Melepas Dirimu

Melepas Dirimu
Nasi Goreng Spesial


__ADS_3

Hanafi, mengerjapkan bola matanya. Jam dinding menunjukkan pukul 3 dini hari. Menoleh ke samping, menatap wajah cantik istrinya.


"Sayang,bangun! Sayang,". Hanafi, membangunkan istrinya yang masih terlelap.


"Uughhh....Ada apa, mas?". Tanya Yasmin, yang masih memejamkan matanya.


"Aku lapar, sayang. Pengen makan,". Rengeknya Hanafi,masuk kedalam pelukan istrinya. Entah kenapa, tiba-tiba saja merasakan dirinya sangat lapar sekali? Terlintas dipikiran tentang nasi goreng,tapi buatan bapak mertuanya.


"Lapar? Jam berapa sekarang?". Yasmin, membulatkan matanya dengan sempurna. Jam dinding menunjukkan pukul 3 dini hari,dia menepuk keningnya. "Mau makan apa,mas? Biar aku yang memasaknya". Tanya Yasmin, mengecup kening suaminya.


"Pengen nasi goreng,tapi ikan asin. Yang di beli ibumu,tadi siang. Nasi gorengnya itu,buatan bapakmu". Jawab Hanafi, tersenyum manis.


"Astagfirullah,kamu yang benar mas? Ini jam berapa coba, pasti bapak dan ibu masih tidur. Biar aku yang masak yah,gak enak loh dengan orangtuaku". Yasmin, menggeleng kepalanya.


Hanafi, langsung mengubah wajah masam dan membelakangi istrinya. Sungguh membuat Yasmin, kebingungan dengan sikap suaminya itu. Seperti anak kecil, sedang merajuk karena tidak dapat yang di inginkannya.


"Baiklah,aku telpon ibu dulu". Yasmin,mengalah jadinya. "Jangan marah yah, mas". Pinta Yasmin, mengelus lembut kepala suaminya.


"Hmmmm....Jangan berbohong". Jawab Hanafi,mulai tersenyum.


Yasmin, turun dari ranjang dan mengambil ponselnya.


Beberapa kali Yasmin, menghubungi sang ibu. Akhirnya di jawab juga, itupun ekspresi wajah suaminya mulai berubah masam.


"Assalamualaikum,bu. Maaf, sudah membangunkan ibu". Ucap Yasmin, sungguh tidak nyaman mengganggu orangtuanya.


(Wa'alaikum salam,nak. Gak papa, tumben nelpon jam segini. Ada apa sayang,kamu tidak kenapa-kenapa kan?) Suara bu Aminah, sedikit khawatir dengan anaknya.


"Alhamdulillah,gak kenapa-kenapa. Begini bu,mas Hanafi mau makan nasi goreng dan ikan asin. Laper katanya,bu". Jawab Yasmin, mengigit jarinya.


(Oh,jangan bilang nak Hanafi mau di masakin bapak). Tebak bu Aminah, langsung.


"Hehehehe....Iya,bu". Jawab Yasmin, cengengesan.


(Oke,ibu bangunin bapak dulu. Gak papakan,kalian yang ke sini. Insyaallah,bapak akan memasakkan nasi goreng spesial untuk mantunya).

__ADS_1


"Baiklah,bu. Makasih banyak, assalamualaikum". Kata Yasmin, menghela nafas lega karena sang ibu mau saja.


(Wa'alaikum salam,ibu tutup telponnya). Bu Aminah, langsung memutuskan panggilan anaknya.


"Alhamdulillah,ibu mau kok membujuk bapak. Ayo,kita siap-siap mas kerumah orangtuaku". Yasmin, mendekati suaminya yang tersenyum.


"Makasih,sayang". Hanafi, mengecup bibir Istrinya.


****************


"Pak bangun,pak! Bangun!". Bu Aminah, membangun suaminya itu.


"Hemmmm....Ada apa,bu? Tumben sekali membangunkan bapak,". Tanya pak Jamal,masi memejamkan matanya.


"Pak,jangan tidur dong! Bangun cepetan,pak!". Bu Aminah ,terus menggoyangkan lengan suaminya.


"Ada ap,bu? Jam berapa sekarang ini? Belum subuh kan". Akhirnya pak Jamal,duduk dan membuka matanya berlahan.


"Mantumu minta masakin nasi goreng,sama ikan asin". Jawab bu Aminah, sontak pak Jamal melotot matanya.


"Apa,bu? Astagfirullah,jam 3 dini hari". Pak Jamal, menepuk keningnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.


"Astagfirullah,kenapa jadi bapak yang susahnya? Huuu....Huu....Nanti apa lagi, permintaan nak Hanafi. Masa harus di turuti kemauannya,". Gerutu pak Jamal, dengan langkah gontai menuju ke dapur.


