Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Gelisah


__ADS_3

Bram sedang berdiri dilorong rumah sakit sambil berbicara dengan seseorang menggunakan ponselnya. Wajahnya terlihat sangat serius, sepertinya ada masalah besar yang sedang terjadi.


"Apa,,,!" Bram terkejut mendengar berita dari bawahannya.


"Kau yakin,,,?".


"Iya baiklah, lanjutkan pekerjaanmu dan laporkan setiap perkembangaanyang kau ketahui kepadaku. Dan satu hal lagi, jangan pernah bicarakan masalah kepada Tuan Muda. Kau mengerti,,,?" Bram mematikan ponselnya.


Bram begitu terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh bawahan tadi, ia harus memikirkan jalan keluar dari permasalahan ini.


"Kalau seandainya apa yang mereka bicarakan memang benar adanya, berarti aku harus lebih waspada. Aku tidak boleh lengah lagi, aku tidak bisa membiarkan hal buruk menimpa Nona Ghea".


Bram menggaruk kepalanya yang tiba- tiba gatal.


"Bisa bahaya kalau sampai Tuan Muda mengetahui masalah ini, beliau pasti akan sangat marah dan murka. Tuan Muda tidak akan pernah membiarkan Nona Ghea berada dalam bahaya".


Bram mendapat laporan dari bawahannya yang bahwa sebenarnya Nona Ghea adalah target dari kecelakaan yang menimpa Tuan Muda Reyhan.


Raya yang sedang berjalan bersama rekan- rekannya tiba- tiba menghentikan langkahnya ketika melihat Bram yang sedang berdiri sendirian disebuah sudut.


"Kalian pergi duluan ya. Aku ada urusan lain" Ucap Raya kepada rekan- rekannya.


Raya berjalan menghampiri Bram yang sedang mengoceh sendirian.


"Hai,,,!" Raya mengejutkan Bram.


"Aaa,,,!" Bram berteriak kaget sambil mengelus dadanya.


"Raya,,,!".


"Loe lagi ngapain ngoceh- ngoceh sendirian disini,,,? Dilorong yang sepi lagi. Nanti loe kesambet loh,,,!" Canda Raya.


"Loe nggak kesurupankan,,,?".


Bram terlihat kesal mendengar candaan Raya.


"Loe ngapain disini,,,?" Tanya Bram sambil mengelus dadanya.


"Gue,,,! Loe nanya gue ngapain disini,,,?" Raya memelototi Bram.


"Loe lupa kalau ini wilayah gue, gue mah bebas mau kemana aja. Loe tahukan kalau ini rumah sakit keluarga gue,,,!".


"Ya, gue tahu. Gue tahu semuanya. Gue tahu apa yang orang lain tidak tahu" Ucap Bram.


"Jadi sekarang loe boleh pergi. Gue masih punya pekerjaan".

__ADS_1


"Loe ngusir gue,,,? Loe berani sama gue,,,?".


Bram tidak menghiraukan ucapan Raya, ia kembali sibuk dengan ponselnya.


"Loe ngapain sih,,,! Sibuk banget,,,!" Tanya Raya.


"Nggak usah banyak tanya, gue lagi sibuk" Jawab Bram.


"Loe berani mengabaikan gue, nanti gue ngadu sama mas Rey kalau loe udah nggak sopan sama gue ya,,,!" Ancam Raya.


Bram menghela nafas


"Nona Raya saya minta anda pergi dari sini karena saya masih memiliki pekerjaan lain, dan saya sedang tidak ingin diganggu".


Raya menyingirkan bibirnya


"Ah, loe nggak asyik Bram,,,!".


Bram tersenyum sinis.


"Ya udah gue pergi. Loe nggak perlu melotot begitu. Gue do'ain loe kesambet disini".


Raya melangkah pergi setelah menyumpahi Bram.


Bram memandangi Raya yang sudah berlalu pergi.


Sementara itu Mami Rita sedang menemani Reyhan dikamarnya sambil mengomel tentang Raya.


"Mami sudah tidak tahu lagi harus bicara apa lagi Rey,,,! Raya tidak pernah mau mendengarkan ucapan Mami".


Mami Rita terdiam sejenak kemudian melanjutkan ucapannya kembali.


"Mami heran apa sih yang ada dipikiran anak itu,,,? Kenapa dia begitu mudah dibodohi oleh laki- laki".


"Mam,,,! Sampai kapan Mami akan mengomel tentang Raya terus. Sebenarnya Mami marah sama Raya atau sama Reyhan,,,?" Reyhan sudah tidak sanggup mendengar ocehan Mami Rita lagi.


