Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Menggerebek


__ADS_3

"Faris, kenapa kamu ke sini? Eee... Masuklah". Diana, mempersilahkan Faris masuk ke dalam rumah mewahnya berlantai 2.


"Ak-aku, tidak jadi cuti". Jawab Faris, tertunduk lesu.


"Loh,kenapa Faris? Bukankah,kamu mau jalan-jalan sama istrimu. Bawa saja mobilku, lagian hari ini tidak ada kerjaan". Kata Diana, tersenyum. "Apa ada, masalah? Tolong, ceritakan semuanya".


Diana,mulai menyentuh pundak Faris. Dia, terkejut melihat Faris meneteskan air matanya.


"Yasmin, selingkuh di belakang ku Diana. Hari ini,aku ingin mengintai gerak-gerik Yasmin. Tapi,aku tidak sanggup melihatnya secara langsung". Ucap Faris,menyeka air matanya.


Diana,syok mendengarnya dan membawa Faris ke dalan pelukan. "Faris, jangan salah paham kepada istrimu. Jangan berpikir aneh-aneh,siapa tahu? Apa yang kamu lihat,bukan berarti benar. Ya sudah,hari ini kita mengintai istrimu".


"Iya, Diana. Aku, tidak bisa berbuat apa-apa. Jika memang benar, bahwa Yasmin selingkuh. Aku, tidak sanggup untuk bertahan lagi. Sakit Diana, seakan-akan pengorbananku sia-sia". Kata Faris, menatap lekat ke arah Diana.


"Kamu,yang sabar. Wanita di luar sana, bnyak Faris. Yang menerima dirimu, perselingkuhan memang tidak bisa di maafkan. Sekali selingkuh, nantinya akan selingkuh lagi". Diana, mencoba menenangkan pikiran Faris. Dia, tersenyum sumringah melihat rumah tangga temannya.


"Hmmmm...Aku,...". Faris, memotong perkataannya.


"Jangan lupa,ada aku". Diana, tersenyum manis. "Tinggallah, bersamaku di rumah ini".


"Terimakasih, Diana. Aku, sangat beruntung bisa mengenal dirimu. Jika tidak ada Kamu, apa yang aku lakukan. Bisa jadi,aku akan mengakhiri hidupku sendiri.Ada Keluarga cuman,memanfaatkan kebaikanku. Di tambah pagi,istriku selingkuh". Faris, memijit pelipisnya.


"Faris,jangan berpikiran seperti itu. Ada aku, keluarga mu tidak akan macam-macam dengan mu". Diana, menggenggam jemari tangan Faris.


Faris, mengangguk dan mulai tersenyum. Benar, seiring waktu berjalan. Ada cinta,yang tumbuh di antara mereka.


Cup....


Diana, mendaratkan bibirnya di bibir Faris. Karena tidak ada respon, Diana langsung memalingkan wajahnya. Malu, itulah yang di rasakannya. Tetapi, Faris menarik tengkuk leher Diana.


Awalnya tadi, Farsi terkejut dengan sikap Diana. Tetap, dia berubah pikiran saat Diana melepas tautan bibirnya.


Akhirnya mereka saling berciuman dengan mesra, sungguh membuat hati Diana bahagia luar biasa.


Faris, yang memiliki masalah dan pikirannya tidak jernih. Hingga akhirnya,hilaf dan menikmati ciuman yang semakin dalam.


************

__ADS_1


Braakkkk....


Yasmin, melonjak terkejut mendengar pintu tertutup keras. Dia,keluar dari kamar dan melihat siapa yang datang.


"Ka-kamu,siapa? Kenapa,masuk kedalam rumah ini? Keluarrrrr..". Perintah Yasmin, mengundurkan langkahnya. Dia, semakin ketakutan karena tidak ada siapapun.


"Keluarrrrr.....Keluuuuaarr....Aku, bilang". Teriak Yasmin, sekuat tenaga. Tapi tubuhnya, sudah bergetar hebat.


Pria itu, menyeringai tajam dan melepaskan pakaiannya. Sontak membuat Yasmin, semakin ketakutan.


"Ayo,kita bersenang-senang Yasmin. Mbakmu, sudah menjual dirimu kepadaku. Aaaahhh... Nikmati permainan ku, pastilah lebih dahsyat dari suamimu. Ayolah, jangan munafik Yasmin. Mumpung, suamimu tidak ada". Ucap pria itu,yang tidak di kenal Yasmin.


"Aaaakkhh.... Toloooong.... keluarrrrr...Aku, tidak mengenalimu". Yasmin, memberontak. Namun kekuatannya,kalah dengan pria yang sudah mencekram kuat.


"Tidaaaakkkk....Hiksss... Toloooong.....Lepaaassss.... Lepaaassss....". Yasmin, terus-menerus berteriak keras. Air matanya mengalir deras,dia sangat jijik pria itu menyentuh dirinya dan mencium kasar.


Tidak ada pun, seseorang mendengar teriakkan Yasmin. Apa lagi hari minggu, biasanya ada murid yang berkeliaran di belakang sekolahan.


"Aaaaaaakkkkhhh..... Lepaaassss.... Aku,mohon jangan sentuh aku". Pinta Yasmin, dengan kondisi memprihatinkan.


