Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Demi Cucu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Hanafi harus rutin meminum obat pencegah mualnya. Jika tidak pasti akan memuntahkan isi perutnya, seketika lemah.


"Aku gak selera makan,". Kata Hanafi, bergelut manja dengan Yasmin.


"Lalu,mau makan apa? Biar aku yang masak atau beli,mas". Tanya Yasmin, mengelus lembut rambut suaminya.


"Pengennya lalapan daun singkong,sambel terasi,sama ikan lele goreng,tapi bapakmu yang masakin". Jawab Hanafi, sontak membuat Yasmin terkejut.


"Eee...Jangan bercanda mas, emangnya bapak bisa masak? Aku aja,gak pernah nyicipin masakan bapak". Sahut Yasmin, mengerutkan keningnya.


"Yah... Entah kenapa, pengen masakan bapak. Apa lagi lalapan daun singkong,sambel terasi ,sama ikan lele di goreng. Panas-panas lagi,behhh...Enak sekali,sayang. Pliss...Mas mau,". Hanafi, memasang wajah sedihnya.


"Iy-iya,mas. Aku telpon ibu,dulu. Takutnya bapak,gak ada lagi". Jawab Yasmin, menyetujui permintaan suaminya.


"Oke,sayang. Makasih banyak,yah". Satu kecupan manis, mendarat di bibir Yasmin.


"Assalamualaikum bu, bapak ada?". Tanya Yasmin, melalui telponnya.


(Wa'alaikum salam,nak. Ada kok bapak,lagi malas ke kandang sapi. Memangnya ada apa?).


"Bu, ini permintaan mas Hanafi. Hampir siang ini,belum makan bu. Malas-malasan di atas kasur, katanya pengen masakan bapak. Masakin lalapan daun singkong,sambel terasi sama ikan lele. Begitu kata mas Hanafi,bu".


(Waduhh...Itu suamimu ngidam, Yasmin. Harus di turuti kemauannya,ya sudah. Kalian langsung ke sini aja,biar ibu ngomong sama bapakmu. Pastilah dia mau,karena Hanafi mantu kesayangannya dan demi cucu).


"Makasih banyak,bu. Ini kami akan ke sana,jangan lupa banyakin bapak masaknya. Hehehehe...Aku juga mau,bu". Kekehnya Yasmin, mengulum senyumnya.


(Oke,cepat ke sini yah. Ibu, tutup dulu telponnya.Assalamualaikum,nak).


"Wa'alaikum salam,bu". Jawab Yasmin, tersenyum ke arah suaminya.


"Bagaimana,sayang? Apakah,bapakmu memasakkan untuk ku". Tanya Hanafi,masih memasang wajah sedihnya.

__ADS_1


"Pastilah mau,mas. Toh,kamu mantu kesayangannya. Ayo,kita ke sana". Ajak Yasmin, pergi ke rumah orangtuanya. Sudah pasti Hanafi, langsung menyetujui ajakan sang istri.


Hahahaha....Kasian sekali bapak, mendapatkan perintah dari mantu kesayangannya. Apa ini,karma untuk bapak? Dulu bersikukuh, menikahi ku dengan mas Hanafi. Batin Yasmin, cengir kuda.


**********


"Pak, ayo pulang". Bu Aminah, langsung mencari suaminya ke warung bersama sang cucu.


"Loh,kenapa bu? Bapak,masih mau jalan-jalan sama cucu". Tolak pak Jamal,tumben sekali istrinya mencari dirinya.


"Ada tugas loh, untuk bapak. Ini permintaan mantu kesayanganmu, sudah mau siang hari. Nak Hanafi,belum makan apa-apa. Katanya mau makan,tapi masakkan bapak". Kata bu Aminah.


Pak Jamal, terdiam sejenak dan kebingungan. "Loh, kenapa harus bapak? Ada-ada saja, nak Hanafi.Emangnya,mau di masakin apa toh? Gak bisa apa,lihat bapak tenang dulu".


"Jangan membantah pak,demi cucu kita. Bisa jadi nak Hanafi,ngidam. Mau cucu bapak, ileran. Hmmm...Masak yang gampang kok, lalapan daun singkong, sambal terasi,sama ikan lele goreng. Katanya Yasmin,mau juga loh. Ayolah pak,demi anak dan cucu". Bu Aminah, memohon kepada suaminya.


Pak Jamal, menghela nafas panjang dan mengusap dadanya. "Baiklah,bapak minta daun singkong sama beli ikannya dulu. Duuhhh... Ada-ada saja, anakku yang hamil, suaminya ngidam. Tapi,aku juga yang repot dan lelahnya". Gerutu pak Jamal, menggeleng kepalanya.


