Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Malu


__ADS_3

"Mas,jawab pertanyaan ku. Kenapa,kamu ingin menikahi ku? Kamu,bisakan pergi dari rumah tanpa memberikan jawaban apapun". Kata Yasmin. besoknya menemui Hanafi,di kantor kepala desa .


Hanafi, tersenyum smrik. Dia, mencondongkan tubuhnya agak mendekati wajah Yasmin.


Yasmin, mengundurkan wajahnya. Yang berjarak beberapa inci, dengan wajah Hanafi.


"Aku,kasian dengan bapakmu. Karena kemarin,banyak orang menyaksikan langsung. Apa kamu, tidak memikirkan perasaan bapakmu ha". Hanafi, menatap intens ke bibir Yasmin.


"Kamu,mas....". Yasmin, mendorong tubuh Hanafi. Jantungnya berdegup kencang,tak sanggup lama-lama memandang wajah Hanafi. Kulit wajahnya, tidak seputih dan tak setampan Faris. Tetapi, mampu mendebarkan jantung Yasmin. "Jangan-jangan,mas Hanafi mencintaiku". Yasmin, menaruh rasa curiga kepada calon suaminya.


"Hhhmmmpptt.... Hmmmmpt.... Hahahhaa.... Yasmin, Yasmin....Kau, sangat lucu. Mana mungkin,aku menikahi mu karena cinta. Aku, menikahi dirimu karena dendam. Kau, seharusnyawaspada terhadap ku". Hanafi, menyeringai tajam.


"Mas,kamu bisa berbohong kepadaku. Tetapi,lekat manik-manik mata mu tidak bisa berbohong". Bantah Yasmin, tersenyum kecil.


Hanafi, memalingkan wajahnya dari pandangan Yasmin. "Kenapa,mas? Apa yang aku, katakan benarkan!. Aku paham kok, karena mas tidak bisa melupakan ku". Kata Yasmin,mengejek Hanafi. Tidak, Yasmin berbohong kepadaku.


Hanafi,kamu jangan pernah kalah dengan dia yang sudah menyakiti dirimu. Batin Hanafi, mengubah ekspresi wajahnya dingin.


"Haaa...!!! Jangan ge'er Yasmin, asalkan kamu tahu. Aku, sama sekali tidak tertarik sedikitpun terhadap mu". Tegas Hanafi, dengan tatapan tajam.


"Oh, baguslah. Setelah kita menikah,aku akan melakukan kewajibanku sebagai istri. Selebihnya,kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan ku. Terutama, pekerjaan ku. Seperti itu juga,aku tidak ikut campur dalam urusan mu. Bagaimana,pak Hanafi?". Tanya Yasmin, tersenyum manis.


Hanafi,mencerna ucapan Yasmin. Dia, sempat kebingungan. Apa maksudnya, Yasmin. "Maksudnya,kamu bekerja. Bekerja apa, Yasmin?".


"Mengajar di sekolah SMK. Kenapa,mas Hanafi tidak berhak mengatur segalanya. Karena kita, menikah tanpa dasar cinta. Semoga saja,aku mendapatkan labuhan hati yang mampu menjadikan ku ratu di kehidupannya". Kata Yasmin,tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Yasmin,kau harus patuh kepadaku". Teriak Hanafi,yang di cueki Yasmin. Mengepalkan kedua tangannya, segera menyusul Yasmin keluar.


Hanafi, dengan cepat mencekal lengan Yasmin. Beruntung Yasmin,menahan tangannya dan tidak terjatuh dalam pelukan Hanafi. "Mau kemana,kamu? Kita,belum selesai berbicara". Tegas Hanafi, sangat dekat dengan wajah Yasmin.


Yasmin, langsung menepis dan menjauhkan dirinya. "Kita, sudah selesai berbicara. Jadi,aku pamit pulang".


Lagi-lagi Hanafi,menahan tangan Yasmin. "Tidak,aku belum selesai Yasmin".


"Mas,lepas mas. Gak enak,di lihat orang lain. Tenang saja,5 hari lagi kita menikah". Kedip mata Yasmin,membelai lembut lengan kekar Hanafi. "Mas,jangan seperti ini! Nanti saja,kita bermesraannya".

__ADS_1


Tetapi, Hanafi malah mengerutkan keningnya. Tiba-tiba Yasmin, bersuara manja. "Ck,apa yang kamu katakan Yasmin. Jangan aneh-aneh,tak Sudi....".


"Ciyeeee....Pak kepala desa kita, tidak sabar. Hemmm...Hemmm...". Ucap bapak-bapak,yang sedari tadi menyaksikan langsung kelakuan mereka.


"Sialan, rupanya kamu licik Yasmin". Hanafi, melepaskan cengkalan tangannya. Kini dia, ketangkap basah karena ingin bermesraan dengan Yasmin.


