
Hari demi hari berlalu, Yasmin dan orangtuanya tiba di kantor polisi. Pelaku sudah tertangkap, oleh pihak kepolisian.
"Kami, menangkap dua pelaku. Pelaku pertama, nomor ponsel yang selalu mengirim pesan kepada bu Yasmin. Yang kedua, melakukan pelecehan terhadap anda. Kami, sudah melakukan interogasi terhadap dua pelaku". Ucap polisi tersebut,yang menangani kasus Yasmin.
Yasmin dan orangtuanya, mengangguk kepala. "Terus,apa lagi pak". Tanya pak Jamal, langsung.
"Dua pelaku, menjelaskan semuanya. Orang yang mengirim pesan, kepada Yasmin. Atas suruhan Indah". Kata pak polisi,sontak membuat Yasmin terkejut mendengarnya. "Karena Indah,membajak WhatsApp bu Yasmin. Dialah,membalas pesan pria tersebut dan setelahnya di hapus".
"Apa? Indah,jangan bilang itu kakak ipar mu Yasmin". Bu Aminah, menutup mulutnya karena terkejut.
"Astagfirullah, mereka benar-benar niat untuk menghancurkan rumah tangga ku pak. Jadi,mas Faris cuman salah paham saja. Jika kita, memberitahu semuanya. Pasti, rumah tangga kami baik-baik saja pak". Kata Yasmin, dalam isak tangisnya.
"Tapi,pelaku kedua apa penjelasannya pak? Jangan membuat kami, penasaran". Pak Jamal, mencurigai bahwa pelaku kedua adalah suruhan besannya.
"Dengan berat hati, pelaku kedua suruhan dari pak Faris. Suaminya bu Yasmin, sendiri. Kami, mendapatkan beberapa bukti transaksi uang dan isi pesan".
Deg...
Mendengar ucapan pak polisi, Yasmin langsung melemah. Dia,tak mampu menahan beban tubuhnya. Kenapa, suaminya rela melakukan hal ini? Apakah,mantan suaminya memang memiliki hubungan dengan Diana. "Ya Allah, kenapa suamiku tega melakukan hal ini? Apa kesalahan ku,". Yasmin, menangis sejadi-jadinya.
Orangtuanya Yasmin, mencoba menenangkan dirinya.
Pak Jamal, langsung memerintahkan agar mereka langsung di tangkap dan di penjara saja.
Sungguh kejam perlakuan mereka, terhadap Yasmin. Jika tidak menginginkan Yasmin, lagi. Lebih baik,di pulangkan secara baik-baik. Tanpa harus, melakukan Sesuatu yang keji.
"Sudahlah, nduk. Jangan bersedih lagi, biarkan mereka berdua mendapatkan hukuman setimpal". Bu Aminah, memeluk erat tubuh anaknya.
Pak Jamal,tak tega melihat kondisi anaknya. Ingin sekali,dia menghabisi mantan menantunya itu. Namun di urungkan niatnya,karena tak mau bersikap sama dengan Faris. Biarlah,pihak berwajib untuk melaksanakan tugasnya.
Yasmin dan orangtuanya, langsung pulang. Menunggu kabar dari kepolisian, menangkap Faris dan Indah.
************
Di kediaman Diana.
__ADS_1
Faris, tengah bersantai di ruang tamu bersama kekasihnya Diana. Tak memperdulikan,ibu dan kakaknya yang bekerja membersihkan rumah kekasihnya itu.
"Tolong, bersihkan Semuanya. Jangan sampai pecah,vas bungaku. Harganya sangat mahal,". Kata Diana, tersenyum smrik.
"Iya,". Jawab indah, dengan kesal. Kurang ajar sekali, Faris malah enak-enakan dari tadi.
"Sayang,kita kapan menikah". Tanya Faris,membelai lembut pipi kekasihnya itu. Sampai kapan,aku di jadikan sebagai sopir pribadinya. Mana kata-kata manisnya dulu, untuk jadi pemimpin di hotel dan mengelola bisnis lainnya.
"Tenang dulu, sayang. Kita nikmati, masa-masa pacaran". Jawab Diana,memutar bola matanya. Ck,ogah sekali menikah dengan mu.
Ting....Nong....
Bunyi bel rumah, berbunyi. "Eee... Indah, cepetan sana buka pintunya. Siapa tahu,tamu istimewa". Perintah Diana, dengan nada keras. Huuu... Menyebalkan sekali, haruskah aku berteriak keras. Agar mereka, mengerjakan tugas dirumah ini.
Keluarga Faris, sudah di injak-injak oleh Diana. Memperlakukan mereka, seperti babu di rumahnya.
Menyebalkan sekali,dia benar-benar jadi nyonya besar. Kami,di suruh membersihkan rumahnya. Awas kamu, Diana. Tunggu waktunya,kami bermain-main dengan mu. Batin indah, berdecak sebal. Dia, menuju pintu rumah dan membukanya.
"Po-polisi...". Kata Indah,dia gelabakan karena ketakutan. Untuk apa, polisi ke rumah ini? Mau, menangkap siapa? Apakah aku,aaahh... Tidak mungkin.
"Kami sedang mencari Faris,apa ada di sini". Tanya polisi,kepada indah.
