Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Pertemuan


__ADS_3

Ghea berbalik ingin meninggalkan Yuda dan Ardie, namun langkahnya terhenti mendengar Yuda memanggil namanya.


"Ghe,,,!" Panggil Yuda.


Ya panggilan itu, panggilan yang sudah sangat lama ia rindukan. Panggilan dari pria yang begitu ia cintai sebelum mereka berpisah. Getaran suara Yuda yang parau terdengar jelas dan itu membuat hati Ghea semakin bergecamuk.


Disatu sisi Yuda adalah satu- satunya pria yang pernah ia cintai dengan setulus hati, namun disisi lain Yuda juga adalah orang yang telah membuat ia patah hati hingga meninggalkan luka yang terlalu dalam dan luka itu belum sembuh sempurna.


Suasana hati Ghea sungguh sangat kacau, ia tidak tahu harus berbuat apa. Dua pria sedang memperebutkan cintanya. Ardie yang tidak mau menyerah meskipun cintanya telah ditolak berkali- kali oleh Ghea. Yuda, sang mantan kekasih yang pernah begitu ia cintai bahkan sampai detik ini rasa cintanya kepada Yuda masih tersisa.


"Apa yang harus aku lakukan. aku tidak mungkin membiarkan mereka terus bertengkar seperti itu. Tapi aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi. Yuda dan Ardie,,, Diantara mereka tidak akan ada yang mau mengalah. Ya Tuhan apa yang harus hamba lakukan. Tolong hamba Tuhan. Tolong,,,! Lirih Ghea.


"Ghea,,,!" Suara Yuda kembali terdengar


"Setega itukah kamu kepadaku,,,? Apa aku sungguh tidak berarti lagi bagimu,,,,?".


Yuda mendekat dan meraih tangan Ghea dengan lembut.


"Tidakkah ada kesempatan bagiku untuk bisa memperbaiki kesalahan dan kebodohanku di masa lalu,,,?"


Yuda menatap Ghea dengan penuh pengharapan. Penyesalan terlihat jelas diwajahnya. Ghea kembali terdiam dan tidak menyadari kalau tangannya masih di gengam Yuda.


Ardie yang melihat adegan itu kembali tersulut amarah. Ia berjalan dengan mata yang terus menatap tangan Yuda yang menggenggam tangan Ghea.


"Lepaskan,,,!".


Ardie menghempaskan tangan Yuda agar terlepas dari tangan Ghea. Namun Yuda makin mempererat genggaman tangannya dan menyembunyikan Ghea dibelakang tubuhnya.


"Lepaskan Yuda" Ucap Ghea.


"Kamu tidak bisa pergi begitu saja Ghe, kamu harus membuat keputusan. Kamu pilih aku atau dia,,,? Ucap Yuda.


Ghea terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Yuda. Tapi semakin ditarik semakin erat pula genggaman itu. Ghea menghempaskan tangan Yuda dengan sekuat tenaga dan pada saat yang bersamaan Ardie juga mendorong tubuh Yuda hingga genggaman tangannya terlepas.


Ghea akhirnya terjatuh, tangannya lepas dari genggaman Yuda.


"Awwww,,,!" Teriak Ghea.


"Ghea,,,!" Panggil Yuda dan Ardie secara bersamaan.


Ghea meringgis kesakitan. Tangannya memang tidak terluka, namun tetap sakit karena terbentur tanah. Ghea mengelus- elus tangannya dan kemudian berusaha untuk berdiri.


Tanpa di duga sebuah tangan mengulur tepat di hadapan Ghea, perlahan meraihnya hingga Ghea kembali berdiri. Ghea berdiri tepat dihadapan pria yang membantunya berdiri, pria itu tersenyum.


Ghea menatap pria itu tanpa berkedip.


"Siapa pria ini,,,? Apa aku mengenalnya,,,?".


Pria itu adalah Reyhan. Iya Reyhan.


Seorang pria tampan namun berhati dingin. Sebenarnya Reyhan adalah orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain. Namun entah kenapa hari ini ia melibatkan dirinya dalam hubungan rumit seorang gadis yang kini mencuri perhatiannya.


Ardie dan Yuda melangkah ingin menghampiri Ghea, namun langkah kaki mereka terhenti karena seseorang berdiri di hadapan mereka.


"Tunggu,,,!" Bram menghentikan langkah Ardie dan Yuda.


Bram melirik Reyhan yang berdiri dibelakangnya.