Baju Yasmin,di robek paksa. Tak memperdulikan teriakan dan tangisan Yasmin. Pria itu, semakin semangat untuk melecehkan wanita di bawah Kungkungannya.


Yasmin,merasa Lelah dan tenaganya terkuras habis. Demi, menyelamatkan dirinya. Semoga saja, pria itu tidak bisa melakukan hal lebih.


Bruuaakkkk....


Faris, mendobrak pintu dan melihat pemandangan menjijikkan di hadapannya. "Brengseeekk...kauuu....".


"Mas, tolooong akuu". Lirih Yasmin,yang meringkuk di dinding. Ya Tuhan, terimakasih atas semuanya. Aku, selamat.


Buughhh.... Buughhh....


Faris, beberapa kali memberikan bogem mentah di wajah pria itu. Dia, meluapkan rasa amarah dan kebenciannya.


Mata Faris, tertuju kepada istrinya. Tangannya mencekram rambut Yasmin, menatap istrinya penuh menjijikkan.


Plakkkk....

__ADS_1


Plakkk...


"Mas....". Lirih Yasmin,derai air mata mengalir deras. Apa yang terjadi, apakah Suaminya salah paham.


"Istri durhaka kamu, Yasmin! Berani sekali, melakukan hal menjijikan ini. Apa kurangnya aku, sehingga kamu berselingkuh dengan dia". Teriak Faris, sekeras mungkin.


Yasmin, menggeleng kepalanya. Hatinya terasa teriris-iris, mendengar tuduhan suaminya.


"Faris,aku mencek ponsel pria ini. Mereka berdua, saling berhubungan dan berkirim pesan". Kata Diana, memperlihatkan chat mereka.


Faris,nampak tak percaya. Kakinya,tak mampu menopang tubuhnya dan tersandar di dinding. Mengacak-acak rambutnya,yang frustasi. Hatinya hancur, mengetahui perselingkuhan istrinya.


"Mas, percayalah kepadaku. Aku, tidak selingkuh mas. Aku, tidak mengenali pria itu. Dia,mau memperkosa ku mas. Apa yang terjadi, semuanya tidak benar". Yasmin, memohon kepada suaminya. "Jangan percaya mas,kita cari bukti sama-sama. Mereka semua, menyusun rencana ini. Aku,mohon...".


"Jangan sentuh aku, Yasmin". Faris, mendorong tubuh Yasmin. "Aku, memercayai semuanya. Dengan mata kepalaku sendiri, melihat perselingkuhan mu. Tidak perlu, berbelit-belit Yasmin".


"Mas,jangan tinggalkan aku. Mereka, memfitnah ku mas". Isak tangis Yasmin, tak mampu meluluhkan kepercayaan suaminya.


"Yasmin, kenapa kamu berbohong? Kita,saling kenal dan sering video call saat kamu di kantor sekolah". Pria itu, tersenyum.


"Tidaaaakkkk....Aku, tidak mengenali mu. Jangan berbicara macam-macam,". Bentak Yasmin, mengepalkan kedua tangannya.


"Faris, sebenarnya aku seringkali melihat pria ini datang ke sini. Dia, mencari Yasmin. Aku kira, mereka berteman saja. Aku takut, memberitahu kepada mu. Karena Yasmin, ingin membunuhku". Indah, langsung memperkeruh keadaan.


"Cukup, Mbak! Jangan memfitnah ku,lagi. Apa jangan-jangan, ini semua skenario Mbak dan menuduhku yang bukan-bukan!". Teriak Yasmin, kakinya terasa sakit. Dia, memberontak dan menendang tembok.


"Tapi,pesan ini bukti kuat Yasmin. Apa lagi,yang di katakan oleh Mbak Indah". Sahut Diana, langsung.


"Eeeee... Kemana kamu, berhenti ". Teriak indah,saat pria itu berlari jauh.


"Tidak perlu di kejar, Mbak. Sekarang sudah jelas, bahwa kamu selingkuh di belakang ku Yasmin". Kata Faris, menatap tajam ke arah istrinya. "kurangnya,aku apa? Sehingga kamu, menyakiti ku Yasmin. Setega inikah dirimu,ha! Aku, selalu membela mu dan mengabaikan ibuku. Memang benar, kamu itu pembawa sial".


"Mas,jangan seperti ini. Aku mohon,mas. Percayalah kepadaku,aku tidak selingkuh mas. Mereka, memfitnah ku". Yasmin, bersimpuh di hadapan suaminya.


"Yasmin, aku talak kamu. Mulai sekarang,kita bukan suami-istri lagi. Haram aku, menyentuh mu". Ucap Faris,tak berani menatap wajah istrinya.


Bagaikan sebuah batu besar,yang menghantam dirinya dan hancur berkeping-keping. Yasmin, terduduk lemas dan tidak berdaya lagi. bahkan untuk bernafas saja,terasa sesak. Saat mendengar, Suaminya mengatakan menjatuhkan talak. Dia, menerima lapang dada. kini kesempatan itu,dia sia-siakan lagi. Sekarang dia sadar,jika suaminya tidak berubah seutuhnya.

__ADS_1


Faris, memasukkan baju-baju di dalam tas dan melewati Yasmin yang meringkuk di lantai dan menangis kesegukan. Saat Faris di ambang pintu, Yasmin tidak berkata apa-apa. Apa lagi, untuk mencegah kepergiannya.


__ADS_2