Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Satu minggu berlalu sejak kejadian kecelakaan itu, dan hari ini Reyhan sudah diperbolehkan untuk pulang kerumahnya. Reyhan pulang kembali ke apartemennya bersama dengan Ghea dan juga ditemani oleh Bram.


Bram menuntun Reyhan melangkah dengan pelan dan hati- hati masuk kedalam kamarnya. Sebenarnya Reyhan sudah bisa berjalan sendiri tanpa perlu dituntun seperti itu, namun Bram tetap tidak membiarkannya berjalan sendiri.


"Pelan- pelan Tuan Muda" Ucap Bram.


Bram membaringkan Reyhan diatas tempat tidur dengan begitu telaten layaknya seorang pengasuh. Reyhan membiarkan Bram melakukan hal itu karena ia tahu Bram tidak akan pernah pergi kalau tugasnya belum selesai walau diusir sekalipun.


Ghea masuk kedalam kamar setelah membereskan barang- barang Reyhan yang dibawa pulang dari rumah sakit. Ghea meletakkan minuman diatas meja kecil dipinggir tempat tidur, kemudian duduk disamping Reyhan.


"Kamu mau makan sesuatu,,,?" Tanya Ghea.


"Iya, aku lapar,,,!" Jawab Reyhan.


"Kamu mau makan apa,,,?" Ghea mengelus lengan Reyhan.


Reyhan meraih tangan Ghea dan mengelus lembut sambil sesekali diciuminya.


"Ehm,,,! Apa ya,,,!" Reyhan pura- pura sedang berfikir.


"Bubur,,,! Sup,,,! Atau kamu mau makan makanan yang lain,,,?" Tanya Ghea.


"Apa saja boleh, aku akan makan apapun yang kamu masak".


"Benarkah,,,!".


"Iya,,,!" Reyhan mengangguk.


"Ok, kamu tunggu sebentar ya,,,! Aku mau masak dulu" Ghea ingin bangun namun Reyhan tidak mau melepaskan tangannya.


"Jangan lama- lama,,,!" Rengek Reyhan.


"Iya, aku tidak akan lama. Kamu tunggu sebentar ya,,,!".


Bram menghela nafas menyaksikan drama Tuan Muda dan istrinya, ia masih berdiri didalam kamar tapi seperti tidak dianggap.


"Lagi- lagi aku harus melihat Tuan Muda bermesraan dengan Nona Ghea. Mereka memang tidak bisa memahami perasaanku. Pertahananku bisa jebol kalau lama- lama berada disini".


Reyhan melepaskan tangannya dan membiarkan Ghea untuk pergi. Reyhan memandangi Bram yang masih berdiri diposisinya tanpa berucap apa- apa.


"Sampai kapan kamu akan terus berdiri disana,,,?"Tanya Reyhan.


"Kamu mau aku awetkan agar kamu bisa berdiri memantung seperti itu sepanjang hidupmu,,,?".


"Tidak Tuan Muda. Jangan lakukan itu,,,!" Jawab Bram.


Reyhan tertawa sinis.


"Kamu tidak punya pekerjaan lain Bram,,,? Kenapa terus berada didekatku,,,?" Tanya Reyhan.


"Maaf Tuan Muda,,,!" Bram menundukkan kepalanya meminta maaf.


"Kamu tahu keberadaan kamu mengganggu keleluasaan aku dan istriku untuk bermesraan".


"Maaf Tuan Muda" Bram meminta maaf sekali lagi.


"Saya hanya ingin memastikan Tuan Muda baik- baik saja".


"Kamu sudah lihatkan, aku baik- baik saja" Reyhan membusungkan dadanya untuk memperlihatkan kalau ia baik- baik saja.


"Kamu benar- benar tidak bisa membaca situasi Bram. Pantas kamu masih menjomblo sampai saat ini. Mana ada wanita yang mau menjadi pacar kamu".


"Kenapa status saya jadi ikut dibawa- bawa. Saya jomblo juga karena Tuan Muda. Tuan Muda tidak pernah memberikan saya waktu luang untuk kehidupan pribadi saya"

__ADS_1


Batin Bram.


"Saya jomblo juga karena Tuan Muda" Ucap Bram.


"Tuan Muda tahu berapa banyak waktu yang saya miliki untuk kehidupan pribadi saya,,,? Tidak ada. Saya tidak punya untuk hidup saya sendiri. Bahkan untuk memikirkannya saja saya tidak ada waktu. Waktu saya telah habis untuk melayani Tuan Muda".


"Oh ya,,,! Bagus,,,! Pertahankan itu" Reyhan tertawa geli.


"Kamu tidak punya pacar Bram,,,?" Ghea muncul dari belakang dan langsung mengangetkan Bram.


"Nona Ghea,,,!" Bram kaget.


Ghea melangkah mendekat kemudian meletakkan makanan yang telah ia siapkan untuk Reyhan diatas meja.


Bram terdiam tidak menjawab pertanyaan Ghea. Sedangkan Reyhan tertawa melihat Bram yang berdiri kaku tanpa suara.


Ghea memandangi Reyhan dan Bram secara bergantian.


"Kenapa kamu tertawa,,,?" Ghea memukul lengan Reyhan.


"Kamu senang kalau Bram belum punya pacar,,,?".


"Sayang,,,! Sakit,,,!" Reyhan mengelus lengannya pura- pura sakit.


