Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Di Ruang Kerja Reyhan


__ADS_3

Ghea merasakan sentuhan tangan memeluknya dengan hangat. Sebuah pelukan yang sudah sering ia rasakan dan juga aroma tubuh yang sering ia cium. Perlahan Ghea membuka mata dan melihat Reyhan berada disampingnya. Ghea terkejut menyadari dirinya sedang berada didalam pelukan Reyhan dan mereka tertidur sambil berpelukan.


Ghea menatap wajah Reyhan dengan lekat hingga garis wajah Reyhan terlihat jelas. Baru kali ini Ghea menatap Reyhan dengan jarak yang sedekat itu. Wajahnya begitu teduh dan damai menyiratkan sosok pribadi yang penyanyang. Ghea memainkan jemari tangannya diwajah Reyhan, mulai dari mata, hidung hingga bibirnya. Ghea menyapu bibir Reyhan dengan jemarinya hingga berkali- kali sambil mengingat perbuatan yang telah dilakukan bibir itu.


Perasaan Ghea mulai tidak menentu karena untuk pertama kalinya didalam hidupnya ia merasakan pelukan yang begitu hangat dari seorang laki- laki. Bukan hanya pelukan bisa yang diberikan Reyhan, tetapi pelukan hangat yang penuh kasih sayang. Berada di dalam pelukan seorang laki- laki yang tak lain adalah suaminya sendiri membuat Ghea merasa bersalah kepada Reyhan. Reyhan telah memberikan seluruh cintanya kepada Ghea namun Ghea belum pernah membalasnya, bukan karena tidak suka namun hanya saja Ghea masih membutuhkan sedikit waktu untuk dapat menata hati dan perasaannya.


"Rey,,,! Maafkan aku. Aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu. Aku belum mampu membalas cintamu. Beri aku waktu Rey,,,! Sedikit lagi. Beri aku waktu sedikit lagi. Aku akan berusaha membuka seluruh hatiku untuk kamu".


Reyhan mengeliat merasakan sesuatu dibibirnya hingga membuatnya geli. Reyhan membuka matanya sedikit dan melihat Ghea yang sedang menatapnya.


"Kamu sudah bangun,,,?" Tanya Reyhan dengan mata yang masih terpejam. Suara khas baru bangun terdengar sangat seksi.


"Eh,,, Iya,,,!" Ghea berusaha bangun namun tangan Reyhan kembali menarik tubuh Ghea keatas dadanya hingga mereka kembali berpelukan.


"Sebentar Ghe,,,! Sebentar lagi. Aku masih sangat merindukanmu,,,!" Ucap Reyhan.


Ghea terdiam dan membiarkan tubuhnya berada didalam pelukan Reyhan. Ghea dapat merasakan dan mendengar dengan jelas debaran jantung Reyhan yang berdebar dengan kencang hingga membuat jantung Ghea ikut berdebar diluar kendalinya.


Reyhan membelai rambut Ghea sambil sesekali mencium kepala Ghea. Reyhan sangat menyukai posisinya saat ini hingga ia tidak ingin melepaskan Ghea dari pelukannya.


"Kamu sudah lama menungguku,,,?" Tanya Reyhan.


"Entahlah,,,! Aku tiba disini jam empat sore. Memangnya sekarang jam berapa,,,?" Ghea tidak tahu kalau ia tertidur cukup lama.


"Entahlah,,,! Aku juga tidak tahu,,,!" Jawab Reyhan masih memainkan rambut Ghea.


"Sekarang jam berapa,,,! Sebentar,,,!" Ghea berusaha bangkit ingin meraih ponsel yang terletak diatas meja.


Namun Reyhan kembali memeluk Ghea dengan sangat erat.


"Sudahlah lupakan saja. Jam berapapun sekarang tidak penting bagiku. Yang paling penting saat ini adalah kamu. Sekarang Kamu sedang berada disampingku,,, didalam pelukanku,,, Itu yang paling penting bagiku".


Ghea terbuai mendengar kata- kata Reyhan, sebuah ucapan biasa yang mengandung rayuan sejumlah makna.


Reyhan membalikkan tubuhnya kesamping yang membuat tubuh Ghea juga ikut terbaring kesamping dan kini mereka saling berhadapan dalam posisi terbaring. Reyhan membelai wajah Ghea dengan lembut dan menatap Ghea dengan tatapan yang tajam dan dalam. Perlahan Reyhan memajukan wajahnya dan mulai mengecup bibir Ghea dengan lembut. Ghea menutup mata dan berusaha menerima ciuman Reyhan.


