Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Mereka


__ADS_3

"Uughh.... Ssshhhhttt.... kepalaku, sakit sekali". Yasmin, terbangun dan memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Ya Allah,dimana aku? Kenapa,aku tidak ingat apa-apa? Mas Hanafiii....". Lirih Yasmin, mencoba duduk dan bersandar di dinding.


Matanya calingukan melihat sekeliling, ruangan dimana kah dia? Terlihat jelas ruangannya, sangat kotor tidak pernah di huni oleh siapapun.


"Astagfirullah, sudah pagi'. Yasmin, gelabakan karena matanya tertuju ke arah jendela. Ada cahaya di balik,kaca jendela yang sangat kotor. "Ya Allah,aku di culik oleh siapa? Dimana aku, pasti bapak dan ibu sangat khawatir. Mas Hanafi,apa dia mencari-cari keberadaan ku. Jika benar,lalu kenapa tidak menemukan keberadaan ku? Astagfirullah,apa aku di bawa sangat jauh dari desa". Kata Yasmin,derai air matanya mengalir deras.


"Mas Hanafi, maafkan aku tidak mendengar ucapan mu. Mas, tolong Yasmin. Yasmin, sangat takut mas". Lirih Yasmin, handle pintu tidak bisa terbuka. Dia, gelabakan mencari cara untuk keluar dari ruangan tersebut.


Samar-samar yasmin, mendengar suara di balik pintu.


"Kita harus melenyapkan nyawa, Yasmin dan menghilangkan jejak. Kita bisa,membuang ke sungai. Para warga, menemukan sendal sebelah Yasmin di jembatan. Kamu,kenapa ceroboh sekali". Ucap seorang pria,yang di kenal Yasmin. "Jadi, warga bisa menyimpulkan bahwa Yasmin jatuh dari jembatan. Lalu,hanyut di sungai dan terbentur-bentur".


"Yakin,kamu ingin melenyapkan Yasmin? Aku, tidak sengaja mencek kondisinya malam tadi. Rupanya, Yasmin tengah hamil". Kata seorang wanita itu,jelas Yasmin mengenalinya. "Ide mu,bagus juga . Aku, setuju dengan ide mu". Wanita itu,langsung menyetujui perkataan rekan kerjanya.


Yasmin, menutup mulutnya agar tidak terdengar suara isak tangisnya. Tangannya menyentuh perut,yang masih rata. "Alhamdulillah, apakah aku benar-benar hamil? Tapi, mereka ingin membunuhku. Mas Faris,tega sekali ingin melenyapkan nyawaku. Apa yang kamu inginkan, Rosella. Kalian tega, melakukan hal sekeji ini". Gumam Yasmin, matanya calingukan mencari sesuatu.


Dia, cepat-cepat mengambil balok kayu. Untuk berjaga-jaga, tidak akan menyerah begitu saja. Demi sang buah hati, walaupun nyawa taruhannya.


"Apa? Yasmin,hamil. Tidak mungkin, bukankah pernikahan mereka tidak baik-baik saja. Pasti kamu, salahkan". Faris,mengusap wajahnya dengan kasar. Sialan, rupanya Hanafi sudah menikmati tubuh Yasmin. Ck, munafik kamu Yasmin. Sok-sokan tidak mau,tapi menikmati percintaan mu dengan Hanafi. Cuiihh....


"Tidak. Aku, tidak salah. Yakin sekali,jika Yasmin tengah mengandung anak Hanafi". Rosella, meyakinkan Faris. Tidak sabar,aku melenyapkan Yasmin. Setelahnya,aku bisa mencari jalan untuk mendekati Pak kades. Faris-Faris, kamu tidak akan bisa untuk menggantikan posisi pak kades. Kamu,akan lenyap di tanganku juga.


"Baguslah,jika Yasmin benar-benar hamil. Hanafi,akan hancur berkeping-keping karena kehilangan Yasmin dan calon anaknya. Apa lagi,jika dia kehilangan jabatan sebagai kepala desa di sini. Aku, tidak sabar melenyapkan Yasmin". Faris, terlalu bersemangat untuk menjalankan aksinya.

__ADS_1


"Benar sekali,aku tidak menyukai Yasmin. Karena dia, sok belagu banget. Apa lagi, Hanafi acuh saja kepadaku. Dia, tidak mempan aku goda. Dasar sok jual mahal, membuat ku geram saja". Sahut Rosella, tersenyum smrik. Aku yakin sekali, Hanafi akan tunduk patuh kepada ku.


"Apakah, Yasmin sudah sadar? Secepatnya, kita bertindak. Jangan sampai,para warga mencurigai kita". Faris, beruntung sekali karena Hanafi melepaskan dirinya. Ada satu kesempatan, melihat Yasmin tersiksa di tangannya. "Walaupun,kita berada sangat jauh dari desa. Takutnya,ada seseorang yang mengikuti kita tadi. Tapi, tidak mungkin itu. Karena aku, diam-diam pergi dari kebun sawit. Orang lain mengetahui,jika aku berkerja".


