
Suasana tengang sangat terasa didalam ruko milik Ghea. Lisa cs sedang menatap dua orang yang duduk berhadapan saling menatap tajam. Tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Sepertinya mereka sedang perang dingin.
Bram yang duduk dipojokan tersenyum melihat kelakuan Lisa cs sambil menikmati minumannya. Dan keisengan Bram di mulai.
"Hei,,,!" Bram melambaikan tangan kearah Lisa cs.
Lisa dan teman- teman saling berpandangan.
"Eloe dipanggil tu,,,! Ucap Lisa kepada Andis.
"Dito yang dipanggil" ngeles Andis.
"Kok gue,,,! eloe tu Dis,,," seru Dito.
Mereka terus saling melempar tidak ada yang mau mendekati Bram.
"Hei,,," Panggil Bram lagi.
"Kamu yang berbaju coklat" Pandangan Bram menuju kepada Lisa.
"Saya,,,!" Lisa menunjuk wajahnya.
"Iya, kamu".
Lisa berdehem pelan dan mulai melangkah.
"Ehemm,,,! Tuan memanggil saya,,,?" Tanya Lisa.
"Iya, aku memang memanggil kamu".
"Tapi saya nggak pake baju coklat Tuan"
"Itu kan coklat,,,!" Bram menunjuk baju yang dipakai Lisa.
"Ini brown mocca Tuan, bukan coklat,,," Jawab Lisa
Bram menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung sendiri menghadapi gadis didepannya.
"Terserahlah, mau warna apapun aku nggak peduli. Kamu duduk,,,! Aku ingin bicara" Perintah Bram.
Lisa mengikuti keinginan Bram dan duduk didepannya.
"Jawab pertanyaanku dengan jujur, tanpa ada yang ditambah dan dikurangi. Ok,,," Ucap Bram
"Iya" Jawab Lisa.
Sementara itu, Reyhan dan Ghea duduk di meja depan dekat jendela. Mereka terlihat sedang berbicara serius.
"Kamu g*la,,,?" Tanya Ghea.
"Tidak. Aku waras" Jawab Reyhan.
"Lantas apa maksud ucapan kamu tadi,,,?"
"Ucapan apa,,,? Memang aku bilang apa,,,?" Reyhan pura- pura lupa.
"Nggak usah pura- pura lupa. Aku tahu kamu segaja kan" Ghea menarik nafas, emosi.
"Kamu mau jawab pertanyaan aku atau tidak,,,? Kalau tidak, kamu bisa pergi dari sini sekarang juga" Tegas Ghea.
Reyhan tersenyum melihat sikap Ghea yang seakan- akan tegas tetapi sedang ketakutan. Membuat Reyhan semakin ingin menggoda.
"Kenapa aku yang harus menjawab, seharusnya kamu kan yang jawab. Bukankah pertanyaan itu untuk kamu,,,?" Elak Reyhan.
"Kenapa jadi aku yang harus jawab,,,!" Ucap Ghea.
"Terus siapa yang harus jawab,,,,?" Balas Reyhan.
__ADS_1
"Iya kamulah, masa aku. Akukan mau tahu apa maksud ucapan mu tadi"
"Ucapan apa,,,?" Reyhan pura- pura tanya.
"Iya ucapan kamu tadi. Kamu tadi bilang 'mau menikah denganku',,," Ucap Ghea akhirnya.
Reyhan tertawa geli, akhirnya gadis ini masuk kedalam perangkapnya.
"Memangnya kamu mau,,,?" Tanya Reyhan kembali.
"Mau apa,,,?" Ghea tidak sadar dikerjai Reyhan
Reyhan mendekatkan wajahnya ke hadapan Ghea dan tersenyum.
"Maukah kau menikah denganku,,,?"
Ghea benar- benar kehabisan kata- kata, ia tidak tahu harus bagaimana.
"Tidak,,,!" Akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Ghea.
"Kenapa,,,?" Tanya Reyhan.
"Karena aku tidak suka sama kamu" Jawab Ghea.
"Kenapa,,,?" Tanya Reyhan kembali
"Kenapa, apanya,,,?"
"Ya, kenapa kamu tidak suka sama aku,,,?" Reyhan mulai hilang kesabaran.
"Ya, nggak ada alasannya. Aku hanya tidak suka sama kamu" Jawab Ghea.
"Aku butuh alasan" Ucap Reyhan tidak mau mengalah.
"Alasan apa sih,,,?" Ghea gemes.
Ghea mengacak- ngacak rambutnya, ia semakin kesal.
"Gue yang bisa gila kalau begini terus. Nih orang maunya apa sih sebenarnya. Gue harus apa lagi,,,!" Gerutu Ghea.
"Lucu banget sih,,,! Kamu semakin lucu kalau sedang marah" Batin Reyhan.
