Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Keluarga Putra Wijaya


__ADS_3

Setelah pertemuan Reyhan dengan mama Lidya berjalan dengan lancar dan telah mendapatkan restu, kini giliran Ghea yang akan bertemu dengan keluarga Reyhan. Ghea merasa sangat gugup, ia belum pernah merasakan hal itu sebelumnya. Selama ini tidak ada apapun yang membuatnya takut, tapi kali ini ia benar- benar gugup dan gelisah.


Ghea bersiap untuk pergi dan meninggalkan kedai bersama karyawannya.


"Lisa, aku mau pergi,,,! Kamu selesaikan sisanya dan langsung tutup" Ucap Ghea.


"Ok Ghe,,,! Aku akan selesaiin semua ini sama yang lain. Kamu pergi aja,,,!" Jawab Lisa.


"Oo iya, nanti sekalian mampir ke rumah bu Tika ya. Pastiin pesanan buat arisan besok lusa" Ucap Ghea lagi.


"Ok bos,,,!!!" Lisa tersenyum.


Ghea pergi ketika Ojek online pesanannya tiba, ia menyebutkan alamat tujuannya dan abang ojol tersebut langsung memacukan motornya. Tiga puluh menit kemudian Ghea tiba ditempat tujuan, tempat dimana Reyhan mengajaknya untuk bertemu.


Ghea membayar ongkos ojek sembari mengucapkan terima kasih. Ghea sedang berada didepan toko pakaian.


"Butik,,,! Kenapa Reyhan mau bertemu disini,,,? Dia dimana,,,?".


Ghea melihat sekeliling dan disaat bersamaan Reyhan datang menghampirinya.


"Kamu tidak bisa naik taxi,,,! Kenapa harus naik ojek,,,?" Ucap Reyhan tanpa basa- basi.


"Emang kenapa,,,? Kan sama saja" Jawab Ghea santai.


"Kenapa kita kesini,,,?" Ghea melirik toko didepannya.


"Mau beli baju, ayo masuk,,," Reyhan masuk kedalam butik dan Ghea mengikutinya.


Seorang pegawai butik langsung membukakan pintu ketika Reyhan datang.


"Selamat sore Tuan, selamat datang di butik Cantika. Mari silahkan masuk,,,!" Sapa pegawai tersebut.


Reyhan melangkah masuk tanpa membalas sapaan pegawai tadi, hanya Ghea yang tersenyum.


"Selamat datang Tuang Muda,,,! Saya sangat senang karena anda bersedia mampir kebutik kami" Sapa pemilik butik.


"Kami sudah menyiapkan semua yang Tuan Muda butuhkan. Silahkan Tuan Muda,,,".


Ghea hanya diam melihat saja.


"Bagaimana bibi itu bisa tahu apa yang di inginkan Reyhan,,,? Aku saja tidak tahu maksud dia mengajakku datang kemari".


"Ini adalah beberapa koleksi terbaru kami Tuan Muda" Ucap pemilik butik sambil menunjukkan beberapa gaun.


"Waw,,," Ghea kagum, gaun- gaun tersebut terlihat begitu cantik.


"Kamu coba dulu, aku mau lihat pantas atau tidak kalau kamu yang pakai" Reyhan menyuruh Ghea untuk mencoba pakaian tersebut.


"Ih,,,!!!" Ghea menatap Reyhan sinis.


"Aku harus mencoba semua baju- baju ini,,,?".


Reyhan mengangguk. Ghea menghela nafas dan mulai mencoba beberapa baju.


Ghea masuk kedalam kamar ganti dan dibantu oleh seorang pegawai toko. sementara itu Reyhan menunggu di luar.


Ghea memilih tiga baju yang sesuai dengan seleranya. Ghea keluar dengan baju pertama yang berwarna dusty, Reyhan mengangguk. Baju kedua berwarna violet dengan pinggang ramping, Reyhan juga mengangguk. Baju ketiga berwarna peach terlihat sangat cocok dikulit Ghea yang putih dan Reyhan kembali mengangguk sambil tersenyum.


