
"Yasmin, bebaskan aku". Pinta indah, menatap tajam ke arah Yasmin. Sialan, dari tadi aku di abaikan saja.
"Benar Yasmin, Indah cuman membajak WhatsApp mu saja. Tidak melakukan apapun, seperti mantan suamimu itu. Jadi bebaskan anakku, sekarang". sahut bu Yahya. Cuman indah, harapan satu-satunya. Dia, bisa menikah dengan pria kaya raya. Jika Faris,mana bisa membantu kehidupan nantinya. Malah,jadi beban pikiran saja.
"Tidakkkkk....". Tegas Yasmin,dia memang geram atas perbuatan mereka. "Kemungkinan, Mbak indah akan di penjara. Entah, betapa bulan atau 1 tahun lebih". Jawab Yasmin.
"Apa? Kamu,jangan ngaco Yasmin. Aku, tidak bersalah apapun". Bantah indah, ingin sekali menampar wajah Yasmin. Sombong sekali dia, kepadaku. Awas kamu, Yasmin. Semua ini, gara-gara Faris. Aaaarrgghh...
"Dek, berikan mas kesempatan lagi. Mas janji,akan berubah menjadi lebih baik lagi". Pinta Faris,penuh dengan iba. Bagaimana,ini? Aku, tidak mau di penjara. Aaaargghhh....Aku, kehilangan Yasmin. Semua ini, gara-gara ibu memiliki masalah besar dengan Diana. Jika tidak, kemungkinan aku di bebaskan Diana. Mana kehilangan Yasmin dan Diana, semua ini salah ibu. Aku, sangat membenci mu bu.
"Yasmin,jangan ngelunjak seperti ini. Tolong, bebaskan Indah. Kesalahannya, tidak sebanding dengan mendekam dalam penjara". Hamid, berusaha meyakinkan Yasmin.
"Tidak ada mas, kesempatan itu sudah kamu sia-siakan. Cukup,aku lelah terus bertahan dalam pernikahan ini". Jawab Yasmin, matanya mulai berkaca-kaca. "Bang Hamid, anggap saja pelajaran untuk Mbak indah dan kalian. Jadi,jangan macam-macam kepadaku. Jika tapi mau, seperti mereka". Delik mata Yasmin, menatap tajam ke arah Hamid.
Glekkk....
Hamid, langsung terdiam membisu. Dia, langsung bungkam tak berbicara lagi. memang benar, dulu ingin melakukan sesuatu. Sekarang Hamid sadar, berurusan dengan Yasmin tidak mudah baginya.
"Dek,mas hilaf. Maafkan mas,". Lirih Faris,dia sudah di seret dua polisi untuk masuk kedalam jeruji besi. "Dek, tolong mas. Lepaskan mas,dek". Sampai kapan pun, aku terus memohon kepada mu Yasmin. Mas, tidak akan melepaskan dirimu.
Faris, terus memohon-mohon kepada Yasmin. Tentunya, permohonan itu tidak akan pernah di dapatnya.
"Yasmin, bebaskan Indah. Aku, tidak perduli dengan Faris. Dia, selalu berulang kali mencari masalah". Kata bu Yahya. Dasar keras kepala sekali kamu, Yasmin. Apa lagi, orangtuamu sedari tadi senang melihat anakku di penjara.
"Tidak akan bu, indah harus mendapatkan pelajaran dari masalahnya. Ke depan nanti,jangan pernah mengganggu Yasmin". Tegas pak Jamal,dia geram dengan mantan besannya. Sabar Yasmin,sabar.
__ADS_1
"Iya,bu Yahya. Jangan mentang-mentang kami,diam saja. Kalian memperlakukan Yasmin, begitu kejam. Terimalah, akibat yang di ulahnya". Sahut bu Aminah, tersenyum. Rasakan bu Yahya,kamu memang tidak pantas menjadi ibu mertua anakku. Tidak Sudi rasanya, memiliki besan yang serakah dan tidak tahu diri.
"Ck, miskin sok belagu kalian. Gak anak,gak orangtuanya. Bikin geram saja". Gerutu Hamid, dengan nada dingin.
"Kami miskin,yakin? Bukankah, kalian yang juah lebih miskin lagi. Emangnya,kalian ada tempat tinggal? Gak ada kan". Ledek bu Aminah, tersenyum sumringah. Ck, jangan lupa dulu kalian selalu mengejek-ejek harga diri kami. Sekarang, kalian menikmati penderitaan itu.
Bu Yahya,terdiam dan wajahnya menahan emosi. Kurang ajar sekali,bu Aminah. Dia, merendahkan harga diriku dan mengejeknya. Awas saja,jika aku kaya raya lagi. Batin bu Yahya.
