Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Moment #3


__ADS_3

Ghea terkejut melihat Yuda sedang berada bersama mamanya.


"Mama,,,! Yuda,,,!!!" Ghea menatap sang mama dan Yuda secara bergantian.


"Kenapa mama bisa bersama dengan Yuda,,,,? Apa yang sedang terjadi,,,?".


"Mama,,,!" Ghea menghampiri sang mama


"Mama kenapa,,,? Kenapa mama bisa sampai terluka seperti ini,,,? Apa yang terjadi ma,,,?" Ghea langsung bertanya kepada sang mama.


"Ghea,,,! Mama tidak apa- apa sayang. Kamu tidak perlu khawatir, mama hanya terluka sedikit. Yuda sedang mengobati mama" Jawab mama Lidya.


Ghea menatap Yuda.


"Apa yang terjadi sama mama,,,? Kenapa mama bisa sampai seperti ini,,,? Mama tidak apa- apa kan,,,?".


"Kamu tenang dulu Ghea. Tante tidak apa- apa, beliau cuma terluka sedikit. Saya akan menjahit luka dilengan tante sekarang" Jawab Yuda.


"Jahit,,,! Lengan mama perlu dijahit,,,,? Kenapa Ma,,,?Lengan mama kenapa,,,?"


Ghea memeriksa lengan mamanya dan melihat luka sobek yang cukup besar menurutnya.


"Ma,,,! Lengan Mama terluka separah ini, kenapa masih bisa mengatakan tidak apa- apa,,,?".


"Ghea,,,! Mama tidak apa- apa. Yuda akan mengobati mama, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi ya,,,!".


"Bagaimana mama bisa bicara seperti itu,,,! Mama sedang terluka, bagaimana Ghea tidak khawatir ma,,,!"


Ghea menatap mama dan air matanya mulai berlinang, ia tidak sanggup menahan tangis. Alya yang baru saja tiba terkejut melihat Ghea yang sedang menangis.


"Ghea,,, Kamu kenapa,,,? Ghea kenapa tante,,,?" Alya bertanya kepada mama Lidya.


"Al,,, Kamu bawa Ghea keluar dulu. Aku harus menyelesaikan ini sekarang" Yuda menyuruh Alya membawa Ghea keluar.


"Iya Alya,,, bawa Ghea keluar dulu ya,,,! Hibur dia. Tante tidak apa- apa, Yuda akan mengobati tante" Ucap Mama Lidya.


"Iya tante" Jawab Alya.


"Ghe,,,, ayo kita keluar dulu".


Alya merangkul Ghea keluar dari ruang IGD dan membawanya ke ruang tunggu.


"Kamu tenangin diri kamu dulu Ghe,,,! Tante tidak apa- apa kok. Kamu sudah lihat sendiri kan tadi" Ucap Alya.


"Tapi mama terluka Al,,,! Aku nggak bisa lihat mama terluka seperti itu. Hanya mama yang aku punya saat ini, aku nggak mau kehilangan mama. Aku nggak mau kehilangan mama seperti aku kehilangan papa" Ghea kembali terisak dan memeluk Alya.


"Iya aku tahu,,,! Aku ngerti Ghe,,,! Kamu yang tenang ya,,,!".


Alya berusaha menenangkan Ghea yang sedang sangat sedih, kehilangan sang papa beberapa tahun lalu masih meninggalkan luka didalam hati Ghea. Disaat yang bersamaan Reyhan tiba dirumah sakit bersama dengan Bram. Reyhan melihat Alya yang sedang memeluk Ghea.


"Ghea,,,! Ada apa,,,! Kenapa kamu menangis,,,,? Apa yang terjadi,,,?"


Reyhan tidak pernah sanggup melihat istrinya menangis.


"Ghea,,,!" Reyhan yang baru tiba langsung menghampiri Ghea dan Alya.


Ghea memalingkan wajahnya dan melihat Reyhan yang sedang berjalan menuju kearahnya. Ghea bangkit dan langsung memeluk Reyhan. Ghea kembali menangis didalam pelukan Reyhan.


Reyhan sempat terkejut ketika tiba- tiba Ghea memeluknya, namun Reyhan merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya Ghea memeluknya dengan begitu erat. Reyhan membalas pelukan Ghea sambil membelai rambut hingga punggungnya. Reyhan tahu perasaan Ghea pasti sangat terpukul saat ini.


"Tenang Ghe,,,! Kamu tenang ya, aku ada disini. Kamu tidak perlu khawatir" Reyhan menenangkan Ghea.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi Alya,,,,?" Tanya Reyhan.


"Tante Lidya terserempet motor dan terjatuh di tengah jalan hingga kemudian pingsan" Jawab Alya.


"Lengan tante terluka cukup dalam hingga memerlukan beberapa jahitan. Tapi kondisi tante stabil dan tante juga sudah sadar".


Reyhan terpukul mendengar jawaban Alya, ia bisa merasakan betapa bersedihnya perasaan Ghea saat ini. Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap Ghea.


"Kamu tidak apa- apa,,,?" Tanya Reyhan.


Ghea mengusap air matanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah, tenang ya,,,! Mama pasti baik- baik saja. Dokter sedang mengobati mama. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi. Ok,,,!" Reyhan kembali memeluk Ghea.


Ghea membalas pelukan Reyhan dengan erat, untuk saat ini hanya pelukan Reyhan yang bisa membuatnya merasa lebih tenang. Pelukan Reyhan memberikan kenyamanan tersendiri bagi Ghea.


Alya berpaling tidak ingin melihat adegan pelukan mesra itu.


