Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Salah Paham #1


__ADS_3

Ghea membersihkan sisa- sisa makanan yang baru saja ia makan sekaligus mencuci peralatan dapur yang ia pakai untuk memasak. Hari ini Ghea makan malam sendiri karena Reyhan harus menemui rekan kerjanya dan akan pulang larut malam.


Setelah selesai membereskan dapur, Ghea menuju ke kamar untuk mengambil tasnya kemudian kembali keluar dan duduk disofa sambil memeriksa isi tasnya. Ghea mengeluarkan setumpuk kertas kemudian ia langsung sibuk dengan rutinitasnya yaitu mengentri laporan kedai sop tulang sapinya.


"Sepertinya ucapan Reyhan ada benarnya juga. Aku harus mengatur ulang manajemen kedai agar tersusun rapi dan lebih efesien. Aku tidak mungkin mengentri data dan laporan ini tiap malam".


Ghea menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil sesekali melirik ke arah pintu.


Entah kenapa saat ini sepertinya ia sangat merindukan Reyhan.


"Reyhan lagi ngapain ya,,,? Kok nggak ada kabar,,,? Dia lagi dimana sekarang,,,?".


Ghea meraih ponselnya hendak menghubungi Reyhan namun ia kalah cepat, ponselnya berdering dan nama Reyhan muncul dari layar.


"Apa ini,,,! Kenapa malah dia yang nelfon,,,!" Ghea menarik nafas berusaha untuk tenang.


"Hallo,,,,!" Sapa Ghea.


"Hallo Ghe,,,! Kamu lagi apa,,,?"


"Emm,,,,! Aku lagi mengentri laporan".


"Kasian,,,,! Kamu pasti capek ya mengentri laporan itu sendirian. Tunggu aku ya,,,! Aku akan pulang sekarang".


Ghea tersenyum kegirangan mendengar Reyhan akan segera pulang.


"Kamu akan pulang sekarang,,,? Memang sekarang kamu dimana,,,?".


"Aku masih dijalan, mungkin tiga puluh menit lagi nyampek. Kenapa,,,? Kamu kangen ya,,,?".


Tiba- tiba wajah Ghea tersipu merah, kalau saja Reyhan melihat wajah Ghea yang sedang merona seperti itu, ia pasti akan menjadi bulan- bulanan kejahilan Reyhan. "Kangen,,,!" Mungkin Reyhan benar Ghea memang sedang kangen kepadanya.


"Apaan sih,,,!".


"Hahaha,,,! Wajahmu sekarang pasti lagi merah merona. Aku jadi tidak sabar ingin ketemu kamu".


Reyhan terus menggoda Ghea.


"Sudah ah,,,! Aku masih punya banyak kerjaan nie".


Ghea terdiam, ia ragu untuk melanjutkan kata- katanya.


"Kamu hati- hati ya,,,!".


"Eemmm,,,! Iya sayang,,,,!" Reyhan terdiam sejenak.


"Ghea,,,!".


"Iya,,,,!"


"Aku kangen,,,! Kangen banget,,,! Kamu kangen nggak sama aku,,,?".


"Eeemmm,,,!".


"Eemmm apa,,,,?".


"Iya,,,!".


"Iya apa,,,!"


"Rey,,,,! Aku tutup nie telfonnya".


"Sebentar Ghe,,,! Aku cuma mau dengar. Kamu kangen nggak,,,?"


"Iya,,, Kangen,,,!".


Ghea benar- benar tersipu malu.


"Apa,,,,! Kamu bilang apa,,,?".


"Hm,,,! Aku juga kangen, suamiku,,,!".


"Hm,,,! Awas kamu ya,,,! Kamu mulai merayuku lagi. Kamu akan menanggung akibatnya,,,,! Hahaha,,,! Ya udah tungguin aku ya,,,! Bey,,,!".


"Eemmm Iya, Bey,,,!".