"Biarkanlah, mereka menderita. Baguslah, jika mereka benar-benar miskin. Itulah, karma yang berlaku. Suka mengatai orang miskin dan tidak berguna. Nyatanya,roda berputar. Ayo,kita pulang kerumah Yasmin. Hadiah dari bapak,". Yasmin, langsung menggandeng tangan ibunya. Astagfirullah, walaupun mereka mendapatkan karmanya. Pikirannya masih sama, tidak berubah.
"Maksud kamu apa, Yasmin? Rumah,yang mana". Hamid,syok mendengarnya. Apa jangan-jangan, rumah dulu.
"Bang Hamid,masa lupa. Rumah Yasmin,yang dulu lah". Jawab Yasmin,senang dengan melihat wajah mereka terkejut. Hahahaha, rasakan kalian aku tidak bisa di permainkan begitu saja.
"Apa? Jadi selama ini,kamu berbohong kepada kami ha". Bentak bu Yahya, matanya melotot sempurna. Kurang ajar sekali, Yasmin begitu mudahnya merencanakan semuanya. Kenapa, kami tidak curiga apapun.
"Ck,aku tidak bodoh bu. Rumah itu,di beli bapak secara cash. Mana sudi, milikku kalian menikmati uangnya. Rasakan itu,sok kaya raya". Yasmin, tersenyum merekah.
"Gara-gara kamu, Yasmin. Keluarga kami, hancur berantakan. Termasuk, rumah tangga mu. Jika kamu, memberikan sertifikat rumah itu. Kemungkinan, rumah tangga kita baik-baik saja". Kata Hamid, mengepalkan kedua tangannya.
"Ck,itu enaknya di kalian. Sakitnya,di aku". Bantah Yasmin, langsung. Jangan harap,aku bisa kalian bodohi.
"Kalian memang pantas, mendapatkan hasilnya. Nikmatilah, keserakahan kalian. Ayo,kita tinggalkan mereka. Urus surat perceraian, kalian Yasmin. Biar terlepas, dari keluarga serakah ini". Geram pak Jamal, melangkah pergi. Yang di iringi istri dan anaknya.
Bu Yahya dan Hamid, semakin tercengang. Melihat Yasmin dan orangtuanya,masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Apa lagi pak Jamal, menyopir mobilnya dan meninggalkan kantor polisi.
"Bu, mereka memiliki mobil. Aaaarrgghh....Apa selama ini, orangtuanya Yasmin berpura-pura miskin". Hamid,mengusap wajahnya dengan kasar.
"Sialan,jalan satu-satunya. Kita harus, memaksa Faris untuk membujuk Yasmin. Rupanya,kita selama ini di bodohi mereka. Tapi, bisa saja mobil rentalan". Kata bu Yahya,masih tidak percaya dengan yang di lihatnya.
"Tidak mungkin,kita harus ke rumah Yasmin yang lama. Jika benar, Yasmin dan orangtuanya ada di situ. Berarti benar, rumah Yasmin di bayar cash oleh bapaknya". Hamid, memiliki ide untuk membuktikan bahwa Yasmin anak orang kaya.
***********
"Bagaimana, jika mas Faris tidak mau mendatangani surat cerai nanti". Tanya Yasmin,kepada orangtuanya. Kenapa, serumit ini.
"Kamu paksa Yasmin,". Jawab bu Aminah, tersenyum.
"Tidak mungkin,mau. Pastilah,dia akan tetap tidak mau. Apa lagi, Faris dan keluarganya. Mengetahui,jika Yasmin tidak miskin seperti mereka pikirkan". Pak Jamal, kebingungan jadinya.
"Aku suruh saja,dia tandatangani pak. Tapi, masa penjaranya di kurangi. Atau,di bebaskan. Cuman itu,jalan satu-satunya". Lirih Yasmin, walaupun dia tidak rela jika Faris bebas dari hukuman.
"Jangan nduk,ibu gak setuju. Enak saja,dia di bebaskan begitu saja". Bu Aminah, tidak menyetujui ide anaknya.
"Bagaimana lagi,bu. Jika kita berbohong,takutnya mas Faris akan balas dendam. Yang penting Yasmin,tenang ke depannya bu". Yasmin, sudah memikirkan secara matang.
"Ya sudah,kami serahkan kepada mu. mana yang baiknya,yang penting kamu tidak luluh dengan ucapan manis Faris". Kata pak Jamal, walaupun dia tidak sudi membebaskan mantan menantunya itu.
"Iya,pak". Jawab Yasmin, tersenyum kecil. Dia, bertekad untuk membuka lembaran baru. Tidak akan, mengulangi kesalahannya dulu. Jika Yasmin, tidak memberikan kesempatan kepada Faris. kemungkinan, pelecehan terhadapnya tidak akan terjadi.
__ADS_1