulai kesal karena Reyhan terus memanggilnya.


Reyhan terdiam melihat raut wajah Ghea yang mulai marah.


"Kenapa jadi Ghea yang marah,,,! Seharusnya akukan yang marah sama dia,,,!" Batin Reyhan.


Ghea masih menatap Reyhan yang tetap terdiam tanpa berkata apa- apa. Ghea melirik makanan dipiring Reyhan yang terlihat masih utuh.


"Kamu kok nggak makan,,,? Kamu nggak suka,,,?".


Reyhan menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa,,,? Kenapa kamu nggak makan,,,? Bukannya tadi kamu sendiri yang bilang kalau kamu lapar" Ghea mulai cemas.


"Kamu sakit,,,?".


Reyhan mengangguk.


"Sakit apa,,,,? Tadi kamu baik- baik saja".


Ghea mengulurkan tangannya ingin memeriksa kening Reyhan, namun ia sulit menggapai karena posisi Reyhan terlalu jauh. Ghea bangun mendekati Reyhan dan langsung menyentuh keningnya.


"Kamu demam,,,? Coba aku periksa,,,!" Ghea meletakkan tangannya dikening dan leher Reyhan untuk memeriksa suhu tubuh.


"Nggak panas,,,!".


Ghea menyentuh wajah Reyhan dan menatapnya lekat.


"Coba aku lihat,,,!".


Reyhan tersenyum melihat ekpresi wajah Ghea yang cemas.

__ADS_1


"Kamu cemas ya,,,! Salah kamu sendiri yang cuek sama aku. Akhirnya kamu melihat aku jugakan. Kasihan, kamu aku kerjai sayang,,,!".


"Kamu nggak panas Rey,,,!" Ghea kembali memeriksa suhu Reyhan.


"Mungkin nggak terasa kalau dicek pakai tangan. Tunggu sebentar ya, aku ambil termometer dulu".


Ghea berbalik namun Reyhan menahan tangan Ghea.


"Sudah, aku nggak apa- apa,,,!" Ucap Reyhan.


"Nggak apa- apa bagaimana,,,! Tadi kamu bilang Kamu sakit".


Reyhan tersenyum.


"Itu tadi, sekarang aku sudah nggak apa- apa, beneran,,,!".


Ghea menatap curiga.


"Kamu nggak bohongkan,,,?".


"Kamu nggak percaya,,,!" Reyhan menarik tangan Ghea dengan kencang hingga Ghea terjatuh dipangkuannya.


"Kamu bisa periksa sendiri".


Reyhan menyentuh kuduk leher Ghea dan langsung mencium bibirnya dengan lembut dan dalam, ia membiarkan Ghea merasakan hawa mulutnya agar Ghea percaya kalau ia baik- baik saja. Ghea akhirnya sadar kalau Reyhan telah mengerjainya, namun ia tetap menikmati ciuman yang diberikan oleh suaminya itu. Untuk sesaat mereka larut dalam gairah asmara yang sedang mereka rasakan. Mereka saling bercumbu untuk beberapa saat, walaupun hanya sebentar namun ciuman itu sangatlah panas.


Reyhan melepaskan ciumannya dan tersenyum menatap istrinya. Reyhan tersenyum senang dan kembali memberikan beberapa kecupan dibibir Ghea lagi.


"Cukup Rey,,,!" Ghea berusaha membuang wajahnya namun Reyhan tetap berhasil menciumnya.


"Cup,,,! Cup,,,!" Reyhan terus mencium Ghea.


"Cukup Rey,,,! Kamu ngerjai aku ya,,,!" Ghea memukul dada Reyhan.


"Ooo,,,! Jadi kamu sengaja ngerjai aku ya,,,!" Ghea mencubit pinggang Reyhan.


Ghea bergegas berdiri dan melepaskan diri dari Reyhan.


"Aww,,,! Sakit Yang,,,!" Reyhan meringgis kesakitan.


"Kamu nggak sayang lagi ya sama aku,,,!".


"Salah siapa, Kamukan,,,! Kamu duluan yang ngerjai aku" Ucap Ghea kesal.


"Kamu sengajakan ngerjai aku,,,!".


"Iya maaf, aku yang salah,,,!".


Reyhan mengaku salah.


"Maafin aku ya Sayang,,,!".


Ghea memalingkan wajahnya.


