
Ghea berjalan keluar dengan cepat tanpa menghiraukan panggilan Reyhan. Perasaannya begitu terluka setelah mengetahui hubungan yang terjadi antara Reyhan dan Nindy. Dan yang paling membuatnya terluka adalah ia tidak tahu harus percaya kepada siapa, semakin ia berusaha untuk percaya kepada Reyhan semakin membuatnya kecewa karena ia merasa belum mengenal Reyhan sepenuhnya.
"Kenapa dia tidak pernah bercerita kepadaku kalau sebenarnya dia pernah memiliki hubungan dengan seorang wanita. Kenapa dia tidak pernah menceritakan tentang masa lalunya kepadaku,,,? Apa yang sebenarnya ia sembunyikan dariku,,,? Kenapa aku harus mengetahui semua ini dari wanita itu,,,?"
Ghea merasa sangat kecewa karena Reyhan tidak pernah menceritakan masa lalunya kepada dirinya dan juga sebagian ucapan Nindy telah merasuki pikirannya hingga membuatnya mulai ragu kepada Reyhan.
Sementara itu Reyhan terus berlari menyusul Ghea dan akhirnya ia berhasil menghentikannya. Reyhan meraih tangan Ghea hingga membuat Ghea berhenti dan berbalik menghadapnya.
"Ghea tunggu,,,!" Reyhan meraih tangan Ghea.
"Tunggu Ghe,,,! Kenapa kamu pergi seperti ini,,,!" Reyhan berusaha mengatur nafasnya yang tersengal- sengal.
"Kamu jangan pergi seperti ini Ghe,,,! Kamu harus mendengarkan penjelasan aku dulu".
Ghea dan Reyhan berdiri berhadapan dan saling memandang.
"Aku tidak tahu apa yang telah Nindy katakan kepadamu, tapi aku mohon kamu jangan percaya itu. Semua itu bohong Ghe,,,! Nindy telah berbohong,,,! Percaya sama aku,,,!" Ucap Reyhan.
"Bagaimana aku bisa percaya padamu, kalau kamu sendiri membenarkan ucapan wanita itu" Ghea mulai emosi.
"Aku tidak membenarkan apapun,,,! Aku bahkan tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan".
"Bohong,,,! Jelas- jelas tadi kamu sendiri telah mendengar ucapan Nindy" Suara Ghea meninggi.
"Kalau memang kalian tidak memiliki hubungan apapun, untuk apa ia datang menemuiku dan menceritakan hal yang menjijikan itu kepadaku,,,?".
"Apa yang telah Nindy bicarakan denganmu,,,? Kenapa kamu begitu percaya dengan ucapannya dan tidak percaya padaku,,,?" Suara Reyhan
"Kamu mau tahu apa yang dia katakan padaku,,,?" Ghea menatap Reyhan.
"Dia mengatakan kalau aku telah merebutmu dari tangannya, dia menuduh aku sebagai orang yang telah menghancurkan hubungan kalian dan rencana pernikahan kalian batal gara- gara aku,,,!".
Ghea menangis setelah mengatakan hal itu, hatinya semakin hancur karena merasa telah melakukan kesalahan besar menikah dengan Reyhan. Ghea melangkah mundur menjauhi Reyhan.
"Apa,,,!" Reyhan kaget.
"Nindy berkata seperti itu,,,?".
"Iya, dan tidak hanya itu saja. Dia juga mengatakan kamu tega meninggalkannya setelah berhasil menidurinya dan setelah ia memberikan segalanya kepadamu, kamu meninggalkannya hanya demi bisa menikah denganku " Ghea semakin histeris.
Reyhan mengusap kepalanya dengan kesal hingga membuat rambutnya berantakan.
"Itu bohong Ghe,,,! Semua itu tidak benar. Nindy telah berbohong kepadamu. Semua yang ia katakan itu bohong. Aku tidak pernah melakukan itu. Kamu jangan pernah percaya pada ucapannya,,,!".
"Jadi kepada siapa yang harus aku percaya,,,? Semakin kamu membantahnya semakin membuat aku kecewa Rey,,,!" Ghea memalingkan wajahnya dari Reyhan.
Reyhan mendekat dan meraih tangan Ghea
"Sayang,,,! Lihat aku,,,! Tolong lihat aku,,,! Apakah aku pernah membohongimu,,,? Apakah selama ini aku pernah berbohong kepadamu,,,?".
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya kepadaku,,,? Katakan Ghe, apa yang harus aku lakukan,,,?" Tanya Reyhan.
Ghea menghapus air matanya kemudian menatap Reyhan dan bertanya :
"Kamu mengenal Nindy,,,?".
