Maukah Kau Menikah Denganku

Maukah Kau Menikah Denganku
Kepikiran


__ADS_3

Ghea hanya mengaduk- aduk makanannya tanpa di makan sedikitpun, nafsu makannya hilang. Mama Lidya terus memperhatikan kelakuan Ghea yang aneh.


"Itu makanan Ghe, bukan adonan kue. Kenapa terus di aduk- aduk begitu" Ucap Mama Lidya.


Ghea menghentikan kegiatan tangannya melihat Mama.


"Ma,,,,!" Panggil Ghea.


Ghea menatap sang mama ingin mengatakan sesuatu, ragu,,,! hingga ia mengurungkannya.


Mama Lidya membalas tatapan Ghea.


"Ada apa,,,? Ada masalah,,,?" Tanya Mama Lidya.


"Nggak ada apa- apa kok Ma,,,!" Jawab Ghea tersenyum.


"Yakin,,,,!"


Ghea mengangguk pelan.


Mama Lidya tahu ada masalah yang sedang mengganggu pikiran putrinya, namun beliau tidak ingin mengorek lebih dalam.


"Ghea tidak bisa memendam masalah terlalu lama, nanti dia pasti akan menceritakan sendiri masalahnya tersebut" Pikir Mama Lidya.


"Habiskan makanan kamu, jangan terus dibuat mainan" Ucap Mama Lidya.


Ghea menghela nafas panjang dan kemudian mulai menikmati makannya.


Makan malam selesai dan meja makan juga telah selesai dibersihkan. Ghea pamit kepada sang Mama kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Ghea melangkah menuju kasurnya dan meraih Ponselnya. Ghea menyalakan ponselnya dan melihat beberapa panggilan dan chat yang masuk. Nama Yuda dan Ardie keluar dari daftar panggilan masuk serta di beberapa pesan chat juga.


Pikiran Ghea bertambah pusing, ia sudah sangat lelah menghadapi Yuda dan Ardie.


Ghea menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Ghea menutup wajahnya dengan batal, kemudian selang beberapa detik kembali melempar bantal tersebut kesamping.


"Gue nggak kuat lagi. Gue bisa g*la kalau begini terus"


Ghea bangkit mengacak- acak rambutnya kemudian berbaring lagi dan berguling- guling diatas kasurnya. Kegiatan itu dia lakukan berulang- ulang, hingga akhirnya ia bangun dan membuka laci meja hiasnya.


Ghea mengambil botol obat berwarna putih dan mengeluarkan isinya satu butir, tidak dua butir. Ia butuh dua butir untuk membuatnya tertidur. Dengan cepat Ghea menelan obat tersebut kemudian meminum air.


Ghea bernafas lega, ia kembali ke kasurnya dan membenamkan wajahnya dibalik selimut. Perlahan Ghea terlelap menuju alam mimpi.


~

__ADS_1


Sementara itu di ruang keluarga di rumah Reyhan, Mami Rita dan Oma terlihat serius menatap layar televisi. Raya duduk dilantai sibuk dengan I phone-nya sambil sesekali melirik kearah Maminya.


"Mi,,,! Aku putus sama Juna" Ucap Raya santai memulai percakapan.


"Apa,,,! Kamu bilang apa tadi,,? Putus,,,! Lagi,,,?" Mami Lidya menatap Raya.


"Iya" Raya Menggangguk.


"Sekarang apa lagi penyebabnya,,,?" Tanya sang mami.


Mami Rita sudah sangat lelah mendengar cerita cinta putrinya itu, putus, baikan kemudian putus lagi. Raya terlalu santai dalam menjalani kisah asmara. Ia mudah jatuh cinta dan juga sangat mudah putus cinta.


Hubungan asmaranya tidak pernah berlangsung lama. Dan Raya juga tidak butuh waktu lama untuk kembali merajut cinta dengan pasangan yang baru.


"Nggak ada masalah apa- apa, hanya,,, bosan aja,,,!" Jawan Raya santai sambil memainkan I Phone-nya.


Mami Rita kesal mendengar jawaban Raya yang terlalu santai itu. Beliau mengambil bantal dan memukul Raya hingga membuatnya kaget.


"Bosan,,,,! Kamu bilang apa tadi, bosan,,," Mami Rita terus memukul Raya.


"Ah,,,,! Mami,,,,! Sakit,,," Teriak Raya


"Apa,,,,! Sakit,,,,! Nih rasain kamu. Rasain,,,!" Mami Rita tambah kesal


Raya bangun dan berlari kearah Oma.


Oma hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pertempuran itu.


"Sudah cukup Rita. Tidak ada gunanya kamu marah- marah seperti itu" Ucap Oma


Mami Rita berdiri dan menatap Raya yang duduk disamping Oma.


"Baiklah. Terserah kamu. Lakukan apa yang kamu mau. Mami sudah tidak mau ikut campur lagi. Mami capek".


Mami Rita menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


"Terserah,,,! Mami capek,,,!" Kamu dan Reyhan sama saja, kalian selalu membuat Mami kecewa".


Ucap Mami dan kemudian kembali berkata :


"Ya Tuhan, cobaan apa yang Engkau berikan kepada hamba. Apa salah hamba Kenapa semua ini terjadi kepada hamba. Ya Tuhan apa yang terjadi kepada anak- anak hamba. Kenapa kisah cinta mereka tidak pernah berjalan mulus. Hahahaha,,,,!"


Oma memelirik Raya sambil menggelengkan kepala. Sementara Raya mengangkat pundaknya karena tidak memahami sikap Mami.


"Mami tidak pernah ikut campur dalam urusan anak- anak mami, apa pun itu mami selalu mendukungnya. Tapi kenapa kalian tidak pernah bisa dewasa dalam mengambil keputusan" Ucap Mami Rita.

__ADS_1


"Reyhan yang sampai detik ini masih sendiri, dan kamu Raya,,," Mami menatap Raya


"Kamu juga,,,! kamu masih saja suka bermain- main. Kamu juga sudah waktunya untuk memikirkan pernikahan".


Raya mencoba menghibur Mami.


"Mi,,,! Mami Jangan marah- marah terus dong. Raya janji akan secepatnya mencari pacar baru" Ucap Raya.


Mami kembali menatap Raya.


"Apa,,,! kamu bilang apa tadi,,,,? Kamu benar- benar ya,,,," Mami Rita kembali mengambil bantal ingin memukul Raya.


"Oma,,,!" Raya bersembunyi di belakang Oma.


"Cukup Rita,,, Cukup,,,!" Bujuk Oma.


"Tidak bisa bu, Rita sudah tidak bisa bersabar lagi"


"Mami,,,!


Raya berusaha menghindari Mami yang terus ingin memukulnya dengan bantal. Perdebatan itu terus berlangsung dan suaranya terdengar sampai ke ruang kerja.


Reyhan yang sedang berada di ruang kerjanya juga mendengar pembicaraan tersebut. Reyhan menghela nafas, pikirannya terus memikirkan semua ucapan maminya tadi.


~


Bersambung,,,,,!!!


Authour kehabisan ide di epd ini


Sorry


Ingin menambahkan dialog baru, tapi khawatir nggak nyambung nantinya


Jadi,,,,,


Sampai di sini saja ya epd ini


🤗🤗🤗🤗


Vote


Comment


Like

__ADS_1


Share


Please,,,,,,


__ADS_2