Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Pahlawan #1


__ADS_3

Miko memandangi Naima dengan senyuman yang sumbringah, ia merasa sangat senang karena Naima bersedia untuk menemuinya kembali setelah bertengkaran yang terjadi diantara mereka beberapa hari sebelumnya. Miko sengaja memilih kafe faforit mereka berdua untuk bertemu sebagai bentuk perayaan hubungan mereka kembali.


Sebenarnya Naima sudah tidak ingin bertemu dengan Miko lagi setelah pertengkaran yang terjadi diantara mereka yang terakhir kali. Tapi Alya dan Ghea berhasil menyakinkannya agar mau menemui Miko untuk terakhir kalinya. Mereka berjanji akan membuat Miko menyerah dengan hubungan ini.


"Semoga saja Ghea dan Alya menemukan cara untuk membuat Miko pergi dari hidupku. Aku sudah tidak kuat untuk terus berpura- pura bahagia dihadapannya" Batin Naima.


Miko meraih tangan Naima dan mengenggamnya erat sambil berkata :


"Kamu ingat kafe ini Nai,,! Tempat ini memiliki sejarah penting tentang perjalanan cinta kita, ia adalah saksi bisu bagaimana awal pertemuan kita hingga terjalinnya hubungan asmara diantara kita".


"Kamu masih ingatkan bagaimana kita bertemu pertama kali,,,?" Miko terus berbicara tentang masa lalu.


"Saat itu kamu salah meja, kamu duduk dimeja yang sudah aku pesan. Aku masih ingat betul bagaimana raut wajahmu saat itu, kamu terlihat sangat malu. Karena kejadian itu akhirnya kita berkenalan dan semakin lama hubungan kita menjadi semakin dekat".


Naima hanya terdiam sambil tersenyum getir mengingat masa lalu yang sebentar lagi akan menjadi kenangan.


"Maafkan aku Miko, aku tidak bisa menempati janjiku untuk menghabiskan waktu bersama denganmu. Saat ini aku sudah sangat lelah dengan hubungan kita".


"Nai,,,!" Panggil Miko.


"Kenapa kamu diam saja. Kamu tidak suka kalau aku mengajakmu makan dikafe ini,,,?".


"Tidak kok Mik,,,! Aku suka kafe ini. Aku suka makanan dikafe ini" Jawab Naima.


"Tapi kenapa wajahmu seperti tidak senang begitu. Kamu masih marah sama aku,,,?" Miko menatap Naima.


"Nai,,,! Akukan sudah minta maaf. Masa kamu masih nggak bisa memaafkan aku. Nai,,,! Kamu tahukan aku sangat mencintaimu,,,!".


Seperti biasa Miko terus berusaha membujuk Naima dengan berbagai cara agar Naima mau memaafkannya. Dan bujukkan seperti itu selalu berhasil membuat Naima kembali kepadanya.


Bram yang sebelumnya memperhatikan Naima dan Miko dari jauh akhirnya memutuskan untuk menghampiri mereka. Ia ingin mengelesaikan misi ini secepatnya. Alya yang duduk disamping Bram terlihat masih bingung memikirkan rencana yang akan Bram lakukan.


"Apa yang akan kamu lakukan,,,?" Tanya Alya.


"Rencana apa yang akan kamu jalankan,,,?".


"Kamu nggak perlu tahu. Kamu lebih baik duduk dengan tenang dan lihat permainan yang akan aku mainkan" Jawab Bram.


"Tapi kitakan satu tim, jadi aku harus tahu rencana apa yang akan kamu lakukan" Alya tetap ingin tahu rencana Bram.


"Untuk apa kamu tahu, memangnya apa yang bisa kamu lakukan,,,?" Bram mulai memancing Alya.


"Ya,,, Aku hanya ingin tahu saja. Aku harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan yang akan terjadi" Jawab Alya.


"Kenapa,,,! Kamu mengkhawatirkan aku,,,?" Tanya Bram sembari tersenyum.


"Tidak,,,! Siapa yang khawatir sama kamu. Aku khawatir pada Naima sahabatku. Aku hanya takut dia dalam bahaya" Ucap Alya tegas.


"Hah,,,! Siapa juga yang khawatir sama kamu ,,,! Kamu jangan 'geer' Bram" Alya mulai bingung dengan perasaannya sendiri.


Bram tersenyum menatap Alya yang mulai salah tingkah.