Reyhan menghela nafas, saat ini ia benar- benar tidak ingin membicarakan Nindy, Reyhan hanya ingin Ghea kembali percaya kepadanya. Namun Reyhan harus meluruskan semua kesalah pahaman ini karena ia sudah tidak sanggup harus terus berdebat dengan Ghea.
"Iya,,,! Aku memang mengenalnya" Jawab Reyhan. "Tapi itu tidak seperti yang kamu fikirkan".
"Baiklah, lantas sekarang jelaskan kepadaku apa hubungan kalian,,,?" Ucap Ghea.
Reyhan berjalan mendekat
"Aku tidak punya hubungan apa- apa dengan Nindy. Kami hanya saling mengenal, itu saja" Jelas Reyhan.
Ghea terdiam.
Reyhan kembali melanjutkan ucapannya
"Saat itu Mami mendesak aku untuk segera menikah, kemudian Mami memperkenalkan putri sahabatnya kepadaku dan Nindylah orangnya. Aku telah menolak perjodohan itu namun Nindy tidak setuju, dia tetap ingin menikah denganku dan sejak saat itu hubungan kami menjadi tidak bersahabat. Nindy terus berusaha mengejarku tapi aku tidak menghiraukannya hingga membuatnya marah dan ia terus menerus mengganggu kehidupanku".
__ADS_1
Reyhan terdiam sejenak.
"Semua ini adalah salahku,,,! Aku salah karena aku telah lengah mengawasi Nindy hingga aku tidak tahu kalau dia berusaha untuk mendekatimu dan berniat untuk memisahkan kita".
"Ghea,,,! Itulah kebenarannya. Semua yang aku katakan tadi adalah kebenaran yang sesungguhnya. Kamu harus percaya itu" Reyhan berjalan semakin dekat.
"Kamu percayakan padaku,,,!".
Ghea menatap Reyhan dan air matanya kembali mengalir.
"Lantas foto- foto itu,,,! Itu foto aslikan, itu bukan foto rekayasa. Bagaimana kamu akan menjelaskannya,,,?".
"Ghea,,,! Kamu masih meragukanku,,,?".
Reyhan kecewa karena Ghea masih tidak percaya kepadanya.
"Kenapa kamu harus memperdulikan foto yang jelas- jelas hanya sebuah rekayasa,,,!".
"Foto itu asli Reyhan, bukan rekayasa" Ucap Ghea.
"Iya, foto itu memang asli. Tapi situasinya tidak seperti yang kamu bayangkan" Reyhan semakin frustasi karena Ghea benar- benar telah terhasut ucapan Nindy.
"Baiklah, kalau kamu masih tidak percaya pada ucapanku,,,! Aku akan membuktikannya kepadamu".
Reyhan melangkah dengan cepat dan langsung memeluk Ghea dengan erat. Ghea terkejut ketika Reyhan tiba- tiba memeluknya dan Ghea berusaha melepaskan diri dari Reyhan.
"Apa yang sedang kamu lakukan,,,? Kamu mau apa,,,? Lepaskan aku,,,! Lepaskan aku Rey,,,!" Ghea terus berusaha melepaskan diri dari Reyhan namun Reyhan semakin mempererat pelukannya.
"Seperti ini,,,! Seperti inilah yang Nindy lakukan kepadaku,,,!" Ucap Reyhan.
Ghea berhenti memberontak dan tangannya terlunglai lemas mendengar ucapan Reyhan.
"Malam itu aku sedang menghadiri sebuah jamuan makan malam dengan beberapa pengusaha dan pejabat dinegeri ini. Nindy tiba- tiba muncul dihadapanku dan langsung memelukku seperti ini dan aku tidak siap menerima apa yang ia lakukan padaku".
Reyhan membelai rambut Ghea dengan lembut.
"Nindy segaja melakukan itu karena ia tahu disana banyak wartawan, ia segaja memanfaatkan situasi itu untuk menjebakku. Dan sepertinya saat ini aku telah masuk dalam jebakannya".
Ghea tidak kuasa menahan diri lagi hingga akhirnya tangisnya pecah didalam pelukan Reyhan, Ghea menangis sejadi- jadinya. Ia bisa merasakan kejujuran dari ucapan Reyhan. Ghea tahu Reyhan memang orang yang memiliki tempramen yang buruk tapi ia bukanlah seorang pembohong, Reyhan tidak mungkin tega membohonginya.
"Dasar wanita **lang,,,! Beraninya kamu menghasutku dan memfitnah Reyhan. Aku tidak akan pernah memaafkamu,,,!".
