Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Memulai Hidup Yang Baru


__ADS_3

Sehari paska acara pernikahan Reyhan dan Ghea berlalu. Hari ini merupakan hari terakhir mereka dihotel dan harus kembali kerumah masing- masing. Sebelum pulang kerumah mereka menikmati makan siang bersama untuk terakhir kali.


Reyhan dan keluarganya sedang menikmati makan siang bersama, mereka saling bercanda tawa satu sama lain.


"Kalian akan tinggal dimana Rey,,,?" Tanya Oma.


"Ibu kenapa bertanya seperti, ya pasti Reyhan dan Ghea akan ditinggal dirumah, ya kan Rey,,,!" Jawab mami Rita.


"Mereka lebih baik tinggal bersama saya. Ghea masih harus banyak belajar untuk menjadi seorang istri yang baik bagi Reyhan" Ucap Mama Lidya.


"Saya bisa mengajari Ghea mbak,,,! Ghea adalah gadis yang hebat, dia pasti bisa belajar dengan cepat" Balas Mami Rita.


"Tapi Ghea pasti lebih nyaman belajar sama saya, sayakan mamanya. Jadi dia bisa belajar dengan lebih baik" Mama Lidya tidak mau mengalah


"Tapi saya kan juga bisa mbak,,,!".


"Tapi Ghea akan lebih nyaman bersama saya".


Ghea menatap mamanya dan mami secara bergantian, ia mau menyela tapi tidak tahu harus bilang apa.


"Sudah kalian tidak perlu rebutan seperti itu, biarkan mereka yang memilih. Mereka pasti sudah menentukan pilihan yang terbaik untuk mereka berdua" Ucap Oma bijak.


"Iyah, benar Oma. Mami apaan sih,,,! Mas Rey dan kakak ipar pasti sudah punya rencana sendiri" Ucap Raya.


Reyhan yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara :


"Mam,,,! Ma,,,,! Reyhan senang mami dan mama sudah menjaga kami dengan baik dan telah mendukung kami selama ini. Sekarang kami sudah menikah, kami ingin merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Hidup sendiri dan ingin mandiri".


Reyhan menggenggam tangan Ghea diatas meja.


"Kami berdua akan tinggal di apartemen. Kami benar- benar ingin menikmati waktu berdua. Ghea tidak perlu belajar apa- apa lagi, dia gadis yang hebat. Hanya Ghea yang mampu membuat Reyhan menjadi seperti mam,,,,! Mami tahu itukan,,,!".


"Kamu setuju kan Ghe,,,?" Tanya Reyhan.


Ghea sebenarnya lebih suka tinggal bersama sang mama, namun ia tidak mungkin melibatkan sang mama dalam menghadapi masalahnya terus. Ghea juga tahu keputusan Reyhan adalah yang terbaik untuk mereka saat ini.


"Iya mama,,, mami,,,,! Ghea setuju dengan Reyhan. Kami pasti bisa hidup mandiri" Ucap Ghea.


Mama Lidya dan mami Rita akhirnya setuju dengan keputusan Reyhan dan Ghea. Mereka hanya bisa mendo'akan kebahagiaan Reyhan dan Ghea.


~


Reyhan dan Ghea tiba diapartement, Ghea mengikuti Reyhan masuk kedalam apartement mereka. Sekali lagi Ghea sangat kagum dengan semua perabotan dan desain interiornya.

__ADS_1


Tata ruang apartement itu tersusun dengan begitu rapi. Ruang masuk 'Genkan' menjadi ruang pertama yang harus dilewati ketika masuk kedalamnya.


"Waw,,,keren,,,!!!" Ghea begitu takjub melihat desain apartement tersebut.


"Kamu suka,,,,?" Tanya reyhan


"Emmm,,,! Iya".


Ghea memandangi seluruh ruangan, melihat setiap sudut dan akhirnya berjalan kearah jendela, ia membuka jendela tersebut dan berjalan menuju balkon yang memperlihatkan pemandangan ibu kota dari atas ketinggian.


"Wah,,,!".


Reyhan tersenyum melihat Ghea, ia tahu Ghea sangat menyukai tempat tersebut.


"Bram memang bisa diandalkan. Seleranya cukup bagus".


"Kita bisa melihat Sunrise kan,,,?" Tanya Ghea yang masih memandang keluar.


"Iya, tapi tidak sebagus divilla" Jawab Reyhan.


Ghea kembali masuk kedalam dan berkeliling lagi, ia melihat dapur, ruang tamu, ruang kerja dan terakhir masuk kedalam kamar. Kamar tidur terlihat sangat luas, didalamnya terdapat kamar mandi dan ruang pakaian 'closet'.