Reyhan meraih tangan Ghea seraya berkata :


"Sayang,,,! Maafin aku ya,,,! Kamu jangan marah dong,,,! Aku mengaku kalau aku salah. Maafin aku ya sayang,,,! Aku nggak sanggup kalau kamu marah sama aku".


Ghea menatap Reyhan.


"Kenapa kamu ngerjai aku begitu,,,?".


"Aku nggak bermaksud ngerjai kamu Yang,,,! Aku hanya kesal kamu cueki aku dan asyik makan sendiri. Aku cuma mau kamu lihat aku. Kamukan tahu aku nggak suka dicueki. Jangan marah lagi ya,,,!"

__ADS_1


Reyhan bangun dan berdiri dihadapan Ghea.


"Yang,,,! Kamu jangan cueki aku lagi ya,,,!".


"Ya ampun Rey,,,! Memangnya kapan aku cueki kamu,,,? Akukan tadi lagi makan. Kamu marah karena masalah itu,,,?" Ghea tidak menyangka Reyhan marah hanya karena dicueki ketika makan.


"Ya Tuhan,,,! Kenapa sikap Reyhan jadi berlebihan begini sih,,,! Dia kesal hanya karena aku asyik makan sendiri dan tidak menghiraukannya. Apa ada orang yang marah hanya karena hal itu,,,?" Batin Ghea.


"Kamu itu kayak anak kecil ya,,,! Lama- lama aku cape ngadepin sikap kamu Rey,,,!"


Reyhan menarik tubuh Ghea dan memeluknya erat. Reyhan merasa bersalah karena ia telah bersikap berlebihan.


"Maafin aku Sayang,,,! Aku minta ya,,,! Aku sadar kalau sikap aku sudah berlebihan. Tidak seharusnya aku bersikap kekanak- kanakan begitu".


Ghea menghela nafas panjang dan membalas pelukan Reyhan, ia tidak ingin memperburuk suasana. Entah mengapa semakin lama sikap Reyhan menjadi semakin over dalam segala hal. Reyhan selalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu masalah yang bahkan bukan masalah yang serius.


"Baiklah, aku maafin,,,! Tapi jangan diulangi lagi ya,,,!" Ucap Ghea.


"Makasi sayang,,,!" Reyhan mengecup kening Ghea berulang kali.


Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap Ghea sambil tersenyum.


"Aku nggak nyangka lelucon kecil yang aku lakukan bisa menjadi pemicu masalah hingga perdebatan".


"Kamu baru tahu,,,! Makanya jangan coba- coba melakukan lelucon seperti itu lagi" Ucap Ghea.


"Iya maaf,,,! Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku nggak mau kamu marah lagi kepadaku".


Reyhan kembali memeluk Ghea dengan mesra seraya berbisik :


"Aku sayang kamu Ghe,,,! Sayang,,, banget. Aku nggak mau kehilangan kamu. Aku nggak akan pernah sanggup menghadapi itu".


"Jangan pernah tinggali aku ya,,,! Aku nggak sanggup" Ucap Reyhan tulus dari lubuk hatinya.


"Nggak akan pernah Rey,,,! Aku nggak akan pernah melakukan itu,,,! Bagaimana mungkin aku bisa ninggalin kamu, kalau aku sendiri nggak bisa hidup tanpa kamu".


Ghea memutuskan untuk mengalah dan memaafkan sikap suaminya itu. Ghea tidak ingin hubungan mereka hancur hanya karena persoalan yang kecil. Walau bagaimanapun Reyhan tetaplah suami yang paling dicintainya.


"Rey,,,!" Panggil Ghea.


"Hm,,,!" Reyhan masih menikmati pelukan istrinya.


"Sarapannya,,,!".


Ghea menatap makanannya.


Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap sarapan mereka yang sudah dingin.


"Kamu masih lapar,,,?" Tanya Reyhan.


"Iya,,,!" Ghea mengangguk.


"Ya udah, kita makan diluar yuk,,,! Aku juga lapar".


Ghea tersenyum dan mengangguk setuju. Akhirnya Reyhan dan Ghea memutuskan untuk sarapan diluar, tapi mungkin bukan sarapan lagi karena waktu sarapan sudah berakhir dan mulai memasuki waktu makan siang.


**Bersambung,,,,!!!


Jangan lupa like, comment, vote dan share


Agar Author semakin bersemangat untuk melanjutkan tulisannya.


Terima kasih**,,,,

__ADS_1


__ADS_2