
Makan malam telah siap dihidangkan, aneka menu masakan disajikan di atas meja. Masakan rumahan menjadi menu makan malam, sederhana namun terlihat begitu nikmat.
Ghea merapikan peralatan makan dan menatanya dengan rapi. Mama Lidya menyiapka beberapa jenis buah- buahan untuk pencuci mulut.
Suara mobil terdengar dari luar, tamu yang di tunggu akhirnya datang. Ghea menuju pintu dan menyambut kedatangan Reyhan.
Reyhan turun dari mobil, ia datang bersama Bram dan pak Yadi. Reyhan berbicara kepada Bram dan Bram menggangguk tanda mengerti. Pak Yadi dan Bram kembali masuk ke dalam mobil dan mereka meninggalkan Reyhan dirumah Ghea.
"Hai,,, Kamu sudah datang,,,!" Sapa Ghea melihat Reyhan berjalan kearahnya.
"Sudah menunggu lama ya, kenapa,,,! mulai kangen,,,!" Reyhan menggoda Ghea.
Reyhan tersenyum melihat Ghea yang menyambutnya di depan rumah. Penampilan Ghea berbeda malam ini, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai hingga terlihat sangat manis.
"Kenapa kamu terlihat berbeda malam ini, padahal hanya gaya rambutmu yang berubah".
"Jangan mulai lagi deh. Mood aku sedang baik hari ini" Ucap Ghea.
"Pak Yadi dan Bram pergi kemana,,,? Kenapa mereka tidak ikut masuk,,,?.
"Mereka masih punya pekerjaan lain yang harus diselesaikan".
"Apa pekerjaannya begitu penting sampai harus dikerjakan malam ini juga. Dan kamu, kenapa meminta mereka untuk mengantarmu padahal mereka sedang sibuk, memangnya kamu tidak bisa pergi sendiri,,,!" Ghea bertanya panjang lebar kepada Reyhan.
"Apa aku harus diintrogasi disini,,,? Kamu tidak mengajakku masuk" Ucap Reyhan.
Ghea akhirnya mengajak Reyhan masuk.
"Ayo masuk,,,!".
Reyhan mengikuti Ghea masuk kedalam rumah. Ia memandangi sekeliling melihat beberapa lukisan dan foto yang terpajang didinding. Sama seperti rumah dinas pegawai negeri sipil lainnya, rumah keluarga Ghea begitu sederhana dan tidak terlalu luas.
Mama Lidya sudah menunggu di ruang makan.
"Ma,,, perkenalkan ini Reyhan" Ghea memperkenalkan Reyhan kepada sang mama.
Reyhan menundukkan kepalanya memberi hormat
"Selamat malam tante, senang bertemu dengan anda" Ucap Reyhan.
"Selamat malam Reyhan, akhirnya saya bertemu juga dengan kamu. Mari silahkan duduk,,,?". Mama Lidya menyambut Reyhan dengan senyuman.
Ghea melirik Reyhan sebagai isyarat menuruhnya duduk, Reyhan mengerti langsung duduk.
"Silahkan nak Reyhan. Maaf ya tante tidak tahu makanan apa yang kamu suka dan Ghea juga tidak tahu, jadi tante menyiapkan beberapa macam menu, semoga kamu menyukai salah satunya. Silahkan dicoba,,,,?" Ucap mama Lidya.
"Terima kasih tante, maaf saya sudah merepotkan. Saya bukan pemilih tante, saya suka semuanya dan ini kelihatannya sangat enak" Reyhan menjawab santai.
"Silahkan, semoga kamu suka. Mama segaja memasaknya sendiri, aku tidak diijinkan untuk ikut membantu" Ghea mengambil beberapa menu dan meletakkan di piring Reyhan " Selamat menikmati".
"Terima kasih" Balas Reyhan tersenyum.
Mama Lidya melihat Ghea dan Reyhan yang sedang menikmati makanan mereka sambil tersenyum, mereka tampak begitu serasi.
