
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa hari pernikahan Reyhan dan Ghea akhirnya tiba. Bram sebagai penanggung jawab acara telah mengatur semuanya sesuai dengan perintah Reyhan. Pernikahan Reyhan dan Ghea di adakan di hotel Vennus yang merupakan salah satu hotel paling mewah. Hotel Vennus juga merupakan hotel milik Keluarga Reyhan.
Keluarga Ghea dan Reyhan telah chek in di hotel sejak sehari sebelum pernikahan dilaksanakan. Mereka segaja menginap dihotel agar punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri, terutama untuk calon pengantin.
Ghea memandangi dirinya yang sedang berdiri didepan cermin, ia hampir tidak mengenali dirinya sendiri, penampilannya sungguh berbeda. Ghea memandang wajahnya yang telah dirias dengan begitu cantik, mengelus rambutnya yang telah ditata rapi dan menyentuh tubuhnya yang telah memakai gaun berwarna putih.
Ghea menghembus nafas panjang
"Akhirnya aku akan menikah dengan Reyhan. Namun hingga detik ini, aku masih belum yakin dengan keputusan yang telah aku ambil ini. Apakah keputusanku ini benar,,,? Akankah pernikahan kami bahagia,, ? Inikah pernikahan yang aku impiankan,,,?".
Ghea tahu tidak seharusnya ia merasa bimbang dan dilema disaat- saat terakhir seperti ini, namun perasaan itu terus muncul bahkan ia tidak mampu untuk memusnahkannya.
"Kamu cantik sekali Ghe,,,!" Mama Lidya datang dan membuarkan lamunan Ghea.
"Mama hampir tidak mengenalimu. Kamu seperti tuan putri,,, Putri mama memang yang paling cantik".
"Mama,,, Jangan bilang begitu, Ghea jadi malu,,," Ghea tersipu malu.
"Kenapa harus malu, memang benar kok kamu cantik sekali,,,! Ayo kita keluar, calon suamimu sudah tidak sabar ingin melihatmu".
Mama Lidya mengandeng tangan Ghea dan membimbingnya keluar dengan perlahan.
"Tenang Ghea,,, keputusanmu sudah tepat. Kamu telah mengambil keputusan yang tepat. Ini pilihanmu dan kamu akan bahagia,,, Iya aku harus bahagia,,,!" Batin Ghea.
Sememtara itu diruang tunggu pengantin pria, Reyhan masih sibuk memberi perintah kepada Bram.
"Kamu sudah pahamkan,,,! Aku tidak mau ada kesalahan" Ucap Reyhan.
"Baik Tuan Muda, saya pastikan semua berjalan sesuai susunan acara yang telah kami persiapkan" Jawab Bram.
"Selain keluarga kami berdua tidak ada yang boleh mendekati aku dan juga Ghea".
"Baik Tuan Muda, saya mengerti" Ucap Bram.
"Sudah selesai Bram,,,? Memangnya laporan apalagi yang kamu sampaikan kepada Reyhan, Apa masih banyak,,,?". Mami Rita mengomeli Bram karena terus melaporkan pekerjaanya kepada Reyhan.
"Maafkan nyonya,,,!" Ucap Bram.
Mami Rita meraih tangn Reyhan dan mengajaknya keluar.
"Reyhan,,,! Ayo kita keluar. Ghea pasti sudah menunggu".
Mereka keluar dan melangkah menuju ruang acara pernikahan.
Bram selaku penanggung jawab acara telah mengatur dua ruangan yang berbeda yaitu Ruang A dan Ruang B.
Ruang A merupakan P**rivate room yaitu ruangan yang dipersiapkan untuk proses akad nikah dan hanya dikhususkan untuk keluarga. Sedangkan Ruang B merupakan Wedding hall room yaitu ruangan untuk pesta resepsi yang nantinya akan menjadi tempat untuk para tamu undangan.
Reyhan dan keluarganya masuk ke dalam ruang A yang merupakan ruang untuk akad nikah. Selang beberapa menit kemudian Ghea juga masuk kedalam ruang A ditemani sang mama. Ghea melangkah pelan menuju tempat pernikahan.
Reyhan menatap Ghea dengan penuh kekaguman, Ghea terlihat begitu sempurna. Ghea berjalan perlahan mendekat kearah Reyhan.