"Bohong,,,!" Ghea tahu Reyhan sedang berbohong.


"Beneran sayang,,,! Tangan aku sakit. Kamu lihat ini,,,!" Reyhan menunjukan tangannya.


Ghea tidak menghiraukan Reyhan, ia kembali menatap Bram.


"Maaf ya Bram,,,! Kelakuan Reyhan memang sudah kelewatan. Aku akan mengajarinya nanti".


"Tidak apa- apa Nona,,,! Saya memakluminya" Jawab Bram.


"Tugas saya sudah selesai, saya mohon pamit Tuan Muda".


"Hati- hati ya Bram,,,!" Ucap Ghea.


"Iya Nona, terima kasih".


Bram pergi meninggalkan Reyhan dan Ghea berdua didalam kamar. Ghea menatap Bram hingga ia menghilang dibalik pintu sedangkan Reyhan menatap Ghea dengan perasaan cemburu.


"Apa,,,?" Tanya Ghea kepada Reyhan.


"Kamu suka sama Bram,,,?" Tanya Reyhan.


"Apa maksudnya,,,? Pertanyaan macam apa itu,,,?".


"Iya, kenapa,,,?".


"Iya,,,!" Suara Reyhan terdengar tidak suka.


"Jadi kamu suka sama Bram,,,? Terus aku ini apa,,,? Kamu anggap aku ini apa,,,?".


"Kamu kenapa,,,? Kamu marah,,,? Tadikan kamu sendiri yang tanya, aku cuma menjawab seadanya saja" Jelas Ghea.


"Kamu tahu nggak sih Rey,,,! Kamu itu aneh. Kamu yang tanya tapi kamu sendiri yang marah. Kamu maunya aku jawab apa,,,?".


Reyhan tidak menjawab, ia hanya memalingkan wajahnya kearah lain karena kesal dengan jawaban Ghea. Raut wajahnya mulai tidak menyenangkan dan Ghea tahu akan hal itu. Reyhan bukan orang yang bisa diajak bercanda sembarangan apalagi kalau itu menyangkut tentang hubungan mereka.


"Mulai lagikan,,,! Reyhan mulai marah lagi,,,!".


"Rey,,,!" Panggil Ghea.

__ADS_1


"Bisa marah beneran nih kalau nggak dirayu".


"Reyhan sayang,,,! Maaf ya,,,! Kalau aku sudah bercanda kelewatan" Ucap Ghea.


"Sebenarnya aku tidak suka sama Bram, beneran,,,! Aku nggak suka lihat Bram selalu menempel didekat kamu. Akukan cemburu,,,!".


Reyhan tersenyum mendengar ucapan Ghea, ia mulai goyah.


"Tahan Rey,,,! Tahan sebentar lagi" Batin Reyhan.


Ghea menarik baju Reyhan sambil merengek manja.


"Rey,,,! Lihat aku dong. Masa kamu marah sih,,,! Aku minta maaf ya,,,! Kamu tahukan aku cuma suka sama kamu,,,!".


Reyhan masih memalingkan wajahnya pura- pura marah kepada Ghea. Padahal sebenarnya ia sudah tidak kuat menahan perasaannya ketika mendengar Ghea memanggil namanya.


"Sayang,,,!" Ghea mencoba merayu Reyhan.


"Maaf ya,,,!".


Reyhan sudah tidak sanggup menahannya untuk berpura- pura marah lagi, rayuan Ghea telah meluluhkan hatinya. Reyhan berbalik memandangi Ghea dan langsung memeluknya. Ghea membalas pelukan Reyhan dengan perasaan lega.


"Kamu sayang akukan,,,?" Tanya Reyhan.


"Iya, aku sayang kamu,,,!" Jawab Ghea.


"Jangan pernah bilang kalau kamu suka sama Bram lagi".


"Iya, aku tidak akan pernah mengatakan hal itu lagi".


"Dan juga kepada laki- laki lain, siapapun itu,,,!".


"Iya sayang. Aku nggak akan pernah melakukan hal itu. Aku cuma sayang sama kamu".


Reyhan melepaskan pelukannya dan memberikan sebuah kecupan dikening Ghea. Reyhan menatap Ghea sambil tersenyum.


"Janji,,,!" Ucap Reyhan.


"Janji,,,!" Balas Ghea.


Reyhan kembali memeluk Ghea dengan sangat erat, ia tidak ingin melepaskannya.


"Kamu nggak mau makan,,,?" Bisik Ghea.


"Nggak,,,!" Jawab Reyhan.


"Aku masih mau memeluk kamu".


Reyhan semakin mengeratkan pelukannya.


Pelukan Ghea membuat semua amarah yang ia rasakan sebelumnya hilang.


"Kamu harus makan sayang" Rayu Ghea. "Kamu makan dulu ya,,,! Aku sudah buatkan makan yang enak untuk kamu".


"Sayang,,,!" Kamu makan dulu. Nanti kita lanjutin lagi".


Reyhan melepaskan pelukannya.


"Nanti kita lanjuti lagi,,,!" Reyhan mengulang ucapan Ghea.


"Jawab,,,! Kenapa kamu diam,,,!".


"Iya,,,!" Ghea mengangguk.

__ADS_1


Reyhan tersenyum dengan lebar, ada makna tersirat dibalik senyumannya itu.


Bersambung,,,!!!


__ADS_2