"Tangkap dia, bernama indah. Lalu,masuk kedalam tangkap Faris". Perintah komandan,kepada yang lainnya.
"Baik, komandan". Jawabnya, langsung menangkap indah.
"Lepassss...Aku,kenapa di tangkap? Aku, tidak salah apapun". Indah, memberontak. "Ibuuuuu.... Toloooong". Indah, berteriak-teriak histeris. Siap,apa aku ketahuan oleh Yasmin. Apakah, dia melaporkan ku ke polisi. Berani sekali dia, melakukan , hal ini.
Faris,yang terkejut kedatangan polisi dan menangkap dirinya.
"Lepaskan,saya tidak bersalah. Lepaskan,saya pak. Kalian tidak berhak, menangkap ku". Faris, kewalahan menghadapi polisi.
Bu Yahya,yang meraung-raung menangis. Karena anaknya,di tangkap polisi. "Lepaskan,anak saya. Dia, tidak bersalah pak. Tolong,jangan di tangkap". Pinta bu Yahya, memohon.
"ikutlah ke kantor polisi,biar kami menjelaskan semuanya". Ucap polisi itu, dengan tegas.
__ADS_1
Diana, syok melihat kejadian dan dia langsung menyusul Faris ke kantor polisi. Tak lupa,bu Yahya dan Hamid ikutan.
**********
"Aaaarrgghh....". Faris, mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Sekarang dia,berada di jeruji besi.
"Faris,kamu tidak apa-apa". Diana, langsung menghampiri Faris. "Apa benar,kamu pelakunya atas pelecehan Yasmin".
"Diana, syukurlah kamu datang. Tolong, lepaskan aku dari sini. Kamu, banyak uangkan? Gunakan,uang itu untuk membayar polisi untuk membebaskan diriku". Pinta Faris,kepada Diana.
"Diana, tolonglah anak ibu. Keluarkan mereka dari sini, pasti kamu sanggup membayarnya. Carilah, pengacara yang paling bagus". Pinta bu Yahya,kepada Diana.
"Bu, aku gak mau di penjara. Semua ini, gara-gara Yasmin melaporkan kita". Rengeknya indah, begitu siapa dalam kehidupannya.
"Faris,kamu memang bodoh. Kenapa, melakukan hal sekeji itu. Untuk kali ini,aku tidak bisa membantu mu. Toh,aku cuman memanfaatkan kalian". Kata Diana, dengan santainya.
"Maksudnya apa, Diana? Bukankah, kamu sangat mencintai ku ha". Faris, tercengang mendengar ucapan Diana.
"Yah...Aku, sangat senang. Malihat kalian, menderita seperti ini. Kalian lupa,apa yang terjadi di masa lalu? Ibumu, pernah mengejek-ejek keluarga ku dan menampar wajah ibuku. Dia,". Diana, menunjukkan jarinya ke wajah bu Yahya. "Dia, memfitnah ibuku seorang pelacur. Aku,masih ingat detik-detik ibuku bunuh diri. Dia, tak sanggup lagi menahan malu dari ejekkan orang-orang sekitar. Apa lagi, kata-kata pedas dari mulut ibumu. Seharusnya, kalian sadar diri. Kenapa,aku memperlakukan kalian sebagai babu". Diana, tersenyum smrik.
"Diana,cukup. Itu hanya masa lalu,jangan di ungkit lagi. Cepat, bebaskan anak-anak ku". Perintah bu Yahya, langsung geram kepada Diana.
"Oh,ibu Yahya ingin membebaskan mereka. Apa ibu Yahya,bisa membangkitkan ibuku yang sudah mati ha? Lalu, mengembalikan kepercayaan orang lain.Tidak bisakan,aku lebih bahagia melihat kalian menderita. Sekarang, kalian aku usir dari rumah ku. Baguslah,kau masuk ke penjara. Aku,cuman memanfaatkan kebaikan mu Faris. Mulai sekarang kita tidak memiliki, hubungan apa-apa". Diana, melipat kedua tangannya
"Diana, tidaaaakkkk....Aku, tidak mau kita berakhir. Bebaskan aku, Diana". Pinta Faris, mengiba kepada Diana.
"Dasar wanita licik,kamu". Hamid, menunjukkan jarinya ke wajah Diana.
"Jadi,kamu sengaja melakukan hal itu kepada kami ha? Kurang ajar,awas kamu Diana". Bentak bu Yahya,dia syok berat.
"Ck, miskin belagu". Decak Diana, melenggang pergi. Tidak menghiraukan teriakkan Faris,dia berlalu pergi.
"Bu, bagaimana ini? Indah, tidak mau di penjara bu". Rengeknya indah, kepada adik.
"Bagaimana,lagi? Kita harus, memohon kepada Yasmin dan orangtuanya. Kamu Faris,harus bisa membujuk Yasmin. cuman dia,yang bisa membebaskan diri mu". Perintah bu Yahya,geram atas perlakuan Faris.
__ADS_1
"Benar kata,ibu. Sebisa mungkin,kamu membujuk Yasmin dan membebaskan indah". Hamid,ikut berbicara.
"Faris, semua ini gara-gara kamu. Kenapa, nekat sekali, melecehkan Yasmin. Gara-gara kamu, Mbak jadi ikutan masuk ke penjara". Indah, mendorong tubuh adiknya.