Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Kamu Milikku


__ADS_3

Reyhan sudah berpakaian ketika Ghea masuk kedalam kamar, dan ia kembali menggoda Ghea.


"Kamu terlambat Ghe,,,!" Ucap Reyhan.


"Terlambat apa,,,?" Tanya Ghea bingung.


"Terlambat untuk menikmati pemandangan indah" Reyhan bergaya seperti model.


Awalnya Ghea bingung tidak mengerti maksud ucapan Reyhan, namun akhirnya ia paham juga.


"Ooo,,,,! Aku sudah melihat keindahan sunrise pagi ini" Ucap Ghea.


Ghea meraih tasnya dan mengabaikan Reyhan, namun tidak semudah itu ia bisa pergi. Reyhan melangkah cepat dan memeluk Ghea dari belakang kemudian membalikkan Tubuh Ghea hingga mereka saling berhadapan.


"Beraninya kamu mengabaikanku,,,! Kamu mau dihukum ya,,,?" Reyhan menatap tajam


Ghea membalas tatapan Reyhan


"Hahh,,,! Hukum saja kalau kamu bera,,,!!!".


Ucapan Ghea terpotong oleh bibir Reyhan yang menerjangnya secepat kilat hingga membuatnya terkejut. Reyhan mengulum bibir Ghea dengan lembut dan penuh perasaan, semakin lama semakin dalam. Ghea menutup mata, jantungnya kembali berdebar, Ghea berusaha menikmati sentuhan bibir Reyhan. Tanpa ia sadari bibirnya terbuka dan membalas ciuman Reyhan. Tangannya mulai mengalung di leher Reyhan


Reyhan tersenyum menyadari ciuman balasan yang diberikan oleh Ghea. Reyhan menarik tubuh Ghea dengan sebelah tangannya hingga bersentuhan dengannya dan tangan yang lainnya menyentuh pipi Ghea. Reyhan mulai ******* bibir Ghea dengan liar, dikulum lembut kemudian dilepas, dikulum lagi hingga begitu seterusnya. Mereka saling memberi dan membalas ciuman, bahkan mereka kini berbagi udara yang sama.


Adengan itu berlangsung cukup lama. Reyhan benar- benar tidak ingin melepaskan bibirnya dari bibir Ghea, ia terus menghujamnya dengan berbagai gaya. Hingga akhirnya ciuman itu pun selesai.


Reyhan dan Ghea saling melepaskan ciuman mereka dan berusaha mengatur nafas yang tersengal- sengal. Reyhan tersenyum dan Ghea membalas senyuman itu.


"Cup,,,!" Reyhan kembali memberikan ciuman terakhirnya.


"Kamu mulai berani ya,,,! Sudah pintar mengimbangi ciumanku" Reyhan menyapu bibir Ghea yang masih basah dengan jemarinya.


"Rey,,,!!!" Ghea menatap Reyhan malu.


"Kenapa,,,? Kamu masih mau dihukum. Mulai sekarang jangan pernah mengabaikanku lagi. Mengerti,,,?".


Ghea menunduk tersipu malu, wajahnya memerah. Pelan- pelan relung hati Ghea mulai tersentuh dengan semua perlakuan yang diberikan Reyhan.


Reyhan menggenggam tangan Ghea erat.


"Ayo kita berangkat. Aku akan mengantarmu,,,!" Ucap Reyhan.

__ADS_1


Ghea menggangguk dan mengikuti Reyhan.


~


Reyhan menghentikan mobilnya tepat di depan kedai Sop Tulang milik Ghea. Ghea membuka sabuk pengamannya kemudian mengambil karet rambut dan menggulung rambutnya keatas. Reyhan melihat Ghea menggulung rambutnya keatas hingga memperlihatkan lekuk lehernya yang mulus dan jenjang. Reyhan kembali gelisah melihat lekuk leher Ghea yang jenjang hingga membuatnya bergairah kembali.


Reyhan benar- benar tidak tahan.


"Lepaskan Ghe,,,!" Ucap Reyhan.


Ghea menatap Reyhan bingung.


"Apa,,,! Lepaskan apa,,,,?"


"Lepaskan apa,,,? Aku sudah melepaskan sabuk pengamannya".


