
Alya dan Ghea sedang menikmati sebotol Thai tea kesukaan mereka sambil tertawa bercanda.
"Jadi mereka balikan lagi,,,? Tanya Ghea.
Alya mengangguk "Iya,,,!".
"Wah,,,! Mereka berdua memang sesuatu ya. Dalam sebulan ini mereka udah putus nyambung tiga kali. Loe kalah jauh sama mereka Al,,,!" Ucap Ghea.
"Enak aja loe,,,! Gue juga nggak mau menang dari mereka. Gue nggak sanggup deh kalau harus punya hubungan serumit Naima dan Miko" Balas Alya.
"Hahahha,,,,! Sama, gue juga nggak bakal sanggup" Ghea tertawa. "Kenapa mereka nggak langsung nikah aja sih,,,?".
"Mana gue tahu,,,!" Alya menggangkat kedua pundaknya.
"Naima belum yakin sama keseriusan Miko.
Loe mah enak punya suami seperti Tuan muda Reyhan. Udah baik, ganteng, tajir lagi. Kurang apa coba,,,?.
Ghea menarik nafas.
"Reyhan memang nggak punya kekurangan apapun, dia punya begitu banyak kelebihan dan bahkan sangat sempurna. Malah aku yang tidak sempurna untuknya".
Alya menangkap kesedihan dari ucapan Ghea tadi.
"Loe ngomong apaan sih Ghe,,,! Loe tahu nggak,,,! Loe itu cewe paling sempurna yang menjadi idaman para laki- laki. Makanya Reyhan meminta loe untuk mau menikah dengannya".
"Gue nggak sesempurna itu Al,,,! Gue belum bisa menjadi istri yang baik untuk Reyhan".
"Maksud loe apa sih,,,? Gue nggak ngerti. Loe lagi punya masalah sama Reyhan,,,?" Tanya Alya.
"Nggak,,,!" Ghea menggelengkan kepalanya.
"Gue nggak punya masalah sama Reyhan, tapi gue punya masalah sama diri gue sendiri. Gue belum mampu menjadi seorang istri yang sesungguhnya Al,,,!".
"Maksud loe,,,?" Alya mulai mencurigai ucapan Ghea.
"Gue belum pernah melakukan hubungan itu sama Reyhan" Ghea berusaha jujur.
"Apa,,,,! Loe serius Ghe,,,?" Alya terkejut mendengar ucapan Ghea.
"Loe sama Reyhan belum pernah melakukan hubungan suami istri. Serius,,,! Loe nggak bercandakan Ghe,,,!".
Alya menatap Ghea tajam.
"Kalian benar- benar belum pernah melakukan hubungan s***,,,,? Sumpah loe,,,?".
Ghea mengangguk "Iya,,,!".
"Wah,,,,! Luar biasa. Gue nggak tahu lagi harus bilang apa. Kalian udah nikah sebulan lebih tapi belum pernah melakukan hubungan itu,,,! Terus kalian berdua ngapain aja sih selama ini,,,? Kalian sehat,,,? Kalian berdua normal kan,,,,?" Alya shock.
"Sialan loe,,,! Maksud loe apa ngomong begitu" Ghea melempar tisu kewajah Alya.
"Siapa yang nggak normal,,,?".
"Ya loe lah, masa gue,,,?" Jawab Alya.
"Nih coba loe dengerin ya,,,! Ada dua orang lawan jenis udah nikah dan tinggal berdua, tapi nggak ngapa- ngapain, padahal mereka pasangan suami istri. Masuk akal nggak,,,?".
Alya melanjutkan bicaranya
"Pasangan lain yang bahkan belum menikah sudah melakukan banyak hal Ghe,,,,! Lah,,,,! Kalian berdua malah main kucing-kucingan dan nggak ngapa- ngapain".
"Loe ngomong apa sih,,,! Siapa juga yang nggak ngapa- ngapain,,,!" Ucap Ghea ketus.
