
Sebuah mobil Mercy Sport berwarna silver terlihat memasuki area parkiran kafe Hitzz. Mobil mewah itu terus berjalan perlahan melewati beberapa mobil lainnya mencari posisi yang pas untuk parkir. Setelah lama memutari area parkir akhirnya mobil itu berhenti disudut sisi kiri area kafe, posisi yang pas untuk melakukan pengintaian. Hari ini Bram mendapatkan tugas untuk menjalankan sebuah misi penting dari Tuan Muda Reyhan dan Nona Muda Ghea.
Awalnya Bram menolak untuk melakukan misi ini, ia menganggap misinya ini adalah hal yang konyol untuk ia lakukan. Namun karena perintah ini berasal dari Tuan Muda Reyhan, maka Bram tidak punya alasan untuk menolaknya.
Bram mengambil ponselnya berniat menghubungi rekan kerja yang dikirimkan untuk menjalankan misi bersama dengannya. Namun bersamaan dengan itu, Bram melihat banyak pesan chat yang masuk diponselnya atas nama Tuan Muda dan Nona Muda.
"Ah,,,! Mereka sepertinya sengaja ingin mengerjaiku" Bram membuka pesan chat itu dan membaca isinya.
Pesan Chat Tuan Muda Reyhan
"Lakukan tugasmu dengan sempurna Bram. Aku tidak ingin kata gagal yang keluar dari mulutmu".
"Istriku ingin masalah ini selesai dengan baik dan sahabatnya lepas dari laki- laki itu, jadi kamu harus bisa memastikan hal itu terjadi".
"Ingat Bram, ini bukanlah permintaan tapi ini adalah perintah. Jadi laksanakan dengan baik".
Bram menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal setelah membaca pesan chat dari Reyhan. Bram merasa selama bertahun- tahun bekerja bersama Reyhan, saat ini adalah tugas terberat yang diberikan oleh Reyhan kepada dirinya. Setelah membaca pesan chat dari Tuan Muda Reyhan, Bram juga membaca pesan chat dari Nona Ghea.
Pesan Chat Nona Ghea.
"Kamu dimana Bram,,,? Sudah sampai dikafe,,,?"
"Alya masih didalam perjalanan, mungkin sebentar lagi dia sampai dikafe. Kamu tunggu Alya ya,,,!".
"Sebentar lagi Naima dan Miko akan sampai dikafe, jadi kamu harus bersiap- siap".
"Bram,,,! Aku serahkan masalah Naima sama kamu ya. Kamu harus melakukan yang terbaik. Aku percaya kepadamu".
"Oh iya,,,! Kamu harus bersabar menghadapi Alya ya. Jangan buat dia marah. Ok,,,!".
"Ya Tuhan,,,! Kenapa aku mendapatkan teror dari mereka terus menerus,,,? Tuan Muda dan Nona Ghea memang pasangan yang cocok, mereka kompak mengerjai aku kali ini. Mana ada permintaan yang isinya ancaman semua" Bram berteriak kesal.
Bram kembali melirik ponselnya dan mencari nama seseorang lalu langsung menghubunginya.
"Hallo,,,!" Alya.
"Hallo,,,! Loe dimana,,,?" Tanya Bram.
"Gue dikafe. Loe dimana,,,?" Alya.
"Gue juga sudah sampai dikafe. Loe dimana sekarang,,,?" Bram.
__ADS_1
"Loe sendiri dimana,,,? Kok gue nggak lihat,,,!" Alya.
"Posisi loe dimana,,,? Didalam kafe atau diluar,,,?" Bram.
"Gue didalam" Alya.
"Ngapain loe didalam,,,? Cepat keluar keluar. Gue tunggu loe dimobil" Bram.
Bram menutup ponselnya tanpa mendengarkan ucapan Alya lagi.
"Rekan kerja apaan,,,! Kenapa harus dia yang jadi rekan kerja gue, apa nggak ada orang lain" Bram mengomel sendirian.
Alya keluar dari kafe dan berjalan menuju kearah parkiran. Alya melempar pandangan matanya ke segala arah untuk mencari mobil Bram, namun Alya tidak menemukan mobil tersebut.
"Loe dimana sih,,,? Kok ada,,,!" Alya mulai kesal.