"Siapa gadis itu,,,? Kenapa Tuan muda melibatkan diri dalam urusan orang lain,,,! Apa Tuan muda mengenal gadis itu,,,? Apakah gadis itu,,,?" Berbagai pertanyaan muncul dipikiran Bram, ia sungguh penasaran dengan hubungan Reyhan dan gadis itu.


Ghea melepaskan tangannya.


"Terima kasih,,,!" Ucap Ghea.


"Kamu tidak apa- apa,,,?" Tanya Reyhan.


"Saya tidak apa- apa. Terima kasih atas bantuan anda" Ghea menundukkan kepalanya.


"Kamu butuh bantuan,,,,? Sepertinya kamu kesulitan untuk melepaskan diri dari dua pria itu" Reyhan menunjuk dengan dagunya.


"Siapa mereka,,,,?" Tanyanya lagi.


"Bukan siapa- siapa,,,?" Jawab Ghea.


Yuda mencoba melangkah untuk menghampiri Ghea yang sedang berbicara dengan pria asing. Namun Bram kembali menghentikan Yuda.

__ADS_1


"Siapa mereka,,,! Siapa pria itu,,,?" Lirih Yuda.


"Ghea,,,! Siapa mereka,,,? Apa kamu mengenalnya,,,? Tanya Yuda.


Ghea terdiam tidak tahu harus menjawab apa, pikirannya kalut. Ia hanya ingin menghilang dari orang- orang ini.


"Kamu butuh bantuan,,,? Mungkin saat ini hanya aku yang bisa menyelamatkanmu dari situasi ini" Reyhan menatap Ghea.


"Apa maksudnya,,,? Dia mau apa,,,! Aku sudah sangat kesulitan menghadapi Ardie dan Yuda, sekarang pria ini muncul. Apa maunya,,,? Siapa dia,,,,?" Batin Ghea.


"Hei,,,!" Reyhan menjentikkan jarinya.


"Kamu siapa,,,?" Tanya Ghea.


Reyhan menyingirkan bibirnya.


"Dalam situasi seperti ini kamu masih ingin berbasa- basi,,,! Kalau kamu memang ingin berkenalan, baiklah". Reyhan tersenyum. "Aku Reyhan. Senang berkenalan denganmu".


Ghea menatap Reyhan lekat.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang,,,? Biasakah aku mempercayai pria ini,,,? Ayo lah Ghe,,, berpikir. Ayo pikirkan sesuatu".


"Baiklah" Ghea akhirnya memberanikan diri untuk bicara. "Apa yang akan anda lakukan,,,?"


Pikiran licik Reyhan muncul. Ia harus bisa memanfaatkan situasi ini.


Reyhan menundukkan kepalanya dan membisikkan sesuatu ditelinga Ghea.


"Apapun yang aku katakan nanti, kamu harus tetap diam. Jangan membantah apalagi menyangkalnya".


Reyhan kembali berdiri tegak dengan mata yang masih menatap Ghea.


"Bagaimana setuju,,,?" Tawar Reyhan.


"Apa yang akan kamu lakukan,,,? Kamu tidak akan melakukan hal yang aneh- anehkan,,,? Kamu tidak akan menyakiti merekakan,,,?" Tanya Ghea mulai gelisah.


"Gadis aneh, bagaimana ia masih bisa memikirkan orang yang telah berbuat kasar kepadanya" Pikir Reyhan.


"Tenang saja, percaya padaku".


Ghea terkejut dengan apa yang dilakukan Reyhan. "Apa yang akan dia lakukannya,,,?" Gumam Ghea.


Ardie dan Yuda menatap Ghea, mereka tidak memahami situasi yang terjadi saat ini. Bram yang juga melihat adegan itu terkejut.


"Apa yang terjadi,,,? Apa yang akan Tuan muda lakukan,,,? Situasi macam apa ini,,,!" Bram gelisah.


Bram tidak percaya dengan adegan yang terjadi didepan matanya itu. Bram benar- benar tidak memahami apa maksud dari perbuatan Reyhan. Selama ini Reyhan selalu menjaga jarak dengan orang asing, ia bahkan tidak pernah mau berdiri berdekatan dengan siapapun. Tapi kini apa yang terjadi,,,! Reyhan memeluk seorang gadis yang bahkan belum ia kenali.


Reyhan menatap kedepan.


"Perkenalkan aku Reyhan Putra Wijaya, kekasih dan sekaligus calon suami Ghea" Ucap Reyhan penuh percaya diri.


"Ha,,,!" Ghea terkejut dan menatap Reyhan.


"Apa,,,! Dia bilang apa,,,! Kekasih,,,! Calon suami. Apa,,,!!! Calon suami,,,".