"Kalian sudah melakukan sesuatu,,,? Kalian ngapain aja,,,,? Loe udah di apain aja sama Reyhan,,,?" Pertanyaan Alya tambah vulgar.
__ADS_1
"Alya,,,!" Ghea tampak malu mendengar pertanyaan dari Alya.
"Apa sih Ghe,,,! Gue kan cuma nanya doang. Loe nggak perlu malu buat cerita sama gue. Gue wanita dewasa yang punya pemikiran normal. Siapa tahu gue bisa bantu loe".
Alya menggenggam tangan Ghea.
"Ghe,,,! Gue sahabat loe. Loe bisa cerita sama gue. Mungkin gue bisa bantu selesaiin masalah kalian".
"Sekarang loe jawab pertanyaan gue,,,! Kalian tidur dikamar yang sama,,,?" Tanya Alya.
Ghea mengangguk.
"Satu ranjang,,,,?"
Ghea kembali mengangguk.
"Kalian sudah pernah kiss,,,? Maksud gue bukan kiss biasa, tapi ciuman. Ciuman layaknya pasangan dewasa. Ciuman yang penuh dengan gairah dan nafsu. Kalian sudah pernah melakukan kiss seperti itu,,,,?" Alya makin penasaran.
Ghea terdiam dan perlahan menggangguk pelan.
"Ghea,,,!" Alya bangun dan langsung memeluk Ghea dengan erat.
"Gue seneng banget Ghe,,,! Gue senengggg banget" Alya melepaskan pelukannya dan menatap Ghea.
"Itu artinya kalian pasangan normal. Kalian saling menyukai dan tertarik satu sama lain secara emosional. Terus apa masalahnya Ghe,,,? Kenapa loe nggak bisa memenuhi kewajiban loe,,,?".
"Gue juga nggak tahu Al,,,! Gue hanya merasa timingnya nggak pas,,,?" Ucap Ghea.
"Terus Reyhan bagaimana,,,? Gimana reaksi Reyhan saat loe menolaknya,,,? Dia marah nggak,,,?" Tanya Alya.
Ghea menggelengkan kepalanya.
"Nggak,,,! Reyhan sama sekali nggak pernah. Reyhan bilang dia akan nunggu sampai aku siap".
Alya meleleh mendengar ucapan Ghea.
"Gue aja meleleh loh dengerin ucapan loe, masa loe nggak meleleh sih mendengar kata- kata itu langsung dari Reyhan,,,,?".
"Loe nggak tahu aja gimana perasaan gue,,,! Jantung gue berdebar nggak berhenti seakan mau loncat keluar" Ghea memengang dadanya.
"Yeee,,,,! Katanya nggak suka, tapi kok berdebar- debar. Ayo ngaku, loe mulai jatuh cinta kan sama Reyhan,,,,?" Goda Alya.
"Alya,,,!" Ghea mencubit pinggang Alya.
"Aww,,,,! Sakit Ghe,,,!" Alya mengelus pinggangnya.
"Ghea,,,! Menurut gue loe harus mulai terbuka sama Reyhan. Bukan terbuka dalam arti lain ya,,,! Jangan mikir yang vulgar ya,,,,!" Alya menggerakkan dua jarinya keatas.
"Maksud gue, loe harus mulai membiasakan diri untuk membuka hati loe. Loe nggak usah mikirin apapun, loe terima saja semua perlakuan Reyhan dengan hati yang ikhlas tanpa paksaan".
"Ghea,,,! Loe sadar nggak sih betapa beruntungnya loe bisa mendapatkan suami yang mencintai loe dengan tulus. Bukankah wanita lebih suka dicintai dari pada mencintai. Kalau loe udah bisa membuka diri, seiring berjalannya waktu perasaan loe pun akan berubah kepada Reyhan. Percaya sama gue,,,!"
Ghea memeluk Alya sambil terisak, kata- kata Alya begitu menyentuh hatinya.
"Makasih ya Al,,,! Perasaan gue jauh lebih lega sekarang" Ucap Ghea.
