
"Mbak Indah,yang sebelah kiri. Nah itu,mandor Hanafi. Calon suaminya, Yasmin". Faris, memberitahu kepada kakaknya.
"Dia? Masih gantengan kamu Faris. Sayangnya,dia banyak uang dan memiliki jabatan. Gak kaya kamu,kere". Ejek indah', tersenyum kecil.
"Perjalanan hidup, masih panjang. Siapa tahu, Faris kaya raya. Cepat sana,goda mandor Hanafi. Tebarkan pesona mu, mbak". Kata Faris, langsung di acungi jempol oleh Indah.
Indah, melenggang pergi dan menghampiri Hanafi. Kebetulan Hanafi, sudah berpisah dengan yang lainnya.
"Emmmm....Pak Hanafi, tunggu sebentar". Indah, langsung mencegah kepergian Hanafi.
Hanafi, diam-diam dia mengetahui siapa wanita di hadapannya. "Ada,apa?".
"Begini pak,besok saya bekerja dimana? Maaf, tadi lupa bertanya. Apa boleh,di tunjukkan tempatnya". Pinta Indah, menyelipkan rambut di telinganya. Ada lirikan, menggoda di mata indah.
"Ya sudah,ikuti saya". Ucap Hanafi, melangkah kakinya. Indah, dengan senang hati mengekori dari belakang.
"Ngomong-ngomong,pak Hanafi calon suami Yasmin yah? Apa belum tau,jika Yasmin pernah di lecehkan pria lain". Indah,membuka suara dan menjelekkan Yasmin.
Hanafi, tersenyum smrik. "Tau,kenapa,memangnya?".
"Yah...Pak mandor,lajang bukan duda juga. Kenapa,gak nikah sama wanita yang belum nikah? Kan sayang,malah nikah sama janda". Ucap indah, tersenyum smrik. Sedikit demi sedikit,aku menjelekkan Yasmin.
Hanafi, menghentikan langkah kakinya dan berhadapan dengan Indah.
__ADS_1
Sontak membuat indah, terkejut. Karena Hanafi, tiba-tiba berhenti berjalan. "Yang nikah saya,jadi suka-suka saya. Jangan pernah, menjelekkan calon istri saya. Karena saya,tak segan-segan untuk memecat Hamid dan Faris. Termasuk kamu,lalu mengusir kalian dari desa ini. Jaga sikap kalian,jika ingin di hormati orang lain. Jangan macam-macam, berhadapan dengan pak Jamal". Tegas Hanafi, dengan tatapan tajam.
Indah, langsung mengangguk dan terdiam. "Maaf,pak. Saya,janji tidak akan menjelekkan Yasmin. Permisi". Pamit indah, langsung meninggalkan Hanafi. Sial,sial...Aku,gagal menaklukkan hati mas Hanafi. Begitu menyeramkan, mendengar suaranya.
Indah,merasa lega Karena sudah jauh dari pandangan Hanafi. "Aaaakkhh....". Pekik indah, terkejut dengan kedatangan Faris."kamu,bikin Mbak kaget aja".
"Bagaimana,apa berhasil Mbak?". Tanya Faris,yang tidak sabaran.
"Gagal, Mbak takut Faris. Dia, mengancam Mbak dan keluarga kita. Sepertinya, Hanafi berkuasa di desa ini". Jawab indah, cengengesan.
"Namanya juga pak kades, Mbak. Tentulah,dia di hormati orang sini. Duhh...Mbak,harus tau yah. Besok Yasmin, mengadakan acara syukuran. Kata orang-orang, Hanafi mau mengantar seserahan pernikahan. Gawat mbak, Yasmin bakalan jadi milik orang". Faris, mengacak-acak rambutnya.
"Ya sudah, lupakan saja Yasmin. Cari wanita lain,siapa tahu? Kamu, mendapatkan wanita kaya di sini". Ide indah, mempengaruhi pikiran Faris.
"Pak Hanafi, tunggu sebentar. Aku, ingin berbicara penting". Pinta Faris,yang di angguki Hanafi.
"Pak Hanafi, bisakah membatalkan pernikahan ini. Jujur pak,aku sangat mencintai Yasmin. Tolonglah, berikan Yasmin kepadaku. Dengan membatalkan pernikahan ini, kemungkinan besar. Aku, bisa mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kami. Ayolah,pak Hanafi. Sedangkan Anda,masih lajang dan tidak pantas dengan seorang janda". Ucap Faris , meminta iba kepada Hanafi.
"Mudah,kau pergi ke rumah orangtuanya Yasmin. Lalu,bicara baik-baik. Untuk membatalkan pernikahan Yasmin dengan ku,jika keluarga mereka setuju. Aku, akan membatalkan pernikahan ini". Jawab Hanafi, menyunggingkan senyumnya.
