
Bram berjalan cepat memasuki rumah Reyhan. Kecemasan terlihat jelas diwajahnya. Oma sedang duduk di sofa sambil memandang Iphone ketika Bram masuk.
"Ada apa ini Bram,,,? Apa yang terjadi,,,?" Tanya Oma.
"Oma tenang saja. Keadaan akan kembali membaik" Ucap Bram menghampiri Oma.
"Sebenarnya apa maksud semua ini,,,!".
"Itu hanya berita bohong Oma. Semua itu hanya rumor".
Mami Rita muncul dan langsung mendekati Bram.
"Apa yang terjadi Bram,,,,? Bagaimana berita ini bisa muncul,,,?" Tanya Mami Rita.
"Maaf Nyonya, kami sedang berusaha mengendalikan situasi ini" Ucap Bram
"Bagaimana caranya,,,,! Kamu lihat ini. Semua media sedang memberitakan tentang Reyhan" Mami Rita mengelus- ngelus kepalanya.
"Kamu seharusnya bertindak lebih cepat Bram. Semua orang di negeri ini pasti sudah membaca artikel ini".
Mami Rita terlihat sangat khawatir. Sejumlah artikel memberitakan berbagai hal negatif tentang Reyhan.
"Itu cuma artikel murahan Mam,,,!" Reyhan muncul dan menghampiri mereka.
"Mami tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Rey akan segera menyelesaikannya".
"Tidak khawatir bagaimana Rey,,,! Kamu lihat ini" Menunjukkan artikel itu kepada Reyhan.
"Coba kamu lihat, kamu baca apa yang tertulis di artikel ini".
"Reyhan putra Wijaya yang berhati dingin. Kesendirian pewaris Putera Jaya Grop" Mami membaca beberapa judul artikel.
"Dan ini, kamu baca ini 'Reyhan Putra Wijaya tidak menyukai lawan jenis'. Kamu tahu apa artinya ini,,,? Ini berarti kamu tidak menyukai perempuan, kamu dianggap penyuka sesama pria. Mereka menyebut kamu gay Rey,,,! kamu tahu itu,,," Mami Rita histeris.
Reyhan memeluk sang mami berusaha menenangkan.
"Sudah Mam,,,! Cukup. Mami tidak perlu membaca artikel itu lagi. Mami tenang ya,,,! Percaya sama Rey" Ucap Reyhan.
"Berita ini tidak akan muncul begitu saja Rey, pasti semua ini sudah di rencanakan" Ucap Oma.
"Iya Rey tahu Oma. Oma tenang saja ya. Bram akan menyesaikan semuanya".
Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap mami
"Mam,,,, Mami percaya kan sama Rey. Rey akan mengurus semua ini".
"Semua ini tidak akan terjadi kalau kamu mau mengikuti saran mami. Kalau kamu bersedia menikah dengan putri sahabat mami, pasti semua artikel ini tidak akan pernah ada" Mami masih kecewa karena Reyhan menolak perjodohan itu.
"Mam,,,! Cukup mam,,,! Rey mohon Jangan ungkit- ungkit masalah itu lagi".
"Bagaimana Mami tidak mengungkitnya, kamu yang tidak pernah mau mendengarkan mami" Mami Rita diam berusaha menenangkan diri.
__ADS_1
"Jadi sekarang kamu harus membantah semua artikel. Kamu katakan pada media kalau punya pacar. Mami akan carikan kamu seorang gadis dan kamu harus memperkenalkan gadis itu sebagai pacar kamu kalau perlu calon istri kamu. Ya,,,,! Kamu dengarkan,,,? Kamu setuju kan,,,?".
Reyhan tidak ingin terus mendengar ide mami yang dianggap tidak masuk akal itu.
"Cukup ya mam,,,! Rey harus pergi. Oma Rey pergi dulu. Titip Mami ya,,,,!"
Reyhan melangkah sambil melirik Bram sebagai isyarat untuk segera pergi.
"Saya permisi dulu Nyonya, Oma,,,!" Pamit Bram.
Bram mengikuti langkah Reyhan dari belakang.
~
Suasana di kantor sedang tidak kondusif. Berbagai rumor tentang Presdir Reyhan Putra Wijaya telah tersebar se antero negeri, termasuk di lingkunga perusahaannya.
