
"Aaakkhh.... Ssshhhhttt...". Hanafi, meringis kesakitan. Saat mengubah posisi duduknya.
"Sakit yah,mas? Gitu amat wajahmu,tapi aku senang sekali. Melihat kamu kesakitan seperti ini,tumben sekali kamu ceroboh mas". Ledek Yasmin, menutup mulutnya menahan tawa.
"Puas, melihat ku kesakitan ha? Ketawa aja, sekencang mungkin". Ucap Hanafi,kesal dengan sikap istrinya.
"Hahahaha.....Hahahaha....Hahahah....Aduh,mas aku senang sekali melihat mu kesakitan". Yasmin, melanjutkan tawanya.
"Yasmiiiinnn.....kamu, bisa mentertawakan ku saat ini. Di kemudian hari,aku yang mentertawakan mu". Ucap Hanafi, dengan lantang.
"Mas,kok bisa kamu ceroboh". Tanya Yasmin,meledek suaminya sendiri.
"Bukan ceroboh, kemungkinan besar ada seseorang yang menjebak ku. Karena aku, seringkali melalui jalan situ. Tetapi, tidak terjadi apa-apa". Hanafi,menghela nafas panjang.
"Terus,mas tidak menyelidikinya. Sabar yah,mas. Namanya musibah,mau tak mau harus di terima". Kekehnya Yasmin, tersenyum.
"Jika terbukti mantan suamimu,yang melakukannya. Apa kamu, ikhlas dia masuk kedalam penjara. Hemmm". Tanya Hanafi,mendelik ke arah istrinya.
"Lah,apa hubungannya dengan ku mas? Jika dia,masuk ke dalam penjara. Sudah pasti aku,aman tanpa ada masalah baru. Buktinya,mas mendiamkan ku karena marah. Soalnya, bertemu dengan mantan suami di pasar". Jawab Yasmin, tersenyum smrik.
"Ck, rupanya kamu sadar juga apa kesalahanmu. Aku kira,kamu bodo amat". Sahut Hanafi,cengir kuda.
"Tapi, tumben-tumbenan gak di laporkan ke bapak. Oh,karena banyak saksi mata kan. Jadi mas, tidak mampu berkutik apapun. Makanya mas,jangan berniat jahat. Buktinya ini,kena karmanya" Yasmin, menepuk luka Hanafi.
"Aaarghhh... Yasmiiiinnn....". Hanafi, menahan rasa sakit. Bagaimana bisa,sang istri malah menepuk lukanya di lutut.
"Hahahaha...Emang enak,mas. Sebentar lagi, perawat janda bakalan datang. Ciyeeehhh....Di perhatiin sama,perawat Rosella". Ejek Yasmin, menjulurkan lidahnya.
"Bilang saja,kamu cemburukan. Ada seorang wanita, perhatian kepada ku". Senyum smrik, terpampang di sudut bibirnya.
"Apa tadi,mas? Aku, cemburu. Hahahaha...Gak salah mas,bukannya kamu. Hemmm... Pura-pura marah, kepadaku. Nyatanya,kamu cemburu pada mantan suamiku. Berharap sih,ada seorang pria tampan,gagah, perkasa, mapan,kaya pula. Pokoknya, idaman ku. Dia, tiba-tiba datang dan membawaku pergi. Lalu, kami menikah dan bahagia". Angan-angan Yasmin, mampu membuat hati Hanafi memanas.
"Ck, sampai kapan pun. Aku, tidak akan membiarkan mu pergi Yasmin. Apa lagi, menceraikan mu". Tegas Hanafi, mengepalkan kedua tangannya.
"Yah,gak papa mas. Karena pria itu,gak masalah jadi Suami kedua ku. Asalkan, selalu aku utamakan". Kedip mata Yasmin, tersenyum merekah.
__ADS_1
"Yasmiiiinnn..... Jangan, menguji kesabaran ku. Mentang-mentang,aku seperti ini. Kamu, sesuka hati mengejek ha". Teriak Hanafi, menggelegar seisi kamar.
Tok....Tok....
"Hussssttttt...Gak perlu, teriak-teriak mas. Mas kira, ini hutan atau pulau. Tuh,si janda kembang desa datang". Yasmin, melenggang pergi menuju pintu.
Benar saja, Rosella yang datang. Dia, sudah berpakaian perawat nya. "Pagi, suster Rosella". Yasmin, menyambut hangat tetangganya itu.
"Pagi, Yasmin. Aku,mau menggantikan perban pak kades". Ucap Rosella, langsung di angguki Yasmin.
Rosella, melenggang pergi menuju kamar. Ada senyum manis, terbit di bibirnya.
Hanafi,masih memasang wajah datarnya. Tak menghiraukan, senyuman Rosella.
"Pak kades,saya buka perbannya". Ijin Rosella, malu-malu.
"Lepas celananya,juga gak papa sus". Sahut Yasmin, cekikikan tertawa.