Alya kembali melangkah mencari mobil Bram disudut lain dan disaat Alya kebingungan tiba- tiba suara klakson mobil terdengar dari sudut samping kafe hingga membuat Alya terkejut. Suara klakson itu berbunyi berkali- kali seakan menyuruh Alya untuk mendekat. Alya berjalan mendekati mobil mewah itu kemudian ia tersadar kalau mobil itu adalah mobil Bram.
Alya mengintip dibalik jendela mobil
"Loe dari mana saja, kenapa lama banget,,,?" Tanya Alya.
"Nggak usah banyak tanya,,,! Cepat naik,,,!" Perintah Bram.
"Target sudah datang,,,?" Tanya Bram.
"Belum,,,! Sebentar lagi mereka akan sampai" Jawab Alya.
Bram mengangguk mengerti dan pandangan matanya menatap tajam kedepan.
"Kenapa kita harus menunggu disini,,,? Kenapa tidak masuk saja kedalam kafe,,,?" Tanya Alya penasaran.
"Tidak ada alasan, aku hanya lebih senang menunggu didalam mobilku sendiri" Jawab Bram santai.
"Alah,,,! Pura- pura nggak ada alasan. Bilang aja mau pamer mobil mewah kepadaku" Batin Alya.
"Alasan,,,! Bilang saja mau pamer" Ejek Alya.
"Memang iya. Kamu sudah berada disini, jadi sekalian saja aku pamer. Nggak masalahkan,,,?" Jawab Bram sengaja membuat Alya kesal.
"Ya nggak ada masalah sih buat aku, aku juga nggak peduli akan hal itu. Tapi, asal jangan sok- sok pamer barang milik orang lain saja" Sindir Alya.
__ADS_1
Bram melirik Alya
"Apa maksud ucapan kamu barusan,,,? Apa kamu mau bilang kalau aku bohong,,,? Kamu nggak percaya kalau mobil ini adalah milikku,,,?".
Alya terdiam tidak menjawab.
"Jadi kamu benar- benar nggak percaya,,,? Kamu mau bukti,,,?".
Bram mengambil dompetnya dan ingin menunjukkan STNK mobil itu kepada Alya namun tiba- tiba mobil Miko sampai dikafe hingga membuat Alya terkejut.
"Eh, Eh,,,! Mereka sudah datang,,,!".
Refleks Alya memukul tangan Bram hingga membuat dompet itu terjatuh.
Alya dan Bram saling memandang satu sama lain, mereka sama- sama kaget menyadari dompet yang terjatuh kebawah.
"Sorry, sorry,,,!".
Alya panik dan langsung menunduk untuk mengambil dompet Bram. Disaat yang bersamaan Bram juga ikut menunduk hingga tanpa sengaja kepala mereka saling terbentur dengan keras.
"Aww,,,!" Teriak Alya dan Bram secara bersamaan.
Alya mengelus keningnya dan Bram juga melakukan hal yang sama.
"Kamu sengaja ya,,,!" Ucap Bram.
"Emang ada orang yang sengaja ingin kepalanya terbentur,,,! Dasar,,,! Pertanyaan yang aneh" Cibir Alya.
Bram kembali menunduk dan meraih dompetnya, ia masih ingin menunjukkan STNK mobil itu kepada Alya namun sayangnya Alya tidak berminat untuk melihat itu.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan,,,! rencana apa yang kamu miliki,,,?" Tanya Alya.
Bram terdiam dan hanya menatap kedepan berusaha memperhatikan sepasang kekasih yang tampak bahagian itu. Bram penasaran sebenarnya masalah apa yang dihadapi pasangan itu.
"Aneh, mereka tampak seperti pasangan normal pada umumnya. Tapi kenapa Nona Ghea ingin memisahkan mereka. Apa yang sebenarnya terjadi".
Alya melirik Bram yang sedang fokus menatap Naima dan Miko.
**Bersambung,,,,!!!
Terima kasih bagi kalian yang masih setia menanti kisah ini siang dan malam.
__ADS_1
Author harap kalian suka dengan epd ini
Jangan lupa di read, like, comment, Vote dan share agar Author semakin semangat dalam menulis**.