Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Bram vs Alya #2


__ADS_3

Bram memandang pasangan yang baru keluar dari mobil mereka dengan perasaan yang bertanya- tanya. Bram mengamati pasangan kekasih itu dengan seksama agar dapat memutuskan tidakan apa yang harus ia lakukan. Namun Bram merasa mereka sama seperti pasangan kekasih lain pada umumnya, mereka saling tersenyum ceria dan tampak sangat bahagia.


"Apa misi ini tidak salah sasaran,,,? Sepertinya tidak ada yang salah dengan hubungan mereka. Mereka terlihat seperti pasangan yang saling mencintai dan hubungan mereka tampak sangat mesra. Lantas apa masalahnya,,,?".


Bram masih larut dalam pikirannya sendiri, ia benar- benar tidak memahami situasi yang sebenarnya. Sementara itu Alya menyingirkan bibirnya sambil menatap Bram dengan perasaan kesal, ia kesal karena Bram tidak peduli dengan ucapannya dan terus mengabaikannya.


"Huhh,,,! Dasar cowo aneh. Bagaimana bisa ia mengabaikan semua pertanyaan gue dengan hanya menatap Naima dan Miko. Dia nggak tahu apa kalau mulut gue sudah berbuih begini" Batin Alya.


"Ini semua gara- gara Ghea, ngapain sih dia ngirim cowo ini kemari. Gue takut bukannya menyelesaikan masalah malah akan menambah masalah baru".


Bibir Alya terus komat kamit tidak karuan, ia terus mengomeli pria kaku yang sedang duduk disampingnya tersebut.


"Kenapa kalian sangat ingin melihat mereka berpisah,,,?" Tanya Bram kepada Alya.


Alya tidak menjawab pertanyaan Bram, ia masih sibuk membaca mantra.


Bram melirik kearah Alya sekilas, ia sedikit kebingungan ketika melihat mulut Alya yang bergumam tidak jelas.


"Dia kenapa,,,? Sedang membaca mantra,,,?".


Bram merasa agak aneh melihat sikap Alya yang seperti itu.


"Hai,,,!" Bram menyentuh pundak Alya hingga membuatnya kaget.


"Aaa,,,!" Alya berteriak kencang sambil mengelus dadanya.


Bram tersenyum melihat wajah Alya yang tampak sangat lucu.


"Kamu kenapa,,,? Kaget,,,?".


Alya melirik Bram dengan memasang raut wajah kesal dan tanpa basa- basi langsung memukul lengan Bram dengan kencang.


"Kamu itu sengaja ya ingin membuat aku kaget,,,! Kalau aku mati karena serangan jantung gimana,,,! Loe mau tanggung jawab,,,?".


Bram mengelus lengannya yang terasa sakit akibat pukulan tangan Alya.


"Gila,,,! Sakit juga pukulan cewe ini, apa tangannya nggak sakit,,,! Wah bahaya nih,,,! Gue harus lebih berhati- hati menghadapi cewe ini".


"Kenapa sakit,,,? Rasain loe. Siapa suruh ngangetin gue" Ucap Alya dengan wajah yang masih kesal.


"Memangnya siapa yang mengangetkan kamu. Aku cuma memanggil, kamu sendiri yang kaget" Bram membela diri.


"Makanya kalau ada orang yang sedang mengajak bicara jangan melamun,,,!".


"Siapa yang melamun,,,?" Alya tidak suka dengan tuduhan itu.


"Kamu,,,!" Jawab Bram santai.

__ADS_1


"Aku,,,!" Alya menunjuk wajahnya sendiri.


"Iya, kamu,,,!" Bram mengangguk.


"Nggak salah tuh, bukan gue yang melamun tapi eloe,,,! Eloe yang dari tadi nggak peduli sama omongan gue" Batin Alya.


Alya tidak terima dengan tuduhan yang Bram alamatkan kepadanya, ia harus meluruskan kesalahpahaman ini. Alya membuka mulutnya ingin berbicara serius namun Bram mendahuluinya.


"Kamu yakin ingin membuat mereka putus,,,?" Tanya Bram.


"Siapa,,,?" Alya tidak mengerti arah pertanyaan Bram.


"Mereka,,,!" Bram menunjuk kearah Naima dan Miko.


"Bukankah itu misi kita hari ini,,,!".


Alya melihat kearah depan dan akhirnya ia kembali sadar akan tujuannya datang kekafe itu.


"Ooo,,,! Iya,,,!".


"Kok gue bisa lupa begini sih. Dasar ****,,,!" Alya memukul kepalanya beberapa kali.


"Kenapa kamu ingin mereka putus,,,?" Tanya Bram.


