
Ghea menghentikan joggingnya setelah beberapa putaran, nafasnya mulai tersengal- sengal. Ia mencoba mengatur kembali jalan nafasnya dengan menghirup udara dalam- dalam kemudian menghebuskan kembali hingga beberapa kali. Keringat telah membanjiri seluruh tubuhnya hingga membuat pakaiannya menjadi basah.
Ghea kembali rutin melakukan jogging pagi setelah break dalam waktu yang lama, banyaknya aktifitas baru yang harus ia jalani menjadi salah satu kendala ia jarang jogging lagi.
Ghea melirik jam ditangannya sambil bergumam :
"Sudah jam tujuh. Reyhan pasti sudah bangun".
"Aku harus balik sekarang sebelum Reyhan mengamuk lagi,,,!".
Ghea memutuskan untuk kembali keapartemennya.
Reyhan membuka matanya perlahan sambil berkedip beberapa kali dan berusaha mengumpulkan nyawanya kembali. Reyhan melirik kesamping mencari keberadaan istrinya yang tiada disampingnya.
"Yang,,,! Sayang,,,!" Reyhan memanggil istrinya.
"Sayang,,,! Kamu dimana,,,?".
Tidak ada yang menjawab panggilannya karena Ghea memang tidak berada dirumah.
"Ghea dimana,,,? Apa mungkin dikamar mandi,,,!".
Reyhan bangkit dan kemudian bersandar sambil melemaskan lehernya yang terasa kaku.
"Ah,,,! Pengel banget banget,,,!".
Beberapa saat kemudian Reyhan mendengar suara pintu kamar yang terbuka dan melihat Ghea masuk, ia langsung bangun menghampiri istrinya.
"Sayang,,,! Kamu habis dari mana,,,?".
Reyhan mendekati Ghea sambil merentangkan tangannya ingin memeluk istrinya itu, tapi Ghea menghindarinya.
"Eit,,, jangan dekat- dekat,,,!" Ucap Ghea melangkah mundur.
"Aku belum mandi,,,!".
Reyhan berhenti dan menurunkan tangannya, ia menatap Ghea memakai baju yang basah.
"Sayang,,,! Kamu habis dari mana,,,? Kok baju kamu basah,,,! Kamu habis kehujanan,,,?" Tanya Reyhan.
Ghea tertawa mendengar pertanyaan dari Reyhan yang kadang- kadang suka asal.
"Enggak,,,! Hm,,,! Aku basah bukan karena terkena air hujan tapi basah keringat. Aku habis jogging sayang,,,!" Jawab Ghea sambil tertawa kecil.
"Kamu habis jogging,,,?" Tanya Reyhan ingin memastikan.
"Iya,,,!" Ghea mengangguk.
"Benar,,,! Coba aku cium,,,!" Reyhan melangkah mendekat.
"Eh,,,! Kamu mau apa,,,?" Ghea kembali mundur.
"Mau cium kamu,,,!" Jawab Reyhan genit.
"Apaan sih,,," Ghea menghindari Reyhan dan langsung lari kekamar mandi.
Reyhan terpaku melihat gerakan Ghea yang begitu cepat menghilang dari hadapannya hingga ia tidak sempat untuk mencegahnya.
Tingkah Ghea yang lucu membuat Reyhan menjadi semakin menggila.
"Awas kamu ya,,,! Kamu tidak akan bisa lari dariku,,,!" Reyhan mulai berpikir hal yang 'licik'.
Sementara itu Ghea yang sudah masuk kedalam kamar mandi langsung membuka bajunya yang basah dengan keringat, kemudian perlahan membersihkan tubuhnya terasa lengket. Selang beberapa menit kemudian Ghea selesai mandi dan ia telah memakai jubah handuk. Setelah itu Ghea bergegas keluar dan berniat menuju kedapur.
"Reyhan mau sarapan apa ya,,,!" Gumam Ghea ketika membuka pintu kamar mandi.
Ghea keluar dari kamar mandi dan mencari keberadaan Reyhan.
"Sayang kamu mau sarapan apa,,,?" Tanya Ghea.