"Gue seneng kalau loe udah merasa lebih baik. Gue hanya ingin sahabat gue hidup berbahagia dengan laki- laki pilihannya" Balas Alya.
"Udah dong jangan nangis lagi,,,! Gue mulai mendung juga nih,,,!" Ucap Alya sambil menghapus air mata Ghea.
Setelah berbagi cerita dengan Alya membuat perasaan Ghea menjadi lebih baik. Ghea Lega karena telah mencurahkan beban dihatinya kepada Alya, setidaknya beban yang Ghea rasakan sedikit berkurang.
~
Ghea berlari tergesa- gesa menyusuri lorong rumah sakit. Wajahnya begitu panik. Ghea terus berjalan hingga bertemu dengan seorang perawat.
__ADS_1
"Permisi,,,! Pasien yang pingsan dijalan tadi rawat dimana,,,,?" Tanya Ghea.
"Maaf, nama pasiennya siapa,,,,?" Tanya sang perawat.
"Lidya,,, Lidya Keumala" Jawab Ghea.
"Tunggu sebentar" Perawat itu bertanya kepada rekan seprofesinya.
"Pasien masih IGD mbak, dokter masih memeriksa kondisinya" Jawab perawat itu.
"Dimana,,,? saya boleh bertemu dengan mama saya kan,,,?" Ghea terlihat panik.
"Iya boleh. Mari ikut dengan saya".
Ghea berjalan mengikuti perawan tadi.
Sementara itu di ruang IGD, Yuda sedang membersihkan darah dilengan mama Lidya yang terluka. Yuda membersihkan dengan perlahan agar tidak terasa perih. Mama Lidya hanya diam melihat Yuda yang sedang sibuk mengobati beliau.
"Maaf tante ini akan sedikit perih" Ucap Yuda.
Yuda mengambil kapas yang sudah disiram dengan cairan antiseptik dan mengolesnya dilengan yang terluka.
"Aww,,,,!" Mama Lidya menggigit bibirnya.
Yuda membuang kapas yang sudah dipakainya tersebut.
"Luka robeknya tidak terlalu lebar tetapi sedikit dalam, jadi harus dijahit. Tante tidak apa- apa,,,?" Tanya Yuda.
"Tidak apa- apa, lakukan saja" Jawab Mama Lidya.
Yuda mulai menyiapkan peralatan bedahnya.
"Kamu sudah tahu kalau Ghea sudah menikah Yuda,,,?" Tanya mama Lidya.
"Iya tante. Saya sudah tahu" Jawab Yuda.
"Maaf tante, selama ini saya sudah terlalu sering menyakiti Ghea. Saya telah melakukan banyak kesalahan kepada tante dan juga Ghea. Saya menyesal tante".
"Sudahlah,,,! Kamu tidak perlu meminta maaf lagi, tante sudah lama memaafkan kamu. Kita semua punya kisah masa lalu yang rumit" Ucap mama Lidya bijak.
"Saya hanya menyesal karena tidak dapat mempertahankan Ghea, hingga akhirnya saya harus merelakan Ghea hidup bahagia dengan pria lain. Saya begitu bodoh tante,,,!" Ucap Yuda menyesal.
Mama Lidya mengelus pundak Yuda.
"Relakan Ghea nak Yuda, Ghea telah menemukan kebahagiannya. Sekarang kamu juga harus mengejar kebahagiaanmu sendiri. Lupakan masa lalu dan carilah pasangan yang lebih baik dari Ghea".
Yuda tersenyum mendengar ucapan dari mama Lidya, seorang ibu yang begitu ia sayangi.
Disaat yang bersamaan Ghea tiba dan kaget melihat Yuda sedang bersama mamanya.
"Mama,,,,!" Ghea memanggil sang mama.
"Yuda,,,!!!" Ghea menatap Yuda.
**Bersambung,,,,,!!!
Terima kasih bagi yang sudah mampir
Semoga kalian suka ya
Like
Comment
Share
__ADS_1
🙏**