"Reyhan sepertinya memang laki- laki yang baik dan dia memperlakukan Ghea dengan sangat sopan. Mama bahagia melihatmu tersenyum seperti itu Ghe,,,! sudah lama mama tidak melihatmu tersenyum semanis ini".
Mereka menikmati makan malam dengan nikmat sembari bersenda gurau.
Makan malam selesai, Ghea membereskan meja makan dan mama Lidya sedang menyiapkan makanan pencuci mulut. Reyhan duduk diruang tamu sambil memandangi beberapa foto yang terpajang didinding. Reyhan melihat sebuah dan tertarik untuk mendekat.
"Ini foto wisuda Ghea, Cute,,,! dia memang sudah cantik dari dulu". Reyhan melihat foto Ghea yang memakai baju toga.
__ADS_1
"Desain,,,! Ghea lulusan Desain. Tapi kenapa dia membuka kedai sop tulang,,,?".
Ghea datang membawa minuman dan beberapa jenis buah- buahan.
"Kamu lihat apa,,,?" Ghea mengangetkan Reyhan.
"Lihat kamu" Reyhan menunjuk foto Ghea yang sedang memakai baju Toga.
"Ooo,,,!" Ghea meletakkan mampan diatas meja.
"Kenapa, cantik ya,,,!".
"Kalau boleh jujur 'sedikit cantik',,," Ucap Reyhan.
"Sedikit cantik bagaimana,,,! Asal kamu tahu aja ya, aku itu mahasiswi paling cantik di jurusan ku. Dan kamu lihat foto itu" Ghea menunjuk fotonya bersama beberapa mahasiswa. " beberapa cowo difoto itu adalah mantan- mantan aku".
Reyhan menatap foto tersebut sambil mengerutkan kening
"Mantan-mantan,,,! Memangnya berapa cowo yang menjadi korbanmu,,,?" Tanya Reyhan.
"Korban,,,! Bahasamu nggak enak banget".
Ghea mengangkat tangannya yang memperlihatkan lima jari.
"Lima,,,!" Reyhan kaget. "Sebanyak itu,,,!".
"Bagaimana mungkin kamu punya mantan sebanyak itu".
"Kenapa kamu tidak percaya,,,? Jumlah itu belum termasuk mantan sewaktu SMA dan setelah lulus kuliah. Kamu akan lebih kaget kalau tahu jumlahnya" Ghea mencoba menggoda Reyhan.
"Jangan dengarkan dia, bicaranya memang sedikit berlebihan" Mama Lidya datang dan membantah pernyataan Ghea.
Reyhan hanya mendengarkan tanpa memahami maksudnya.
"Sudah jangan dengarkan dia. Ayo silahkan duduk Reyhan,,,".
Ghea merasa masih harus meluruskan pernyataannya tadi namun mama Lidya tidak membiarkannya melakukan itu.
"Ghea sudah menceritakan semuanya, tapi tante ingin mendengarnya dari kamu langsung" Mama Lidya memulai pembicaraan.
"Maafkan saya sebelumnya tante, saya telah lancang melamar Ghea secara langsung tanpa meminta persetujuan dari tante terlebih dahulu. Saya menyadari telah melakukan kesalahan, saya tidak seharusnya melakukan itu" Reyhan meminta maaf dengan tulus.
"Syukurlah kalau kamu sudah tahu kesalahanmu" Ucap Mama Lidya.
"Ma,,,!" Ghea memandangi sang mama.
Mama Lidya kembali bertanya :
"Reyhan,,,! Apa kamu mencintai Ghea,,,?"
"Iya tante, saya mencintai Ghea" Jawab Reyhan.
"Sejak kapan,,,? Ghea mengatakan kalau kalian baru kenal beberapa minggu yang lalu".
"Sejak pertama kali saya melihat Ghea".
"Cinta pandangan pertama,,,!" Ucap Mama Lidya.
