
Mami Rita duduk diam dengan pandangan mata kosong, beliau masih memikirkan Nindy yang baru saja keluar dari kedai sop milik Ghea.
"Apa yang Nindy inginkan,,,? Apa yang sesungguhnya sedang ia rencanakan,,,?".
Ghea datang dengan membawa mampan yang berisi sop buntut kesukaan mami dan juga segelas jus.
"Mi,,,mami,,,?" Panggil Ghea hingga membuarkan lamunan mami.
"Mami kenapa,,,? Ada masalah,,,?" Tanya Ghea.
"Ah tidak apa- apa Ghea. Mami hanya sedikit kecapean" Mami berusaha tersenyum untuk mengalihkan kecurigaan Ghea.
"Wah,,,! Ini tampak lezat,,,! Mami coba ya,,!" Mami Rita mulai menikmati makanannya.
Ghea tersenyum
"Ekspresi mami dan Reyhan sama saja kalau melihat makanan yang mereka sukai".
"Mami habis dari mana,,,?" Tanya Ghea.
"Mami dari rumah dan langsung kesini" jawab mami.
"Mami memang segaja datang kesini,,,? Memangnya ada apa mi,,,?" Tanya Ghea
"Mami mau makan sop buntut ini" Mami menunjukkan piring makannya. "Dan juga mau ketemu sama kamu".
"Ooo,,," Ghea tersenyum.
Mami Rita sangat menikmati makannya hingga piring makan itu pun akhirnya kosong tak bersisa. Mami Rita mengatur nafasnya yang sedikit sesak karena kekenyangan sambil minum.
"Pelan- pelan mi,,,!" Ucapan Ghea ke mami Rita sama seperti ucapannya kepada Reyhan. Mereka memang mempunyai gaya makan yang sama.
Mami Rita menatap Ghea dengan lembut
"Ghea, apa kamu baik- baik saja,,,? Reyhan tidak berbuat jahatkan sama kamu,,,? Dia tidak berbuat kasarkan,,,?" Tanya mami Rita
"Tidak mi,,,! Reyhan tidak berbuat jahat kepada Ghea. Ghea baik- baik saja kok, mami lihat sendirikan. Ghea sehat- sehat saja" Jawab Ghea sambil tersenyum.
"Baguslah. Mami lega, mami senang kalau hubungan kalian baik- baik saja. Kalian tidak pernah mengunjungi mami setelah pesta pernikahan kalian. Itu membuat mami sedikit khawatir" Ucap mami.
Ghea merasa bersalah, mengapa ia bisa lupa untuk mengunjungi mami, Reyhan juga tidak pernah mengajaknya.
"Maaf mi. Maafin Ghea dan Reyhan ya mi,,,! Akhir- akhir ini kami terlalu sibuk dengan pekerjaan kami. Ghea benar- benar minta maaf ya mi,,,?".
"Itulah yang mami takutkan kalau kalian tinggal pisah dari mami, kalian terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga tidak punya waktu untuk keluarga".
Mami menatap Ghea tajam
"Sekarang jawab mami. Apa kalian sudah punya rencana untuk berbulan madu,,,? Apa kalian sudah memiliki rencana untuk mempunyai anak,,,?".
__ADS_1
Ghea terkejut mendengar pertanyaan mami, ia tidak pernah memikirkan hal itu. Reyhan juga tidak pernah membicarakan masalah itu. Dan 'punya anak',,,! Bagaimana mungkin mereka memiliki anak kalau Ghea belum hamil. Lebih tepatnya bagaimana Ghea bisa hamil kalau mereka saja belum pernah melakukan hubungan suami istri.
Ghea bingung harus menjawab apa, ia tidak tahu bagaimana harus memberikan jawaban yang tepat untuk mami.
"Mami sudah menduganya, kalian pasti belum memikirkan hal itu" Mami Rita menarik nafas kemudian kembali berkata :
"Akhir pekan ini kamu ajak Reyhan untuk pulang kerumah. Mami sudah berkali- kali menghubungi Reyhan namun dia tidak pernah menjawabnya. Mami ingin kamu membujuk Reyhan ya Ghe,,,! Mami ingin membicarakan masalah ini secara langsung dengan kalian berdua".
Mami Rita mengelus tangan Ghea dengan lembut.
"Ghea,,,! Mami hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua, mami ingin anak- anak mami hidup bahagia. Mami akan melakukan apapun untuk membuat kalian hidup berbahagia".
"Terima kasih mi. Maaf, Ghea sudah banyak mengecewakan mami".
Mami memeluk Ghea yang terlihat sedih.
"Sudah, tidak apa- apa,,,! Kalian masih pengantin baru, jadi masih banyak hal yang harus kalian pahami"
Mami melepaskan pelukannya.
"Kamu sampaikan pesan mami kepada Reyhan ya,,,! Mami dan Oma akan menunggu kedatangan kalian berdua di rumah".
"Iya mi. Ghea akan bicarakan masalah ini dengan Reyhan".
"Ya sudah, kalau begitu mami pulang ya,,,! Kamu harus hati- hati, jangan terlalu dekat dengan orang yang baru kamu kenal. Mami pulang ya sayang" Mami Rita mencium kening Ghea.
"Iya mi. Mami juga hati- hati ya,,,!".
~
Ghea keluar dari lift dan berjalan menuju keruang kerja Reyhan. Seorang sekretaris wanita menyambut kedatangannya dengan senyum yang ramah.
