Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Pesan Masuk


__ADS_3

[Dek,mas kangen. Kapan suamimu, keluar kota lagi? Biar kita,bisa bersenang-senang].


Deggg.....


Faris, mengerutkan dahinya. Membaca pesan masuk di WhatsApp, Yasmin. Bukan yang pertama kalinya, tetapi sudah berapa kali. Anehnya, tidak tertera nama di kontaknya. Apakah Yasmin,sengaja tidak menamai. Agar Faris, tidak mengetahuinya.


Awalnya Faris,tak menghiraukan pesan tersebut. Dia, menganggap seseorang salah kirim. Karena istrinya,biasa saja tanpa ada perubahan apapun. Mana mungkin, istrinya bermain api di belakang.


Faris, memang benci namanya penghianatan. Apa lagi,sang istri yang melakukannya.


"Tidak mungkin, Yasmin selingkuh. Pasti, seseorang salah kirim. Tetapi, nomornya sama dengan yang kemarin. Aaaarrgghh....Aku, harus mencari bukti kuat. Yasmin, tidak selingkuh. Aku yakin sekali, tidak ada gelagat aneh dalam diri Yasmin". Gumam Faris, meremas benda pipih di tangannya. Lalu, menghapus pesan tersebut. Agar Yasmin, tidak mengetahuinya.


Ada rasa perih di hati, Faris. Jika benar, Yasmin selingkuh. Kenapa? Bukankah,dia sudah berubah dan menjadi lebih baik. Dimana letak, kesalahannya. Faris, mengacak-acak rambutnya.


"Mas,kamu kenapa mengacak-acak rambut? Apa ada sesuatu,". Tanya Yasmin, melihat suaminya yang gelisah di dalam kamar.


"Iya,mas ada kerjaan di luar kota. Padahal,mas kangen sama kamu". Faris, menyembunyikan sesuatu dari istrinya. Dia, berekspresi biasa saja.


"Yah....Gak jadi,dong. Kita jalan-jalannya,mas". Lirih Yasmin, nampak sedih. Semenjak kamu bekerja dengan, Diana. Kamu, jarang ada waktu bersama ku. Kecuali malam, itupun kalau gak ke luar kota. Mas,kamu tidak memiliki hubungan lebih kan dari bosmu.


"Lain kali,dek. Maaf, sudah mengecewakan dirimu". Faris, memeluk erat tubuh istrinya. Maafkan aku, Yasmin. Kali ini aku berbohong, demi mengintai gerak-gerik kamu. Bukannya,aku tidak percaya sepenuhnya. Tapi,aku merasakan ada yang mengganjal. Apa lagi, penampilan mu sekarang jauh berbeda. Lebih cantik, wajahmu tidak kusam lagi. Batin Faris, tersenyum manis memandang wajah cantik Yasmin.


"Iya,mas. Ini semua demi kebaikan bersama,aku paham kok. Jangan lupa, kirim pesan dan video call. Gak mau tau, pokoknya". Kata Yasmin,dia mulai was-was. Bukan takut kehilangan sesosok suami,takut hatinya hancur berkeping-keping dan kehilangan kepercayaan lagi. Sudah pasti, Yasmin tidak akan memberikan kesempatan.

__ADS_1


"Tidak ada yang murni,nduk. Hubungan bos dan bawahan. Apa lagi lain jenis, bahkan selalu berdua. pastilah, seiring waktunya berjalan. Mereka berdua, saling mencintai". ucap ibu kandungnya, Yasmin. Selalu, terngiang-ngiang di otaknya.


"Iya,sayangku. Apapun demi kamu,". Kekehnya Faris, mencubit pipi istrinya. Yasmin, berusaha sabar dan tersenyum sumringah.


Yasmin, melerai pelukan dan mengambil tas untuk suaminya. Satu persatu pakaian,sang suami di masukkan. Tak kerasa air matanya luruh, apakah benar Suaminya murni untuk bekerja. Keluar kota,sebulan ada beberapa kali. Bahkan,sang suami tidak libur.


"Ngapain libur,dek. Lumayanlah,uangnya. Toh, kerjaannya cuman nyopir". Bantah Faris,saat Yasmin meminta suaminya libur.


Faris,merasa sedih melihat istrinya. Pikirannya tertuju kemana-mana,apa lagi pesan seseorang selalu terngiang-ngiang.


Faris juga, menemui kakaknya di dapur. "Mbak,apa ada pria datang ke sini". Tanya Faris, mengejutkan indah. Apakah, aku harus mempercayai mbak indah? Takutnya, Mbak indah mengarang cerita kemana-mana.


