Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Aku Cinta Kamu


__ADS_3

Yuda memeriksa kondisi Reyhan dengan seksama, ia memeriksa denyut jantung, tekanan darah serta saluran pernafasan Reyhan. Reyhan telah berhasil melewati masa kritisnya dan sekarang ia telah sadar sepenuhnya dan kini kondisi Reyhan sudah semakin membaik.


Yuda selesai memeriksa Reyhan dan semuanya baik- baik saja.


"Bagaimana keadaan Reyhan Dokter,,,?" Tanya Mami Rita kepada Yuda.


"Kondisi Reyhan sudah semakin membaik. Sekarang Reyhan hanya butuh waktu untuk pemulihannya kembali" Ucap Yuda.


"Jadi Reyhan akan segera pulih,,,? Reyhan akan segera sembuh,,,?".


"Iya, Reyhan akan segera pulih kalau ia benar- benar istirahat total dan tidak memikirkan banyak hal" Jawab Yuda.


"Kamu dengar itu Rey,,,! Kamu harus banyak istirahat dan tidak usah memikirkan pekerjaanmu" Ucap Mami Rita kepada Reyhan.


Reyhan hanya terdiam, tenaganya belum cukup kuat untuk berbalas kata dengan Maminya. Pandangan mata Reyhan hanya tertuju kepada Ghea yang sedang berdiri disamping ranjangnya.


Reyhan tersenyum melihat Ghea, Entah kenapa ia begitu merindukan Ghea.


"Aku rindu Ghe,,,! Aku sangat merindukan kamu,,,!".


Reyhan terus menatap Ghea, ia tidak menghiraukan pembicaraan Mami Rita dengan Yuda. Reyhan berusaha memanggil Ghea namun suaranya tidak mau keluar dan itu membuat Reyhan kesal.


Bram sedang berdiri disamping Mami Rita dan ikut mendengarkan penjelasan dari Yuda dengan seksama, ia kemudian melirik kearah Reyhan sekilas sambil mencoba mengamati dan membaca gerakan mata Reyhan. Sepertinya hanya Bram yang tahu kalau Reyhan ingin mengatakan sesuatu. Bram mengikuti arah pandangan mata Reyhan yang ternyata tertuju kepada Ghea namun sayangnya Ghea tidak mengetahui hal tersebut.


Bram kasihan melihat kondisi Tuan Mudanya itu namun ia tidak sanggup menahan tawa karena tingkah Reyhan dapat terbaca jelas oleh Bram.


Setelah berbicara panjang lebar dan mendengarkan penjelasan dari Dokter Yuda akhirnya Mami Rita dapat memahami kondisi Reyhan dengan sepenuhnya. Dan beliau sangat lega karena keadaan Reyhan sudah tidak mengkhawatirkan lagi.


"Baiklah Dokter, terima kasih banyak atas penjelasannya. Saya menjadi lebih tenang sekarang" Ucap Mami Rita.


"Terima kasih ya Yud,,,! Kamu telah merawat Reyhan dengan sangat baik". Sambung Ghea.


"Iya, sama- sama. Itu memang sudah menjadi tugas saya. Kalau begitu saya permisi" Yuda pamit.


Yuda keluar dari ruang rawat Reyhan meninggalkan Reyhan bersama dengan keluarganya.


Mami Rita mendekat kearah Reyhan


"Kamu tidak apa- apa Rey,,,? Kamu ingin sesuatu,,,?".


"Nggak Mi,,,! Reyhan nggak apa- apa,,,!" Reyhan menggelengkan kepalanya pelan.


Reyhan memandangi Bram dan memanggilnya


"Bram,,,!".


Bram melangkah mendekat


"Iya, ada apa Tuan Muda,,,?".


"Bantu aku duduk" Perintah Reyhan.


"Iya baik, Tuan Muda,,,!".


Bram membantu Reyhan untuk bangun dan meletakkan bantal dibelakang punggungnya agar Reyhan dapat duduk dengan nyaman.


"Bagaimana Tuan Muda, apakah ini nyaman,,,?" Tanya Bram.


