Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Raya


__ADS_3

Raya berjalan tergesa- gesa sambil melirik jam tangannya, ia benar- benar terlambat. Raya berjalan menuju ruang sidang, hari ini ia akan mengikuti ujian tesis. Raya berdiri didepan pintu dan berusaha mengatur nafasnya yang tersengal- sengal. Ia membuka pintu perlahan dan langsung memasukinya.


Para tim penguji telah menanti kedatangannya.


"Kamu terlambat lagi Raya,,,!" Ucap Pak Isa, dosen pembimbing Raya.


"Maaf pak,,,!" Raya menunduk meminta maaf.


Raya berdiri didepan para tim penguji kemudian memberi salam.


"Apa kamu sudah siap,,,?" Tanya pak Isa lagi. "Kita mulai sekarang".


Raya berdiri tegak sambil mengatur nafas berusaha untuk tenang. Dan sidang tesispun dimulai. Raya memaparkan artikel yang telah ia teliti dan ia susun selama ini, kemudian menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diberikan oleh para tim penguji.


Satu jam berlalu dan sidang tesis Raya pun selesai. Raya keluar dari ruang tesis dengan perasaan senang dan juga lega, karena akhirnya ia berhasil menyelesaikan studi pasca sarjananya setelah beberapa kali tertunda.


"Yeeee,,,,! Hahaha,,,,! Akhirnya gue lulus. Hahaha,,,! Gue lulussss,,,,,!!!" Raya berteriak dan tertawa secara bersamaan.


"Yeeee,,,! Akhirnya, gue dapat juga gelar Magister. Terima kasih Tuhan,,,! Engkau telah mengabulkan semua permintaan hamba".


Raya mengambil ponselnya dan menghubungi sang mami.


"Mami,,,,! Raya lulus mi,,,,! Raya udah lulus,,,,!" Raya berteriak ketika mami mengangkat panggilannya.


"Kamu beneran lulus Ya,,,! Benarkah,,,!!! Hahahhaa,,, selamat sayang" Suara mami terdengar dari ujung sana.


"Iya mi,,,! Nanti Raya ceritain lagi ya. Ok mami,,, Bey,,,,?" Raya menutup ponselnya dan kembali tersenyum.


"Aku kasih tahu mas Rey apa nggak ya,,,! Ah ntar aja deh. Aku harus balik ke rumah sakit".


Raya mengambil tas dan berjalan keluar, namun tiba- tiba sebuah suara memanggil namanya.


"Ray,,, Raya,,,,!" Panggil Juna.


Raya berpaling dan melihat Juna berjalan kearahnya.


"Ada apa,,,?" Tanya Raya


"Kamu sudah selesai sidang tesisnya,,,?Gimana,,, Lulus nggak,,,?" Tanya Juna.


"Eeemmmm,,, Lulus" Jawab Raya.


"Wah kamu memang hebat. Kamu memang yang paling hebat" Puji Juna.


Raya menatap Juna tajam.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih,,,? Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan,,,?".


Juna membalas tatapan Raya.


"Aku mau kita balikan Ray,,,! Aku nggak mau putus sama kamu. Aku sayang sama kamu,,,!".


"Aku nggak mau balikan sama kamu" Jawab Raya.


"Tapi Kenapa Ray,,,? Kenapa,,,!".


"Karena aku udah nggak suka lagi sama kamu. Kamu ngerti,,,?".


Raya berbalik ingin meninggalkan Juna, namun Juna menghentikannya.


"Aku butuh alasan kenapa kamu mau putus dari aku. Apa salahku,,,?".


"Nggak ada. Emm,,,, Aku hanya bosan" Jawab Raya enteng.


"Apa,,,! Bosan,,,! Kamu mau bilang, kalau kamu udah bosan sama aku,,!".


"Iya,,," Raya mengangguk


"Aku udah bosan sama kamu".


"Kamu tega Ray,,,! Kamu tega bicara seperti itu" Juna tampak kecewa.


"Kamu sadar nggak sih, kita nggak cocok. Kamu itu lebih muda dariku, pikiran kita nggak nyambung satu sama lain. Aku bosan Juna. Aku bosan menjalin hubungan kakak adik dengan kamu. Aku adalah wanita dewasa dan aku ingin menjalin hubungan dengan laki- laki dewasa. Kamu ngerti kan" Ucap Raya.


