
Sarapan telah tersusun rapi diatas meja makan, Mami Rita menata piring dan sendok dengan teliti. Oma keluar kamar dan berjalan menuju meja makan disusul Raya.
"Kamu nggak ke kampus Ya,,,!" Tanya mama melihat penampilan Raya yang santai.
"Nggak mi. Raya kerumah sakit hari ini" Jawab Raya.
Raya merupakan mahasiswa pasca sarjana jurusan Farmakologi fakultas Kedokteran. Raya telah menyelesaikan studi SI Kedokteran dan kini melanjutkan studi S2 untuk prodi Farmakologi.
"Reyhan belum turun ya,,,! Panggil mas mu Ya,,,!" ucap Oma
"Males ah Oma. Bentar lagi mas Rey juga bakal turun sendiri. Raya buru- buru" Raya melahap sarapannya dengan cepat.
"Raya pergi dulu ya Mi, Oma,,"
Raya bergegas pergi.
Selang bebetapa menit Reyhan turun dan menuju ruang makan. Mami Rita menyambut putranya dengan senyuman.
"Kamu udah siap Rey,,! Ayo sarapan dulu". Ajak Mami Rita.
Reyhan duduk dan mulai menikmati sarapannya. Mami Rita melirik kearah Oma seakan meminta persetujuan. Oma menggangguk tanda setuju.
"Reyhan,,,!" Panggil Mami Rita.
"Emmm,,,!" Sahut Reyhan
"Rey, kamu ingatkan masalah ya mami bicara sama kamu minggu lalu. Tentang niat mami yang ingin melamar putri sahabat mami untuk menjadi istri kamu. Kamu masih ingat,,,?" Tanya mami Rita
Reyhan meletakkan sendok makannya di atas piring dan menghela nafas.
"Hhhhh,,,, Mam,,,! Cukup,,,! Rey capek. Rey tidak mau dan tidak menginginkan perjodohan itu terjadi" Tegas Reyhan.
"Tapi kenapa Rey,,,! Mami melakukan ini semua buat kamu. Mami ingin kamu bahagia. Sudah waktunya kamu menikah" Ucap Mami Rita.
"Iya Rey tahu Mam, Rey ngerti. Tapi Mami juga harus ngertiin Rey. Rey tidak bisa menikah hanya karena desakan Mami. Rey akan menikah karena Rey ingin menikah" Tegas Reyhan.
"Tapi mau sampai kapan mami harus menunggu Rey,,,?".
"Reyhan,,,! Oma dan Mami kamu cuma ingin membantu kamu. Kami hanya ingin menjamin posisi kamu agar tetap aman. Posisi kamu saat ini bisa terancam jika para pesaing kamu tahu masalah ini" Ucap Oma.
"Oma sama Mami tenang saja. Tidak akan ada yang terjadi. Reyhan tidak akan membiarkan siapapun menggoyahkan keluarga dan perusahaan kita".
Reyhan menatap Mami Rita.
"Mam,,, Mami tenang saja. Rey tahu apa yang terbaik untuk Rey. Mami tidak perlu mengkhawatirkan apapun, ya,,,!" Ucap Reyhan.
"Reyhan pergi dulu ya Mam, Oma. Masalah ini cukup sampai di sini".
Reyhan bangkit dan langsung menuju keluar. Pak Yadi telah menunggu di mobil.
Reyhan mendesah, ia benar- benar lelah dengan semua perjodohan yang dilakukan Maminya.
~
Bram menatap Reyhan yang duduk di sofa sambil terus mendesah dan memijit pangkal hidungnya. Bram tahu ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran Tuan mudanya itu.
Bram bingung harus memulai pembicaraan dari mana, namun ia memberanikan diri untuk bertanya.
"Maaf Tuan Muda, sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda. Ada masalah apa Tuan muda,,,?" Tanya Bram.
Reyhan merebahkan kepalanya kebelakang dan mengangkat kedua kakinya keatas meja.
"Sepertinya Mami tidak akan berhenti Bram. Mami kembali merencanakan perjodohan" Ucap Reyhan.
Akhirnya Bram tahu masalah yang menggangu Tuannya itu.
"Semua orang tua memang begitu Tuan. Mereka selalu ingin melakukan hal yang terbaik untuk anak- ananknya" Jawab Bram bijak.
"Bicaramu seperti orang tua saja Bram".
"Maaf Tuan muda".
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan Bram, agar mami berhenti?" Tanya Reyhan.
"Entahlah Tuan muda. Saya tidak berani mengatakan apapun".
"Kenapa,,,? Apa yang kamu pikirkan,,,? Katakanlah,,,".
Bram ragu untuk mengatakannya.
"Bram,,,!" Panggil Reyhan
"Iya Tuan muda, maaf,,,!".
"Katakanlah".
"Begini Tuan. Maaf,,,,! Menurut saya, nyonya akan berhenti kalau Tuan muda mempunyai pacar" Ucap Bram
"Apa,,,! Kamu nggak salah,,,?. Hahahaha,,,,,!"
Reyhan tertawa mendengar ucapan Bram.
"Iya Tuan Muda. Saya yakin akan hal tersebut. Nyonya mencarikan jodoh untuk Tuan muda, karena Tuan muda masih sendiri dan belum mempunyai pacar. Hingga membuat nyonya Khawatir" Jelas Bram.
Suasana hening sebentar.
Kemudian Bram kembali berkata :
"Sepertinya Tuan muda memang harus mencari seorang pacar,,,!"
Reyhan kembali duduk dengan tegap.
"Pacar,,,! Kamu bercanda Bram,,,! Siapa juga yang mau menjadi pacarku. Ada- ada saja kamu".