"Inilah gadis pilihanku, gadis yang tiba- tiba datang dan mampu mencuri perhatianku. Kamu hadir disaat yang tepat Ghe,,,! Disaat aku membutuhkan seseorang sebagai sandaran. Terima kasih telah bersedia menikah denganku". Reyhan.
"Waww,,,! Kakak ipar,,,! Cantik banget,,,,!" Raya langsung histeris melihat Ghea yang tampil begitu cantik.
"Ghea,,,! Kamu cantik sekali sayang" Mami Rita memeluk Ghea. "Reyhan sungguh beruntung bisa mendampingimu".
"Terima kasih tante" Ghea bahagia karena keluarga Reyhan menyambutnya dengan senyuman.
"Bukan tante, tapi mami,,,! Mulai sekarang panggil mami, ok,,,!".
Ghea mengangguk " Iya, Mami,,,!".
__ADS_1
Dan akhirnya acara pernikahan pun selesai, Reyhan dan Ghea resmi menjadi suami istri. Kehidupan yang baru telah menanti mereka untuk bersama mengarungi bahtera rumah tangga.
"Akhirnya kamu telah menjadi seorang istri nak, selamat menempuh hidup baru. Berbahagialah bersama suamimu" Ucap mama Lidya sambil memeluk putrinya.
"Terima kasih ma,,,!" Ghea terisak menangis.
Tangis Ghea pecah ketika memeluk sang mama. Ia tidak menyangka akan hidup terpisah dengan sang mama yang selama ini selalu mendukungnya.
"Sudah jangan menangis, ini hari yang sangat bahagia. Kamu tidak boleh menangis lagi ya,,,!" Mama Lidya menghapus air mata Ghea dan memandang Reyhan.
"Reyhan,,,! mama titip Ghea, cintai dan sayangi dia dengan sepenuh hati. Jangan pernah membuat putri mama menangis. Kamu mengertikan,,,!".
"Iya ma,,, Reyhan akan menjaga Ghea dengan baik dan tidak akan pernah meyakitinya. Do'akan kami agar selalu dalam kebahagiaan" Ucap Reyhan dengan sepenuh hati.
"Ghea,,,!" Mami Rita menghampiri dan memeluk Ghea.
"Selamat ya sayang,,,! Mami bahagia sekali. Kamu telah membawa banyak kebahagiaan di keluarga mami terutama untuk Reyhan. Mami selalu berdo'a agar kalian berdua hidup bahagia selamanya".
Ghea tersenyum. Ah,,, terlalu banyak cinta ya telah diberikan oleh keluarganya. Kenapa ia harus ragu ketika begitu banyak dukungan yang diberikan kepadanya.
#
Pernikahan Reyhan dan Ghea menjadi trending topik utama dan meraih posisi pertama pencarian paling populer. Sejumlah artikel telah menerbitkan berita tentang pernikahan Reyhan dan Ghea hingga menjadi pembicaraan seluruh negeri.
Dan acara puncakpun dimulai, para tamu undangan telah berdatangan satu persatu. Mereka sangat antusias ingin memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru. Namun tidak mudah untuk bisa masuk ke wedding hall room, mereka harus melewati pemeriksaan ketat dan juga harus mengikuti intruksi dari para tim keamanan.
Reyhan dan Ghea bersanding diatas pelaminan dan didampingi oleh keluarganya. Beberapa pria berseragam yang merupakan tim keamanan berdiri disamping panggung pelaminan.
Bram telah memberi perintah bahwa tidak ada yang boleh mendekati pelaminan selama acara berlangsung. Para tamu undangan hanya boleh memberi ucapan selamat dari bawah panggung.
Reyhan meraih tangan Ghea dan meletakkannya diatas pahanya sambil digenggamnya dengan erat. Ghea menatap Reyhan, 'pria yang duduk bersanding disampingya itu, kini telah menjadi suaminya'.
"Suamiku,,,! Ya,,, Dia kini telah menjadi suamiku. Orang asing yang tiba- tiba hadir dihidupku dan merubah segalanya. Mampukah aku menjadi istri yang baik untuknya,,,?".
"Sampai kapan kamu akan menatapku seperti itu,,,!" Reyhan menyadari tatapan mata Ghea yang dari tadi menatapnya.
