
Ghea tidak bekerja hari ini, bukan karena hari libur tetapi ia memang tidak ingin pergi bekerja. Seharian ini ia hanya uring- uringan di dalam kamar.
"Iya, aku mau,,,!!!.
"Aaa,,,,!!! Aku sudah g*la. Aku benar- benar sudah tidak waras. Kenapa aku jawab begitu,,,! Dia pasti mengira kalau aku sudah tergila- gila padanya. Aaaaa,,,,!!!"
Ghea mengacak- ngacak rambutnya, ingin rasanya ia menghilang hingga tidak perlu bertemu dengan Reyhan lagi. Pintu kamar terbuka, mama Lidya masuk menghampiri putrinya.
"Kamu kenapa Ghe,,,? Dari tadi uring- uringan terus. Kamu lagi ada masalah,,,? Ada apa sih sayang,,,?" Mama Lidya membelai lembut rambut Ghea.
Ghea menatap sang mama, ia ingin menceritakan semuanya tapi ia bingung harus memulai dari mana. Ghea khawatir mamanya akan marah kalau tahu kejadian yang sebenarnya. Kekecewaan mama Lidya kepada Yuda masih membekas dihatinya.
"Ma,,,!" Ghea ragu untuk bicara.
"Apa,,,? Ada apa Ghea,,,? Katakan, ada apa,,,? Jangan takut" Mama Lidya bisa melihat kekhawatiran dimata Ghea.
Ghea memeluk mama dengan erat, hanya pelukan sang mama yang dapat menenangkan hatinya.
"Ma,,, Ada pria yang melamar Ghea".
Suara Ghea cukup pelan namun mama Lidya bisa mendengarnya dengan jelas.
Ghea melepaskan pelukannya dan menatap sang mama.
"Ma,,,!".
"Kamu serius dengan perkataan kamu tadi,,,? Benar kamu dilamar oleh seseorang,,,?" Tanya mama.
"Iya ma, itu benar".
"Itu kabar yang bagus sayang, kenapa kamu ragu untuk cerita sama mama,,,,!" Mama Lidya tersenyum.
"Sekarang ceritakan semuanya sama mama, siapa dia,,,? Siapa pria yang berani melamar putri mama,,,? Apa mama mengenalnya,,,?".
Ghea menggelengkan kepalanya.
"Tidak,,, mama tidak mengenalnya. Ghea sendiri juga baru bertemu dengannya. Dia pria yang baru Ghea kenal ma". Ghea masih menatap mamanya.
"Apa mama marah,,,?" Tanya Ghea kembali.
"Kenapa mama harus marah" Mama Lidya mengelus pipi Ghea.
"Kalau kamu menyukai pria itu, mama akan mendukungnya. Sekarang katakan, seperti apa dia,,,! Apa dia tampan,,,?".
"Iya,,, dia pria yang tampan bahkan sangat tampan".
"Oh ya,,,! Wah,,, Mama jadi penasaran. Kapan kamu akan memperkenalkannya pada mama,,,?".
"Syukurlah mama tidak marah. Tapi apa mama akan merestuinya" Gumam Ghea.
"Mama serius nggak apa- apa,,,? Emang mama setuju Ghea nikah,,,?".
"Sayang,,, kamu kenapa bertanya seperti itu, ibu mana yang tidak senang kalau anaknya akan menikah. Mama sangat senang Ghea, mama senang akhirnya kamu menemukan kebahagiaan kamu lagi".
"Aku nggak tahu apa keputusanku ini benar ma,,,! Aku takut kalau aku telah mengambil keputusan yang salah. Apa aku akan bahagia bersama Reyhan,,,".
"Mama kan belum mengenal Reyhan, kenapa mama langsung setuju,,,?".
__ADS_1
Mama Lidya akhirnya tahu nama pria yang telah membuat putrinya gelisah.
"Jadi namanya Reyhan,,,! Emmm,,,, Nama yang bagus. Dan sepertinya dia juga pria baik- baik. Apa kamu menyukainya,,,?".
"Ih,,, mama kok tanya begitu sih,,,?".
"Lho kenapa,,,! Kamu tidak mungkin mau menerima lamarannya kalau kamu tidak suka padanya kan. Mama mau tanya, Kamu suka sama Reyhan atau tidak,,,?"
Ghea diam ragu mau jawab apa.
'Di bilang suka tapi belum suka
Dibilang tidak suka tapi sedikit mulai suka
Sebenarnya perasaanku ini bagaimana sih,,,!!!'
"Ghea bingung ma,,,! Perasaan Ghea masih ragu. Ghea takut kalau kali ini Ghea akan salah pilih lagi".
"Ghea dengarin mama ya. Semua wanita juga merasakan hal itu, mereka mulai ragu ketika hubungannya akan melangkah kejenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Jadi hal itu normal kok sayang" Ucap mama Lidya bijak.
"Jadi mama setuju Ghea nikah dengan Reyhan,,,?".
"Mama nggak bilang begitu,,,!" Ucap Mama Lidya
"Yah mama,,,! yang benar dong. Jadi sebenarnya mama setuju apa tidak Ghea nikah".