Juna marah mendengar ucapan Raya


"Apa,,,! Kamu menginginkan laki- laki dewasa. Apa aku belum cukup dewasa untuk kamu Ray,,,!"


"Kamu ingin laki- laki dewasa,,,!" Juna melangkah maju mendekati Raya dan menarik tengkuk kepala Raya dengan kasar dan langsung menghujam bibir Raya dengan ciuman yang bertubi- tubi.


Raya sangat terkejut dengan perlakuan Juna, ia mendorong tubuh Juna dan langsung menamparnya dengan keras.


"Plakkk,,,,! Kamu sudah g*la Juna. Aku nggak mau bertemu dengan kamu lagi".


Juna mengelus pipinya yang merah karena tamparan Raya.


"Bukankah kamu menginginkan laki- laki dewasa,,,,? Bukankah itu yang sering dilakukan laki- laki dewasa. Kamu lihatkan, aku juga bisa melakukannya,,,!" Juna tersenyum sinis.


"Kamu g*la Juna. Aku benci sama kamu. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi".


Raya berjalan cepat meninggalkan Juna dengan penuh amarah

__ADS_1


"Dasar laki- laki g*la,,,,!".


Raya menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu pergi.


~


Mami Rita membawa telenan yang berisi kue kering dan beberapa potong buah- buahan dan meletakkannya di atas meja. sementara itu Oma sedang menonton program faforitnya di televisi.


"Kamu sudah menelpon Reyhan,,,?" Tanya Oma.


Mami Rita duduk di sofa kemudian berkata :


"Sudah bu, tapi Bram yang jawab bukannya Reyhan. Katanya Reyhan sedang sibuk jadi tidak bisa di ganggu".


"Kenapa Reyhan bisa sesibuk itu,,,! Memangnya buat apa dia mempekerjakan begitu banyak pegawai kalau dia sendiri yang masih harus menangani semua urusan perusahaan secara langsung" Oma kesal.


"Saya juga tidak tahu bu,,,! Setelah menikah Reyhan malah semakin sibuk dengan pekerjaanya" Ucap Mami Rita.


"Reyhan juga belum merencanakan untuk pergi berbulan madu kan,,,?" Tanya Oma.


"Iya ibu benar,,,,! Saya hampir lupa bu. Mereka belum pergi berbulan madu. Reyhan benar- benar keterlaluan. Saya harus bicara langsung sama dia".


"Kamu suruh mereka datang kemari. Biar Oma yang bicara sama mereka" Oma mwngambil sepotong buah lalu memakannya.


"Kalau mereka terlalu sibuk seperti ini, kapan Oma bisa menggendong seorang cicit. Kamu harus lebih tegas kepada Reyhan,,,!".


"Iya bu,,,! Saya akan bicarakan masalah ini dengan mereka berdua" Jawab Mami Rita.


Oma melihat jam didinding yang menunjukkan pukul sembilan malam.


"Raya belum pulang ya,,,! Dia kemana,,,,? Sudah larut malam begini masih belum pulang,,,,?" Tanya Oma.


"Nggak tahu bu,,,! Mungkin ada pasien darurat".


Oma menatap mami Rita


"Kamu suruh Raya pindah ke rumah sakit Permata. Rumah sakit itu lebih dekat dengan tempat tinggal kita" Ucap Oma.


"Raya pasti tidak mau bu,,,! Ibu tahu sendiri watak Raya, dia lebih keras kepala dari Reyhan"


"Itu tugas kamu untuk membujuknya. Oma sudah membicarakannya dengan Antonie. Minggu depan Raya sudah boleh masuk dan bekerja di rumah sakit permata. Tugas Oma selesai,,,!".


Mami Rita menarik nafas, 'Raya itu sebelas dua belas dengan Reyhan. Kalau dia sudah punya sebuah keinginan, maka dia akan terus berusaha untuk meraihnya'.


Mami Rita juga kembali memikirkan Raya yang kini kembali sendiri, setelah putus dari Juna.

__ADS_1


Bersambung,,,!!!


__ADS_2