Reyhan bisa merasakan lingkaran tangan Ghea dipinggangnya, dan ia yakin kalau saat ini ia berhasil menenangkan Ghea.
Reyhan melepaskan pelukannya dan membelai pipi Ghea sambil menghapus air matanya.
Reyhan menatap Ghea sambil berkata :
"Jangan menangis lagi, aku tidak tahan melihatnya. Jangan buang- buang air matamu hanya untuk menangisi wanita itu. Aku tidak rela,,,!".
Reyhan mencium kening Ghea.
"Aku mencintaimu. Aku hanya mencintai dirimu seorang".
"Kamu percaya padaku,,,!" Tanya Reyhan sembari menatap Ghea.
Ghea mengangguk pelan.
"Iya, aku percaya,,,!" Jawab Ghea.
Reyhan kembali memeluk Ghea dengan erat, perasaannya sangat lega karena kesalahpahaman antara dirinya dan Ghea telah selesai.
Ghea membalas pelukan Reyhan sambil bertanya :
"Berapa lama dia memelukmu,,,?".
"Hah,,,!" Reyhan kaget mendengar pertanyaan Ghea.
"Untuk apa kamu menanyakan hal itu,,,?".
"Aku hanya ingin tahu, berapa lama kamu membiarkan tubuh ini dipeluk oleh wanita itu,,,?" Ucap Ghea.
__ADS_1
Ghea segaja menanyakan itu untuk menguji Reyhan, ia ingin tahu bagaimana Reyhan membela diri. Reyhan sedang berfikir keras, ia memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan agar Ghea tidak marah.
"Lima detik,,,! Hanya lima detik. Aku lengah selama lima detik" Jawab Reyhan.
"Benarkah,,,!" Tanya Ghea.
"Iya,,,!" Jawab Reyhan.
"Dasar wanita kurang ajar,,,! wanita **lang,,,! Beraninya kamu menyentuh tubuh priaku" Ghea memaki Nindy.
Ghea semakin mempererat pelukannya kepada Reyhan.
"Aku bahkan tidak rela dia menyentuhmu walau hanya satu detik".
Reyhan tertawa senang mendengar ucapan Ghea, ia merasa sangat bahagia dan semakin mencintai istrinya tersebut.
"Apa lagi yang Nindy katakan padamu,,,?"Tanya Reyhan.
"Dia bilang kamu telah tidur dengannya" Jawab Ghea.
"Itu tidak benar,,,! Dia bohong" Reyhan kesal karena Ghea mengungkit itu lagi.
"Satu- satunya wanita yang tidur denganku hanyalah kamu".
Ghea tersenyum mendengar suara Reyhan yang kesal.
"Dia juga bilang kalau dia sedang mengandung anakmu".
"Apa,,,!" Reyhan terkejut dan melepaskan pelukannya.
"Dasar gila,,,! Itu tidak benar".
Reyhan menghela nafas.
"Bagaimana dia bisa hamil anakku,,,! Aku bahkan tidak pernah menyentuhnya".
Ghea tertawa melihat reaksi Reyhan yang sangat kesal itu dan kembali menggoda Reyhan
"Benarkah,,,! Kamu tidak pernah menyentuhnya sedikitpun,,,?".
"Tidak,,,!" Suara Reyhan meninggi.
"Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun didunia ini selain kamu".
Reyhan menatap Ghea yang sedang tertawa
"Kamu sedang menggodaku,,,!".
Reyhan akhirnya sadar kalau Ghea sedang mengerjainya.
"Kamu sedang mengerjaiku,,,!".
Ghea tertawa sambil mengangguk.
Reyhan mendekat dan langsung mencium bibir Ghea dengan mesra. Reyhan terus menghujani Ghea dengan ciuman yang semakin liar dan tidak membiarkannya lepas hingga membuat mereka bernafas dengan udara yang sama.
Reyhan melepaskan ciumannya dan menyatukan keningnya dengan kening Ghea. Mereka berusaha mengatur nafasnya tersengal- sengal.
"Jangan menggodaku lagi kalau kamu tidak ingin aku hukum" Ucap Reyhan.
"Kamu ingin menghukumku,,,! Dimana,,,! Disini,,,!" Ghea kembali menggoda.
Reyhan menggigit bibir bawahnya
"Kamu yang minta,,,!".
Reyhan kembali meraih tubuh Ghea kedalam pelukannya dan langsung mencium bibirnya dengan ciuman yang dalam dan semakin dalam. Mereka saling berciuman tanpa menghiraukan orang- orang yang terus memperhatikan perbuatan mereka.
**Bersambung,,,,!!!
Jangan lupa like, comment, vote dan share
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi Author.
Terima kasih**