
Raya memarkirkan mobilnya dengan hati- hati karena tempat parkir sudah penuh dengan kendaraan para pengunjung rumah sakit. Sudah satu minggu Raya bekerja di Rumah Sakit Permata sesuai perintah Oma. Rumah sakit permata merupakan salah satu Rumah Sakit paling sibuk dan paling dibanyak di datangi pasien karena memiliki dokter- dokter terbaik dan fasilitas yang sangat lengkap.
Raya turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam Rumah Sakit. Ia berjalan menuju unit Farmakologi Klinik. Raya akan mulai bertugas sebagai Dokter Spesialis Farmakologi Klinik yang memiliki peran sebagai penanggung jawab obat- obatan.
Disaat Raya berjalan menuju ruangannya, ia melewati unit perawatan ICU dan melihat seorang ibu menangis tersedu- sedu.
"Tidak,,,! Jangan lakukan itu kepada ibu nak,,,! Ibu tidak sanggup kalau harus kehilangan kamu lagi" Ibu itu menangis histeris melihat putranya sedang berjuang untuk hidup.
Raya menghampiri ibu tersebut
"Ibu kenapa,,,?" Raya memandangi beberapa dokter dan perawat sedang sibuk didalam sebuah ruangan, mereka terlihat panik.
"Ibu jangan menangis lagi ya,,,! Ibu harus tenang" Raya berusaha menenangkan ibu itu walaupun sebenarnya ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Tolong,,,! Tolong anak saya,,,! Tolong Reza, putra saya,,,!" Sang ibu semakin histeris.
Seorang perawat datang dengan tergesa- gesa sambil membawa beberapa peralatan medis. Raya menghampiri dan bertanya :
"Ada apa,,,? Apa yang terjadi,,,?" Tanya Raya.
"Seorang pasien mengalami pendarahan otak akibat trauma eksternal, dia sudah menjalani operasi kemarin namun tiba- tiba hari ini jantungnya berhenti. Dokter Yuda sedang berusaha menolongnya" Ucap perawat itu.
"Henti jantung,,,!" Raya kaget.
"Iya,,,!" Perawat tersebut menggangguk kemudian langsung masuk kedalam ruangan.
Raya menatap kedalam ruangan yang hanya dibatasi oleh dinding kaca sehingga ia dapat melihat semua aktifitas yang sedang berlangsung didalam sana. Seorang dokter terlihat sedang melakukan CPR kepada pasien, terlihat jelas kepanikan diwajah dokter tersebut.
Raya ikut merasakan kepanikan itu dan ia berdo'a agar semua berjalan lancar.
Beberapa menit berlalu dan akhirnya layar monitor menunjukkan pergerakan yang menandakan jantung pasien itu kembali berdetak.
"Dia kembali,,,! Dia kembali dokter,,,!" Ucap seorang perawat.
Yuda memeriksa denyut nadi Reza sambil melihat layar monitor dan akhirnya Yuda tersenyum.
"Iya,,,! Dia sudah kembali. Kamu sudah kembali Reza. Kamu hebat,,,!" Ucap Yuda kepada Reza.
Yuda menarik nafas panjang dan kemudian melepaskannya. Ia benar- benar tegang dan sangat panik ketika Reza mengalami henti jantung.
Raya tersenyum melihat kondisi Reza yang kembali stabil, ia juga ikut tegang ketika dokter terus berusaha untuk menyelamatkannya.
"Bu,,,! Reza kembali bu,,,! Kondisi Reza sudah kembali normal" Ucap Raya kepada ibu Reza.
"Benarkah,,,! Rezaku telah kembali. Hahahaha,,,,! Terima kasih Tuhan, Terima kasih. Engkau telah mengembalikan putraku" Ucap Ibu itu sambil menangis bahagia.
"Terus pantau kondrisi Reza. Dan langsung hubungi saya kalau ada masalah".
Yuda melepaskan sarung tangan dan melangkah keluar, Ia menemui ibu Reza.
"Bagaimana dokter,,,! Bagaimana kondisi putra saya. Reza baik- baik saja kan,,,! Reza akan sembuh kan dokter,,,!" Ibu Reza terus menghujam Yuda dengan beberapa pertanyaan hingga Yuda tidak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
"Reza baik- baik saja bu. Kondisinya sudah kembali stabil. Kami akan terus memantaunya. Kita hanya bisa berdo'a supaya Reza segera sadar" Jawab Yuda.
"Terima kasih dokter,,,! Terima kasih,,,!".
"Iya,,, sama- sama bu,,,! Kalau begitu saya permisi dulu" Yuda pamit meninggalkan ibu Reza dan Raya.
Raya mengantar kepergian Yuda dengan pandangannya hingga Yuda menghilang dari penglihatan matanya.
"Siapa dia,,,? Aku baru melihatnya,,,?".
Raya benar- benar dibuat penasaran dengan sosok Yuda. Sosok yang membuatnya terpesona pada pandangan pertama.
~
Seperti biasa jam makan siang menjadi saat- saat yang paling sibuk bagi Ghea dan pegawainya. Mereka melayani pelanggan yang terus berdatangan bahkan rela mengantri untuk dapat menikmati makanannya.
Ghea menyapa pelanggannya yang datang untuk makan siang dan juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan mereka dengan senyumnya yang ramah.
"Selamat siang,,,,! Silahkan masuk,,,!"
