Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Morning Kiss


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari baru mulai mengintip dari balik fajar. Beberapa orang sudah mulai beraktifitas, begitu juga dengan Ghea. Ia sedang jogging ditaman apartementnya, keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya. Sebenarnya ada beberapa fasilitas yang disediakan di apartement tersebut, mulai dari lapangan futsall, basket, tempat fitness, ruang spa dan juga kolam renang.


Namun Ghea tidak suka memakai fasilitas itu, karena merasa tidak cocok baginya. Hari ini Ghea mulai berolah raga kembali setelah satu minggu absen, sudah lama ia tidak menikmati hobbynya itu. Ghea memang lebih menyukai jogging dari pada olah raga berat lainnya.


Seperti biasa empat puluh menit sudah cukup untuk membakar lemak ditubuhnya. Ia memutuskan kembali ke apartementnya. Begitu masuk apartement Ghea melihat Reyhan yang sedang kebingungan mencari sesuatu.


"Kamu lagi ngapain Rey,,,?" Tanya Ghea.


Reyhan yang baru menyadari kedatangan Ghea langsung memeluknya. Ghealah yang sedang ia cari.


"Kamu dari mana saja Ghe,,,,! Aku mencari kamu kemana- mana. Aku hampir lapor ke petugas keamanan" Reyhan memburu Ghea dengan berbagai pertanyaan.


Ghea terkejut karena Reyhan memeluknya mendadak, ia juga risih karena tubuhnya penuh dengan keringat.


"Lepasin Rey,,,! Lepasin aku dulu. Aku berkeringat. Kamu tidak mencium bau keringatku,,,!".


Reyhan baru menyadari tubuh Ghea basah, ia melepaskan pelukannya dan menatap Ghea. Keringat terlihat bercucuran dari wajah jatuh keleher dan dan mengalir keseluruh tubuh Ghea.


"Kamu habis dari mana,,,? Kenapa baju kamu basah,,,,?" Tanya Reyhan.


"Aku habis jogging dibawah, makanya aku keringetan. Kamu jangan dekat- dekat, aku bau keringat" Ghea mundur menjauh dari Reyhan.


Reyhan tersenyum ketika Ghea menjauh darinya, ia menatap wajah Ghea yang penuh dengan keringat itu.


"Kenapa kamu terlihat semakin cantik walau dengan wajah yang penuh keringat,,,,! Ah Ghea,,, Aku benar- benar tergoda".


Reyhan maju dan memeluk Ghea kembali hingga Ghea kembali kaget.


"Rey,,,! Kamu mau apa lagi,,,? Lepasin Rey,,,,!" Ghea berontak ingin melepaskan diri.


"Sebentar Ghe,,,! Aku hanya ingin memelukmu sebentar. Kamu tahu, aku suka aroma ini. Asem- asem kecut,,,!" Goda Reyhan.


"Rey,,,!!!" Ghea mendorong tubuh Reyhan.


"Sudah tahu asem, kenapa masih mau memeluk,,,?".


"Karena aku suka, hehehehe,,,?".


"Ih dasar,,,!".


Ghea berlari kekamar mandi dan meninggalkan Reyhan yang masih tertawa geli itu. Selang beberapa lama Ghea selesai mandi dan kini sudah berpakaian. Ia keluar kamar dan menuju dapur.


Reyhan juga sudah rapi dengan setelan jasnya. Ia menatap Ghea yang telah berganti pakaian dengan rambut panjangnya yang terurai karena masih basah.


Ghea duduk disamping Reyhan dan mulai menikmati sarapannya bersama Reyhan.


"Kamu suka jogging,,,?" Tanya Reyhan


"Emm, Iya,,,,!" Jawan Ghea

__ADS_1


"Sejak kapan,,,,?"


"Dari dulu. Mungkin sejak kuliah. Kenapa,,,? Kamu nggak suka jogging,,,,?" Tanya Ghea


"Suka,,! Tapi tidak terlalu".


"Terus olah raga apa yang kamu suka,,,?"


Reyhan mengunyah makanan sambil berfikir.


"Renang. Aku suka berenang".


"Wah,,, pantas badannya seksi begitu. ternyata Reyhan hobby berenang. Hehehehe jadi pengen lihat tubuhnya yang terbungkus pakaian renang".


Pikiran mesum Ghea mulai kumat. Sebenarnya hanya pikiran Ghea yang berani berpikir mesum, tetapi kalau dengan tindakan Ghea tidak akan pernah berani.


Melihat Ghea terdiam, Reyhan sepertinya tahu apa yang ada dipikirannya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan,,,? Kamu lagi berpikir mesum ya,,,? Iya kan,,,?".