"Apa,,,!".
Ghea cemberut mendengar ucapan Reyhan dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Reyhan, Namun Reyhan meraih kembali tangan Ghea dan menggengamnya dengan lebih erat.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu" Ucap Reyhan.
Ghea mendesah
"Ya Tuan muda Reyhan,,, lakukan sesukamu. Genggam terus sampai tanganku banjir keringat".
Para tamu memberikan ucapan selamat dan juga berfoto bersama dengan pengantin.
"Ghea,,,!!!"
Sebuah suara mengalihkan perhatian Ghea. Ghea memandang sekeliling dan terlihat Alya bersama Naima sedang melambaikan tangan kepadanya.
"Hai,,,,!" Ghea histeris hingga membuat Reyhan terkejut.
"Ada apa,,,?" Tanya Reyhan.
"Itu,,, sahabatku datang" Jawab Ghea menunjuk Alya dan Naima yang berjalan menuju panggung pelaminan.
Alya dan Naima ingin naik kepelaminan namun dihentikan oleh pengawal.
"Maaf nona, silahkan lewat depan" Ucap seorang pengawal.
"Kami sahabatnya pengantin wanita, kami hanya ingin mengucapkan selamat" Jawab Naima.
__ADS_1
"Iya pak, kami sahabat Ghea" Sambung Alya.
"Maafkan saya, tapi nona tetap tidak boleh naik" Ucap Pengawal itu lagi.
"Dasar,,,!" Alya mengomel sambil berjalan kedepan panggung.
"Ghea,,,,!!!" Alya melambaikan tangannya kepada Ghea.
"Alya, Naima,,,!!!" Ghea membalas lambaian tersebut.
"Aku mau selfie, tapi nggak diberi ijin Ghe,,,!!!" Ucap Alya.
"Iya Ghe,,, aku juga,,,!" Sambung Naima.
"Tunggu ya,,,!" Jawab Ghea.
Ghea melirik Reyhan dan Reyhan pura- pura tidak melihat.
"Rey,,,! Bolehkan,,,! Boleh ya,,,!" Ghea memohon namun Reyhan membuang pandangan ke arah lain mencari Bram.
"Rey,,,!" Ghea menyentuh pipi Reyhan hingga wajahya berpaling kearah Ghea.
"Boleh ya,,,! Aku juga ingin foto bersama mereka".
"Mereka bisa mengambil foto dari bawahkan! Semua tamu juga seperti itu tadi. Aku tidak suka dekat- dekat dengan orang asing" Ucap Reyhan.
"Tapi mereka bukan orang asing Reyhan, mereka sahabat aku. Aku hanya ingin memeluk mereka. Aku mohon, boleh ya,,,!" Ghea memasang wajah memelas untuk meluluhkan Reyhan.
"Jangan bersikap imut begitu Ghe,,,! Aku takut tidak bisa menahan diri. Pertahananku mulai goyah,,,, Dan ini semua salahmu,,,!"
Batin Reyhan.
Reyhan mendekat dan membisikkan sesuatu :
"Lakukanlah, tapi kamu harus membayarnya nanti".
Reyhan tersenyum dan melirik pengawalnya sambil mengangguk. Sementara itu Ghea bingung : "Apa maksudnya,,,? Aku harus bayar apa,,,?.
Dan akhirnya Alya dan Naima berhasil naik keatas pelaminan dan berfoto dengan Ghea. dan Reyhan. Mereka mengambil beberapa foto dengan berbagai gaya, mereka juga selfi bersama. Reyhan melihat Ghea tertawa begitu bahagia bersama sahabatnya tersebut, hingga membuatnya ikut tersenyum.
Resepsi pernikahan Reyhan dan Ghea berjalan lancar, semua larut dalam kebahagiaan. Ucapan selamat dan do'a restu mengalir begitu banyak untuk mereka berdua.
Bersambung,,,,!!!
Yeah,,,,!!!
Akhirnya Get Married
Happy
Selamat Reyhan dan Ghea
🤗😘😍
Terima kasih yang udah dukung hubungan Reyhan dan Ghea.
Do'akan mereka hidup berbahagia ya,,,
🙏
Vote
Like
__ADS_1
Comment
Share