
Reyhan keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Ia tidak pernah menuruti permintaan Ghea untuk menggunakan jubah handuk. Reyhan memang paling senang menggoda Ghea bila ia habis mandi, karena itulah Ghea tidak pernah menunggu Reyhan selesai mandi di dalam kamar.
Begitupun hari ini, Ghea menunggu Reyhan selesai mandi diluar kamar sambil menyiapkan makan malam. Hari ini Reyhan pulang telat hingga ia juga akan makan malam sedikit terlambat. Ghea memang segaja menunggu Reyhan pulang untuk bisa makan bersama. Ghea ingin melayani suaminya dengan baik walaupun ia belum mampu untuk memberikan yang terbaik.
Reyhan keluar dari kamar dengan memakai piyama dan langsung menuju meja makan. Ia merasa sangat lapar begitu melihat makanan yang terhidang di atas meja.
"Wah,,,! Kelihatannya enak. Aku sudah tidak sabar,,,!" Ucap Reyhan sambil mengelus perutnya.
Reyhan menarik kursi dan langsung duduk, ia melihat Ghea yang masih sibuk membersihkan noda bekas memasak tadi.
"Ghe,,,! Kamu lagi ngapain,,,,?" Tanya Reyhan.
"Mmmm,,,,!" Ghea melirik Reyhan sekilas.
"Sebentar, aku beresin ini dulu".
"Sudah Ghe,,,! Cukup. Ayo kita makan dulu".
Ghea mencuci tangannya dan ikut duduk dihadapan Reyhan.
"Baiklah,,,! Sekarang kita makan".
Ghea mengambil piring makan Reyhan dan mengisi nasi serta beberapa lauk kemudian meletakkkan kembali dihadapan Reyhan. Tanpa menunggu perintah Reyhan langsung menikmati makanannya. Ia menikmati setiap sendok yang masuk ke dalam mulutnya. Masakan biasa namun terasa begitu nikmat. Entah kenapa setiap masakan yang dibuat oleh Ghea selalu sesuai dengan seleranya.
Ghea tersenyum melihat Reyhan begitu menikmati makanannya.
"Pelan- pelan Rey,,,! Semua makanan ini milikmu. Nggak ada yang bakal ngambil kok,,!".
Reyhan meraih air minum lalu meminumnya. Ia tersenyum mendengar ucapan Ghea.
"Pekerjaanmu dikantor sangat banyak ya,,,! Sampai pulang terlambat,,,?" Tanya Ghea.
"Eemm,,,! Banyak kerjaan yang harus aku urus" Jawab Reyhan.
"Pekerjaan apa,,,? Kenapa seorang presdir juga ikut bekerja, bahkan pulang selarut ini,,,?".
Reyhan menatap Ghea dan tersenyum genit
"Kenapa,,,! Kamu tidak suka aku pulang larut malam. Kamu takut ditinggal sendiri,,,? Atau,,, Kamu kangen aku,,,,,!".
Ghea mengerutkan bibirnya.
"Kamu memang tidak bisa diajak bicara serius Rey".
Reyhan kembali berkata :
"Aku harus memeriksa beberapa laporan dan juga mengurus beberapa proyek baru. Memangnya kamu pikir seorang presdir tidak punya kerjaan,,,,? ".
"Eemmm,,,!!! Iya sih,,,. Tapi bukannya kamu punya banyak pegawai, kenapa tidak mereka saja yang mengerjakan semua pekerjaan itu,,,? Kenapa kamu ikut bekerja juga. Bukannya para pegawai itu dipekerjakan untuk meringankan pekerjaan presiden direktur,,,,?".
Ghea berhenti sejenak, kemudian kembali berkata :
"Bukannya kamu punya sekretaris andalan,,,! Kenapa bukan dia yang mengurus pekerjaanmu,,,?".
"Bram,,,, Maksud kamu,,,?" Tanya Reyhan
"Iya,,, Bram,,,!".