Ghea memeriksa kamar mandi yang ternyata juga cukup luas dan nyaman, didalamnya telah dipenuhi berbagai macam peralatan mandi. Selesai kamar mandi Ghea melihat ruang pakaian


"Waw,,, Luar biasa,,,!" Ghea terkejut melihat lemari yang penuh dengan pakaian yang telah tersusun rapi.


Namun tiba- tiba ia ingat sesuatu


"Oh iya,,, koper- koperku dimana,,,,?"


Ghea baru ingat kopernya tidak ada.


"Kopermu sudah aku kembalikan kerumah mama. Kamu tidak membutuhkannya lagi" Jawab Reyhan.


"Apa,,,,! Kenapa dikembalikan ke rumah mama. Barang- barang aku ada dikoper itu semua. Sekarang aku harus pakai apa,,,,?".


Reyhan membuka sebuah lemari pakaian


"Ini,,,! Semua yang ada didalam lemari ini milikmu. Dan juga lemari yang itu dan itu" Reyhan menunjukkan lemari yang lainnya.


Ghea menutup mulutnya dengan tangan, ia tidak bisa berkata- kata.


"Semuanya,,,,!" Tanya Ghea

__ADS_1


Reyhan mengangguk " Iya,,,".


Ghea melihat semua lemari itu, didalamnya terdapat pakaian, tas, sepatu dan juga aksesoris bahkan barang- barang kebutuhan kewanitaannya juga ada.


"Aku tidak tahu harus bilang apa,,,! Senang, sudah pasti, tapi ini sudah sangat berlebihan. Apa aku akan terkurung disini selamanya,,,,? Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku belum siap,,,!".


Ghea menatap Reyhan yang dari tadi melihatnya, ia memalingkan wajahnya menghindari tatapan Reyhan. Melihat raut wajah Ghea yang berubah, Reyhan mendekat


"Kenapa,,,? Ada masalah,,,?".


Reyhan meraih wajah Ghea dan memalingkan kehadapannya, ia menatap Ghea yang masih berusaha membuang pandangan.


"Ada apa,,,,? Emmm,,,! Ada yang tidak kamu sukai,,,,? Katakanlah, aku akan menyiapkannya".


Ghea akhirnya menatap Reyhan, mata mereka bertemu


"Ini terlalu berlebihan Rey,,,! Aku tidak bisa menerima semua ini" Ucap Ghea.


"Kenapa,,,! Ada yang salah,,,!".


"Nggak,,, hanya saja semua ini terlalu berlebihan. Aku nggak mungkin bisa menerimanya. Sudah terlalu banyak yang kamu berikan Rey,,,! Aku bahkan belum memberikan apapun untuk kamu" Ucap Ghea.


Reyhan meraih tangan Ghea dan menggenggamnya erat


"Ghe,,,! Kamu adalah istriku. Aku memberikan Semua ini untukmu, untuk istriku, untuk gadis yang telah bersedia menikah denganku walaupun ia baru mengenalku".


Reyhan menghembuskan nafasnya dan kembali berkata :


"Aku tidak butuh apapun, aku hanya ingin kamu selalu berada disampingku dan tidak akan pernah meninggalkanku".


"Tapi Rey,,,, aku belum,,," Telunjuk Reyhan menempel dibibir Ghea membuat kata- kata Ghea terhenti. Reyhan tahu Ghea belum siap untuk menjadi istrinya yang sesungguhnya.


"Aku tahu. Aku tidak akan memaksamu. Aku akan menunggu,,,! Jadi kamu tidak perlu memikirkan apapun. Kita jalani saja dengan santai. Ok,,,!"


"Ok,,,!" Ghea lega, ia tidak menyangka Reyhan akan sebijak itu.


"Kamu pasti capek,,,, Beristirahatlah. Aku keluar sebentar" Ucap Reyhan.


Ghea mengangguk. Reyhan keluar kamar dan melangkah menuju meja kerjanya.


Ghea duduk disofa dan memandangi seisi kamar.


"Baiklah Ghea,,,! Inilah hidupmu yang baru. Kamu harus siap menjalaninya. Apapun yang akan terjadi, kamu harus kuat dan tetap bertahan. Kamu pasti bisa Ghea,,,,!".

__ADS_1


Dan akhirnya kehidupan yang baru akan dijalani Reyhan dan Ghea. Mereka akan mengarungi lautan yang sangat luas hingga badai yang akan mereka hadapi juga akan sangat besa. Mereka harus siap menghadapi berbagai permasalahan yang akan muncul dalam kehidupan rumah tangga mereka.


Bersambung,,,,!!!


__ADS_2