Ghea menutup telfonnya sambil bergumam


"Hah,,,! Siapa juga yang lagi merayunya. Jelas- jelas dia sendiri yang mulai".


Ghea meletakkan ponselnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya kembali. Selang beberapa menit kemudian ponselnya kembali berdering dan kini pesan chat yang masuk. Ghea memeriksa pesan chat tersebut ternyata dari sahabatnya.


Chat The Girls

__ADS_1


"Night girls,,,! Udah pada tidur belum,,,?" Naima.


"😴" Alya.


"Apaan sih loe Al,,,? Kalau udah tidur nggak usah ikut- ikutan" Naima.


"😂" Alya


"😘" Ghea


"Ghea,,,! Gue kangen,,,!" Naima


"Biasa aja dong, nggak usah lebay" Alya


"Alya. Apaan sih,,,! Loe nyahut aja,,,!" Naima.


"Emang kenapa,,,? Masalah buat loe,,,! Ini saluran group, bukan japri,,,!" Alya.


"😂" Ghea.


"Ghea,,,! Gue butuh loe,,,! Gue pengen curhat Ghe" Naima.


"Nggak usah peduliin Naima, Ghe. Palingan dia mau curhat tentang Miko lagi" Alya.


"Kenapa lagi Nai,,,! Loe putus lagi sama Miko,,,?" Ghea.


"Kok loe tahu Ghe,,,! Loe emang sahabat gue yang paling hebat" Naima.


"Gue yang bilang sama Ghea,,,!Jadi gue yang hebat" Alya


"Udah- udah kalian berdua jangan ribut terus. Gue minta maaf ya, gue nggak bisa lanjutin chat ini. Kerjaan gue masih banyak" Ghea.


"Yah Ghea,,,! Tega benar sih,,,? Gue pengen curhat Ghe,,,!" Naima


"😜" Alya.


"Masalah ini nggak bisa diobrolin di chat Nai, kita harus ketemu langsung" Ghea.


"Setuju,,,!" Alya


"Ada hal yang harus gue dan Alya omongin sama loe. Jadi kita harus ketemu langsung. Ok" Ghea.


"👌" Alya


"Nanti gue kabari lagi" Ghea.


"Ok,,,,!" Naima.


Ghea meletakkan ponselnya kembali.


"Masalah loe rumit Nai,,,! Loe nggak akan pernah bisa lepas dari Miko, kalau loe nggak bisa tegas sama dia".


Hubungan Naima dan Miko memang sangat sulit untuk dipahami, mereka saling mencintai namun juga saling menyakiti satu sama lain. Ghea masih memikirkan Naima dan Miko sehingga tidak menyadari pintu rumahnya terbuka.


Reyhan masuk kedalam rumah dan melihat Ghea yang sedang melamun. Reyhan tersenyum dan sifat isengnya kembali muncul. Perlahan Reyhan berjalan mendekati Ghea dan,,,


"Dhorrr,,,!" Reyhan mengejutkan Ghea.


"Aaaaaa,,,,!" Ghea terkejut sambil mengelus dadanya.


"Reyhan,,,!".


Ghea berdiri dan langsung mencubit pinggang Reyhan.


"Kamu apa- apaan sih,,,! Aku kaget tahu".


"Awww,,,! Sakit Ghea,,,,!" Ucap Reyhan.


"Kamu yang salah, kenapa suami pulang nggak disambut,,,!".


Ghea menundukkan kepalanya.


"Maaf,,, Aku tidak sadar kalau kamu sudah pulang".


Reyhan meraih tangan Ghea dan menarik kedalam pelukannya.


"Aku juga minta maaf karena sudah membuat kamu kaget. Maaf ya,,,!".


"Iya,,,! Nggak apa- apa,,,?".


Ghea melepaskan pelukannya dan menatap Reyhan.


"Kamu sudah makan,,,?".

__ADS_1


"Sudah,,,! Aku sudah makan sama Bram tadi".


Ghea mengendus mencium aroma aneh di baju Reyhan.


