Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Merenggang Nyawa


__ADS_3

Bruukkkkk....


Yasmin, menendang Hamid dan terjungkal ke belakang. Dia, langsung beranjak berdiri dan berlari sekencang mungkin.


"Aaaarrgghh.... Sialan kamu, Yasmin. Awas saja, aku membuat mu menderita". Teriak Hamid, bangkit dan berjalan.


"Hahahaha.... Hahahhaa... Lari lah, Yasmin. Lari Lah,kemana yang kau mau. Karena aku, tetap menemukan mu sayang. Hahahaha.... Yasmin,kau tidak bisa kabar dariku". Teriak Hamid, sekeras mungkin


"Ha...Ha...Ha... ". Yasmin, ngos-ngosan mengatur nafasnya. Dia,terus berlari sekencang mungkin. Tidak tahu,kemana arah tujuan.


Hujan semakin deras,petir menggelegar. "Aaaarrgghh....". Yasmin, tersungkur ke tanah. Kakinya terluka terkena kayu,darah segar mengalir. Matanya celingukan melihat-lihat sekeliling, takutnya Hamid sudah mendekatinya.


Susah payah Yasmin,menarik kakinya dan bersembunyi di balik pohon. "Ya Allah, lindungilah aku". Yasmin, langsung menutup mulutnya dengan tangan. Saat mengintip di balik pohon,dia melihat Hamid dan mendengar suaranya. Dia,tak mampu berlari lagi. Tenaganya semakin terkuras, setidaknya istirahat dulu.


"Yasmiiiiinnnn....Kau dimana, sayang. Ayolah,kita bersenang-senang. Tidak akan ada yang tau, Yasmiiiiinnnn....". Teriak Hamid, calingukan mencari keberadaan Yasmin.


Yasmin, semakin erat menutup mulutnya. Berharap Hamid, tidak mengetahui dirinya di balik pohon. "Ha...Ha..Hmmm...Hmmm...". berharap Hamid, tidak mengetahui keberadaannya.


Sedangkan Faris, sedang gelisah gusar. Rupanya, Rosella belum meninggal dunia.


"Rupanya,kamu masih hidup Rosella. Lebih baik kamu, mati saja. Kebetulan sekali, Yasmin mendorong mu tadi. Otomatis dia,akan menjadi pelaku pembunuh mu. Jika aku, membiarkan kamu hidup. Sama saja, menjadi boomerang ku nanti". Senyum smrik Faris,dia mengambil batu lumayan besar.


Buughhh....


Buughhh....


Beberapa kali, Faris memukul kepala Rosella menggunakan batu.Tidak memperdulikan darah muncrat,ke bajunya. Sampai Rosella, tidak bernafas lagi. Faris, tersenyum sumringah. Sudah waktunya,mencari Yasmin. Dia, tidak akan membiarkan mantan istrinya lolos.


"Hahaha....Hahahha... Rasakan kamu, Rosella. Sekarang,kamu sudah mati... Mati.... Hahahah...". Faris, tertawa terbahak-bahak. Dia, melempar batu ke sembarang arah.


"Hahaha....Hahaha... sudah waktunya, untuk mencarimu Yasmin". Teriak Faris, sekeras mungkin. Dia, beranjak berdiri dan berjalan menempuh derasnya hujan deras.


"Yasmiiiiinnnn..... Yasmiiiiinnnn....Hahahhaa,mas akan datang kepadamu. Hahahaha". Gelak tawa Faris, tidak memperdulikan luka di bagian kepalanya.


**********


Yasmin, berusaha untuk tenang dan tidak melakukan suara sedikitpun. Takutnya Hamid, mendengar dirinya. Apa lagi Hamid,berada sangat dekat dengannya. Dia, tidak berani mengintip di balik pohon.


"Baaaaaaaa......". Hamid, mengejutkan Yasmin. Dia, berhasil menemukannya.


"Aaaaaaaa.......". Teriak Yasmin,dia sangat terkejut.


"Hahahahha....Aku, menemukan mu Yasmin. Mau pergi kemana,kamu ha? Kamu, tidak akan pernah lepas dari ku". Seringai tajam, Hamid.

__ADS_1


"Tidaaaakkkk.... Tidaaaakkkk....". Yasmin, menggelengkan kepalanya. Dia, mengundurkan diri. Apa lagi, tidak ada senjata apapun di tangannya.


Hamid, langsung mencekram rambutnya Yasmin kebelakang. "Aaaakkhhh.... Lepaskan, lepaskan akuuu.... Lepasssss....Aaaaaaaa...". Yasmin, berusaha memberontak terhadap Hamid.


"Kau, berada di cengkraman ku Yasmin. sudah aku katakan,kamu tidak akan kabur dariku. Ayo, berusaha untuk melawan Yasmin. Semakin memuncak gairah ku, untuk mencicipi tubuhmu". Senyum smrik Hamid, mencium leher Yasmin.


"Aaaaaa.... Hentikaaaan.....". Teriak Yasmin,derai air matanya mengalir deras. Bersamaan dengan rintikan hujan, petir menggelegar bersamaan dengan teriak Yasmin.


Plakkk....


Plakkkk...


Tak segan-segan Hamid, menampar pipi mulusnya Yasmin. Karena Yasmin, menghindari ciumannya.


Bughhh...


Buughh....


Hamid, berusaha untuk melemahkan Yasmin. Beberapa kali, bogem mentah di bagian perutnya Yasmin. Yasmin, berusaha menghindari perutnya. Takut,jika terjadi sesuatu dengan kandungannya.


Hamid,membabi buta untuk menguasai tubuh istri kepala desa. Apa lagi, Yasmin berada di bawah Kungkungannya.