"Jadi mana yang bagus,,,?" Tanya Ghea.


"Semuanya bagus. Cocok sama kamu" Jawab Reyhan.


"Aku harus pakai ketiga gaun ini,,,?".


Ghea lelah karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti.


"Hei,,,!" Ghea menjentikkan jarinya kepada Reyhan. "Kalau kamu tidak mau jawab, aku akan pilih sendiri".


Ghea memutuskan memakai gaun yang ketiga dan ternyata Reyhan juga menyukai gaun itu. Selesai memilih baju Ghea kemudian dibawa keruang make up untuk mendapatkan sentuhan akhir.


Ghea selesai di make up dan kini penampilannya berubah, ia menatap wajahnya dicermin


"Waw,,, the power of make up. Ini benar- benar luar biasa".


Ghea keluar menemui Reyhan yang telah lama menunggunya.


"Aku sudah siap" Ucap Ghea.


Reyhan terkejut menatap Ghea dengan penampilan berbeda. Ghea tampil cantik dengan rambut terurai bergelombang dan ditambah make up flawless yang terlihat begitu cocok diwajahnya, serta gaun berwarna peach yang melekat ditubuhnya membuat penampilannya sempurna.


"Cantik,,,! Kenapa kamu terlihat begitu berbeda, padahal hanya riasan wajah dan gaun yang kamu pakai itu. Kamu harus berhati- hati Ghe,,, Karena aku semakin terpaut olehmu".


"Bagaimana,,, Cantikkan,,,! Nggak usah malu- malu, kalau mau memuji,,, puji saja,,,!" Ghea tersenyum dengan reaksi Reyhan yang terkejut.


"Lumayan,,,!" Ucap Reyhan.


"Ayo, kita berangkat sekarang,,,!".

__ADS_1


"Dasar,,,! Bilang cantik saja nggak bisa" Ghea terus mengomel sambil mengikuti Reyhan dari belakang.


Mereka masuk kedalam dan langsung menuju kerumah keluarga Reyhan.


~


Mami Rita memeriksa makanan yang telah disajikan diatas meja untuk memastikan semua tidak ada yang kurang dan tertata dengan rapi.


"Sudah siap semuanya Rita,,,?" Tanya Oma.


"Sudah bu, semua sudah tertata rapi. Kita tinggal menunggu mereka datang" Ucap Mami Rita.


Raya datang menghampiri Mami dan Oma.


"Mi,,, kayaknya aku kurusan deh. Baju ini gede banget, jadi aneh bangetkan dibadanku,,,!" Raya menunjukkan bajunya yang dianggap kebesaran.


"Itu baju sudah pas dibadan kamu, bahkanketat banget. Memangnya kamu mau lebih kecil bagaimana lagi,,,?" Ucap Mami.


"Ini kegedean mi,,,!" Balas Raya lagi.


"Terserah kamu deh,,, Mami nggak mau komentar lagi".


Suara mobil terdengar dari luar, Reyhan telah datang.


"Itu suara mobil Reyhankan,,,?" Tanya Oma.


"Iya benar, itu mobil Reyhan. Mereka datang, ayo kita lihat,,," Mami Rita sangat antusias.


Mereka bergegas membukakan pintu untuk melihat kedatangan Reyhan dan calon istrinya.


Mobil Reyhan berhenti tepat didepan pintu. Reyhan melepaskan sabuk pengaman sambil menatap Ghea yang sedang memandang rumahnya. Ghea kagum dengan bangunan rumah yang sedang dilihatnya itu hingga membuatnya tersenyum senang.


Reyhan tidak dapat menyembunyikan perasaannya lagi melihat senyum dibibir Ghea. Tangan Reyhan menyentuh pipi Ghea hingga membuat Ghea terkejut.


"Cantik,,,!" Ucap Reyhan sambil mengelus pipi Ghea.


Ghea terkejut ketika tangan Reyhan mengelus pipinya.


"Apa yang kamu lakukan,,,!".


Reyhan tersenyum "Aku bilang 'kamu cantik' ,,,!".


"Kamu baru sadar".