Ghea melihat sekelilingnya namun tidak menemukan Reyhan.
"Reyhan kemana,,,?".
__ADS_1
Disaat Ghea kebingungan mencari suaminya, Reyhan muncul dari belakang dan langsung memeluknya erat.
"Ehm,,,!" Reyhan memeluk Ghea sambil menghujaninya dengan beberapa ciuman.
"Sayang,,,!" Ghea meringgis geli.
"Hm,,,! Wangi,,,!" Reyhan terus melanjutkan aksinya dan tidak menghiraukan Ghea yang merasa geli.
"Sayang, aku geli,,,!" Ucap Ghea.
Reyhan menghentikan aksinya.
"Apa,,,!" Reyhan kesal karena Ghea berusaha menolaknya.
"Aku masih tidak boleh menciummu,,,? Tadi kamu memakai alasan bau keringat, sekarang mau pakai alasan apa lagi,,,!".
"Bukan begitu sayang, aku cuma geli,,,!" Ghea mengelak.
"Apa,,,! Geli,,,!".
Reyhan kembali mencium Ghea.
"Sekarang kamu sudah sangat wangi dan aku tidak akan melepaskanmu".
"Cukup Rey,,,! Hentikan,,,!" Ghea berhasil melepaskan diri dari Reyhan.
Ghea berbalik dan menatap Reyhan.
"Aku mau membuat sarapan. Aku lapar. Memangnya kamu tidak lapar,,,?".
Reyhan memandangi Ghea dengan penuh hasrat, penampilan Ghea yang hanya menggunakan jubah handuk dengan rambut terurai membuat gairahnya kembali menggelora. Reyhan tidak menghiraukan pertanyaan Ghea, pikirannya hanya terfokus kepada sosok yang sedang berdiri dihadapannya. Reyhan tidak ingin membuang- buang waktu, ia sudah tidak tahan dengan keinginannya untuk mencumbu istrinya tersebut.
Reyhan melangkah mendekat dan langsung menarik Ghea kedalam pelukannya hingga membuat Ghea kaget dengan tindakan yang ia lakukan tiba- tiba. Reyhan menatap Ghea tanpa berkedip seakan tidak ingin Ghea menghilang dari pandangan matanya.
"Sayang,,,!" Ghea membalas tatapan mata Reyhan.
Reyhan menutup mulut Ghea dengan bibirnya dan tidak membiarkan Ghea untuk bicara. Ia hanya ingin mengecup bibir istrinya yang mungil dan seksi itu. Pada awalnya Ghea sempat kaget dengan ciuman Reyhan namun akhirnya ia menikmati dan perlahan membalas ciuman itu.
"Yang,,,! Aku ingin,,,!".
Ghea refleks melepaskan diri karena kaget, ia sangat hafal konotasi itu.
"Hh,,,! Ini udah pagi Yang,,,! Kamu nggak mau sarapan,,,?".
"Nggak,,,! Aku ingin kamu,,,!".
Tanpa menunggu persetujuan dari Ghea, Reyhan langsung mencium kembali bibir istrinya dengan kecupan yang dalam. Perlahan Reyhan menuntun tubuh Ghea melangkah mundur hingga tiba dipinggir kasur kemudian merebahkannya diatas kasur dengan bibir yang masih saling bertautan.
Tangan Reyhan mulai bekerja dengan menjamah setiap inci dari tubuh Ghea. Ghea menggigit bibir bawahnya merasakan rangsangan yang diberikan Reyhan, ia mulai menikmati perlakuan suaminya itu dan tidak menolak karena ia tahu Reyhan tidak pernah menerima penolakan.
Dalam hitungan detik seluruh pakaian yang melekat ditubuh Reyhan dan Ghea telah terlepas dan terurai dilantai. Akhirnya pagi itu mereka kembali melakukan ibadah yang berlandaskan cinta dan kasih sayang yang suci. Cinta yang terjalin dengan begitu tulus yang membuat penyatuan hati kedua insan itu sempurna.