"Lepaskan rambutmu,,,!".


"Kenapa,,,? Ada yang salah,,,,?" Ghea membelai rambutnya dan menatapnya di kaca spion.


"Aku nggak suka kalau rambutmu di gulung begitu. Lepaskan,,,?".


"Memangnya kenapa Rey,,,? Apanya yang salah,,,!"


"Kamu lepaskan sendiri atau aku yang akan lepaskan,,,?".


"Rey,,,! Sebenarnya kenapa,,,? Aku nggak ngerti maksud kamu apa,,,!" Ghea menatap Reyhan.


"Apa aku terlihat buruk,,,? Apa aku sejelek itu hingga kamu tidak suka melihat rambutku tergulung seperti ini".


"Justru sebaliknya Ghe,,,! Kamu terlihat begitu mempesona dengan leher jenjangmu itu".


"Cup,,,!" Reyhan mengecup leher Ghea hingga membuat Ghea terkejut.


"Rey,,,!".


"Kamu mau tahu apa alasannya,,,?" Reyhan kembali mencium leher Ghea dengan kuat dan liar kemudian menghisap dan menggigit kecil membuat Ghea gelisah.


"Rey,,,,! Cukup Rey,,,!" Ghea benar- benar tidak berdaya menolak keinginan Rey. Ia tahu kalau Rey tidak akan pernah berhenti sebelum ia merasa puas.


Rey melepaskan kecupan panasnya di leher Ghea dan meninggalkan sebuah tanda cinta disana. Reyhan tersenyum melihat tanda merah terang yang ia tinggalkan di leher Ghea.

__ADS_1


Sambil tersenyum Reyhan berkata :


"Sekarang kamu tidak perlu melepaskan rambutmu lagi. Aku sudah memberikan stempel kepemilikanku dilehermu. Tidak akan ada yang berani menatapmu lagi".


"Stempel kepemilikan,,,! Apa maksudnya,,,?".


Ghea melirik keatas mobil dan menjatuhkan sebuah kaca, Ghea memandangi leher yang dicium Reyhan dan betapa terkejutnya ia ketika melihat tanda merah dileher bekas kecupan Reyhan tadi.


"Reyhan,,,!" Ghea menutupi tanda itu dengan tangannya.


"Kenapa kamu melakukan itu,,,! Aku harus bagaimana,,,? Tanda Ini tidak akan hilang,,,!"


Reyhan meraih tangan Ghea yang menutupi lehernya dan berkata :


"Kan sudah aku katakan untuk tidak menggulung rambutmu keatas. Kamu tahu apa yang dipikirkan oleh para pria bila melihat leher jenjangmu ini, mereka akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan tadi. Dan aku tidak suka itu. Aku tidak suka ada pria yang berimajinasi kotor tentang istriku".


Ghea tersentak mendengar perkataan Reyhan, ia tidak pernah membayangkan tentang hal itu.


"Istriku,,,,!!! Reyhan memanggilku selembut itu,,,!".


"Ghea,,,! Kamu milikku dan hanya akan menjadi milikku. Aku tidak akan pernah rela ada orang lain yang melihat milikku dengan pikiran kotor mereka".


Ghea akhirnya mengerti apa maksud Reyhan. "Kenapa Reyhan tidak bicara secara langsung kalau ia tidak menyukainya".


"Maaf Rey,,,,! Aku tidak tahu akan hal itu".


Reyhan memeluk Ghea dengan mesra.


"Tidak apa- apa,,,! Aku senang, akhirnya aku bisa memberikan sebuah stempel ditubuhmu".


Reyhan menarik ikat rambut Ghea hingga terlepas dan membuat rambut Ghea tergerai kembali..


"Nah begini lebih baik" Reyhan membelai rambut Ghea.


"Kalau kamu ingin tanda ini dilihat oleh orang lain, kamu boleh mengikatnya kembali. Aku tidak keberatan kok,,,!".


Reyhan tersenyum puas, ia menang banyak hari ini. Sementara itu Ghea mengerutkan bibirnya kesal karena merasa terus dikerjai oleh Reyhan.


**Bersambung,,,,!!!


Like

__ADS_1


Comment


kalau kalian suka**


__ADS_2