Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Pelan- Pelan Saja


__ADS_3

Reyhan membuka mata dan berusaha mengumpulkan tenaga untuk bangun. Ia melihat kesamping dan Ghea tidak ada di sebelahnya.


"Ghea sudah bangun,,,! Dimana dia,,,?" Reyhan bangkit dan berjalan keluar.


Ia melihat Ghea yang sedang sibuk didapur.


Reyhan kembali masuk ke kamar dan menuju kamar mandi, ia tidak ingin mengganggu Ghea. Sementara itu Ghea selesai menyiapkan sarapan, ia kemudian kembali kekamar.


Ghea mendengar suara dari kamar mandi. "Reyhan sedang mandi ya,,,!".


Ghea berjalan keruang pakaian dan ingin berganti baju.


"Aku harus pakai baju apa,,,? Mana mungkin aku kepasar pakai baju seperti ini,,,!" Ghea bingung memilih baju yang cocok untuk dipakainya. Semua pakaian yang ada didalam lemari berupa dress dan baju- baju formal, tidak ada kemeja, jins dan juga kaos.


"Aku bekerja di didapur yang panas bukan dikantor yang dingin pake AC. Mana tahan aku pakai baju ini,,,!".


Lama Ghea melihat- lihat akhirnya ia mengambil sebuah dress panjang semi formal dan langsung memakainya.


"Ini lumayan juga,,," Ucap Ghea


"Kayaknya aku harus belanja lagi nih. Nggak mungkin aku pakai baju- baju ini".


Beberapa saat kemudian Reyhan keluar dari kamar mandi.


"Kamu sedang apa,,,?" Tanya Reyhan


Ghea kaget mendengar suara Reyhan yang datang tiba- tiba. Ia berbalik menghadap Reyhan dan kembali terkaget ketika melihat tubuh Reyhan yang polos tanpa baju, hanya handuk kecil yang melilit dipinggangnya.


Ghea langsung berpaling


"Apa yang kamu lakukan,,,?"


"Memangnya ada apa,,,! Ada yang salah,,,?" Reyhan memandangi tubuhnya dicermin. untuk memastikan tidak ada yang salah ditubuhnya.


"Kenapa kamu tidak pakai baju,,,?".


"Sekarang aku mau pakai baju. Bajuku kan disini semua. Kamu tidak lihat itu?".


"Iya, aku tahu. Tapi kenapa kamu pakai handuk,,,,?" Ghea masih membelakangi Reyhan.


"Memangnya aku harus pakai apa,,? Aku kan habis mandi, ya,,, jadi wajarkan kalau aku pakai handuk" Reyhan mulai jahil


"Atau,,, kamu mau aku nggak pakai handuk,,,? Baiklah,,, aku akan buka handuk ini".


Ghea terkejut mendengar ucapan Reyhan dan reflek berpaling melihat Reyhan


"Apa,,,,!!!"


Namun Ghea langsung kembali berpaling sambil menutup mata dengan tangannya.


"Kamu sudah g*la ya,,,! Apa yang ingin kamu lakukan. Bukan itu maksudku,,,!" Ghea kesal karena merasa dikerjai oleh Reyhan.


"Maksud aku, kenapa kamu pakai handuk itu. Aku sudah meletakkan jubah handuk dikamar mandi, kamu kan bisa pakai jubah itu".


Reyhan tersenyum melihat sikap Ghea yang malu- malu kepadanya


"Ooo,,, aku pikir kamu nggak suka kalau aku pakai handuk. Hampir saja aku membuang handuk ini" Goda Reyhan.


"Awas saja kalau kamu sampai berani melakukannya" Ancam Ghea


"Kalau aku melakukannya, kamu mau apa,,,?" Reyhan mendekati Ghea dan menyentuh pundaknya.


Ghea terkejut merasakan tangan Reyhan yang menyentuh pundaknya. Reyhan memutar tubuh Ghea hingga mereka saling berhadapan. Tangan Reyhan mengelus pundak Ghea dengan lembut. Ghea menutup mata tidak ingin menatap Reyhan.