"Iya,,,!" Jawab Reyhan.


"Kamu sudah melakukan tugasmu, Bram,,,?" Bisik Reyhan ditelinga Bram.


"Saya sudah memeriksanya Tuan Muda, saya akan melaporkan begitu hasilnya sudah dapat dipastikan" Jawab Bram.


Bram kembali keposisi semula.


"Saya permisi dulu Tuan Muda. Saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan".


Reyhan mengangguk pelan.


"Saya permisi Nyonya, Nona Muda,,,!" Bram pamit kepada Mami Rita dan Ghea.


"Iya, kamu selesaikan semuanya sendiri dan jangan membebani Reyhan dengan pekerjaanmu itu. Jangan bawa pekerjaan itu kedalam ruangan ini, kamu mengerti,,,?" Ucap Mami Rita.

__ADS_1


"Baik, Nyonya,,,!".


Bram keluar dari ruang rawat Reyhan.


"Rey,,,! Mami juga harus pergi sebentar, Mami harus menjumpai Om Farhat. Kamu tidak apa- apakan kalau Mami tinggal sebentar,,,,?".


"Iya, Mami pergi saja. Reyhan tidak apa- apa,,,!" Jawab Reyhan.


"Ghea,,,! Mami tinggal sebentar ya,,,! Kalau ada apa- apa kamu langsung hubungu Mami, Ok,,,!".


"Iya Mi,,,! Mami tidak perlu mengkhawatirkan Reyhan, Ghea akan tetap disini menemani Reyhan" Ucap Ghea.


"Ya udah, Mami pergi dulu ya,,,!" Ucap Mami Rita sambil berlalu pergi.


Sekarang tinggalah Reyhan dan Ghea berdua didalam kamar itu. Reyhan menatap Ghea namun Ghea tidak mengetahui itu karena pandangan matanya masih tertuju kearah pintu.


"Sampai kapan kamu akan berdiri disitu dan mengabaikanku,,,?" Tanya Reyhan.


Ghea memalingkan wajahnya dan menatap Reyhan.


"Apa,,,?".


Reyhan kesal karena Ghea benar- benar tidak mendengarkan ucapannya dari tadi.


"Kemari,,,!" Ucap Reyhan.


Ghea melangkah mendekati Reyhan dan duduk dikursi disamping ranjang Reyhan.


"Ada apa,,,? Kamu sakit,,,?".


Ghea menyentuh wajah Reyhan dan mengelusnya pelan.


"Dimana yang sakit,,,?".


Reyhan meraih tangan Ghea dan meletakkannya didadanya.


"Disini,,,!"


"Sakit,,,?" Ghea mengelus dada Reyhan dengan lembut.


Reyhan menggelengkan kepalanya.


"Aku nggak kuat Ghe,,,! Rasanya sakit sekali. Aku tidak sanggup lagi".


Wajah Reyhan meringgis menahan sakit.


Ghea mulai panik


"Rey,,,! Reyhan,,,! Kamu tidak apa- apakan,,,? Kamu benar- benar sakit,,,! Ya Tuhan,,, Bagaimana ini,,,!".


"Sakit Ghe,,,! Aku sakit,,,!".


"Rey,,,! Tunggu,,,! Kamu tunggu sebentar ya, aku akan panggilkan Dokter".


Ghea bergegas bangun ingin memanggil Dokter namun Reyhan meraih tangan Ghea dan menghentikannya.


"Sayang,,,!" Reyhan memanggil Ghea dengan mesra.


Ghea kembali menatap Reyhan.


"Rey,,,!".


Reyhan tersenyum.


"Kamu mau kemana,,,?".


"Aku mau memanggil Dokter Rey,,,!".


"Aku tidak butuh Dokter, aku cuma butuh kamu,,,!".


"Apa,,,?" Ghea tidak mengerti maksud ucapan Reyhan.


"Aku nggak apa- apa Ghea,,,!"

__ADS_1


Ghea masih menatap Reyhan bingung.


"Benar, kamu nggak apa- apa,,,?".