Yasmin, merasakan teramat sakit di bagian perutnya.susah payah, mengatur nafasnya. Apa lagi, Hamid mencekik lehernya. "Uhukk....Uhukkk....". Dia, terbatuk-batuk dan matanya merem melek. Seakan-akan Tak mampu lagi, untuk bertahan.


"Sangat wangi sekali kamu, Yasmin". Kata Hamid, dengan suara seraknya.


"Aaaaaaaa.....". Teriak Yasmin, sekuat tenaga melayangkan batu tepat di kepala Hamid.


Buughhh....


"Aaaarrgghh.....Kurang ajar sekali kamu, Yasmiiiiinnnn.... Aaaargghhh....". Hamid, meringis kesakitan. Akhirnya Hamid, tersungkur di sampingnya.


Tanpa berpikir panjang lagi, Yasmin sudah terselimuti oleh amarahnya. Sorotan mata tajam, tangannya mengambil kayu lumayan panjang. Tidak memperdulikan rasa sakit,di rasakannya.


Keadaan Yasmin, sungguh mengerikan. Seketika Hamid, ketakutan dan nyalinya langsung ciut. "Yasmin....Jangan Yasmin....". Hamid, gemetaran dan ngesot di tanah untuk menghindarinya.


Sambaran petir menggelegar,kilatnya begitu mengerikan. "Aaaaaaaaa.....Aaaaaaa..". Teriak Yasmin, melayangkan kayu dan beberapa kali memukul hamid.


Buuughhh..... Buughhh.... Buughhh...


"Aaarghhh...... Ampuuun..... Ssshhhhttt...". Hamid, meringis kesakitan. "uuhukk.... Uuhukk....". Dia, terbatuk-batuk darah. Tak mampu lagi, menghindari pukulan Yasmin yang membabi buta.


"Yasmiiiiinnnn...... Yasmiiiinnn....". Teriak Faris, samar-samar terdengar oleh Yasmin.

__ADS_1


Seketika Yasmin, menghentikan aksinya. Apa lagi Hamid, terkapar bersimbah darah di tanah. Dia, bergegas pergi dan mencari persembunyian. Tak lupa, membawa batu dan kayu untuk senjatanya.


Yasmin, seakan-akan tak mampu berlari lagi. Nafasnya ngos-ngosan, tubuhnya sudah melemah. Tiba-tiba dia, terpeleset dan terguling ke bawah. "Aaaakkhhh......". Teriak Yasmin, sambil meringis kesakitan.


Buughh....


Kepalanya terbentur batu besar,darah keluar. Matanya sudah mulai memburam, melihat sekililing. Dia, berusaha merangkak menuju sungai. Pantang menyerah, untuk sang buah hati.


"Aaaarrgghh.... Ssakkkiiitt....". Yasmin, meringis kesakitan di bagian perutnya. Darah segar mengalir deras,di pangkal pahanya.


"Tidaaaakkkk..... Tidaaaakkkk....". Tangis Yasmin, pecah seketika. Apa yang di khawatirkan terjadi juga. Kemungkinan besar,dia keguguran dan kehilangan buah hatinya.


Yasmin, meraung-raung menangis di tepi sungai. Hidupnya, sudah hancur berkeping-keping.


**************


Hanafi dan para bapak-bapak, mendapatkan informasi dari seseorang.


Ada dua orang memasuki pabrik kay, sudah lama terbengkalai.


Karena curiga dan penasaran, Hanafi dan lainnya. Langsung bergegas menuju ke sana, berharap tidak salah lagi.


Sepanjang perjalanan, Hanafi tidak sabar ingin menemui Yasmin. Tak henti-hentinya, mengkhawatirkan keadaan sang istri.


Menyesal itulah yang di rasakannya,dia berjanji akan berubah menjadi suami yang di harapkan Yasmin. Sekarang dia benar-benar sadar,jika keberadaan Yasmin. Sangatlah berhati baginya,semalam suntuk tidak bisa tidur dan berusaha mencari sang istri.


Glekkk...


Hanafi,tiba di pabrik kayu yang sudah lama terbengkalai. Perasaannya bercampur aduk, kakinya lemas tak berdaya.


"Yasmiiiinnn.... Yasssmmmiiiinnnn....". Teriak Hanafi, mengacak-acak rambutnya. Matanya celingukan melihat-lihat sekeliling, berharap bisa menemukan keberadaan istrinya.


Tiba di sebuah bangunan, Hanafi dan para terkejut. Melihat Rosella,terkapar dan bersimbah darah.


"Astagfirullah....". Ucap mereka bersamaan,syok berat melihat keadaan Rosella.


"Tidaaaakkkk...Tidak mungkin, Yasmiiiiinnnn...". Hanafi, langsung mengundurkan langkahnya. Hanafi, semakin syok berat. Apa yang terjadi,kepada istrinya.


Pak Jamal,tak henti-hentinya menangis. Sebagai seorang ayah,tak mampu lagi untuk bertahan. Berdoa tak putus-putusnya, berharap sang buah hati di temukan dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun.


"sudah meninggal pak kades,". Salah satu bapak-bapak,mencek keadaan Rosella.


"lihatlah,ada jejak kaki ke arah sana". Ucap seseorang,yang melihat sekililing.

__ADS_1


"Ayo,kita ikut jejak kaki ini. Siapa tahu, menemukan keberadaan istrinya pak kades". Yang lainnya, langsung bergegas mengikuti langkah kaki tersebut.


Hanafi, mengikuti langkah bapak-bapak. Walaupun kakinya,terasa sangat sakit. Karena lukanya,belum sembuh.


__ADS_2