Mendengar ucapan Hanafi,sama saja dia memasuki kandang macan. "Pak Hanafi, kenapa pilihannya sangat sulit. Apa susahnya,anda langsung berbicara langsung. Otomatis, batal pernikahan ini. Pak Hanafi,apa tega memisahkan dua insan saling mencintai dan menyayangi".
"Pak Faris,apa anda tuli? Jika Yasmin, tidak akan pernah kembali kepadamu. Asalkan kamu tau, Yasmin pernah menolak lamaran ku karena dia memilihmu waktu itu. Sejak saat itu,aku trauma untuk melamar seorang wanita. Tetapi,Tuhan berpihak kepadaku. Sudah waktunya,membalas rasa sakit yang di lakukan Yasmin. Kau tau, Faris? Aku,menikahi Yasmin karena balas dendam. Makanya,aku berusaha menyakiti dirinya". Hanafi, tersenyum smrik.
__ADS_1
Mendengar ucapan Hanafi, membuat Faris tercengang. Benarkah,jika Yasmin memilih dirinya dibandingkan Hanafi? Sekarang Faris, benar-benar sangat bersalah kepada Yasmin. "Tidaaaakkkk....Anda, pria licik. Aku, tidak mempercayai ucapan pak Hanafi". Tegas Faris, menatap tajam.
"Terserah,jika kamu tidak percaya. Kamu, bisa bertanya kepada pak Jamal atau Yasmin. Yang jelas,aku tidak akan membatalkan pernikahan ini. Jika aku, sampai membatalkan pernikahan. Kau dan Yasmin,akan jadi korban. Aku, bisa saja tidak datang di acara akad nikah. Semua orang,pasti menyalahkan dirimu dan Yasmin. Tidak terbayangkan, bagaimana sakitnya Yasmin? Dia,di caci maki habis-habisan oleh orang dan orangtuanya. Lalu,di fitnah karena aku tidak ada. Satu lagi,kau dan keluarga mu bersiap untuk di usir oleh warga sini". Hanafi, menepuk pundak Faris dan pergi begitu saja.
Faris,masih mencerna ucapan Hanafi dan diam membisu. "Aaaarrgghh....Dasar pria licik, sangat berbisa. Siaaaalll.... Tidaaaakkkk....Aku, tidak boleh menyakiti Yasmin lagi. Bagaimana, jika Hanafi? Dia, berniat untuk tidak hadir di akad nikah. Aaaarrgghh... Habislah riwayat ku". Faris, meluapkan amarahmya.
Sedangkan Hanafi, bersantai di kursi kemudi mobil pick up. Ada senyuman smrik,di sudut bibirnya. "Hahahaha.... Silahkan,jika kamu ingin menggagalkan pernikahan ini Faris. Jika aku, tidak bisa bersatu dengan Yasmin. Kau pun,sama dan akan di usir dari desa ini. Yasmin,aaahh.... Tidak terbayangkan, bagaimana rasa sakit? Lalu, menerima caci maki orang lain. Sedangkan kau,di fitnah begitu saja". Ucap Hanafi, langsung menancapkan gas mobilnya.
*************
Terhitung beberapa hari, Yasmin sudah resmi menjadi istri pak kades. Akan tetapi,dia sama sekali tidak merasa bahagia.
Di rumah orangtuanya, semakin ramai berdatangan. Karena hari ini, calon suaminya mengantar seserahan pernikahan. Yang sudah tradisi,di desanya.
Dulu,pertama kali menikah. Yasmin,nampak bahagia dan tidak sabar menanti akad nikah bersama Faris. Namun kali ini berbeda, waktu begitu cepat berlalu.
Yasmin, ingin sekali mengundurkan waktu. Agar akad nikah, lambat di laksanakan.
"Nduk, menikah dengan nak Hanafi nanti. Kamu,harus bisa menggunakan kerudung jika keluar rumah. Jangan biarkan, rambut mu terurai bebas. Ingatlah, jika nak Hanafi seorang kepala desa. Jadi,kamu harus sopan berpakaian". Bu Aminah, menasehati anaknya.
"Insyaallah,bu". Jawab Yasmin, tersenyum. Ibu, begitu menghormati mas Hanafi. karena belum tau, bagaimana sifat aslinya bu. Seorang yang bapak dan ibu, percayai. Dia, siap-siap menghancurkan kehidupan anak bapak dan ibu.
Yasmin, merebahkan tubuhnya dan pangkal paha ibunya menjadi bantal. Rambutnya,di elus-elus oleh bu Aminah. Air mata Yasmin, mengalir begitu saja.
__ADS_1
"Semoga pernikahan mu ini, menjadi yang terakhir nak. Bapak dan ibu, sangat mempercayai nak Hanafi. Dia,bisa menjadi imam yang baik. Nak Hanafi, pria yang baik nak. Berprilaku lah, menjadi istri yang baik". Lagi-lagi ibunya, memuji calon suaminya itu