"Aku, pulang dulu mas. Ingatlah 5 hari lagi,dahh...". Yasmin, menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan Hanafi. Mampus kau,mas. Aku, tidak akan tinggal diam. Akan pastikan jika mas Hanafi luluh lantak kepadaku. Ingatlah mas, egois mu tidak akan sanggup melawan ku.


Yasmin, tidak memperdulikan tatapan nyalang Hanafi.


"E'ehmmm...Ciyehh".


"Sabar pak,5 hari lagi belah duren".


"Pak kades,gak tahan lagi nih".


Hanafi, tersenyum dan mengangguk kepala. Sebenarnya,dia kesal karena bapak-bapak mengejek-ejek dirinya.


Sedangkan Yasmin, senyum-senyum sendiri. Karena dia, berhasil mengerjai Hanafi yang sok belagu dan angkuh.


"Bu Aminah..... Yasmiiiinn.....".


Teriak bu Yahya,di luar rumah orangtuanya Yasmin.


"Mana Faris,bu Aminah? Pasti Yasmin anakmu, balikan lagi dengan anakku kan". Ucap bu Yahya,di teras rumah.


"Bu Yahya,aku tidak tau? Anakmu dimana, Yasmin tidak kembali dengan anakmu yang brengsek itu". Bantah bu Aminah,yang terkejut kedatangan mantan besannya.


"Mana mungkin, Yasmin tidak balikan dengan Faris. Anal Tante, cinta mati sama Faris". Sahut indah, yang menatap tajam kearah ibu kandungnya Yasmin.


"Alahhhh.... Masuk bu,aku capek ingin istirahat". Hamid, menyelonong masuk kedalam rumah bu Aminah.


"Eeee....kalian, ngapain nyelonong masuk kedalam ha? Gak punya sopan santun,". Cegah tetangga,bu Aminah.


"Bu Ala, biarkan mereka masuk. Gak papa,". Bu Aminah, menggeleng kepalanya. "Biar aku,yang membereskan para benalu ini". Bisiknya,kepada tetangga.

__ADS_1


"Benar,bu. Kalau ada apa-apa, bilang sama kita-kita. Kami, bakal bantu untuk menyeret paksa keluar dari rumah bu Aminah". Ucap tetangga sebelah, menatap tajam ke arah bu Yahya dan anaknya.


Bu Yahya dan anak-anaknya,masuk kedalam dan bersantai di ruang tamu.


"Masa, tamu besan tidak di beri minum dan makan. Memang yah,orang baru kaya. Tidak ada sopan santun,sama sekali". Gerutu bu Yahya, matanya berbinar seketika. Melihat rumah mewah, orangtuanya Yasmin.


"Oh,gak sadar bahwa kalian tidak pernah menjamu kami dengan baik. Dulu,kalian malah sindir-sindir. Agar kami, cepat-cepat pulang dan tidak menginap". Sindiran bu Aminah, membuat bu Yahya geram.


"Tante, ngomongnya aneh. Suka sekali,mengungkit masa lalu". Sahut indah,yang rebahan di sofa.


"Bu Aminah,mana minum untuk kami. Apa kamu tidak tau,kami kelelahan dan kehausan. Seharusnya, sediakan kami makanan". Suruh bu Yahya, tidak tau malu.


"Mau,aku masakin dan ku masukkan sianida". Sahut Yasmin, dengan wajah penuh amarah. Tetangga Yasmin, memberikan kabar. jika mantan mertuanya,ada di dalam rumah.


"Menantu durhaka kamu, Yasmin". bentak bu Yahya, langsung.


"Bu Yahya,cukup! Jangan membentak keras, kepada anakku. Memangnya,siapa kalian ha? Anakku, tidak ada balikan dengan anak mu yang gila itu". Teriak bu Aminah.


"Kalian semua, keluar dari rumah ini. Jangan pernah, menginjakan kaki di sini lagi". Yasmin, mengusir mereka.


"Ck,kurang ajar sekali kamu Yasmin. Akan aku adukan, kepada Faris". Tegas indah, mendekati Yasmin.


"Apa Mbak,? Mau menampar ku,ha. Tampar Mbak,mau aku adukan lagi ke kantor polisi ". Ancam Yasmin,tidak mau kalah dengan indah.


"Berisiiiiiikkkk....kalian, bisa diam tidak!!! Orang enak-enak tidur,di ganggu". Teriak Hamid,yang terbangun dari tidurnya.


Byurrrrr.....


pak Jamal, langsung menyiram segelas kopi panas ke arah Hamid. "Aaaarrgghh....Panasssss....Panassss...". Hamid, gelabakan karena kepanasan.


Yasmin dan ibunya, cekikikan tertawa. Tetapi,bu Yahya dan Indah. Semakin geram,kepada mereka yang semena-mena.


Pak Jamal,tanpa ba-bi-bu lagi. Langsung mengeluarkan tas-tas mereka, tidak memperdulikan teriakan bu Yahya.


Bu Yahya dan indah, langsung memungut tas yang di buang pak Jamal. Begitu Hamid,di seret paksa keluar.

__ADS_1


__ADS_2