"Yang ikhlas pak, katanya mau cucu dari mantu kesayangan. Sudah di Kabulkan, masih komat-kamit". Bu Aminah,membawa cucunya pulang. "Rasakan itu,pak. Karma itu,yang memaksa Yasmin menikah dengan nak Hanafi. Sekarang kakekmu, mendapatkan hasilnya". Kekehnya bu Aminah, berbicara dengan cucunya.


"loh, kenapa wajahmu kusut begitu pak? Biasanya menampakkan aura kebahagiaan,". Tanya pak Dodi.


"Yah, itulah yang membuat ku gak semangat. Masa mantuku ngidam mau minta masakin dengan ku, ada-ada saja. Cepatlah,nanti mereka komat-kamit mulutnya. karena aku telat, memasakkan untuk mereka". Pinta pak Jamal, terduduk lesu.


"Wahhh...Harus di turuti pak, takutnya nanti ileran cucu pak Jamal ". Kekehnya pak Dodi, langsung mendapatkan lemparan sendal.


"Cepatlah,aku mau ke tempat Mbah Minu dulu. Beli daun singkong,baru di petik biar tambah segar. Cepatan yah,jangan lupa di bersihkan. Gak usah di potong-potong". Pinta pak Jamal, berteriak keras.


"Iyo,pak". Jawab pak Dodi, langsung. "Ada-ada saja,pak tua itu. Rasakan pak Jamal, akhirnya mendapatkan kelemahan dari mantu kesayangannya.


Hampir 1 jam berlalu,pak Jamal dengan entengnya membawa bahan-bahan yang di masak.

__ADS_1


Tiba di rumah, di sambut hangat oleh keluarganya. Terlihat jelas Hanafi,lesu di sofa dan bersandar pada sang istri.


"Yang cepat pak,nak Hanafi sudah lemas gak makan apa-apa. Apa yang di makan,pasti di muntah-muntah". Kata bu Aminah, membantu suaminya.


"Pak,jangan lama-lama yah. Aku laper juga,". Sahut Yasmin, tersenyum kecil.


"Mantu sama anak, sama-sama bikin heboh. Iya,di tunggu yang sabar". Jawab pak Jamal,ke arah dapur.


Sebenarnya Yasmin, merasakan tidak nyaman dengan orangtuanya. Apa lagi ini adalah permintaan sang suami, beruntung ayahnya langsung mau.


Pak Jamal, bertempur dengan alat dapurnya. Sang istri, cuman membantu sedikit saja. Takutnya rasa yang di inginkan menantunya,kurang pas.


Aroma ikan lele goreng, sudah tercium oleh Hanafi. "Duhhh... Baunya wangi sekali, apa lagi aroma terasinya". Gumam Hanafi,yang tak sabar untuk mencicipi masakan bapak mertuanya itu.


Pak Jamal,mengulek sambal terasi. Tinggal ikannya masak, sudah selesai dengan masakannya itu.


"Makasih banyak,pak.sudah mau memasak untuk suamiku". Kata Yasmin, membawa suaminya ke meja makan.


"Makasih banyak,pak. Jadi gak enak,". Kekehnya Hanafi, sudah ngiler jadinya. Matanya tertuju pada sambal terasi dan pucuk singkong di meja makan.


"Sama-sama,apa sih yang gak? Buat anak dan cucu bapak,". Jawab pak Jamal, membawa ikan lele baru di goreng.


"Ayo,di makan dulu. Bapakmu, sudah banyak masak. Biar makan barengan". Bu Aminah, langsung menaruh nasi ke piring.


"Bapak,mau makan juga. Laper jadinya,ayo makan-makan". pak Jamal,duduk di sebelah menantunya itu.


"Hmmmm....Enak sekali,pak". Hanafi, memuji masakan bapak mertuanya. Sangat lahap menyantap hidangan yang disajikan olehnya pak Jamal, membuat yang lainnya cekikikan tertawa.


"Mau makan nak lestari? Sini barengan, mumpung anakmu tidur". Ajak pak Jamal,kepada menantu perempuannya.


"Makasih pak,nanti aja makannya. Nunggu mas Rizky,datang". Jawab lestari, kebetulan mau ke dapur untuk minum.

__ADS_1


"Pelan-pelan mas,jangan buru-buru makannya. Gak bakalan bapak, menghabiskan makanannya ini". Kata Yasmin, menyodorkan minuman ke arah suaminya.


Hanafi,yang sudah lapar sedari tadi. Dia makan tergesa-gesa dan keselek jadinya.


__ADS_2