Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Istri yang Sempurna


__ADS_3

Suasana malam yang hangat telah tenggelam dan berganti fajar yang menyejukkan. Sinar mentari telah muncul dari ufuk timur yang mengeluarkan cahaya Sunrise yang begitu indah.


Reyhan membuka mata sambil berkedip beberapa kali agar ia mendapatkan penglihatannya kembali setelah terbangun dari tidurnya yang pulas. Reyhan merasa pegal yang teramat sangat diseluruh tubuhnya, ia mengelus leher belakangnya agar merasa lebih baik.


Reyhan melirik Ghea yang masih tertidur pulas didalam pelukannya, ia terlihat sangat nyaman berada didalam pelukan suaminya tersebut. Sebuah senyum tersungging dari sudut bibir Reyhan ketika ingatannya tentang peristiwa yang bersejarah dalam hidupnya terlintas kembali dipikirannya.


Perasaan Reyhan sungguh bahagia saat ini karena kini ia telah menjadi laki- laki yang sempurna untuk Ghea. Ia telah memberikan seluruh cinta yang selama ini ia rasakan kepada Ghea, gadis yang ia pilih untuk menjadi istrinya.


"Terima kasih sayang,,,!" Bisik Reyhan.


Reyhan membelai wajah Ghea dengan sangat lembut kemudian mencium kening Ghea hingga berkali- kali. Wajah Ghea yang telihat sangat cantik saat itu membuat Reyhan gemas dan ingin menjahilinya.


"Istriku,,,! Kamu adalah istriku yang paling cantik. Aku mencintaimu, sayang,,,!" Batin Reyhan.


Reyhan membisikkan sesuatu ditelinga Ghea.


"Yang,,,!" Reyhan mencubit pipi Ghea lembut.


"Sayang,,,!".


Ghea mendesah karena belum sepenuhnya sadar.


"Sayang,,,!" Reyhan kembali mencubit hidung Ghea.


"Bangun Yang,,,!".


"Hm,,,!" Ghea tetap belum sadar.


"Bangun,,,!" Reyhan mencium pipi Ghea beberapa kali.


Ghea tersenyum menyadari perbuatan suaminya, namun ia tidak ingin bangun karena ia merasa baru tidur sebentar.


"Bangun Yang,,,!" Reyhan terus menghujani Ghea dengan Ciuman diberbagai bagian wajahnya.


"Hm,,,!" Ghea menarik selimut dan membenamkan wajahnya untuk menghindari Reyhan yang terus menerus menciumnya.


Melihat tingkah Ghea yang seperti itu membuat Reyhan semakin gemas dan mulai menggelitik Ghea. Ghea tertawa merasakan kegelian di tubuhnya.


"Aaaaa,,,! Cukup Rey,,,!".


Reyhan tidak menghiraukan ucapan Ghea, tangannya terus berbuat jahil.


"Sayang,,,!" Panggil Ghea.


"Geli Yang,,,!".


Reyhan akhirnya menghentikan perbuatannya dan membantu Ghea untuk bangun. Ghea merasakan sakit diseluruh bagian tubuhnya akibat perbuatan Reyhan semalam. Reyhan benar- benar tidak memberikan Ghea waktu untuk tidur, ia terus mengerjainya hingga dini hari.


Ghea melihat bajunya yang berserakan dilantai, ia ingin mengambil bajunya tersebut tapi itu tidak mungkin, baju itu terlempar jauh dari jangkauannya. Ghea mengerakkan tubuhnya untuk bergeser kepinggir kasur dan lagi- lagi Reyhan menghentikan Ghea dengan memeluknya dari belakang.


"Kamu mau kemana,,,?" Tanya Reyhan.


"Aku mau mengambil bajuku" Jawab Ghea


"Untuk apa,,,?".


"Aku mau memakainya".


"Kamu nggak perlu memakai baju nanti aku sulit untuk melepaskannya lagi".

__ADS_1


"Hah,,,!" Ghea melirik kearah Reyhan.


Reyhan kembali mencium Ghea, gairahnya kembali bangkit.


"Sekali lagi yuk,,,!" Bisik Reyhan.


"Apa,,,! Lagi,,,!".


Reyhan mengangguk


"Aku masih ingin sekali lagi,,,!".


Ghea menghela nafas, sepertinya Reyhan tidak akan melepaskannya hari ini.


"Semalamkan udah, masa sekarang mau lagi,,,!" Ucap Ghea.


"Kamu mau mengerjai aku terus ya,,,!".


"Mau bagaimana lagi, kamu membuat juniorku makin ketagihan".


Tangan Reyhan mulai beraksi.


"Sekali lagi ya,,,!".


Reyhan tidak menunggu jawaban Ghea ia kembali beraksi, tenaganya yang sempat habis semalam kini sudah kembali lagi hingga. Waktu terus berjalan, gairah asmara semakin memanas hingga akhirnya Reyhan dan Ghea mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.