"Mereka terlihat seperti pasangan yang sedang berbahagia. Aku bahkan tidak melihat ada yang aneh dari gelagat dan bahasa tubuh mereka. Bukankah ini aneh,,,?".


Alya menarik nafas panjang.


"Kamu jangan tertipu dengan akting mereka. Mereka terlihat seperti pasangan yang harmonis karena gue yang menyuruh Naima untuk bersikap begitu".


"Maksud kamu,,,?" Bram belum mengerti.


"Siapa yang berakting,,,?".


"Kalau dilihat dari jauh mereka memang tampak seperti pasangan yang saling mencintai, bahkan langit dan bumi pasti cemburu dengan kisah asmara mereka. Tapi kenyataan tidak seperti itu"


Alya mendekatkan wajahnya ketelinga Bram sambil berbisik :


"Hubungan mereka kacau bahkan sangat mengerikan. Aku aja nggak sanggup melihatnya".


Bram mulai memikirkan hal- hal yang mengerikan.


"Jadi maksud kamu, ada indikasi tindak kekerasan dalam hubungan mereka".


"Ya, bisa dibilang begitu,,,!" Alya mengangguk pelan.


Bram tidak menyangka kalau apa yang ia lihat tadi sesungguhnya berbeda jauh dengan kenyataan yang terjadi.

__ADS_1


"Pada awalnya aku dan Ghea juga berpikiran yang sama seperti kamu. Kami berpikir kalau mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan sangat bahagia namun kenyataannya tidak seperti itu. Semenjak menjalin hubungan dengan Miko, Naima tiba- tiba berubah menjadi orang asing bagi kami. Dan semakin lama kami semakin merasakan ada yang aneh dengan hubungan mereka".


Alya menghebuskan nafas perlahan dan kembali berkata :


"Dan ternyata dugaan kami memang benar, Naima menyembunyikan sesuatu kepada kami. Tanpa sengaja Ghea memergoki Miko melakukan kekerasan fisik terhadap Naima dan sejak saat itu sikap Miko semakin menjadi gila dan tidak terkendali".


"Jadi Naima tidak bisa memutuskan hubungannya dengan Miko karena ia diancam,,,?" Bram langsung menarik kesimpulan yang tepat.


"Iya,,,! Naima tidak bisa memutuskan hubungannya dengan Miko karena Miko tidak akan pernah membiarkan itu terjadi" Sambung Alya.


"Jadi itu sebabnya kamu meminta bantuanku untuk menyelesaikan masalah ini. Kamu ingin aku membantu sahabatmu putus dari pacar kurang ajarnya itu,,,!" Ucap Bram.


"Ih,,,! Kepedean banget sih,,,! Siapa juga yang minta bantuan sama kamu".


"Tunggu dulu, biar aku mempertegaskan sesuatu kepadamu. Bukan aku yang meminta bantuan ini tapi Ghea, Ghea yang punya ide untuk meminta bantuan kepada suaminya 'Reyhan' agar mau membantu Naima. Jadi aku tidak pernah meminta bantuan sama kamu dan kalaupun Ghea minta bantuan itu sama Reyhan bukan sama kamu. Mengerti,,,!" Ucap Alya sambil melotot.


Bram tertawa mendengar penjelasan Alya yang konyol walaupun itu sebenarnya adalah benar.


"Tapi kamu bisa lihat sendirikan siapa yang berada disini untuk membantumu, aku atau Tuan Muda Reyhan,,,?".


Bram tersenyum senang melihat Alya tidak dapat membalasnya lagi, Alya telah kalah dalam peperangan ini. Bram membuka pintu dan turun dari mobil dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Bram begitu percaya diri kalau ia akan berhasil menjalankan misinya kali ini dengan hasil yang sempurna.


Alya ikut keluar dari mobil dan menghampiri Bram.


"Apa yang akan kamu lakukan,,,! Kamu yakin ini akan berhasil,,,?".


Bram melirik Alya sembari tersenyum sinis


"Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah memiliki puluhan rencana diotakku dan semuanya akan berjalan sesuai rencana".


"Rencana apa,,,? Kamu akan melakukan apa,,,?" Alya penasaran dengan rencana Bram.


"Kalau kamu mau tahu, ikut aku,,,!" Ucap Bram.


Bram melangkah pergi masuk kedalam kafe sementara itu Alya masih berdiri dengan puluhan pertanyaan yang memenuhi otaknya.


Bersambung,,,!!!


Kalau ada yang kangen dengan Reyhan dan Ghea sabar ya,,,


Epd ini khusus untuk Bram dan Alya.


Terima kasih bagi yang masih setia mengikuti cerita ini.


Jangan bosan- bosan ya untuk memberikan dukungan kalian kepada Author dengan cara Like, comment, vote dan share.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2