"Iya, aku nggak apa- apa Ghe,,,!" Reyhan mengedipkan kedua matanya.


"Tapi tadi kamu bilang dadamu sakit. Jadi kamu bohong,,,,! Kamu membohongiku" Raut wajah Ghea berubah.


"Aku nggak bohong, dadaku memang sakit. Dan sekarang aku masih merasakan sakit itu".


"Kamu jangan bercanda Rey,,,! Kamu sakit apa tidak,,,? Kamu jangan mempermainkan aku,,,!" Ghea kesal.


Reyhan menarik tangan Ghea untuk menyentuh dadanya kembali.


"Apa kamu tidak bisa merasakannya,,,? Dadaku berdebar kencang, aku merasakan sakit yang teramat dalam disini. Didalam dada ini".


Ghea menyentuh dada Reyhan yang berdebar dengan kencang.


"Aku merindukanmu Ghe, aku sangat rindu kepadamu hingga membuat dadaku terasa sangat sakit"


Reyhan menatap Ghea, mata mereka saling bertemu.


"Aku merindukan kamu sayang,,,!".


Ghea hanya terdiam menatap mata Reyhan.


"Kamu tidak merindukan aku,,,?".


"Pertanyaan macam apa itu,,,? Kenapa kamu bertanya seperti itu,,,?" Ghea tidak kuasa menahan air matanya.


"Tidakkah kamu tahu aku merindukanmu seperti orang gila".


"Untuk apa kamu bertanya seperti itu,,,? Tidakkah kamu juga merasakannya,,?".


Ghea menyentuh dadanya sendiri.


"Aku juga merindukan kamu, Rey,,,! Aku sangat merindukanmu,,,!" Ghea berkata dengan terbata- bata, air matanya terus mengalir.


Reyhan sesungguhnya telah tahu jawaban Ghea, ia tahu dari air mata yang terus menetes dari mata Ghea. Dibalik tetesan air mata itu terdapat jawaban yang tidak perlu untuk diragukan lagi.


"Kalau begitu peluk aku. Peluk aku dengan erat" Reyhan membuka kedua tangannya menyambut pelukan Ghea.


Ghea menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukan Reyhan, tangisnya pecah didada bidang Reyhan.


"Aku takut Rey,,,! Aku takut kamu terluka parah. Aku nggak mau kamu kenapa- napa,,,! Aku takut kehilangan kamu,,,!".


Reyhan membelai rambut Ghea, ia dapat merasakan ada yang berbeda dari pelukan Ghea. Pelukan Ghea berbeda dari pelukan biasanya, pelukan ini terasa lebih hangat dan nyaman.


"Maaf,,,! Telah membuat kamu khawatir. Aku janji tidak akan membuat kamu bersedih lagi. Aku bersyukur kamu tidak apa- apa".


Ghea memeluk Reyhan dengan sangat erat dan Reyhan membalas pelukan itu, mereka saling berpelukan untuk melepas rindu yang tidak tertahan lagi.


Ghea melepaskan pelukannya dan kini ia kembali menatap Reyhan. Ghea ingin mengungkapkan perasaannya kepada Reyhan, perasaan yang baru saja ia sadari.


"Aku mencintaimu Rey,,,! Aku jatuh cinta kepadamu,,,!" Ucap Ghea.


Reyhan tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa mendengarkan kata- kata itu keluar dari bibir Ghea.


Reyhan menyentuh kuduk belakang Ghea dan menariknya mendekat, Reyhan mencium bibir Ghea dengan mesra. Semua perasaannya tercurahkan didalam kecupan lembut itu.


Reyhan melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibir Ghea.


"Aku juga cinta kamu, sayang,,,,!".


Ghea tersenyum bahagia.


Reyhan dan Ghea kembali berciuman mesra dan kini lebih lama dan lebih dalam. Sungguh bahagia jika cinta yang kita rasakan mendapat balasan dari orang kita cintai.


**Bersambung,,,,!!!


Like


Comment

__ADS_1


Share


Terima kasih**,,,


__ADS_2