"Kamu tidak punya bakat untuk berbohong, aku bisa melihat dengan jelas kekhawatiran dimatamu. Apa kamu mulai terganggu dengan keberadaanku,,,?" Batin Bram.


Bram bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Naima. Bram mendekati meja tempat Naima dan Miko duduk dan tanpa basa- basi langsung menyapa mereka berdua.


"Jadi benar kamu masih menemui laki- laki ini,,,?" Bram langsung memotong pembicaraan Miko.


"Kamu benar- benar tidak menghargai aku sama sekali".


Naima dan Miko sama- sama terkejut melihat kedatangan Bram. Bram menatap Bram yang telah berdiri disamping mejanya.


"Siapa kamu,,,?" Tanya Miko.


"Ada urusan apa kamu disini,,,?.


Bram tersenyum sinis.


"Jadi kamu belum bicara apapun pada laki- laki ini,,,?".


Bram beralih menatap Naima.

__ADS_1


"Haruskah aku yang mengatakannya kepadanya,,,?.


Naima menelan ludahnya, ia mulai gemetar.


"Kenapa kamu malah bertanya kepadaku, akukan tidak tahu apa rencanamu. Apa yang harus aku lakukan sekarang,,,?".


"Siapa laki- laki ini,,,? Apa kamu mengenalnya,,,?" Tanya Miko kepada Naima.


Naima kelabakan menjawab pertanyaan Miko karena ia sendiri tidak tahu apa rencana Bram.


"Bagaimana ini, aku harus jawab apa,,,?" Batin Naima.


"Nai,,,! Kenapa kamu diam,,,! Apa kamu mengenal laki- laki ini,,,?" Tanya Miko lagi.


"Iya,,,!" Jawab Naima.


"Siapa dia,,,?" Miko mulai emosi.


"Ada hubungan apa kamu dengan laki- laki ini,,,?.


Naima masih diam membisu, ia tahu pasti saat ini Miko sudah mulai emosi dan ia takut kalau Miko akan berbuat kasar kepadanya.


"Kenapa kamu diam saja,,,! Jawab aku Nai,,,! Apa kamu mengenal laki- laki ini,,,?" Miko semakin emosi.


"Di,,, dia,,,!" Naima tidak tahu menjawab apa.


Miko merasa sangat kesal karena Naima tidak juga memberikan jawaban atas pertanyaannya, ia bangkit dari tempat duduknya dan berdiri berhadapan dengan Bram.


"Hai,,,! Siapa kamu sebenarnya,,,?" Tanya Miko


"Ada hubungan apa kamu dengan kekasihku,,,?".


"Jadi kamu benar- benar belum mengetahui siapa aku,,,! Baiklah,,,!".


Bram mengulurkan tangannya seraya berkata :


"Perkenalkan, aku Bram Atharraharja. Calon suami Naima Maharani".


Dhuar,,,! Ucapan Bram bagaikan petir yang menyambar ubun- ubun hingga membuat Alya, Naima dan Miko terkejut secara bersamaan.


Naima juga tidak kalah terkejutnya dengan Alya.


"Kenapa dia jadi calon suamiku,,,! Memangnya apa yang sedang dia rencanakan,,,? Miko pasti akan bertambah murka".


"Apa,,,! Tadi kamu bilang apa,,,? Calon suami. Hahahaha,,,!" Miko tidak percaya ucapan Bram.


"Kamu sedang membohongiku,,,! Kamu pikir aku akan percaya ucapanmu itu,,,?".


Bram tersenyum


"Untuk apa aku berbohong kepadamu. Apa untungnya bagiku,,,?".


Raut wajah Miko mulai berubah, ia terlihat marah. Ia tidak bisa menerima kenyataan itu apabila itu memang kebenarannya.


Miko menatap Naima meminta penjelasan.


"Apa itu benar Nai,,,! Apa yang laki- laki ini katakan benar,,,?".


Naima menundukkan kepalanya, ia mulai gemetar ketakutan.


Miko semakin meradang, ia menundukkan kepalanya melihat wajah Naima.


"Kenapa kamu diam. Kenapa kamu tidak menjawap pertanyaanku,,,? Apa ucapan laki- laki ini benar. Apa benar kalau dia calon suamimu,,,!".


"Jawab aku Nai,,,!" Miko memukul meja dengan sangat keras hingga membuat semua orang yang berada disekitar mereka terkejut.


Alya mulai kesal melihat kelakuan Miko.


"Dasar ba******,,,! Miko benar- benar sudah keterlaluan. Apa yang kamu tunggu Bram,,,! Kenapa kamu tidak langsung menghajar laki- laki berengsek itu".