"Ya tentu saja Mami marah sama Raya".


"Tapi kenapa Mami seperti sedang mengomeli Reyhan,,,!".


"Memangnya kamu merasa seperti sedang Mami omelin ya,,,! Kamu memang tidak bisa mengerti perasaan Mami. Mami sedang mengkhawatirkan adikmu".


"Mami tidak usah memikirkan hal itu, Raya sudah besar Mi. Dia sudah tahu apa yang terbaik untuk hidupnya" Jawab Reyhan.


"Sudah besar bagaimana,,,! Umurnya saja yang sudah tua tapi kelakuannya masih seperti remaja" Sambung Mami Rita.

__ADS_1


"Raya itu tidak bisa memilih pacar, dia selalu salah pilih. Dulu, Raya pernah pacaran dengan pria yang lebih tua darinya dan beberapa bulan yang lalu dia juga pacaran dengan pria yang lebih muda. Tapi tidak ada satupun yang jelas dari kedua hubungannya itu. Mami sudah capek Rey, Mami capek menghadapi kelakuan adikmu".


Reyhan tertawa geli mendengar ocehan Mami Rita tentang Raya, ia tahu dibalik omelan Maminya itu sebenarnya beliau sangat menyanyangi anak- anaknya.


"Ya sudah Mami tidak perlu memikirkan hal itu lagi, nanti biar Reyhan yang bicara dengan Raya. Belakangan ini Raya sangat dekat dengan Ghea, mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Mungkin saja Raya pernah menceritakan tentang pacarnya kepada Ghea" Ucap Reyhan.


"Iya, kamu benar. Raya dan Ghea memang terlihat sangat dekat akhir- akhir ini. Mereka pasti saling berbagi cerita. Mami harap Ghea dapat menasehati Raya agar lebih serius dalam memilih pacar".


Reyhan hanya mengangguk pelan. Mami teringat akan sesuatu yang sudah lama ingin beliau bicarakan kepada Reyhan.


"Rey,,,! Kamu masih berhubungan dengan Nindy,,,?" Tanya Mami Rita.


Reyhan kaget ketika Mami Rita menyebut nama Nindy.


"Kenapa Mami tiba- tiba menanyakan hal itu,,,".


"Mami hanya ingin memastikan kalau Nindy tidak mengganggu hubunganmu dengan Ghea".


"Maksud Mami apa,,,?".


Mami Rita terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Mi,,,! Ada apa sebenarnya,,,? Apa yang ingin Mami bicarakan,,,?" Tanya Reyhan kembali.


"Begini Rey,,,! Waktu itu Mami pernah melihat Nindy keluar dari kedai Ghea. Dan saat itu Mami merasa ada sesuatu yang aneh dari sikap Nindy".


"Aneh bagaimana Mi,,,!" Tanya Reyhan.


"Sebenarnya Mami juga tidak tahu pasti Rey,,,! Mami tidak tahu apa tujuan Nindy datang kesana. Apakah dia datang sebagai pelangan kedai Ghea atau memang ia segaja ingin bertemu dengan Ghea".


"Kenapa aku tidak tahu kalau Nindy datang menemui Ghea,,,! Kenapa aku bisa lengah seperti ini,,,!" Gumam Reyhan.


"Aku tidak mungkin menanyakan kepada Ghea tujuan Nindy datang menemuinya. Lagipula Ghea tidak mengenal siapa Nindy sebenarnya. Aku harus mencari tahu tentang hal ini,,,!".


Mami Rita menatap Reyhan.


"Rey,,,! Entah kenapa perasaan Mami tidak enak setelah melihat Nindy waktu itu. Mami khawatir Nindy akan melakukan sesuatu yang buruk kepada Ghea. Kamu harus hati- hati Rey,,,! Kamu harus menjaga Ghea dengan baik".


"Mami tenang ya, Reyhan janji akan menjaga Ghea dengan baik. Reyhan tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepada Ghea. Reyhan tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan pernah,,,!" Ucap Reyhan.


Reyhan juga mulai merasa khawatir kepada Ghea setelah mendengar ucapan Maminya, ia khawatir kalau Nindy akan berbuat nekat.


"Aku tidak bisa membiarkan hal ini, Nindy pasti sedang merencanakan sesuatu. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu mendekati dan menyakiti istriku. Tidak akan pernah, Nindy,,,!".


Reyhan meremas jemari tangannya dengan perasaan marah, ia begitu marah karena Nindy berani mendekati keluarganya bahkan istrinya.

__ADS_1


Bersambung,,,!!!


__ADS_2