"Kenapa,,,! Tuan bingung,,,!"
Bram kembali bicara dengan penuh semangat.
"Tuan muda,,,! Tuan muda tidak lupakan posisi Tuan muda saat ini. Tuan muda adalah pria paling populer di negeri ini dan paling di cintai. Bahkan pria- pria idol kalah dengan pesona Tuan muda".
Bram kembali berkata :
"Saya serius Tuan muda,,,! Sekarang Tuan muda tinggal tunjuk gadis yang Tuan muda sukai. Saya akan pastikan Tuan muda mendapatkannya".
Reyhan melempar bantal sofa ke wajah Bram.
"Ngaco kamu Bram,,,!" Ucap Reyhan.
"Kok ngaco sih Tuan muda. Saya serius loh,,,!".
"Udah cukup. Saya Pusing mendengar ocehan mu itu".
Bram diam. Usahanya untuk membuat Reyhan mencari pacar gagal.
"Jam berapa kita meeting,,,?" Tanya Reyhan.
"Jam 2 siang Tuan muda, di Royal Cafe". Jawab Bram.
"Ok,,,!".
Reyhan sebenarnya ikut memikirkan ucapan Bram tadi, namun ia berusaha untuk tidak peduli.
~
Meeting selesai dan kesepakatan telah dibuat. Kerja sama antara Putera Jaya Grop dan Royall Grop telah terjalin. Sebagai perusahan waralaba terbesar di negeri ini, Royall Grop menjadi incaran para pembisnis untuk dapat menjalin kerjasama.
Seperti biasa Bram menyelesaikan semua sisa- sisanya, mulai dari merumuskan kesepakatan, membuat kontrak hingga masalah lainnya. Sementara Reyhan memutuskan kembali ke dalam mobilnya dan menunggu Bram di sana.
Ghea berjalan cepat meraih helm namun di hentikan oleh Ardie.
"Tunggu Ghe,,,,! Aku masih ingin bicara" Cegah Ardie.
"Mau bicara apa lagi sih,,,! Aku udah jelasin semuanya tadi. Kamu nggak ngerti ya,,,?" Ghea sangat kesal.
__ADS_1
Ghea dan Ardie berdebat di parkiran hingga tidak menyadari keberadaan seseorang di dalam mobil yang terparkir dibelakang mereka.
Sementara Reyhan yang sedang berada didalam mobilnya akhirnya menyaksikan dan mendengar jelas pertengkaran yang sedang terjadi itu. Pandangan Reyhan tertuju kepada Ghea.
"Kenapa Ghe,,,, Kenapa,,,? Kenapa kamu nggak mau menerima cinta aku,,,?" Tanya Ardie.
"Karena aku nggak cinta sama kamu Ardie. Tolong dong kamu mengerti. Aku udah capek, aku muak dengan sikap kamu ini,,," Tegas Ghea.
"Aku nggak bisa terima itu ghe,,,,! Aku nggak mau kehilangan kamu. Aku cinta kamu Ghea" Ardie semakin menggila.
"Cukup Ardie,,,! Cukup. Apapun yang aku katakan tidak akan pernah masuk dalam pikiran kamu. Otak kamu itu udah penuh dengan pikiran- pikiran yang g*la" Ghea geleng- geleng kepala.
Reyhan hanya menatap diam tanpa tahu harus berbuat apa. Ia ingin melerai perdebatan itu namun ia bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain.
Ardie meraih tangan Ghea dan meremasnya.
"Awww,,,! Ardie lepaskan" Ghea menghempas tangan Ardie dengan sangat kuat hingga tanggannya terlepas.
"Kamu g*la Ardie,,,! Aku nggak mau ngelihat kamu lagi" Ghea memakai helmnya, memutar motor dengan cepat dan bergegas pergi.
Ardie masih terdiam, tangannya mengepal. Ia sangat marah karena Ghea terus menolaknya.
"Aku nggak akan pernah nyerah Ghea,,,! Akan aku jadikan kamu milikku seutuhnya" Tegas Ardie sambil tersenyum sinis.
Reyhan yang menjadi saksi pertengkaran itu hanya bisa terdiam terpaku. Ia terkejut seakan tidak percaya telah menyaksikan kejadian itu.
"Kasihan gadis itu. Pacarnya sungguh mengerikan". Reyhan masih memikirkan gadis itu, Ia terlihat familiar.
Pintu mobil terbuka membuat Reyhan yang sedang melamun terkejut.
"Bisa lebih pelan nggak buka pintunya,,,!" Ucap Reyhan.
Bram tidak menyadari kalau dia telah membuat Reyhan terganggu.
"Maaf Tuan muda,,,! Saya minta maaf" Bram memohon maaf.
"Sudahlah, lupakan,,,! Ayo kita pulang" Perintah Reyhan.
Bram menghidupkan mesin mobil dan perlahan melajukannya. Bram menatap Reyhan dari kaca spion.
"Tuan kenapa,,,? Ada masalah lagi,,,!" Gumam Bram.
Reyhan memalingkan wajahnya menatap keluar, perasaannya tidak nyaman. Reyhan terus kepikiran dengan kejadian yang baru saja dilihatnya.
Bersambung,,,,,!!!
Aduh Reyhan,,,,!
Kamu kok tega sih lihat Ghea dikasarin begitu.
Harusnya kamu bela dong.
Dasar,,,,!
Nggak berperasaan,,,,
😂😂😂
Author sebel sendiri dengan karakter Reyhan
Epd kali ini semoga kalian suka ya
jangan lupa untuk terus mendukung kami,,,,,!!!
Vote
Comment
Like
Share
__ADS_1
0k