
Udara dipagi hari memang sungguh menyegarkan. Butiran embun yang membasahi bumi membuat cuara terasa sejuk dan dingin, membuat siapa saja terbuai dengan kehangatan yang diberikan selimut.
Ghea mengikat tali sepatunya dengan erat, kemudian melakukan pemanasan dengan beberapa gerakkan ringan. Setelah merasa cukup, Ghea lanjut berlari keluar rumahnya.
Jogging menjadi rutinitas faforit Ghea. Ghea selalu menyempatkan dirinya untuk jogging walaupun tidak setiap hari. Ia tidak menyukai olah raga berat yang menguras banyak tenaga.
Hari ini Ghea segaja bangun lebih awal untuk bisa jogging di sekitar rumahnya serta keliling komplek. Ghea tinggal di perumahan dinas pegawai negeri sipil. Kedua orang tuanya merupakan Pegawai negeri. Almarhum papanya bekerja di kantor wali kota, sedangkan mamanya bekerja didinas pendidikan.
Ghea berlari dari rumahnya menyusuri jalan komplek. Ada sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari komplek tersebut dan Ghea sering jogging disana. Tapi hari ini Ghea tidak punya waktu untuk ketaman itu, karena harus pergi kepasar lagi setelah selesai jogging.
Ghea melihat timer, Empat puluh menit berlalu. Ia merasa joggingnya cukup untuk hari itu. Ghea kembali kerumahnya dan melakukan pendinginan sebelum mandi.
Istirahat selesai, Ghea membersihkan diri dan menikmati kesegaran air yang mengalir di sekujur tubuhnya.
Tak butuh waktu lama, Ghea selesai mandi dan telah berpakaian. Ghea menyisir rambut hitam panjangnya dan kemudian mengkuncir rambutnya keatas. Dengan rambut yang dikuncir begitu membuat penampilannya menjadi tomboy hingga kesan juteknya terlihat jelas.
Jika dilihat sekilas Ghea memang memiliki garis wajah yang jutek. Namun siapa yang akan menyangka kalau ia berhati lembut dan tulus. Ghea sangat mudah bersimpati terhadap orang lain, tapi dengan cara jutek khas miliknya.
~
Mama Lidya terlihat anggun dengan pakaian dinasnya. Sesekali melihat jam di tangannya dan berdesah ringan.
"Ghea,,,,!" memanggil putrinya.
"Ghea cepat dong, mama bisa telat ini.
Suara pintu terdengar dan Ghea berjalan keluar dengan tergesa- gesa.
"Iya iya Ghea udah siap nih" Jawab Ghea.
Ghea keluar dan berdiri dihadapan mama Lidya.
Mama Lidya memandangi putrinya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Rambut dikuncir keatas, baju kaos pakai atasan kemeja, celana jins, sepatu sneker pakai ransel. Ini mau naik gunung atau bagaimana ni,,,!" gumam mama Lidya
"Kamu nggak ada baju lain Ghe,,,,!" komentar Mama Lidya seakan bosan melihat sang putri memakai pakaian dengan gaya yang sama setiap hari.
"Emang kenapa ma,,,?" Tanya Ghea santai
"Emang kenapa,,, emang kenapa. Kayak preman tahu nggak sih. Kayak nggak ada baju yang lain aja".
Mama Lidya geleng- geleng.
"Anak perempuan masa gayanya begitu. Pakai kaos, pakai jins. sekali- kali pakai dress dong Ghe".
"Ih mama ini apaan sih. Masa kepasar pakai dress. Nggak cocok tahu nggak". Ghea menjawab ketus.
Ghea paling sebel kalau mamanya udah mulai komentar tentang penampilannya.
__ADS_1
"Jadi ikut apa nggak,,? Ntar ditinggal nih" Ancam Ghea.
Mama Lidya geleng- geleng kepala.
"Apa dulu kamu salah cetakan ya,,,!" tersenyum tipis
Hari ini mama Lidya pergi ke kantor diantar Ghea. Padahal Mama Lidya punya motor sendiri tapi karena ban motornya bocor jadinya ia ikut nebeng bareng Ghea.
~
Setelah berpacu dengan waktu hingga memastikan mamanya tidak terlambat, akhirnya mereka tiba di kantor dinas mama Lidya.
Mama Lidya turun dari motor dan membuka helmnya kemudian menyerahkan kepada Ghea. Ghea meraih helm dan meletakkan dibawah jok. Mama Lidya mengelus pipi sang putri sambil tersenyum.
"Hati- hati di jalan ya sayang. Jangan ngebut. Ini bukan arena balap".
"Iya ma,,,!" Ghea meraih tangan mama Lidya untuk salam.
"Kalau nanti di pasar ada preman yang ngangguin kamu, langsung jitak aja kepalanya, habis itu teriak dan lari" Ucap mama Lidya
"Ya mama, yang benar dikit dong sarannya" tawa Ghea.
"Ghea lanjut ya ma. Mama juga jangan terlalu capek. Ghea males mijitnya" canda Ghea berlalu pergi.
Mama Lidya melepas kepergian Ghea dengan senyuman. Lama memandang kedepan hingga Ghea menghilang dari pelupuk mata. Menghela nafas panjang seperti ada beban yang menekannya.