"Nikmat aja,pak. Jangan ngeluh segala,yang mau punya mantu nak Hanafi siapa? bapak kan,terima dengan lapang dada. Cepat masak pak,demi cucu kita loh. Lagian gak selamanya kek gini,". Bu Aminah, berdecak kesal dengan suaminya.


"Aaarghhh....Aku juga yang susahnya, beruntung sekali nak lestari tidak ngidam macam-macam. Sekarang mantu satunya, kualat sama mertua. suka sekali minta masakin,ini dan itu". Gerutu pak Jamal,membasuh mukanya.


"Jangan lupa,masakin yang banyak. Biasanya Yasmin,ikutan makan juga. Anak kita sehat, cucu kita juga sehat loh". Bu Aminah, membantu menyiapkan bahan-bahan.


"Hoaaammm... Ngantuk berat bu,siang gak papa. Ini jam segini minta di masakin,duhhh...Mantu-mantu,dosa apa aku ya Allah". Pak Jamal, menggeleng kepalanya.


"Jangan ngeluh pak,masih untung buatin masakan. Mau,nak Hanafi suruh bapak cari ikan di sungai malam-malam begini ha? Mau,pak". Tanya bu Aminah, mengomeli suaminya.


"Yahhh.. Jangan-jangan bu,bisa dingin menggigil bapak". Pak Jamal, bergidik ngeri.

__ADS_1


Suara ketukan pintu rumah, terdengar oleh bu Aminah. Sepertinya anak dan menantunya, sudah datang.


Bu Aminah, langsung bergegas menuju pintu rumah. Untuk menyambut kedatangan mereka,dan membukakan pintu.


Pak Jamal,mengulek bumbu nasi goreng dan tak lupa menggoreng ikan asin. "Hami kemarin Yasmin dan Hanafi, tidak apa-apa. Hamil sekarang,kenapa aku yang kena imbasnya? Yang hamil siapa,ngidam siapa? Duhh.... Inilah pengorbanan sang kakek,demi cucunya".


Terdengar suara samar-samar mereka, menuju ke arah dapur. Aroma ikan asin, menyeruak kemana-mana. Bahkan rumah tetangga sebelah, aromanya Sanga dahysat.


Perut Hanafi, meronta-ronta untuk di isi. Bahkan berbunyi, terdengar oleh istri dan mertuanya. Dia malu-malu,karena ketahuan sangat lapar.


"Makasih banyak,pak. Mau masakin nasi goreng, untuk ku". Kata Hanafi, cengir kuda.


"Hmmmm....Puas melihat bapak mertua mu, masak-masak. Kaya sahur aja,". Kata paka Jamal,masih mengaduk-aduk nasi gorengnya.


"Maaf yah,pak. Sudah merepotkan kalian, Yasmin jadi gak enak. Tapi laper juga sih, mencium aromanya". Kekehnya Yasmin, tersenyum.


"Hmmmm... Apapun akan bapak, lakuin Yasmin. Asalkan kamu sehat dan cucu bapak,". Sahut pak Jamal, sudah masak nasi gorengnya.


Yasmin, langsung menyiapkan nasi goreng dan meletakkan ke piring. Lalu, memberikan kepada suaminya.


Begitu juga dengan Yasmin,ikut makan bersama suaminya. "Makan bu,".


"Makanlah yang banyak,nak". Bu Aminah,merasa senang anaknya makan lahap.


Pak Jamal, terduduk dan menikmati secangkir kopi panas. Tak lupa mengobrol dengan mantunya, biasa masalah pekerjaan.


Setelah selesai makan, Yasmin dan suaminya tidak pulang ke rumah. Mereka akan menginap di rumah orangtuanya, Yasmin.


Azan subuh berkumandang, mereka semua sholat berjamaah. Pak Jamal dan Hanafi, tiba-tiba malas pergi ke masjid. Apa lagi hujan mulai turun,terasa hawa dingin memasuki kulit mereka.


Selesai sholat berjamaah, Yasmin dan ibunya membuat kue untuk menikmati bersama-sama.


Lestari,sang kakak ipar membantu mereka. Ada canda tawa bersama, penuh dengan keharmonisan keluarga.


"Keadaan mu sudah membaik,nak? Masa mau turun kerja,". Tanya Pak Jamal,kepada menantunya.

__ADS_1


"Sudah lama cuti,pak. Gak enak tidak turun, sekalian mau cek kebun sawit". Jawab Hanafi, tubuhnya sudah mulai membaik tidak selemah beberapa hari yang lalu.


Kehamilan sang istri, membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Merasakan tubuhnya sangat lemah dan malas-malasan. Paling enak merebahkan tubuhnya di atas ranjang,lalu tidur.


__ADS_2