Jantungnya mulai berdebar


"Apa yang sedang kamu lakukan. Stop,,,!!! aku mohon. Jangan lakukan lagi".


"Ghea,,,,!" Reyhan menatap Ghea dengan pandangan yang hangat.


"Buka matamu,,, lihat aku,,,!"

__ADS_1


Ghea masih menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya.


Reyhan memandangi seluruh wajah Ghea, mulai dari rambut, mata, hidung hingga bibir, semua tidak luput dari pandangannya. Baru kali ini ia menatap Ghea dengan posisi sedekat itu. Reyhan melihat Ghea menggigit bibir bawahnya, hal itu membuat gejolak didada Reyhan, ingin rasanya ia mengecup bibir merah muda yang mungil itu.


"Ghea,,,! Lihat aku,,,!".


Perlahan Ghea berusaha membuka matanya, sedikit demi sedikit hingga matanya benar- benar terbuka. Reyhan tersenyum melihat Ghea yang akhirnya membuka matanya.


Jantung Ghea berdebar tidak karuan seperti ingin melompat keluarnya ketika melihat Reyhan tersenyum.


"Ya Tuhan,,, Cobaan apa ini,,,! Makhluk apa yang telah Engkau ciptakan ini. Kenapa ia segitu sempurna. Tiada noda dan cela sedikitpun diwajahnya. Kulitnya putih mulus, matanya tajam namun teduh, hidungnya mancung dan bibirnya,,,, Oh bibirnya,,,, bibirnya tipis namun berisi dan sepertinya sangat kenyal".


Ghea menundukkan pandangannya tidak sanggup menatap Reyhan, ia takut khilaf.


Reyhan mengangkat dagu Ghea


"Lihat aku Ghea, pandang aku. Jangan berpaling seperti itu. Sekarang aku adalah suamimu, kamu berhak melihat seluruh tubuhku. Kenapa kamu tidak berani menatapku,,,,?".


"Suami,,,! Suamiku,,,! Kenapa aku bisa melupakan itu. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak menatap Reyhan. Tapi aku malu,,,, sungguh aku sangat malu".


Ghea menatap Reyhan, wajahnya mulai bersemu


"Aku,,, aku malu Rey,,,! Ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku. Aku hanya belum siap".


Reyhan mengelus pipi Ghea lembut


"Tidak apa- apa Ghe,,,! Tidak usah dipaksakan. Aku ngerti kok,,,!


Pelan- pelan saja, ya,,,!".


Ghea menggangguk pelan dan Reyhan tersenyum. Mereka adalah pasangan pengantin baru yang masih malu- malu kucing, jadi,,, jangan berharap lebih ya,,,!!!


"Kamu mau pakai baju apa,,,? Biar aku ambilkan" Ghea akhirnya berhasil mengendalikan perasaannya.


"Emm,,, Kamu yang pilihkan. Aku akan pakai apapun pilihanmu" Ucap Reyhan sambil mengelus pipi Ghea kembali.


Ghea langsung bergegas memilih beberapa pakaian dan mencoba mempadu padankan. Satu setelan baju berwarna terang lengkap dengan jas dan dasi menjadi pilihan Ghea.


"Ini bagaimana,,,?" Ghea menunjukkan pilihannya.


"Kamu ganti baju dulu, aku tunggu di luar" Ucap Ghea.


Reyhan menarik nafas panjang


"Sepertinya kamu harus lebih bersabar, ini akan memakan waktu yang lebih lama" Ucap Reyhan sambil menatap kebawah handuknya.


Reyhan selesai berpakaian, ia terlihat gagah dan sangat tampan. Wajahnya memang telah tercipta sempurna hingga sangat cocok memakai pakaian apapun. Reyhan berjalan mendekati Ghea yang menunggunya dimeja makan.