Naima melirik kearah Bram untuk mendapat kepastian dan Bram menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Haruskah aku jawab 'Iya',,,! Apa yang akan Miko lakukan nanti,,,?" Batin Naima.


"Iya,,,!" Jawab Naima akhirnya.


"Dia adalah calon suamiku,,,!".


"Kurang ajar,,,!".


Miko meradang hingga refleks tanganya mulai mengayun dan mengarah kewajah Naima, ia ingin memamparnya.


"Dasar wanita murahan,,,!".


Bram dengan singgap menahan tangan Miko dengan tangannya.


"Hai,,,! Apa yang ingin kamu lakukan,,,! Memukul wanita bukanlah sifat laki- laki jantan" Bram mencegah tangan Miko dan menghempaskannya.


"Kamu tidak perlu ikut campur, ini urusanku dengan dia" Miko menunjuk wajah Naima dengan ekspresi murka.


"Jelaskan padaku kalau ini bohong Nai. Katakan kalau semua ini tidak benar. Katakan Nai,,,!" Suara Miko meninggi.


Bram mulai kehilangan kesabarannya, ia melangkah maju dan mendorong tubuh Miko hingga mundur kebelakang.


"Seorang Laki- laki tidak akan pernah bersikap kasar kepada wanita dan laki- laki sejati tidak akan pernah menyakiti wanitanya,,,!" Ucap Bram.


"Diam kamu, kamu tidak usah ikut campur. Aku tidak pernah meminta pendapatmu".


Miko berjalan cepat dan langsung meraih tangan Naima dengan kasar.


"Ikut aku, kamu harus menjelaskan semua ini kepadaku,,,!".


Naima kaget mendapat perlakuan Miko yang kasar kepadanya.


"Apa yang akan kamu lakukan. Lepaskan aku Miko, aku ingin ikut denganmu".


Naima terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Miko namun ia tidak kuasa melawan tenaga Miko yang begitu kuat. Alya yang dari tadi meelihat adegan itu mulai meradang, ia tidak bisa melihat Naima terus disakiti oleh Miko.


Alya bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri mereka.


"Lepaskan Naima, Miko,,,! Kamu tidak berhak menyakitinya begitu".


Bram kaget mendengar suara Alya yang datang dari belakang.


"Untuk apa kamu kemari,,,! Bukankah sudah aku perintahkan agar kamu menunggu disana" Ucap Bram kepada Alya.


"Aku tidak bisa hanya duduk diam saja melihat laki- laki ba***** ini menyakiti sahabatku. Aku tidak bisa membiarkannya" ucap Alya sambil menatap Bram sekilas.


"Kamu benar- benar wanita yang keras kepala. Tidakkah kamu tahu kalau ini akan berbahaya untukmu sendiri" Batin Bram.


"Aww,,,! Sakit Miko,,,!" Naima menjerit karena Miko menggenggam tangannya dengan sangat kuat.


"Lepaskan Naima, Miko,,,!" Alya melangkah maju berusaha melepaskan tangan Naima dari Miko.


"Sakit Mik,,,!" Naima mulai menangis.


"Lepaskan,,,! Cepat lepaskan,,,!" Alya memukul tangan Miko berkali- Kali.


"Pergi kamu. Kamu tidak usah ikut campur,,,!" Miko membentak Alya.


"Tidak. Aku tidak akan pergi sebelum kamu melepaskan Naima" Alya kembali memukul tangan Miko dengan keras.


Miko menjadi semakin meradang dan akhirnya membuat ia kehilangan kendali. Miko menahan tangan Alya dengan kuat kemudian mendorongnya dengan kasar hingga terjatuh kebelakang. Tubuh Alya terhempas kebelakang dan dalam hitungan detik tubuhnya siap terjatuh dilantai.


Alya menyadari betul kalau tubuhnya akan terjatuh dilantai namun ia tidak dapat berbuat banyak hingga akhirnya iapun pasrah. Namun sayangnya hal itu tidak terjadi karena Bram dengan sigap menangkap tubuh Alya dengan tangannya dan Alyapun terjatuh didalam pelukannya.


Bersambung,,,!!!


Terima kasih bagi teman2 yang masih setia mengikuti cerita ini.


Jangan bosan2 untuk terus mampir ya


Mohon berkenan untuk

__ADS_1


Like, comment, vote dan share


Terima kasih


__ADS_2