Bram yang menyaksikan kejadian itu dari jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya apa sih yang sedang mereka bicarakan. Kenapa Tuan muda tersenyum seperti itu. Beliau juga terlihat sangat bahagia bersama Ghea. Ada apa sih ini,,,?" Bram kepo.
"Ok. Anda mau tahukan, alasan kenapa saya menolak anda,,,?" Ghea berbicara dengan sangat hati- hati.
"Saya tidak menyukai anda tuan, jadi mana mungkin saya bisa menikah dengan orang yang tidak saya sukai, apalagi orang yang baru saya kenal tadi".
Ghea menelan ludahnya dan kembali berkata :
"Jadi mana mungkin saya dan anda bisa menikah kalau kita tidak saling menyukai. Iyakan,,,!"
Ghea mengharapkan persetujuan dari Reyhan, namun ternyata tidak demikian.
"Siapa bilang saya tidak suka,,,?" Ucap Reyhan serius.
"Maksud anda Tuan,,,?" Ghea kaget.
"Apa kamu pikir saya orang g*la yang akan menikahi sembarang gadis yang saya temui,,,? Kamu pikir saya seg*la itu" Ucap Reyhan.
"Jadi, maksudnya anda suka sama saya,,,?" Ghea ingin memastikan.
"Anda menyukai saya,,,! masa,,,!" Ghea tertawa geli.
"Iya. Saya suka sama kamu" Tegas Reyhan.
__ADS_1
Ghea melirik Reyhan, mencari celah kebohongan.
"Oh ya,,,! Kapan,,,?" Ejek Ghea.
"Dimulai saat ditaman, berlanjut disini hingga sampai detik ini,,,!" Tegas Reyhan.
Ghea tertawa kencang mendengar ucapan Reyhan. Baginya ini adalah sebuah lelucon paling menggelikan yang pernah didengarnya.
"Anda sedang bercandakan,,,! Bagaimana mungkin. Kita baru bertemu enam puluh menit yang lalu. Apa itu masuk akal,,,! Dengar ya, saya memang tidak tahu maksud anda menolong saya tadi dan saya juga tidak mau tahu. Tapi yang pasti saya tidak suka dipermainkan seperti ini".
"Kenapa kamu terus berprasangka buruk kepadaku. Apa aku seburuk itu,,,?" Reyhan menatap Ghea dengan serius.
"Apakah harus ada alasan untuk menyukai seseorang,,,? Seperti kamu yang tidak menyukaiku tanpa alasan, begitu juga dengan aku yang menyukaimu tanpa alasan. Bukankah kita sama,,,!!!".
Suasana menjadi lebih serius. Kata- kata Reyhan menusuk kedalam hati Ghea.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang,,,? Jawaban apa yang harus aku berikan. Aku tidak pernah membayangkan situasinya akan seperti ini. Aku pusing,,,,!!!" Ghea berteriak didalam hati. Tangannya terus mengacak-ngacak rambut hingga tidak beraturan lagi.
"Ok,,,! Baiklah,,,! Mari kita bicara serius sekarang" Ghea berusaha tenang.
"Jadi kamu menyukaiku,,,? Kamu suka padaku,,,,?" Ghea bertanya lagi ingin memastikan.
"Iya. Aku menyukaimu,,,!" Jawab Reyhan.
"Tapi aku tidak suka padamu" Ghea tetap ngotot.
"Kamu belum menyukaiku,,,!" Ucap Reyhan.
"Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku".
Ghea terdiam
"Mengapa dia begitu percaya diri,,,! Mungkinkah itu akan terjadi. Haruskah aku menerimanya,,,!".
"Tiga bulan. Beri aku tiga bulan untuk berpikir" Penawaran Ghea.
"Itu terlalu lama. Aku tidak punya waktu untuk menunggu" Tegas Reyhan.
"Aku hanya punya waktu satu bulan dan kita harus menikah bulan depan".
"Apa,,,? Kenapa jadi begini. Aku minta waktu untuk berpikir. Tapi kenapa kita harus langsung menikah bulan depan,,,?". Ghea panik.
"Mana mungkin kita menikah kalau kita belum saling mengenal. Aku belum tahu tentang kamu, tentang keluargamu dan kamu juga belum mengenal keluarga aku kan,,,?".
Reyhan bisa merasakan kegelisahan Ghea, bagaimanapun ini terlalu cepat baginya. Tapi Reyhan harus membuat keputusan itu. Ia harus melindungi nama baik keluarga dan perusahaannya, serta ia juga ingin melindungi Ghea dari Ardie dan Yuda.
~
Bersambung,,,!!!
Wah,,, Reyhan gerak cepat nih
Takut banget Ghea diambil orang lain
Gemes deh,,,
😚
Tolong dukung Authour terus ya,,,
Like
Comment
Share
Tq,,,,
__ADS_1