Ghea meletakkan ponselnya ketika melihat Reyhan datang.


"Kamu sudah siap,,,!" Ghea menatap Reyhan sambil tersenyum.


Reyhan menggangguk


"Eemm,,,! Wah,,, kamu masak hari ini,,,?"


"Nggak,,,! Ini hanya dadar gulung dan roti panggang. Aku belum tahu seleramu seperti apa,,,! Jadi aku tidak berani bereksperimen".


"Oh ya,,,,! berarti PR kita masih banyak. Kita belum mengetahui kesukaan masing- masing. Kita tidak boleh menunda lebih lama lagi. kita harus segera menyelesaikan PR tersebut".


"Hahaha,,,,! Kamu itu ada- ada aja,,,!".


Reyhan ikut tertawa, lelucon seperti itu bisa membuat hubungan menjadi lebih hangat.


"Oh iya,,,!" Reyhan mengeluarkan kartu dari dompetnya.


"Ini untuk kamu,,,?"


"Apa ini,,,,?" Ghea tahu itu adalah credit card, tapi untuk apa.


"Untuk apa ini,,,?"

__ADS_1


"Untuk kamu. Kamu bisa pakai untuk membeli semua kebutuhanmu. Ambillah,,,!" Ucap Reyhan.


"Aku nggak butuh apa- apa lagi Rey,,,! Semua sudah ada disini. Kamu sudah menyediakan semuanya, jadi aku nggak perlu kartu- kartu ini".


"Ambillah,,,! Kamu pasti memerlukannya untuk membeli sesuatu. Anggap saja ini adalah nafkah pertama dariku".


"Kamu lupa kalau aku juga seorang pengusaha. Aku punya budget pribadi".


Reyhan terdiam. Ghea melihat raut wajah Reyhan yang berubah.


"Reyhan marah ya,,,! Apa aku salah bicara,,,?".


"Rey,,,!" Panggil Ghea.


"Kamu marah,,,?".


"Aku hanya ingin membuat kamu bahagia. Aku ingin memberikan apapun yang aku miliki untukmu. Karena sekarang kamu tanggung jawabku".


Ghea mengerti kalau Reyhan hanya ingin memberikan sesuatu untuknya. Akhirnya Ghea meraih kartu itu dan berkata :


"Baiklah,,, aku terima. Aku boleh menggunakannya untuk berbelanja apapun kan,,,?Ini Unlimitede kan".


Reyhan kembali tersenyum


"Itu milikmu, kamu boleh mempergunakan untuk apapun".


"Ok,,,! Terima kasih,,,, suamiku,,,!" Ucap Ghea pelan.


Reyhan berusaha menangkap ucapan Ghea


"Kamu panggil aku apa tadi,,,,?".


"Apa,,,? Memangnya aku panggil apa,,,?"


"Tadi kamu bilang terima kasih,,,!".


"Iya, terima kasih,,,!"


"Terus,,,,!" Tanya Reyhan


"Terus apa,,,?" Ghea pura- pura lupa


"Terus, habis itu,,,!"


"Apaan sih,,,!!!" Ghea tahu apa maksud Reyhan.


"Tadi kamu memanggil aku 'Suamiku' iya kan,,,?" Reyhan yakin kalau ia tidak salah dengar.


"Nggak,,,,!"


"Iya benar,,,!"


"Nggak kok,,,!"


"Iya benar, kamu panggil aku 'Suamiku'. Iya kan,,,! ngaku,,,,!"


"Apaan sih Rey,,,!" Ghea meraih gelas dan meminumnya, ia grogi digoda Reyhan terus.


Reyhan dan Ghea menikmati sarapan mereka sambil bercanda dan tertawa. Awal yang manis untuk memulai aktifitas hari ini


**Bersambung,,,,!!!


Terima kasih bagi yang suka


Mohon dukungannya ya,,,,


Like


Comment


Vote

__ADS_1


Share


🙏**


__ADS_2