"Terima kasih,,,,! Jangan lupa untuk datang kembali ya,,,,!"
Seorang wanita cantik dengan baju yang sedikit seksi datang menghampiri Ghea.
"Maaf,,,! Saya boleh bertemu dengan pemilik kedai ini,,,?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah Nindy.
Ghea tersenyum
"Hah,,,, Sok manis,,,! Kamu pikir senyummu itu cantik,,,! Eh,,,,menjijikkan,,,!".
Nindy membalas senyuman Ghea dengan terpaksa.
"Oh benarkah,,,,! Wah saya beruntung sekali bisa bertemu langsung dengan pemilik kedai yang paling fenomenal saat ini".
"Ah,,,, Anda bisa saja" Ghea tersipu.
"Ada yang bisa saya bantu,,,? Oh iya,,,! Mari silahkan duduk".
Ghea mempersilahkan Nindy untuk duduk dan Nindy menerimanya.
"Oh iya,,, Perkenalkan saya Nindy Agustine. Saya salah satu penggemar kedai sop tulang anda loh,,,!".
"Oya,,, benarkah,,,! Maaf saya tidak tahu. Saya memang kurang mengenali para pelanggan kedai saya. Sekali lagi saya minta maaf,,,! Saya Ghea, pemilik kedai sop tulang sakura" Ucap Ghea.
"Sok baik,,,, sok lugu,,, Gue muak lihat tingkah loe yang sok begitu".
"Tidak apa- apa saya memakluminya". Nindy bersikap sok baik.
"Jadi begini mbak Ghea,,,! saya mau pesan ketering dari kedai sop milik anda untuk acara pernikahan saya nanti. Bagaimana,,,? bisa,,,?"
"Memangnya kapan acaranya mbak ,,,? Dan berapa porsi,,,?"
__ADS_1
"Acaranya tiga bulan lagi dari sekarang dan saya mau seribu porsi. Bagaimana,,,! Bisakan,,,?" Tanya Nindy.
Ghea terlihat sedikit berfikir, ia belum pernah menerima pesanan untuk pesta pernikahan apalagi dengan porsi sebanyak itu.
"Begini mbak Nindy. Saya minta maaf sebelumnya. Tapi sepertinya saya tidak bisa menerimanya. Kami belum pernah menerima pesanan ketering sebanyak itu, jadi kami belum berpengalaman. Saya takut nanti akan mengecewakan mbak Nindy" Ghea menjelaskan dengan hati- hati.
Nindy sedikit kesal karena Ghea menolak keinginannya, namun ia tidak akan menyerah. Rencananya tidak boleh gagal, ia sudah lama menyusun rencana ini.
"Saya mohon mbak Ghea,,,! Saya mohon sekali. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk para tamu undangan di pernikahan saya nanti".
Nindy mengeluarkan sebuah amplop yang berisi uang tunai.
"Tolonglah mbak Ghea, saya mohon,,,! Ini sebagai DP dari saya".
"Tapi saya tidak berani menerima mbak,,,! Itu terlalu besar buat kami" Ghea mengembalikan amplop dari Nindy.
"Saya percaya mbak Ghea mampu. Jadi saya mohon mbak,,,! Bisakan,,,?" Nindy terus berupaya membuat Ghea luluh.
Ghea masih berfikir untuk menolaknya namun ia tidak tahu bagaimana caranya. Ghea memang terlalu mudah bersimpati kepada orang lain, akhinya ia pun luluh.
"Baiklah mbak, saya terima. Tapi saya ingin tahu lebih mendetail mengenai kerja sama ini, apa saja yang mbak butuhkan dan juga mengenai kontrak kerja sama kita" Ucap Ghea.
"Baiklah saya ikut saja dengan mbak, saya percaya sama mbak Ghea. Terima kasih mbak. Dan ini kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya nantinya"
Nindy menyerahkan selembar kartu nama kepada Ghea.
"Baiklah saya akan menghubungi mbak Nindy" Ucap Ghea menerima kartu nama Nindy.
"Ok,,,! Terima kasih,,,! Semoga kita bisa bekerja sama" Nindy mengulurkan tangannya sambil tersenyum 'palsu!.
"Sama- sama mbak,,,! Semoga kerja sama kita berjalan lancar" Ghea membalas uluran tangan Nindy sambil tersenyum 'tulus'.
Nindy pamit dan meninggalkan Ghea.
"Perangkap sudah dipasang dan umpan sudah dilempar, kita tunggu saja apakah ikan akan memakan umpannya dan masuk kedalam perangkap" Batin Nindy.
Nindy berjalan menuju mobilnya sambil tersenyum penuh makna. Sementara itu sepasang mata melihat kearah Nindy dengan penuh pertanyaan.
"Nindy,,,!".
Mami Rita melihat Nindy yang baru saja keluar dari kedai Ghea.
"Itu Nindykan,,,! Sedang apa dia di sini,,,? Apakah dia baru saja menemui Ghea,,,? Apa yang direncanakannya,,,?".
Mami Rita menaruh curiga kepada Nindy, ia tahu betul bagaimana watak perempuan itu. Tiba- tiba mami Rita khawatir akan terjadi sesuatu kepada Ghea.
"Reyhan harus tahu tentang hal ini,,,!".
**Bersambung,,,,!!!
Terima kasih atas likenya
__ADS_1
🙏**