Reyhan memeluk Ghea dengan erat, mereka benar- benar kelelahan setelah melalui pertarungan yang begitu panjang.


"Terima kasih sayang,,,!" Ucap Reyhan sambil mengecup kening Ghea.


"Terima kasih karena kamu sudah bersedia untuk menjadi istriku. Aku sangat bahagia. Aku benar- benar bahagia. Kamu adalah istri yang paling sempurna untukku".


"Aku mencintaimu,,,!" Ucap Reyhan kembali.


"Aku juga. Aku juga sangat mencintaimu,,,!" Balas Ghea.


Reyhan dan Ghea kembali berpelukan untuk beberapa saat, kemudian mereka bangkit menuju kekamar mandi untuk membersihkan sisa- sisa pertempuran mereka.


Reyhan telah memakai pakaiannya, ia terlihat sangat gagah memakai setelan jas dan semakin menunjukkan karismanya sebagai seorang pria. Reyhan melihat kesegala arah mencari ponselnya namun ia tidak menemukannya. Reyhan mencari disemua tempat yang biasa ponselnya ia letakkan namun tidak ketemu juga.


"Dimana ya,,,!" Reyhan kebingungan.


"Tadi aku sempat mengirim pesan kepada Bram sebelum aku kekamar mandi. Tapi dimana,,,?".


Reyhan berusaha berfikir keras hingga akhirnya pandangan matanya tertuju kearah tempat tidur.


"Apakah disana,,,!".


Reyhan berjalan mendekati tempat tidur dan mulai melakukan pencarian. Reyhan mencari disetiap sudut baik diatas kasur maupun dilantai dan akhirnya ia menemukan ponselnya itu.


"Disini kamu rupanya,,,!".


Reyhan mengambil ponselnya yang ternyata terletak dibawah bantal dan dengan sekilas Reyhan melihat sesuatu dibawah selimut yang membuatnya penasaran. Reyhan menelisik lebih dekat hingga ia tersadar noda apa yang ia lihat tersebut.


"Ya Tuhan,,,! Apa perbuatanku terlalu berlebihan terhadap istriku".


Reyhan merasa sedikit menyesal atas perbuatannya. Disaat yang bersamaan Ghea keluar dari ruang pakaian dan berjalan mendekat kearah Reyhan. Ghea berjalan dengan sangat pelan berusaha menahan sakit dibagian pinggulnya. Reyhan melihat ada yang berbeda dari cara berjalan istrinya, ia tahu Ghea sedang menahan sakit. Dengan perasaan bersalah Reyhan menghampiri Ghea dan langsung memeluknya.


"Ada apa,,,?" Ghea kaget karena Reyhan memeluknya tiba- tiba.

__ADS_1


"Maafkan aku. Maafkan aku sayang,,,!" Ucap Reyhan lirih.


"Kamu kenapa,,,?" Ghea tidak mengerti.


"Minta maaf untuk apa,,,?".


"Maafkan aku. Aku sudah sangat keterlaluan. Aku sudah menyakitimu,,,!".


"Rey,,,! Ada apa sayang,,,!" Ghea berusaha menenangkan Reyhan.


Reyhan melepaskan pelukannya dan menatap Ghea.


"Aku melihat noda diatas kasur, noda itu,,,!" Reyhan tidak melanjutkan ucapannya.


Ghea akhirnya mengerti apa maksud Reyhan.


"Kamu lucu banget kalau sedang panik seperti ini,,,!".


"Kamu tidak apa- apa,,,? Apa sangat sakit,,,?" Tanya Reyhan.


"Aku baik- baik saja,,,!" Jawab Ghea.


"Maafkan aku sayang. Aku telah menyakitimu,,,!" Ucap Reyhan menyesal.


Ghea membelai wajah Reyhan sambil tersenyum


"Nggak apa- apa sayang,,,! Kamu nggak perlu minta maaf. Justru aku bahagia. Aku sangat bahagia karena aku telah menjadi seorang istri yang seutuhnya untukmu".


Ucapan Ghea meresap jauh kelubuk hati Reyhan hingga membuatnya sangat bahagia.


"Terima kasih sayang. Kamu adalah istri yang paling sempurna untukku".


"Kamu juga suami yang sempurna yang Tuhan kirimkan dalam hidupku. Terima kasih karena telah memilihku untuk menjadi pendampingmu" Ucap Ghea.


Reyhan dan Ghea kembali saling berpelukan sambil mencurahkan segenap perasaan yang begitu dalam. Getaran cinta kedua insan itu terasa semakin kuat dan dalam.


**Bersambung,,,!


Terima kasih bagi yang masih setiap mengikuti kisah asmara Reyhan dan Ghea.


Maaf 🙏 Author tidak terlalu pandai dalam merangkai kata- kata


Harap maklum ya,,,!


Mohon dukungannya


Jangan lupa


Like


Vote


Camment


Share


Terima kasih


🙏**

__ADS_1


__ADS_2