Reyhan melepaskan tangannya dari pipi Ghea dan tertawa, suasana hatinya sedang senang.


"Ayo,,,!" Reyhan turun dari mobil dan melangkah cepat untuk membukakan pintu Ghea.


"Apa begitu cara menyambut kedatangan tamu,,,?" Tanya Reyhan.


Reyhan menggenggam tangan Ghea dan berkata : "Abaikan saja mereka. Kelakuan mereka memang aneh. Ayo kita masuk".


Reyhan mengandeng tangan Ghea dan melangkah masuk kerumah diiringi tatapan mata dari Oma Mami dan Raya.


"Itu pacar mas Reyhan,,,? Cantik banget,,,!" Ucap Raya.


"Wajahnya memang cantik, tapi kita tidak tahu hatinya,,,!" Balas mami.


"Kalau begitu kita harus memastikannya" Sambung Oma.


Mereka masuk kedalam rumah menyusul Reyhan dan Ghea.


Ghea begitu mengangumi kemewahan dan keindahan rumah Reyhan, mata tidak berhenti memandangi seluruh ruangan.


~


Di Ruang Makan


Hening. Tidak ada yang mengeluarkan suara, semua sibuk dengan pikiran mereka masing- masing.


Ghea merasa suasana ini sungguh sangat canggung.


"Suasana apa ini, kenapa begitu canggung. Kenapa keluarga Reyhan menatapku seperti itu. Apa penampilanku aneh,,,?"


Ghea mendekati Reyhan dan membisikkan sesuatu : "Rey,,, Keluargamu normalkan,,,? Mereka manusia normalkan,,,,? Mengapa mereka menatapku seperti itu, seakan- akan mereka ingin menghisap darahku. Mereka bukan v*mpir kan,,,,?".


Reyhan tertawa mendengar bisikan Ghea tersebut, hingga membuat mami Rita, Oma dan Raya terkejut mendengar tawa Reyhan. Mereka sudah lama tidak pernah mendengar Reyhan tertawa dengan penuh kebahagiaan itu.


Reyhan kembali menggenggam tangan Ghea dan menatap lembut kemudian tersenyum hingga membuat jantung Ghea berdebar.


"Kenapa kamu terus tersenyum seperti itu,,, nanti jantungku tidak sanggup berdetak lagi".


"Mam,,,! Jangan menatap seperti itu. Mami tidak menyadari kalau tatapan mami itu membuat Ghea-ku ketakutan" Ucap Reyhan dengan mata yang masih memandang Ghea.


Ucapan Reyhan membuat yang lain salah tingkah.


"Mas Rey yang membuat kakak ipar ketakutan" Ucap Raya. "Lihat tu, dari tadi mata mas Rey tidak berpaling sedetikpun dari wajah kakak ipar".

__ADS_1


"Cukup Raya,,," Ucap Mami Rita.


"Ghea,,,! Maaf ya, kami sudah membuat kamu tidak nyaman. Maklum, baru kali ini Reyhan membawa pacarnya kemari hingga sikap kami menjadi sedikit berlebihan".


"Iya, tidak apa- apa tante. Saya mengerti, karena mama saya juga seperti itu waktu pertama kali bertemu Reyhan" Jawab Ghea sambil berusaha untuk tenang.


"Sudah cukup ngobrolnya, sekarang waktunya kita makan" Ucap Oma.


Merekapun akhirnya mulai menikmati makan malam. Reyhan mengambil beberapa lauk dan meletakkannya diatas piring Ghea.


"Aku bisa ambil sendiri" Ucap Ghea


"sssttt,,, Makanlah. Hari ini aku yang akan melayanimu" Jawab Reyhan.


Mami Rita dan Oma saling memandang melihat kemestraan Reyhan dan Ghea.


"Kakak ipar punya restoran ya,,,?" Tanya Raya sembari menikmati makanannya.


Ghea tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu.


"Restoran,,,! Ah,,, andai itu benar".


"Bukan restoran tapi rumah makan" Jawab Reyhan.