Ghea melotot kepada Reyhan sambil mengoceh : "Apa yang sedang kamu lakukan,,,! Jangan macam- macam ya,,," Ancam Ghea.


Reyhan tersenyum geli, dalam situasi yang seperti ini, bisa- bisanya gadis ini mencoba mengancamnya.


Reaksi yang sama juga terlihat dari wajah Bram, Yuda dan Ardie. Mereka tidak percaya dengan apa yang diucapkan Reyhan.


"Ghea. Apa maksudnya ini,,,! Pria itu bohongkan,,,? Itu tidak benarkan,,,? Kamu bohongkan,,,? Jawab Ghe,,,!!!" Yuda sangat emosi.


Ghea tetap terdiam.


"Hei,,, Siapa kamu sebenarnya,,,? Menjauh dari Ghea. Lepaskan Ghea" Ucap Ardie.


"Bram,,,!!!" Panggil Reyhan.


Panggilan itu menjadi sebuah isyarat perintah bahwa ia harus mengendalikan situasi saat ini. Bram mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Tidak begitu lama, beberapa pria berseragam datang dan berdiri tepat disamping Bram.


Bram berdecak pinggang dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Sebaiknya masalah ini selesai sampai disini. Aku tidak ingin terjadi pertumpahan darah. Kalian pergilah selagi aku masih berbaik hati" Ucap Bram.

__ADS_1


Yuda dan Ardie saling memandang dengan geram.


"Pilihan ada ditangan kalian. Kalian pergi sekarang dan masalah ini selesai atau mereka yang akan mengusir kalian pergi"


Tegas Bram kembali.


Ghea sebenarnya khawatir kalau mereka akan memukuli Ardie dan Yuda, walau bagaimanapun mereka adalah orang yang Ghea kenal berbeda dengan Reyhan yang baru di temuinya.


Ardie dan Yuda memutuskan untuk pergi walau dengan hati yang kecewa dan penuh amarah. Mereka memutuskan mengalah karena tahu mereka tidak akan menang menghadapi pria- pria berbadan besar itu. Mereka berpikir masih punya waktu di hari esok untuk berbicara lagi dengan Ghea dan mereka tidak akan menyangka bahwa itu akan mustahil. Setelah kejadian hari ini mereka tidak akan pernah bisa mendekati Ghea lagi.


Ghea melepaskan diri dari pelukan Reyhan. Sekarang tinggallah ia bersama pria itu.


"Terima kasih atas bantuannya. Maaf sudah merepotkan anda" Ucap Ghea.


"Hanya terima kasih yang aku dapatkan setelah menolongmu,,,!" Reyhan menatap Ghea.


"Memangnya anda mau apa,,,?" Ghea gugup.


Tatapan Reyhan semakin tajam


"Aku sudah membebaskanmu dari pria- pria kasar itu. Bukankah seharusnya kamu membalas semua itu,,,".


"Baiklah. Saya akan membalas pertolongan anda tadi. Saya juga tidak ingin punya hutang budi kepada orang lain. Katakanlah,,,! Apa yang harus saya lakukan untuk membalasnya" Ucap Ghea tegas.


"Katakan,,,! Apa yang anda inginkan".


Reyhan tersenyum lebar


"Gayung bersambut" Pikirnya.


"Benarkah,,,! Apapun itu,,,!" Pancing Reyhan.


Ghea mengangguk mantap


"Iya apapun itu,,,!".


"Baiklah,,,!!!"


Reyhan melangkah mendekat, ia berada tepat dihadapan Ghea. Reyhan sedikit membungkuk kedepan hingga wajahnya berada tepat dihadapan wajah Ghea. Tatapan mata mereka bertemu.


"Apa ini,,,! Kenapa wajahnya sangat dekat. Apa yang akan orang ini lakukan. Ya Tuhan,,," Ghea sedikit gugup.


"Maukah kau menikah denganku,,,?".


Perkataan Reyhan sangat lembut tapi dengan penekanan yang kuat, layaknya seorang pria yang sedang melamar kekasihnya.


"Apa,,,! Kamu g*la,,,!!!.


Teriak Ghea.


Bersambung,,,,,!!!


Aduh kok Autour yang dag dig dug ya


Aduh Reyhan, kamu bisa membuat Ghea jantungan.


Baru ketemu beberapa menit yang lalu,


eh malah langsung diajak nikah


hehehehe,,,😁


Next


Kita lanjut ya,,,


Like


vote


Comment


Share


🙏

__ADS_1


__ADS_2