"Mama belum bisa memutuskan untuk menyetujui kamu menikah dengan Reyhan atau tidak. Mama belum pernah bertemu apalagi mengenal Reyhan, jadi ajak dia kesini mama mau melihatnya secara langsung. Setelah itu mama baru bisa memutuskan apakah Reyhan pantas untuk mendampingi kamu".
Mama Lidya kembali memeluk Ghea dengan penuh kasih sayang.
"Kamu tidak perlu cemas, kalau Reyhan memang yang terbaik untuk kamu, mama akan merestuinya. Mama hanya ingin kamu bahagia sayang".
Ghea lega setelah menceritakan kegelisahannya kepada sang mama walaupun tidak semuanya, namun paling tidak ia tahu bahwa mama selalu mendukung apapun pilihannya nanti.
~
"Ghea,,,!".
Alya masuk kekamar Ghea tanpa mengetuk pintu hingga membuat Ghea terkejut, dan Naima mengikuti Alya dari belakang. Mereka langsung memburu Ghea dengan berbagai pertanyaan.
"Ya Tuhan,,,! kalian punya etika nggak sih,,, kenapa nggak ketuk pintu dulu" Ghea mengelus dadanya kaget.
"Loe g*la ya Ghe,,,! Loe kok nggak bilang- bilang sama kita sih,,,?" Alya langsung bertanya.
"Bilang apa,,,,?"Ghea bingung.
"Loe nggak cerita tentang identitas Reyhan yang sesungguhnya" Ucap Alya.
"Iya Ghe,,, Loe nggak bilang kalau bakal calon suami loe itu Reyhan Putra Wijaya, Presdir Putera Jaya Group. Salah satu orang yang paling berpengaruh di negeri ini" Naima ikut bertanya.
"Iya, namanya tertulis di berbagai artikel dimedia sosial dan bahkan ia pernah tampil di tv" Sambung Alya.
"Gue nggak nyangka loe bakal nikah sama cowo terkeren di negeri ini Ghe,,,!!! Ucap Naima.
Alya dan Naima terus menyerbu hingga Ghea tidak punya kesempatan untuk menjawab pertanyaan mereka.
"Loe nggak anggap kita sahabat lagi ya,,,!" Naima mulai kesal karena Ghea tidak memberi jawaban.
__ADS_1
Ghea menghela nafas panjang, dua sahabatnya itu memang punya kecepatan melebihi batas normal kalau sedang berbicara. Mereka bahkan tidak sempat bernafas karena begitu bersemangatnya.
"Gue juga baru tahu tentang itu" Ucap Ghea akhirnya.
"Loe baru tahu,,,? Emang Reyhan tidak cerita sama loe siapa dia sebenarnya,,,?" Tanya Alya.
"Gue kan udah pernah cerita kalau gue baru kenal sama Reyhan, jadi gue juga belum tahu banyak tentang dia" Jawab Ghea.
Alya dan Naima saling memandang dan kembali histeris.
"Aaaa Ghea,,,! Loe beruntung banget sih,,,! Gue iri sama loe,,,! Gue juga pengen punya cowo kayak Reyhan" Ucap Naima sambil memeluk Ghea.
"Hei,,, terus Miko mau loe kemanain,,,? Semua cowo pengen loe embat" Alya menyentil kening Naima.
"Aww sakit Al,,,!" Naima mengelus keningnya.
"Cari cadangan kan boleh. Lagian siapa coba yang tidak mau punya calon suami setajir Reyhan. Emang loe nggak mau,,,?" Naima menggoda Alya.
"Nggak,,,! Gue nggak butuh. Nggak ada cowo dalam kamus hidup gue. Gue bisa hidup sendiri" Ucap Ghea.
"Yakin nggak butuh cowo,,,?" Naima kembali menggoda Alya.
Alya geram dan ingin memukul Naima yang duduk disamping Ghea.
"Kalian masih mau tidur disini malam ini atau pulang,,,!" Ancam Ghea.
Alya berhenti memukul Naima dan memeluk Ghea.
"Ghea, Naima tuh" Alya memeluk Ghea.
"Gue boleh tidur disini ya malam ini, please,,,! Naima tu yang harus pulang".
"Gue juga boleh ya tidur disini. Sebentar lagi loe kan nikah Ghe,,,! Jadi gue mau tidur bareng- bareng" Naima juga ikut memeluk Ghea.
"Baiklah,,,! Kalian boleh tidur disini. Tapi,,, besok pagi temani gue ke pasar. Ok,,,!"
Alya dan Naima saling memandang
"Aaaa Ghea,,,!!!.
Ghea tertawa senang karena berhasil mengerjai sahabatnya itu. Ghea sangat tahu kalau Alya dan Naima paling benci pergi ke pasar. Ketiga sahabat itu saling berpelukan satu sama lain. Mereka masih bercanda hingga sampai larut malam.
**Bersambung,,,,!!!
Suka butuh proses
Sayang butuh waktu
Cinta butuh pengorbanan
ea,,,!!!
😂
Like Comment
Share
__ADS_1
🙏**