"Yasmiiiinnn....Jaga sikapmu, setelah ini. Kamu, mandikan aku". Perintah Hanafi, lagi-lagi Yasmin komat-kamit mulutnya. "Dengar tidak,apa kata ku".
"Baiklah,pak kades yang murah meriah dan dermawan sejagat raya. Hamba,atas nama Yasmin. Akan mengikuti perintah pak kades,tapi gak janji. Hihihi....". Kekehnya Yasmin, mengulum senyumnya.
"Aaauukkk... Pelan-pelan, sakit ini". Kata Hanafi, meringis kesakitan.
"Mas,mau gak aku yang merawat mu. Maksudnya..."
"Gak,yang ada lukaku tambah parah. Bisa-bisa infeksi,lagi". Tolak Hanafi, langsung.
"Sudah selesai pak,saya permisi dulu". Kata Rosella, membereskan peralatan medisnya. Setelah selesai,dia keluar dari kamar.
Sedangkan Yasmin, berdiri santai di ambang pintu. "Yasmin,aku permisi dulu. Tolong,jaga pak kades". Kata Rosella, tersenyum.
"Hmmmm... Dengan sepenuh jiwa, selalu menjaga pak kades". Jawab Yasmin,melirik sekilas ke arah suaminya.
Yasmin, mengantar Rosella sampai di teras rumah. Dia, menatap intens ke arahnya.
__ADS_1
"Yasmin,kenapa kamu berbicara seperti itu? Kepada pak kades, jujur saja. Tidak pantas,kamu berkata seperti itu". Kata Rosella, membalikkan badannya.
"Eee... Suster Rosella,jangan salah paham dengan perkataan kami tadi. Pak kades, memang seperti itu. Dia, seorang pria humor dan lucu. Kalau tidak percaya,tanya saja dengan orang lain". Kata Yasmin, tersenyum kecil.
"Ck,kamu bakalan tau Yasmin. Bagaimana, kehilangan sesosok suami. Apa lagi, seperti pak kades". Setelah selesai berbicara, barulah Rosella pergi meninggalkan Yasmin.
Yasmin, mengangkat kedua bahunya dan berbalik badan. Karena di dalam, sudah memanggil namanya.
"Yasmiiiinnn....". Teriak Lela,yang sedikit berlarian. "Aku, ingin menemui pak kades. Mau, memberikan nasi goreng spesial dari ku".
Yasmin, melirik di tangan Lela. "Oh, masuklah".
Lela, langsung mengekori dari belakang Yasmin. Tanpa berbicara apapun,karena dia berniat untuk menemui Hanafi.
Hanafi, mengerutkan keningnya. Saat melihat Lela,masuk kedalam bersama Yasmin.
"Sini,aku siapkan di piring. Masa suamiku, makannya di mangkok". Yasmin, langsung merebut nasi goreng di tangan Lela. "Duduklah, bicaralah sesuka hati mu."
Lela, langsung duduk di sofa. Yang bersebrangan dengan Hanafi, matanya berkedip genit.
Hanafi, menggeleng kepalanya. Dia,merasa tidak nyaman dengan tatapan Lela.
Sedangkan Yasmin, tersenyum smrik. Dia, memasukkan bubuk udang. Tidak lupa, untuk mengerjai suaminya. Kebetulan sekali,ini adalah masakan dari Lela.
Setelah selesai, barulah Yasmin membawa nasi goreng dan duduk di samping suaminya. "Di makan mas,gak enak loh. Ada orangnya,jangan takut. Aku,yang dulu mencicipinya". Bisik Yasmin,agar sang suami mempercayai masakan Lela.
"Eee..Pak kades, tidak mencurigai masakan ku kan. Silahkan, Yasmin cicipi dulu. Takutnya,pak kades tidak percaya". Ucap Lela, menyuruh Yasmin mencicipi terlebih dahulu.
Dengan senang hati, Yasmin menyuapkan sesendok nasi goreng spesial dari Lela. "Hmmmm...Masya Allah,enak sekali Lela. kenapa,gak jualan. pastilah,laku sekali nasi goreng spesial mu". Kata Yasmin,memuji masakan Lela.
"Aaahh... Yasmin,bisa aja memuji masakan ku". Lela,tersipu malu-malu.
"Mas, sekarang giliran mu. Coba cicipi,nasi gorengnya. Kamu, bakalan gak nyesal mas". Yasmin, menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut suaminya. Tidak akan menyesal mas,kamu akan gatal-gatal nantinya.
Hanafi, ragu-ragu membuka mulutnya dan menerima sesendok nasi goreng spesial dari Lela. Mengunyah sedikit demi sedikit,lalu di telan.
__ADS_1
Yasmin, menyuapkan sesendok lagi. Hanafi, pasrah dan menerimanya. Tentunya, Lela merasa bahagia karena berhasil meyakinkan masakannya enak.
Yasmin, ingin sekali mentertawakan kebodohan suaminya itu. Seakan-akan,sok polos dan lugu.