"Apa bedanya,,,? Kan sama- sama tempat makan" Raya kembali bertanya.


"Memangnya kamu umur berapa sih, masa restoran dan rumah makan saja tidak tahu bedanya" Jawaban Reyhan mulai ketus.


"Bedanya sangat jauh Ray,,,! Kalau restoran memiliki konsep yang jelas dari segi tempat, dekorasi, daftar menu dan juga koki. Sedangkan rumah makan tidak mempunyai konsep yang sejelas itu, mereka hanya fokus pada salah satu menu andalan saja" Jelas Ghea.


"Ooo, Terus menu andalan rumah makan kakak ipar apa,,,?" Tanya Raya lagi.


"Menu andalan kami adalah sop tulang sapi. Kami mengolah tulang sapi, iga sapi dan buntut sapi" Jawab Ghea.


"Wah,,, Itu makanan faforitnya mami, buntut sapi,,, ya kan mi,,,,?" Ucap Raya.


"Iya, mami memang suka makan sop buntut. Rumah makan kamu dimana Ghea,,,? Kapan- kapan mami datang kesana".


"Di jalan T. Samudra mam,,, tidak jauh dari kantor Reyhan" Jawab Reyhan.


"Ooo, mami sering melewati daerah itu. Disana memang terkenal banyak kedai dengan makanan yang enak- enak. Kalau tidak salah, mami juga pernah makan disana" Ucap Mami.


"Memangnya mami makan apa,,,? Raya nggak percaya mami pernah makan disana. Mamikan biasanya selalu makan direstoran mewah" Raya mengejek mami.


"Eh jangan salah kamu, genk arisan mami pernah makan disana loh. Kami booking satu kedai waktu itu. Mereka punya menu andalan yaitu sop tulang sapi" Cerita mami Rita penuh semangat.


Ghea memandang Reyhan dan mereka memikirkan hal yang sama.


"Mami masih ingat nama kedai itu,,,?" Tanya Reyhan.


"Iya masihlah, mami nggak mungkin bisa lupa. Sop tulang mereka itu adalah sop yang paling enak yang pernah mami makan. Ibu ingatkan sop yang Rita beli untuk makan malam kita waktu itu,,,? Mami bertanya kepada Oma.


"Iya Oma ingat" Jawab Oma.


"Nah, sop itu mami belinya disana. Nama kedainya apa ya,,, Sop tulang bla bla apa gitu. Apa ya,,,? Mami lupa namanya, tapi masih ingat tempatnya".


"Sop Tulang Sakura,,,!" Ucap Reyhan


"Iya benar, benar itu. Iya ya,,, Sop Tulang Sakura. Aduh kok mami bisa lupa ya".


Reyhan dan Ghea tersenyum.


"Mami tahu siapa pemilik kedai Sop Tulang Sakura itu,,,?" Tanya Reyhan.


Mami menggelengkan kepalanya tidak tahu.


"Nama pemiliknya adalah Adinda Ghea maharani" Reyhan memandang Ghea.


"Dia sedang makan malam bersama dengan kita sekarang".


Semua terkejut mendengar ucapan Reyhan dan mereka memandang Ghea.


"Maksud mas Reyhan, Ghea 'Kakak ipar',,,? Serius,,,?" Raya kegirangan.


"Benarkah,,,! Benar itu kedai milik Ghea,,,!" Mami menatap Ghea.


Ghea sedikit malu dengan situasi saat ini


"Kenapa keluarga ini begitu aneh dan langsung terus terang begini sih,,,!!!".


"Wah,,,, Luar biasa,,,!" Raya bertepuk tangan.


"Kakak ipar memang sesuatu,,,! Aku mencintaimu kakak ipar".


Dan begitulah akhirnya mereka menikmati makan malam dengan saling bercerita, saling memuji hingga suasana yang sebelumnya tegang menjadi rileks dan semakin lama semakin bertambah hangat.


Ghea telah diterima di keluarga Reyhan, ia kini telah menjadi bagian dari keluarga Putra Wijaya.

__ADS_1


**Bersambung,,,,!!!


🙏🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2