"Mungkin Ghea tidak pernah menyadarinya, tapi kami pernah berpapasan beberapa kali sebelum akhirnya bertemu secara langsung" Jawab Reyhan.
Ghea terkejut mendengar jawaban Reyhan, ia tidak mengerti maksudnya.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Rey,,,? Kita pernah bertemu sebelumnya. Kapan,,,?" Tanya Ghea.
"Kita memang tidak pernah bertemu secara langsung Ghe,,,! Tapi aku sudah pernah melihatmu beberapa kali sebelum kejadian ditaman waktu itu" Ucap Reyhan.
"Kamu tidak pernah menceritakan hal itu sebelumnya. Apa selama ini kamu mematai- mataiku,,,?" Ghea mulai kesal kepada Reyhan.
"Bukan, bukan seperti itu,,,".
"Lantas apa,,,? Bagaimana bisa kamu membodohi aku seperti ini" Ghea makin emosi.
"Ghea,,,! Kamu harus mendengarkan penjelasan Reyhan terlebih dahulu, jangan langsung mengambil kesimpulan sendiri" Mama tahu Ghea mulai marah.
"Aku minta maaf karena telah membuat kamu kecewa". Reyhan menatap Ghea dengan penuh penyesalan.
"Ghea,,, apa kamu ingat kita pernah bertemu sebelumnya di hotel Medina tepatnya didalam lift,,,? Kamu membawa kotak yang berisi kue dan masuk ke dalam lift. Kamu tidak ingat kalau kamu sempat tersenyum kepadaku dan kita hanya berdua didalam lift itu. Itu adalah pertemuan pertama kita" Ucap Reyhan.
Ghea mencoba mengingat kembali kejadian itu.
"Hotel Medina, kotak kue,,,! Ooo maksudnya dihari ulang tahun mama. Iya, aku mengambil kue ulang tahun untuk mama ditempat Naima bekerja di hotel Medina. Jadi laki- laki yang bersama denganku di dalam lift itu adalah Reyhan,,,!".
Ghea menutup mulutnya kaget
"Jadi, itu kamu,,,? Kok bisa,,,? Bagaimana kamu bisa ingat, aku saja tidak menyadarinya".
"Bagaimana aku bisa lupa, kita hanya berdua didalam lift" Reyhan kembali berkata : " Semua ini salah kamu. Kamu muncul dihadapanku dengan rambut terurai seperti ini dan sambil tersenyum. Pria mana yang tidak akan menggila ketika melihatmu seperti itu".
Ghea menunduk malu, wajahnya bersemu merah.
"Kalian ada- ada saja" Mama Lidya tertawa mendengar cerita Reyhan.
"Jadi sekarang kamu senang,,,! Reyhan terpesona kepadamu pada pandangan pertama".
"Mama apaan sih,,,!" Ghea masih tersipu malu.
Reyhan tersenyum melihat wajah Ghea yang memerah.
"Reyhan, tante mengucapkan terima kasih karena kamu mau mencintai Ghea dengan tulus. Selama Ghea bahagia, tante juga akan bahagia. Jadi tante titip Ghea ya,,,! Jaga dan sayangi dia dengan sepenuh hati. Jangan pernah menyakitinya, dia tidak sekuat seperti kita bayangkan".
Mama Lidya menatap Ghea dan Reyhan bergantian
"Reyhan,,, Ghea,,,, mama merestui kalian. Semoga kalian bahagia selamanya,,,!".
Ghea memeluk sang mama sambil menahan tangis, ia tidak menyangka akan sesedih ini mendengar ucapan mamanya.
"Terima kasih tante, Saya janji akan menjaga Ghea dengan sebaik- baiknya" Ucap Reyhan.
Restu yang telah diberikan oleh mama Lidya membuat Reyhan semakin yakin dan dia berjanji akan memenuhi harapan mama Lidya untuk membuat Ghea bahagia.
**Bersambung,,,!!!
🤗🤗🤗
Like
Comment
Share
Tq,,,,
🙏**
__ADS_1