__ADS_1
"Kamu tahu tidak, pekerjaan Bram dua kali lebih banyak dariku. Dia bahkan tidak punya waktu untuk bersantai. Mungkin sekarang pun Bram masih sibuk dengan laptopnya".
"Oh ya,,,! Berarti dia sibuk banget dong. Kasian Bram,,, Pasti dia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri bahkan waktu untuk pacarnya". Ghea diam sejenak.
" Bram punya pacar nggak sih,,,?".
Reyhan terkejut mendengar pertanyaan Ghea. Ia tidak pernah memikirkan hal itu bahkan ia tidak pernah tahu tentang kehidupan pribadi Bram.
"Entahlah,,,! Aku juga tidak tahu".
"Wah,,,, Kamu sangatt kejam Rey,,,! Kamu bahkan tidak tahu tentang kehidupan pribadi Bram".
"Memangnya kenapa aku harus tahu,,,! Untuk apa,,,? Aku tidak suka mencampuri urusan pribadi orang lain".
Itu memang benar. Reyhan memang tidak suka mencampuri urusan orang lain, siapapun orang itu. Termasuk kehidupan pribadi Bram, orang yang selalu ada disampingnya dalam keadaan apapun. Satu- satunya masalah seseorang yang pernah Reyhan ikut campuri adalah permasahan Ghea dengan para prianya.
"Sekedar tahu beda dengan mencampuri Rey,,,! Kamu mah aneh,,,! Kamu kayaknya kurang gaul deh".
"Aku tidak punya waktu untuk peduli dengan masalah orang lain. Hidupku sudah penuh dengan berbagai masalah. Aku juga punya tanggung jawab yang lebih besar terhadap hidup orang banyak, jadi hidupku memang berbeda dari orang lain".
Perkataan Reyhan terdengar penuh dengan tekanan, seperti sedang memikul beban yang teramat berat. Ghea akhirnya bisa melihat sosok Reyhan yang sesungguhnya, dingin, cuek dan penuh dengan tekanan.
Ghea bisa merasakan perubahan mimik muka Reyhan, secepatnya ia mengalihkan pembicaraan.
"Kamu benar, jadi bos itu nggak gampang. Kamu lihat itu,,,,!" Ghea menunjuk kearah meja yang penuh dengan tumpukan kertas- kertas.
"Aku harus begadang malam ini untuk menghitung itu semua".
Reyhan melirik tumpukan kertas itu dan kembali memandang Ghea.
"Sepertinya kamu juga punya tanggung jawab yang besar ya. Hhhhmmm,,,! Kamu tenang saja, aku akan menemanimu malam ini. Kamu butuh bantuan,,,?" Reyhan mulai menggoda.
Reyhan tersenyum dan kembali melanjutkan makannya. Selesai makan Ghea membersihkan meja dan peralatan makan kemudian kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda tadi. Reyhan duduk di atas sofa sementara Ghea duduk dibawah.
Waktu terus berjalan hingga malam semakin larut. Reyhan mulai merasakan tubuhnya yang lelah serta beban berat di pelupuk matanya.
"Ghea,,,! Tidur yuk,,,,?" Ajak Reyhan.
"Eemm,,,! Sebentar lagi. Aku harus mengentri data ini dulu".
Ghea sibuk dengan layar laptopnya. Matanya masih sangat segar bahkan lebih segar dari jeruk. Ghea memang kuat kalau disuruh begadang, apalagi ia punya imsomnia akut.
Reyhan turun dari sofa dan memeluk Ghea dari belakang, ia membenamkan wajahnya di leher Ghea.
"Ghe,,,,! Aku ngantuk. Aku capek,,,. Ayo tidur yuk,,,?".
Ghea terdiam dan membiarkan Reyhan memeluknya, ia harus mulai membiasakan diri untuk menerima setiap perlakuan Reyhan kepadanya.
"Kamu tidur duluan ya,,,! Nanti aku menyusul" Ucap Ghea.
Reyhan makin mengeratkan pelukannya dan memberikan ciuman hangat di tengkuk leher Ghea. Ghea mengeliat merasa geli.
"Nggak mau, nanti kamu tidur disofa lagi" Ucap Reyhan.