Waktu terus berjalan hingga mentari pagi sudah mulai meninggi. Reyhan membelai rambut Ghea dengan lembut sambil sesekali mengelus pipi istrinya itu. Ghea merebahkan tubuhnya didalam pelukan Reyhan, pelukan hangat dari suami yang sangat dicintainya itu.
"Aku mencintaimu istriku,,,!" Bisik Reyhan ditelinga Ghea.
"Aku sangat mencintaimu,,,!".
Ghea tersenyum mendengar kata- kata cinta yang keluar dari bibir suaminya itu. Ghea merasa sangat bahagia karena Reyhan begitu memanjakannya dengan kata- kata cinta itu.
"Yang,,,!" Bisik Reyhan.
"Ehm,,,!" Balas Ghea.
"I love you,,,!" Reyhan terus mengulang kata- kata itu dan berharap balasan dari Ghea.
Ghea paham maksud suaminya itu.
"Love you too,,,!" Balas Ghea sambil mengecup pipi Reyhan.
Reyhan tersenyum senang seakan telah mendapatkan sebuah hadiah mahal.
"Yang,,,!" Panggil Ghea.
__ADS_1
"Ya,,,!" Jawab Reyhan.
"Aku boleh minta sesuatu,,,?".
"Apa,,,?".
"Aku mau meminta bantuanmu,,,!".
Reyhan melepaskan pelukannya dan memandangi Ghea dengan tatapan serius.
"Bantuan apa,,,? Kamu punya masalah,,,? Masalah apa,,,? Apa Nindy mulai mengganggumu lagi,,,?".
Reyhan menghujani Ghea dengan beberapa pertanyaan.
"Bukan,,,! Bukan itu,,,!".
"Lantas apa,,,? Kamu jangan membuat aku menjadi khawatir".
"Ini masalah Naima. Aku ingin kamu membantunya" Pinta Ghea.
"Kamu maukan,,,?".
"Apa yang sebenarnya terjadi,,,? Ada apa dengan Naima,,,?".
"Jawab dulu,,,! Kamu maukan membantu Naima,,,?".
"Baiklah,,,! Katakan, bantuan apa yang kamu inginkan dariku. Apa yang harus aku lakukan,,,?" Tanya Reyhan.
Ghea mulai menceritakan masalah yang dialami oleh Naima kepada Reyhan. Reyhan mendengarkan dengan seksama sambil mengangguk beberapa kali dan akhirnya memahami permasalahan yang terjadi.
"Gimana,,,? Kamu maukan membantu Naima,,,?" Tanya Ghea kembali.
"Ehm,,,! Ok,,,!" Jawab Reyhan singkat.
"Benarkah,,,! Kamu mau,,,?".
Reyhan mengangguk.
Ghea tersenyum dan langsung memeluk Reyhan
"Makasi,,,! Makasi sayang,,,!".
"Kamu tidak perlu berterima kasih. Sudah menjadi tanggung jawabku untuk membuat kamu bahagia, salah satunya adalah membantu orang- orang yang kamu sayangi" Ucap Reyhan.
"Makasi sayang,,,! Kamu memang yang terbaik".
Ghea kembali memeluk Reyhan dengan erat, Reyhan membalasnya sambil tersenyum senang. Reyhan ikut senang apabila Ghea senang. Kebahagiaan Ghea adalah kebahagiaannya.
"Kruukk,,,!".
Ghea melepaskan pelukannya setelah mendengar suara perut Reyhan.
"Aku lapar,,,!" Ucap Reyhan.
Ghea tersenyum.
"Tadi katanya nggak lapar,,,! Nggak mau sarapan,,,!" Goda Ghea.
"Itu tadi Yang,,,!".
Reyhan mendekat dan berbisik.
"Tapi sekarang aku lapar banget. Tenagaku sudah habis setelah ber-olahraga tadi".
Reyhan tertawa garing sementara itu Ghea tersipu malu.
**Bersambung,,,!
Setelah dibaca jangan lupa tinggalkan like, comment, vote dan share ya
Agar Author semakin semangat dalam menulis.
Terima kasih**
__ADS_1