Reyhan melepaskan kecupan lembutnya dan menatap Ghea. Reyhan tersenyum melihat mata Ghea yang tertutup rapat dan wajahnya yang mulai memerah. Ghea seakan pasrah menerima apapun yang akan dilakukan Reyhan kepadanya.

__ADS_1


"Tidakkah kamu tahu Ghea,,, Wajahmu mulai merah merona dan kamu terlihat sangat cantik. Kamu terdiam pasrah membuatku ingin melakukan sesuatu yang lebih kepadamu. Maafkan aku Ghea,,, saat ini aku tidak bisa menahannya lagi. Aku menginginkanmu Ghea,,,!!!"


Reyhan mulai mencium bibir Ghea dengan perlahan, pelan namun pasti. Reyhan terus mencium Ghea dan Ghea yang merasakan sesuatu dibibirnya dan mulai membalas ciuman Reyhan dengan membuka mulutnya hingga ia dapat merasakan hembusan nafas Reyhan.


Reyhan melepaskan ciumannya dan menatap mata Ghea, tatapan mereka saling bertemu. Reyhan dan Ghea saling tersenyum, Reyhan tersenyum senang sementara Ghea tersenyum malu.


Reyhan mengecup kening Ghea dan berkata :


"Haruskah kita lanjutkan,,,?".


"Rey,,,!"


Reyhan tidak membiarkan Ghea bicara, ia kembali mencium bibir Ghea dan Ghea kembali menutup matanya. Reyhan benar- benar ingin menuntaskannya saat itu juga. Pertempuran itu terus berlanjut namun tiba- tiba sebuah suara 'Kruuukk,,,!!! terdengar. Reyhan menghentikan aksinya dan memandang Ghea.


"Itu Suara,,,,!!!" Reyhan menatap Ghea "Kamu,,,!!!"


Ghea tersenyum geli


"Aku lapar Rey,,,!!!" Ghea menggigit bibir bawahnya.


Reyhan tertawa mendengar ucapan Ghea.


"Kamu kok ketawa sih,,,!" Ghea cemberut.


"Cup,,, Cup,,,!!!" Reyhan mengecup bibir Ghea beberapa kali.


Ghea tampak sangat mengemaskan.


"Aku juga lapar,,,!" Reyhan mengedipkan matanya lalu tersenyum.


"Aku ingin memakanmu,,,!".


"Rey,,,!" Ghea mencubit pinggang Reyhan.


"Aww,,,! Kok dicubit sih,,,!


"Kamu bercandanya berlebihan, aku kan jadi malu" Ucap Ghea

__ADS_1


"Kenapa harus malu,,,! Akukan suamimu"


Reyhan membelai rambut Ghea.


"Mulai sekarang kamu harus bisa membiasakan diri".


Reyhan perlahan bangkit dan duduk disamping Ghea. Ia membantu Ghea yang juga ikut bangun dan kembali duduk disofa. Reyhan mengelus pipi Ghea kemudian berkata :


"Kamu lapar,,,?"


Ghea menggangguk "Eemm,,, Iya,,,! Aku lapar".


"Kasian,,,! Maaf ya,,,! Aku sudah keterlaluan" Reyhan masih membelai pipi Ghea.


"Kamu mau makan apa,,,?".


"Aku mau makan nasi goreng" Ucap Ghea.


Reyhan mengerutkan keningnya.


"Ini sudah malam sayang,,,! Nggak baik makan nasi goreng malam- malam. Itu nggak sehat".


Ghea cemberut dan melepaskan belaian tangan Reyhan dari pipinya. Reyhan tahu Ghea kecewa dan ia paling tidak bisa melihat Ghea cemberut seperti itu.


"Ok,,,! Baiklah,,,! Kita makan nasi goreng ya,,,!" Reyhan membelai pipi Ghea kembali.


"Sudah,,, jangan cemberut lagi dong".


Ghea tersenyum senang dan Reyhan membalas senyuman Ghea kepadanya.


Reyhan meraih tubuh Ghea dan kembali memeluknya. Melihat Ghea tersenyum senang membuatnya ikut bahagia.


**Bersambung,,,,!


Like


Comment

__ADS_1


Share


🙏**


__ADS_2