"Apaan sih,,,? Jangan asal tuduh dong,,,!".


"Kalau kamu begitu penasaran, aku akan menunjukkannya kepadamu. Coba kamu sebutkan, bagian mana yang membuatmu begitu penasaran,,,?" Reyhan menggoda Ghea.


Wajah Ghea memerah mendengar ucapan Ghea, ia menjadi salah tingkah.


Ghea berdiri dan berjalan disamping Reyhan yang sedang menikmati sarapannya, namun tiba- tiba Reyhan meraih tangan Ghea hingga membuat Ghea berhenti.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku,,,!"


Tangan Reyhan melingkar dipinggang Ghea. Ghea kembali terkejut dengan perlakuan Reyhan.


"Rey,,,!" Panggil Ghea


"Emmm,,,!"


"Kamu ngapain,,,?" Ghea mulai merinding karena ia merasakan sesuatu menyentuh leher belakangnya.


Reyhan mencium aroma tubuh Ghea


"Wangi,,,,!".


"Rey,,,! Lepasin".


"Sebentar Ghea,,,! Aku suka aroma ini" Reyhan kini mencium rambut Ghea yang masih basah.


Ghea mendorong tubuh Reyhan dan menatapnya.


"Kamu nggak konsisten Rey, Tadi kamu suka keringatku sekarang kamu suka aroma tubuhku. Sebenarnya apa yang kamu suka,,,?".

__ADS_1


"Cup,,,!" Reyhan mencium bibir Ghea.


Ghea melotot melihat Reyhan yang mencium Bibirnya.


"Rey,,,!" Ghea menutup mulutnya.


"Kenapa,,,? Kamu kan tadi bertanya, apa yang aku suka".


Reyhan melangkah maju sementara Ghea mundur, ia terus mundur hingga sebuah meja menghentikannya. Reyhan berdiri tepat didepan Ghea kemudian memajukan wajahnya dan membisikan sesuatu.


"Aku suka kamu,,,,!" Reyhan tersenyum.


Reyhan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Ghea dan kini bibir Reyhan telah menempel di bibir Ghea. Ghea menutup mata, jantungnya mulai berdebar kencang.


Reyhan mencium bibir Ghea dengan lembut, sangat lembut hingga Ghea benar- benar seperti sedang melayang.


Perlahan Reyhan menghisap bibir Ghea kemudian dilepaskan dan kembali mengulum lembut bibir atas kemudian bibir bawah begitu seterusnya hingga beberapa kali. Kemudian Reyhan melepaskan ciumannya karena Ghea seperti kehabisan nafas.


Ghea menghembuskan nafasnya yang ia tahan dari tadi. Ghea menatap mata Reyhan yang sedang menatapnya penuh gairah.


"Rey,,,!" Panggil Ghea


"Kenapa,,,? Tidak boleh,,,?" Tanya Reyhan


Tanpa menunggu jawaban Ghea, Reyhan kembali mengulum bibir Ghea dan kini terasa lebih dalam. Reyhan terus ******* habis bibir Ghea yang mulai sedikit terbuka dan mulai memberikan balasan. Ghea merasakan jantungnya berdebar sangat kencang bahkan semakin lama semakin kencang, ia benar- benar tidak dapat menolak perlakuan yang diberikan Reyhan.


Adengan itu berlangsung beberapa menit hingga akhirnya Reyhan benar- benar melepaskan Ciumannya. 'Puas',,,,! tentu saja tidak. Reyhan ingin melanjutkan adengan selanjutnya, namun ia harus menahan diri karena ia tahu Ghea sudah sangat terkejut dengan ciumannya yang bertubi- tubi tadi.


Ghea sedang mengatur nafasnya yang tersengal- sengal, Ciuman Reyhan membuatnya lemas kehabisan tenaga. Ghea membuka matanya dan melihat senyum yang mengembang dibibir Reyhan. Bibir yang telah merebut ciuman pertamanya.


"Kenapa,,,? Kamu kehabisan nafas ya. Makanya ketika ciuman itu mulut harus dibuka untuk bisa saling berbagi udara bersama- sama".


Reyhan mengusap bibir Ghea dengan jemarinya.


"Manis,,,,! Sangat manis. Aku pasti akan ketangihan. Kamu harus siap- siap ya,,,! Ini akan menjadi ritual kita setiap pagi, morning kiss".


"Apa,,,?" Ghea kaget


Reyhan tertawa dengan penuh kemenangan, akhirnya ia telah melangkah satu langkah maju kedepan. Reyhan berharap hubungannya bisa lebih dekat dengan Ghea.


**Bersambung,,,,!!!


Like


Vote


Comment


Share

__ADS_1


🙏**


__ADS_2