Reyhan sudah beberapa kali melihat Ghea tidur disofa, ia mengira Ghea memang segaja menghindar darinya. Reyhan tidak mengetahui kalau Ghea tidak bisa tidur diatas ranjang.
Ghea akhirnya mengikuti keinginan Reyhan untuk tidur diatas ranjang, Walaupun ia tidak mampu untuk tertidur. Ghea kasihan melihat Reyhan yang sudah sangat lelah dan hampir tidak mempunyai tenaga lagi.
__ADS_1
"Baiklah,,,! Ayo kita tidur,,,!".
Ghea membantu Reyhan untuk bangun dan berjalan menuju kamar mereka. Reyhan melingkarkan tangannya dipinggang Ghea sambil bersandar di pundakknya.
Ghea membantu Reyhan berbaring diatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Reyhan. Setelah itu Ghea juga ikut naik keatas ranjang dan tidur disebelah Reyhan.
Ghea menatap langit- langit, pikirannya kacau dan jantungnya berdenyut kencang. Ghea berbalik kesisi kanan perasaannya resah dan gelisah tidak menentu. Ghea kembali berbalik ke sisi kiri dan menatap Reyhan yang telah terlelap.
Ghea terus menatap Reyhan sambil membelai wajah tampan yang sedang berbaring disampingnya.
"Tidurlah Rey,,,! Tidur yang nyenyak. Lupakan beban yang mengganggu pikiranmu".
Ghea menarik nafas panjang dan kembali menatap langit- langit, ia benar- benar tidak bisa tidur. Reyhan bergumam sambil mendekatkan tubuhnya dengan Ghea kemudian tangannya diletakkan di tubuh Ghea.
"Sampai pagipun aku tidak akan bisa tidur. Perasaanku tidak tenang dan aku akan terus gelisah sepanjang malam".
Ghea kembali menatap Reyhan yang sudah benar- benar terlelap. Ghea ingin kembali keluar dan tidur disofa. Perlahan Ghea memindahkan tangan Reyhan dan berusaha untuk bangun, ia mulai menurunkan kakinya namun tiba- tiba Reyhan memeluk pinggangnya dari belakang.
"Kamu mau kemana,,,,?" Reyhan seakan sedang bermimpi.
Ghea kaget karena Reyhan tiba- tiba memeluknya. Reyhan bangun disisi Ghea dan semakin mengeratkan pelukannya sambil mencium pundak Ghea.
"Kamu mau kemana lagi,,,?" Reyhan kembali bertanya.
"Aku haus Rey,,,! Aku mau minum,,,!" Ucap Ghea akhirnya.
Ghea merasakan pelukan Reyhan merenggang dan perlahan terlepas.
"Cepat kembali ya,,,! Aku masih ingin memelukmu,,,!".
"Iya,,,, Baiklah,,,!".
Ghea turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar. Sementara itu Reyhan kembali berbaring menunggu Ghea kembali.
"Ya Tuhan,,,! Bagaimana ini,,,! Aku tidak bisa tidur".
Ghea meraih tasnya dan mengeluarkan sebotol obat.
"Aku harus minum obat ini lagi,,,!".
Sebenarnya Ghea sudah lama tidak meminum obat tidur lagi namun setelah menikah ia kembali meminumnya. Ghea kembali membutuhkan obat itu untuk membuatnya mudah tertidur dan menghilangkan kegelisahan hatinya.
Ghea menelan obat itu kemudian meminum air. Perlahan perasaannya menjadi tenang dan ia kembali kedalam kamar. Ghea naik keatas ranjang sambil menghembuskan nafas panjang, kemudian berbaring diatas ranjang dan berusaha memejamkan matanya. Perlahan namun pasti akhirnya Ghea tertidur dengan lelap.
**Bersambung,,,,!!!
Terima kasih bagi yang suka kisah Reyhan Dan Ghea,,,,
Terus support ya,,,,!!!
Jangan lupa
Like,,,Like,,,,Like
Comment
Share
__ADS_1
🙏**