"Kamu merokok ya,,,?".


Reyhan ikut mencium bajunya.


"Nggak,,,! Memangnya aku bau rokok,,,?"


"Iya,,, Bau banget,,,!".


"Masa sih,,,!" Reyhan kembali mencium bajunya.


"Kamu yakin nggak merokok,,,?" Tanya Ghea masih belum percaya kalau Reyhan tidak merokok.


"Nggak sayang,,,,! Aku nggak merokok,,,! Memangnya selama ini kamu pernah lihat aku merokok,,,?".


Ghea terdiam.


"Kamu mau bukti,,,?"


Reyhan memengang dagu Ghea dan memberikan sebuah kecupan. Kecupan yang lembut namun dalam hingga Ghea dapat merasakan hembusan nafas Reyhan dan mencium aroma mulutnya.


Reyhan melepaskan ciumannya dan berkata :


"Kamu sudah membuktikannya sendirikan. Apa kamu mencium aroma rokok dimulutku,,,?"


Ghea menggelengkan kepalanya.


"Terus bau ini dari mana,,,?".


"Eemm mungkin dari klien aku. Beliau memang perokok berat".


Ghea akhirnya percaya kalau Reyhan memang tidak merokok.


"Ya sudah, kamu pasti capek. Kamu ganti pakai dulu abis itu mandi".


"Baiklah,,, Aku mandi dulu" Reyhan mengecup pipi Ghea kemudian melangkah menuju ke kamar.


Ghea tersenyum.


Beberapa menit kemudian Reyhan selesai mandi dan sudah memakai piyama, ia menyusuk Ghea yang masih berada di ruang tamu. Reyhan melihat Ghea yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ghea,,,! Sudah larut malam. Kamu tidak tidur,,,?" Reyhan duduk di samping Ghea.


"Aku selesaiin ini dulu, kamu tidur saja duluan. Kamu pasti capekkan,,,?" Ucap Ghea.


"Aku mau tidur sama kamu,,,!" Reyhan memeluk Ghea dari belakang sambil meletakkan dagunya diatas bahu Ghea.


"Tapi aku belum mengantuk Rey,,,! Percuma juga aku tidur kalau mataku belum mengantuk".


"Kamu selalu berkata seperti itu,,,! Aku sudah tidak mau mendengarnya lagi" Reyhan melepaskan pelukannya dan menarik tangan Ghea.


"Ayo,,,! Kamu harus tidur".


Akhirnya Ghea mengikuti keinginan Reyhan, ia bangun dan ikut masuk ke dalam kamar bersama Reyhan. Reyhan menarik selimut kemudian naik keatas ranjang dan Ghea juga ikut naik keatas ranjang. Lampu kamar sudah dimatikan dan mereka siap untuk menuju ke alam mimpi.


Seperti biasa Reyhan tidur sambil memeluk Ghea dari belakang, ia telah terlelap menuju alam mimpi namun tidak dengan Ghea. Ghea kembali gelisah dan kali ini tubuhnya ikut bergetar.


"Perasaanku tidak enak, aku terus gelisah. Aku tidak akan bisa tidur kalau seperti ini terus,,,! Aku harus minum obat".


Ghea melepaskan pelukan Reyhan pelan kemudian langsung bangun dan berjalan keluar kamar. Ghea meraih tasnya dan mengambil botol obat yang biasa ia minum, kemudian melangkah menuju dapur dan menuangkan segelas air.


Ghea menuangkan obat di telapak tangannya.


"Dua,,,! Aku butuh dua butir malam ini,,,!".


Dua butir obat sudah berada didalam telapak tangan Ghea dan siap untuk ditelan namun tiba- tiba sebuah tangan menggenggam lengan Ghea dan menghentikannya.


"Apa yang kamu lakukan" Reyhan menatap Ghea.


"Rey,,,,,!!!".


**Bersambung,,,!!!


Like


comment


share


vote**

__ADS_1


__ADS_2