Artikel yang tertulis di media online memang tidak ada yang dapat dikendalikan. Informasi apapun yang tertulis di internet akan menyebar dengan cepat.
Reyhan berdiri di samping jendela dan menatap keluar. Suara ketukan pintu terdengar dan Bram masuk kedalam.
"Tuan muda,,,!".
Reyhan berbalik dan melangkah kearah Bram.
"Bagaimana,,,,!" Tanya Reyhan sambil duduk di sofa.
"Semua sudah terkendali Tuan muda. Semua media telah menghapus artikel yang terbit dan mereka tidak akan pernah berani menulis artikel apapun yang berhubungan dengan Tuan muda tanpa ijin" Lapor Bram.
"Tapi maaf Tuan muda,,,!" Bram menghentikan bicaranya.
"Ada apa,,,!" Reyhan menatap Bram.
"Para dewan direksi sudah menunggu di ruang meeting, mereka ingin bertemu dengan Tuan muda" Ucap Bram.
"Kalau begitu ayo,,,! Kita tidak boleh membiarkan mereka menunggu terlalu lama. Ayo kita temui mereka,,,!"
Reyhan berdiri dan melangkah menuju ruang meeting di ikuti Bram.
Suasana di ruang meeting sungguh kacau, semua orang saling bersitengang. Mereka berbicara dengan penuh emosi dan saling mengeluarkan pendapatnya. Kebisingan terus terjadi hingga pintu terbuka dan orang yang telah mereka tunggu datang.
Suasana seketika hening ketika Reyhan masuk ke dalam ruangan. Reyhan melangkah dengan santai dan penuh wibawa. Semua mata tertuju kepadanya.
"Tuan muda,,,! Apa maksudnya ini. Apa maksud dari semua berita- berita ini" Tanya salah satu dewan direksi.
"Iya,,, Apa artinya ini,,,,! Kenapa artikel ini bisa muncul,,?" Tanya yang lainnya.
"Apakah rumor ini benar,,,,? Beri kami penjelasan Tuan Muda".
Bram menatap Reyhan yang terdiam.
"Siapa yang kalian percayai,,,,! Aku atau berita- berita di artikel itu,,,?" Ucap Reyhan.
__ADS_1
"Kalian hanya punya dua pilihan" Reyhan memandangi seluruh ruangan.
Mereka semua terdiam tidak ada yang menjawab. Reyhan memang tidak butuh banyak bicara, Kata- katanya itu cukup membuat para dewan direksi terdiam.
"Tuan muda,,,! Bukannya kami tidak percaya kepada Tuan muda, kami hanya ingin kejelasan tentang masalah ini. Berita ini tidak mungkin muncul begitu saja kalau tidak ada sebabnya".
"Iya benar Tuan muda,,,,,".
"Kalian hanya perlu percaya kepadaku dan tetap berada di belakangku. Aku pastikan rumor ini akan segera berakhir" Tegas Reyhan.
"Kalian masih meragukanku,,,?" Tanya Reyhan kembali.
"Tidak Tuan muda,,,! Kami percaya. Kami percaya kepada Tuan muda".
"Iya Tuan muda,,, Kami Percaya Tuan muda bisa menyelesaikan masalah ini".
"Tapi Tuan muda,,, Dari mana berita ini berasal. Tidak mungkin rumor ini muncul begitu saja. Kami yakin ada pihak- pihak yang ingin menghancurkan nama baik Tuan muda dan juga perusahaan ini" Ucap salah satu dewan direksi.
"Iya Tuan muda, saya juga yakin akan hal itu,,,!"
"Iya,,, Iya Tuan muda".
Bram mengangkat tangannya ke atas sebagai isyarat untuk tenang.
Suasana hening.
"Kalian tenang saja. Aku pastikan masalah ini akan selesai dengan baik" Tegas Reyhan.
"Kamu lanjutkan Bram"
Reyhan memberi perintah ke Bram. Bram mengangguk.
Reyhan bangkit dan melangkah keluar. Ia meninggalkan Bram bersama para dewan direksi.
~
**Bersambung,,,,!
Hai,,,,
🤗
Terus dukung Authour ya
Dukungan kalian, semangat kami
Like
Comment
Share
__ADS_1
Vote**