"Pria? Maksudnya,teman Mbak". Tanya indah, tetapi dia mulai memahami perkataan Faris. Bagus, Sebentar lagi rencana ku beraksi. Ayolah, Yasmin! Kamu,akan menangis darah jika rencanaku berhasil.


"Tolong,jangan sampai tau Yasmin. Aku mohon, mbak. Hari ini,aku mau ke luar kota. Cuman alasan saja, untuk mengintai gerak-gerik Yasmin". Kata Faris, dengan nada pelan. "Sudah berapa kali,aku membaca pesan dari seseorang. Kata-katanya, sangat tak wajar. Mana mungkin,orang itu salah kirim terus".


Faris,mengusap wajahnya. "Yasmin, kenapa kamu lakukan ini? Apa,selama ini kurang perubahanku". Aaaarrgghh.... Kurang ajar sekali,awas kamu Yasmin. Aku,tak segan-segan menceraikan mu. Jika benar,kamu berselingkuh di belakang ku.


"Faris,kamu boleh tidak percaya dengan ucapan Mbak. Begini,mbak akan pergi keluar tapi untuk mengintai Yasmin. Siapa tahu,pria itu nekat menemui Yasmin di rumah ini. Lalu,aku akan menghubungi mu. Kita grebek mereka, biar tau rasa Yasmin". Ide indah,dia sudah menyusun rencana liciknya. Hahaha...Aku, tidak sabar menunggu momen indah ini. Yasmin, tamatlah riwayat mu.


Indah,sengaja mencuri-curi kesempatan untuk mengotak-atik ponselnya Yasmin. Entah beralasan untuk, membuka wifi. Lalu,membajak WhatsApp Yasmin. Di situlah, kesempatan untuk indah membalas pesan dari seorang pria. Yang sudah dia,bayar.


Di saat Yasmin, tertidur pulas. Indah, mengirim pesan dan langsung di hapusnya. Agar indah, memiliki bukti kuat bahwa Yasmin memang sering berbalas pesan. ketika,pria itu memperlihatkan isi pesannya dengan Yasmin nantnya.

__ADS_1


"Faris, Mbak mau kerumah ibu". Kata indah, mengambil tasnya. Huuu.... Semoga lancar jaya,baybay...Adik ipar,miskin.


"Hati-hati Mbak,maaf aku tidak bisa mengantar karena beda arah". Sahut Faris, menyantap makanan yang di masak oleh Yasmin.


"Mbak,pakai saja motorku. Nanti, ibu Mbak ngomel-ngomel segala. Karena aku, tidak meminjamkan untuk Mbak". Ucap Yasmin, dengan wajah datar. Sudah pastilah,ibu akan mengatakan bahwa aku pelit. Huuuu.... Selalu aku,yang di pojokan.


"Oke, lumayanlah gak bayar ojek". Indah, langsung menyambar kunci motor Yasmin.


"Mbak, Kapan pulang? Takutnya, Yasmin sendirian di rumah". Tanya Faris,mendelik ke arah istrinya.


"Kamu, apa-apa mas? Aku, sudah gede mas. Malah bagus, Mbak Indah gak ada. Bisa tenang akunya,". Sahut Yasmin, menyunggingkan senyumannya. Akhirnya, aku bisa tenang untuk sementara waktu.


Deggg.....


Mendengar ucapan sang istri, membuat Faris semakin curiga kepada Yasmin.


"Kemungkinan malam,Faris. Ya sudah, Mbak pamit. Gak betah juga, lama-lama sama benalu". Gerutu Indah, berlalu pergi dan menghilang di balik pintu.


"Dek,kamu jangan gitu. Gak baik, Mbak Indah sudah berubah". Tegur Faris, membuat Yasmin tak suka.


"Kok,kamu malah membela mbak indah. Dia, benar-benar ngelunjak mas. Apa-apa serba aku,di omongin baru di kerjakan. Lihatlah, cuciannya menumpuk". Gerutu Yasmin, dengan tatapan sinis.


Faris,menghela nafas panjang. "Kamu,yang sabar dek. Maaf,".

__ADS_1


"Gak papa,mas. Stok kesabaran banyak,kok". Kata Yasmin, bergelut manja di lengan suaminya. Kenapa, perasaan ku gak enak? Ya Allah, apa ada terjadi sesuatu.


Faris,pamit pergi dulu. Karena Diana, sudah menghubunginya. Walaupun,dia berbohong kepada Yasmin. Sedangkan sang istri,hanya percaya dan melepaskan genggaman tangan suaminya.


__ADS_2