"Belum,baru saja aku cek tadi. Dia,masih pingsan karena obat bius. Aku,membawa obat yang ampuh untuk menggugurkan kandungan Yasmin. Tidak sabar, melihat dia menjerit-jerit kesakitan". Rosella, memperlihatkan sebotol obat cairan. "Sama, warga sekitar juga mengetahui jika aku berangkat kerja".


"Baguslah, kamu memang bisa di andalkan Rosella. Aku, tidak salah membawamu untuk bekerjasama". Senyum smrik, Faris. Apa tidak masalah,jika Rosella mengetahui semuanya. takutnya, Rosella malah jadi boomerang ku nanti. Dia,bisa saja memfitnah diriku dan mengancam. Sial,aku sudah terlanjur bekerja sama dengannya.


Faris dan Rosella, sudah merencanakan aksinya sejak lama. Mereka berdua,membawa Yasmin ke tempat jauh. Sebuah pabrik kayu,yang sudah lama kosong. Letaknya, di berbatasan desa dan jelas jarang orang lewati. Apa lagi, pabriknya masuk kedalam hutan. Mereka berdua, sungguh niat melakukan hal itu kepada Yasmin.


Yasmin, menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Rasa takutnya, menjalar ke seluruh tubuh. Tangannya gemeteran, memegang balok kayu. Dia, bersembunyi di samping pintu. siap, untuk memukul mereka berdua. Walaupun,dia sangat ragu untuk melawannya.


Kreeekkk....


Pintu terbuka lebar, terlihat Faris lebih dulu masuk. Tiba-tiba....


Buughhh..... Buuughhh....


"Aaaarrgghh.....". Faris, merasakan teramat sakit kepalanya. Dia, terhayung ke belakang.


Buuughhh...


Yasmin, memukul Rosella dan mendorong tubuhnya.


"Aaaaaaaaa.....".

__ADS_1


Sehingga Rosella, terjungkal ke belakang. "Sruuuaaakk....". Besi runcing, menancap lurus dan mengenai Rosella


"Aaaakkhh... Uhukk...Uhukk...". Rosella, terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar di mulutnya. Rupanya,dia terkena benda tajam dan menancap dari belakang lalu tembus ke dadanya.


"Aaaaaaaaa......". Yasmin, berteriak keras. Dia, semakin ketakutan karena tidak sengaja melakukan hal itu. Balok kayu,terlepas dari tangannya. Dia,nampak tak percaya apa yang di lihat.


"Aaaarrgghh... Yasmiiiinnn....kau, membunuh Rosella". Teriak Faris,dia menahan kepalanya yang keluar darah. "Rosellaaaa.... Rosellaaaaa...". Teriak Faris, berlahan-lahan mendekatinya.


"Tidaaaakkkk....Kalian yang ingin, membunuhku". Teriak Yasmin, menggeleng kepalanya. Dia, benar-benar syok melihat kejadian langsung. "Tidaaaakkkk....Bukan aku, tidaaaakkkk".


Rosella, begitu naas yang menimpa dirinya.


Matanya melotot seketika, sungguh pemandangan mengerikan.


Faris,mencoba membantu Rosella. Karena ada kesempatan, Yasmin langsung berlari. Takutnya, Faris melakukan hal yang tidak wajar kepadanya.


"Aaarghhh.... Yasmiiiiinnnn.....Jangan kabur kamu,aku pastikan akan menemui Yasmiiiinnn..... Lihatlah,aku akan membunuhmu dan anakmu itu". Teriak Faris,dia baru sadar jika Yasmin menghilang dari pandangannya.


Yasmin, kebingungan harus berlari kemana lagi. Dia, benar-benar tidak tahu tujuan. Apa lagi, pikirannya berkecamuk kemana-mana.


"Aaaaaaakkkkhhh.....". Yasmin, terkejut karena menempuh seseorang di depannya. Karena Yasmin, tidak fokus. Selalu,menengok kebelakang. Yasmin,yang jatuh ke tanah. Dia, semakin ketakutan melihat sesosok pria yang di kenalnya.


"Hahahaha..... Hahahhaa....". Gelak tawa Hamid,di sertai guyuran hujan deras dan petir menggelegar seisi alam. Cuaca tiba-tiba gelap, sangat mengerikan sekali bagi Yasmin.


Bibirnya gemeteran sudah,dia Berlahan-lahan mengundurkan diri. "Bang Hamid,kamu...".

__ADS_1


"Hahahahha..... Hahahaha....Halo, mantan adik ipar". Ucap Hamid, menyeringai tajam. "Kamu, tidak akan bisa kabur kemanapun. Bagaimana, kita bersenang-senang dulu? Setelahnya, baru aku melenyapkan nyawamu".


Yasmin, menggeleng kepalanya. Dia, meminta iba kepada Hamid. Apa lagi, tidak ada senjata di tangannya. Terlihat Hamid, melepaskan baju dan ikat pinggang. Dia, merangkak ke arah Yasmin.Tak sabar untuk, menikmati tubuh mantan adik iparnya itu.


__ADS_2