"Ya ampun gue nggak kuat, gue nggak sanggup lagi melihat mereka berpelukan semesra itu. Bagaimana mungkin mereka bisa berpelukan ditempat umum begini sih,,,! Gue jadi risih sendiri".


"Mereka ngapain sih,,,? Nggak malu apa berpelukan di tempat umum seperti ini" Gumam Alya.


Bram yang mendengar gumaman Alya tersenyum.


"Itu biasa,,,! Tuan muda memang selalu memeluk Nona Ghea dimanapun mereka bertemu" Bisik Bram.


"Hah,,,, Serius loe,,,! Dimanapun,,,!" Alya memelototi Bram.


Bram mengangguk pelan.


"Wah,,,! Jadi loe udah sering dong jadi nyamuk diantara mereka" Alya tertawa.


"Iya begitulah. Aku harus menanggung dosa karena telah menyaksikan adegan yang seperti itu".


"Itu hanya pelukan biasa, aku malahan sudah melihat pelukan yang luar biasa".


Alya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Hah,,,! Sumpah loe,,,!" Alya terkejut.


"Tapi aku biasa saja. Tuan muda Reyhan memang suka pamer kepada orang lain".


Alya kembali tertawa


"Hahahha,,,,! Mana ada orang yang bisa biasa saja melihat adegan seperti itu. Kecuali loe nggak normal".


"Sembarangan, aku normal. Aku cukup normal. kamu mau bukti,,,?" Bram melangkah maju kearah Alya.


Alya kaget


"Loe mau ngapain,,,?"


"Mau membuktikannya kepadamu" Jawab Bram sinis.


Alya mundur dan menghidari Bram, sementara itu Bram terus menggoda Alya.


Yuda yang baru keluar dari ruang IGD terkejut melihat situasi yang sedang terjadi didepannya. Namun tatapan Yuda hanya terfokus kepada Ghea dan Reyhan yang sedang berpelukan mesra.


"Ghea,,,!" Lirih hati Yuda.


"Eheemmm,,,!" Yuda berdehem.

__ADS_1


Alya dan Bram menatap Yuda secara bersamaan, sementara itu Reyhan dan Ghea melepaskan pelukannya dan ikut memandangi Yuda. Reyhan tetap melingkari tangannya di pinggang Ghea begitu menyadari bahwa Yuda muncul dihadapan mereka. Reyhan telah tahu bahwa Yuda adalah mantan kekasih Ghea.


Ghea menatap Reyhan ingin memastikan ekspresi Reyhan ketika melihat Yuda.


"Rey,,,!" Panggil Ghea.


Reyhan membalas tatapan Ghea.


"Sudah,,, Aku tidak apa- apa,,,!" Reyhan berusaha tenang, walaupun sebenarnya ia tidak suka melihat Yuda.


Yuda sadar kehadirannya membuat suasana menjadi sangat canggung.


"Bagaimana keadaan mama, Yuda,,,? Tanya Ghea.


"Kondisi tante Lidya sudah membaik, Lukanya sudah selesai dibersihkan dan diobati. Hasil CT scan juga menunjukkan tidak ada luka dalam. Jadi tante Lidya sudah boleh pulang" Ucap Yuda.


Ghea tersenyum mendengar kondisi sang mama yang membaik.


"Mama baik- baik saja Rey,,,! Mama sudah boleh pulang".


"Iya,,,,! Mama baik- baik saja" Reyhan membelai rambut Ghea.


"Aku mau bertemu mama,,,!" Ghea melangkah menuju ruang IGD dan Alya mengikutinya dari belakang.


"Kamu urus semuanya Bram,,,! Aku akan membawa mama Lidya pulang" Perintah Reyhan kepada Bram.


"Baik Tuan muda,,,!" Bram memohon pamit dan meninggalkan Reyhan bersama Yuda.


Reyhan melangkah mendekat kearah Yuda.


"Terima kasih. Kamu telah menolong mama Lidya" Ucap Reyhan.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya melakukan pekerjaanku. Aku permisi,,,,!" Yuda pamit dan meninggalkan Reyhan, namun Reyhan menghentikannya.


"Tunggu,,,!".


Yuda menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Reyhan.


"Ada apa,,,!" Tanya Yuda.


"Aku hanya ingin mengatakan agar kamu menjaga jarak dari Ghea, istriku,,,! Aku tahu kamu pernah menemuinya akhir- akhir ini. Dan aku harap, itu yang terakhir kali" Ucap Reyhan.


"Aku akui, aku memang bertemu dengan Ghea. Tapi aku tidak punya maksud lain, aku hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian. Dan aku berharap agar tetap bisa berteman dengan Ghea" Yuda berkata dengan jujur.


"Cukup sampai disini,,,! Aku tidak ingin kamu berhubungan lagi dengan Ghea" Ucap Reyhan tegas.


Reyhan melangkah mendekat kearah Yuda


"Aku tidak suka ada orang yang mendekati istriku, siapapun orang itu. Termasuk kamu,,,!" Reyhan menunjuk dada Yuda.


"Jadi aku harap kamu ingat itu,,,!".


Reyhan berbalik meninggalkan Yuda dan menyusul Ghea ke ruang IGD. Sementara itu Yuda menatap kepergian Reyhan sambil mencengkram jemari tangannya. Perasaan Yuda kacau, ia marah dan benci pada dirinya sendiri yang telah meninggalkan Ghea dan melepaskannya dengan pia lain.


**Bersambung,,,!!!


Like


Comment


Share

__ADS_1


🙏**


__ADS_2