"Selamat sore Nona Muda,,,!" Sapa wanita itu.
"Selamat sore,,,!" Ghea membalas dengan senyuman. "Tuan muda ada didalam,,,?"
"Tuan muda sedang ada meeting Nona. Tapi tadi Tuan muda berpesan kalau Nona muda datang diminta untuk menunggu di dalam ruang kerja Tuan muda" Jawab sekretaris itu.
"Ok,,,! Baiklah. Terima kasih ya,,,!"
Ghea berjalan menuju ruang kerja Reyhan diikuti oleh sekretaris wanita tadi.
"Nona perlu sesuatu, biar saya siapakan,,,,?"
"Eemm,,,! Tidak. Saya tidak memerlukan apapun. Terima kasih ya. Kamu boleh kembali bekerja" Jawab Ghea.
"Kalau begitu saya permisi Nona,,,!".
Sekretaris itu pergi meninggalkan Ghea di ruang kerja Reyhan dan bergumam :
__ADS_1
"Nona muda memang berbeda dari perempuan lain yang mendekati Tuan Muda. Nona muda sangat baik dan juga lembut, beliau beruntung bisa mendapatkan Tuan muda"
Ghea memandang sekeliling, suasana didalam ruang kerja Reyhan masih sama seperti saat pertama kali Ghea datang ke kantor Reyhan tersebut. Ghea duduk di sofa dan mengambil ponselnya kemudian mulai asyik sendiri. Ghea merasakan tubuhnya mulai pegal dan ingin berbaring sebentar. Perlahan Ghea membaringkan tubuhnya diatas sofa sambil masih memainkan ponselnya namun beberapa menit kemudian mata Ghea tidak sanggup terbuka lagi dan akhirnya Ghea tertidur diatas sofa di ruang kerja Reyhan.
Sementara itu Reyhan telah menyelesaikan meetingnya dan bergegas kembali keruang kerjanya setelah mengetahui Ghea telah datang. Reyhan ingin segera bertemu dengan Ghea, entah kenapa ia sangat merindukannya.
"Bawakan aku makanan, aku merasa sangat lapar sekarang" Perintah Reyhan kepada Bram.
"Baik Tuan muda. Tapi Tuan muda mau makan apa jam segini,,,?" Tanya Bram.
"Makanan yang sehat, tidak terlalu berat, rendah kalori dan yang pasti harus enak" Ucap Reyhan.
"Makanan apa itu Tuan muda,,,? Apa ada klu lain,,,?" Bram bingung makanan apa yang diinginkan Tuan muda.
Reyhan memengang ganggang pintu ruang kerja dan melirik Bram :
"Kamu pikirkan saja sendiri,,,!"
Reyhan tersenyum dan langsung masuk kedalam ruang kerjanya. Sedangkan Bram berdiri bengong tidak bisa memikirkan apapun, pikirannya buntu.
"Aku tidak bisa memikirkan apapun,,,! Aku tidak punya ide, makanan apa yang harus aku sediakan untuk Tuan muda".
Bram menggaruk- ngaruk kepalanya yang tidak gatal.
Reyhan melihat Ghea yang sedang tertidur diatas sofa sambil memengang ponselnya. Ia mendekat dan menatap wajah Ghea dengan lekat sambil tersenyum.
"Kamu kecapean ya menungguku,,,! Kasihan,,,!" Ucap Reyhan pelan.
Reyhan mengambil ponsel Ghea dan meletakkan diatas meja kemudian memajukan wajahnya dan mencium kening Ghea. "Heemm wangi,,,!!!".
Untung Ghea menyempatkan diri untuk mandi dan berganti pakaian sebelum berangkat ke kantor Reyhan.
Mencium aroma tubuh Ghea yang harum membuat hasrat Reyhan mulai berkobar. Perlahan Reyhan naik keatas sofa dan berbaring disamping Ghea kemudian mengangkat kepala Ghea dan mengulurkan tangannya, beberapa detik kemudian tubuh Ghea telah berada didalam pelukan hangat Reyhan.
Reyhan memandangi wajah Ghea sambil memainkan jemari tanganya diseputaran wajah dan rambut Ghea serta memberikan ciuman dibeberapa tempat faforitnya. Reyhan sangat menikmati pelukannya dan juga sandaran kepala Ghea didadanya hingga membuat Reyhan mulai mengantuk dan akhirnya ikut tertidur bersama Ghea diatas sofa yang sempit itu.
Bram masuk kedalam ruang kerja Reyhan sambil membawa makanan pesanan Reyhan. Ia ragu apakah makanan itu akan disukai oleh Tuan muda. Bram masuk tanpa mengetuk pintu hingga membuatnya terkena azab. Bram terkejut melihat pemandangan didepannya. Tuan muda sedang berbaring dan tertidur diatas sofa sambil memeluk Nona muda dengan erat.
"Apa yang sedang terjadi,,,? Apakah telah terjadi peperangan disini,,,? Bagaimana bisa mereka tertidur diatas sofa yang sempit itu,,,,?".
Bram menggelengkan kepalanya, pikirannya mulai membayangi hal- hal yang kotor. Akhirnya Bram memutuskan untuk pergi dan keluar, ia tidak ingin membuat dosa yang lebih banyak lagi.
**Bersambung,,,!!!
Like
comment
Share
__ADS_1
🙏**