Lima belas menit kemudian Ghea telah sampai dipasar. Dengan langkah cepat Ghea langsung masuk kedalam pasar dan menuju ke tukang daging langganannya. Potongan tulang sapi, buntut sapi dan iga sapi menjadi pilihannya.
Sambil menunggu bapak pedagang daging membereskan pesanannya, Ghea melangkah menuju pedagang sayur. Aneka sayur yang menjadi pelengkap masakannya dibeli dengan harga yang sangat miring (maklum langganan).
Tidak lupa bumbu pelengkap juga dibeli.
Setelah memastikan belanjaannya lengkap Ghea Kembali ke pedagang daging dan mengambil pesanannya.
Belanja selesai dan sekarang berangkat menuju warung Sop Tulang Sakura.
~
Waktu makan siang selesai dan warung telah sepi. Ghea kembali merebahkan tubuhnya di kursi bambu untuk meluruskan otot- ototnya yang kaku. Senyum terukir jelas diwajah Ghea dan disambut oleh para karyawannya.
Mereka bersyukur sop tulang buatan mereka sangat digemari oleh para pegawai dan pelanggan yang lainnya.
Sementara itu diujung jalan dua pasang mata menatam tajam kearah ruko Ghea. Tatapannya kurang bersahabat dan terkesan jengkel, serta mulut yang tidak berhenti mencibir.
"Kita nggak bisa tinggal diam pak" Ucap sang istri kepada suaminya.
Disambut dengan anggukan sang suami.
"Lihat itu, warung mereka tambah ramai dari hari ke hari. kalau begini terus warung kita bakal bangkrut pak"
__ADS_1
"Kita harus melakukan sesuatu pak, ibu sudah tidak tahan". Teriak sang istri.
" Tenang bu, tenang. Kita harus memikirkan langkah yang tepat untuk menghadapi mereka" Hibur sang suami
"Mau tenang bagaimana lagi pak,,!. Warung sepi, dagangan nggak laku dan harga sewa ruko naik lagi. Kita harus bagaimana sekarang". Istri terlihat putus asa
" Sabar bu,,,! Nanti kita cari solusi bersama" Sang Suami menenangkan istrinya.
Begitulah dunia bisnis, ada yang meraih keuntungan dan ada juga yang mendapatkan kerugian. Kerasnya persaingan membuat mereka harus mencari ide yang lebih kreatif untuk memasarkan produk mereka. Tidak ada yang dapat menjamin sebuah kesuksesan. Dibutuhkan usaha dan kerja keras serta semangat pantang menyerah.
Tentu saja Ghea tidak menyadari kalau ada beberapa pihak yang merasa dirugikan dari keberhasilan usahanya. Beberapa pedagang melihat keberhasilan Ghea tidaklah wajar. Mereka menganggap usaha Ghea terlalu cepat berkembang padahal ia baru memulai berbisnis di daerah tersebut satu tahun yang lalu.
Sedangkan mereka yang sudah terlebih dahulu berbisnis terlihat biasa- biasa saja dengan omset yang standar bahkan ada beberapa yang masih jalan ditempat.
Lokasi gedung ruko tersebut berada di kawasan perkantoran dan perusahaan besar, hingga menjadi tempat paling strategis untuk membuka usaha terutama di bidang kuliner.
Ruko dua lantai yang memiliki panjang 200 meter itu menjadi tempat beberapa pedagang menggangtungkan hidup merais rejeki dengan menjajakan berbagai jenis dagangan.
Mulai dari perkakas alat tulis, foto copi, pernak- pernik hingga aneka jajanan dan kuliner.
Dan bisnis kuliner yang mendominasi usaha tersebut. Berbagai jenis olahan makanan yang di tawarkan, mulai dari aneka roti, jajanan bakso dan somay, nasi padang, soto dan sate, sop tulang, berbagai olahan mie, dan olahan ayam dengan berbagai cara pengolahan (bakar, goreng, geprek, dsb).
Oleh karena itu daerah tersebut menjadi spot faforit para karyawan kantoran dan pegawai lainnya untuk menikmati makan siang mereka karena begitu banyak jenis kuliner yang menggugah selera serta dengan harga yang terjangkau.
Ruko Ghea memang berbeda. Ghea mendekor ruko tersebut dengan gaya kekinian dan ista-nebel yang sedang di gemari saat ini. Pelanggan tidak hanya dapat menikmati makanannya tetapi juga dapat bergaya diberbagai sudut ruko yang didekor sangat nyaman dan kreatif.
Banyak pelanggan yang memposting foto mereka di sosial medianya masing- masing, sehingga menjadi salah satu sarana promosi tidak langsung bagi bisnis Ghea. Hal itulah dimanfaatkan Ghea untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan yang lebih baik lagi. Ghea lebih bersemangat dalam menjalankan bisnis dan mengembangkan ide- ide baru yang lebih fres.
Perjalanan Ghea masih panjang dan ia masih jauh dari kata sukses. Butuh usaha dan kerja keras lebih untuk meraih kesuksesan yang ia impikan selama ini.
Bersambung,,,,!
Teman- teman bantu vote dong
agar autor lebih semangat untuk nulis
🙏🙏
Kisah ini memang sangat ringan
karena autor tidak suka cerita yang ribet
pusing,,,, 🤕
Dan ini baru permulaan
Karena kisah yang sesungguhnya akan segera dimulai,,,,,
See Uuu,,,,,
__ADS_1