Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 10


__ADS_3

Flashback..


Pratama Kamil seorang Ayah yang penyang,bekerja sebagai guru sekolah tingkat SMA, sedang menunggu di gerbang sekolah,tepat pukul 12:00 siang.


"Ayah.." Nayla yang kala itu usia 8 tahun duduk di bangku kelas 2 SD.


"Hai anak Ayah,gimana sekolahnya?"


"Seru Yah"


"Ya udah ayo kita pulang nanti di tungguin ibu..udah mau hujan kayak nya"


"Oke ayo.."


"Ayah lihat aku beli ini buat Bima bagus kan?"sebuah gantungan kunci dengan boneka beruang kecil berwarna pink,yang di belinya di sekolah.


"Wow bagus,tapi kamu yakin ini warna pink loh,bima kan cowok"


"Gak kok ini manis lagi lucu kaya pipi Bima gumus gembul,biar semangat sekolahnya." Usia Bima kala itu 5 tahun sedang duduk di bangku kanak-kanak.


"Oh oke,tapi nanti kalau Bima nya gak mau buat Ayah aja ya!" Sambil mengusap rambut Nay kecil.


"Oke."


Sepanjang perjalanan Nay terus berceloteh tentang keseruannya di Sekolah,gadis periang dan pintar itu terus saja mengoceh di kursi penumpang,sang ayah terus menanggapi sambil pokus menyetir mobil sejuta umat yang di miliki dari hasil kredit.


Langit makin menggelap menampakan hujan yang kian lama kian deras,membuat jarak pandang semakin pendek tiba-tiba dari arah depan muncul sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi,, mencoba menghindar pratama membanting setir kekiri namun karna jalanan licin akibat hujan membuat mobil berputar beberapa meter lalu menabrak mobil di depan nya dan "BRAAAK..BUGHH.. DHAK.." mobil terus terpental,kecelakaan beruntun pun tak terhindarkan mobil sejuta umat yang di kendarai oleh Pratama dan Nayla rusak parah bahkan kaki Nay terjepit,Ayah Nay terluka parah keluar darah dari hidung dan kepala bercucuran.


Nay mengerjapkan mata nya setengah tersadar dengan kaki terjepit dan darah di kepala "Aaayyaah" ucapnya lirih,lalu tak sadarkan diri.


Flashback end..


Tempat paling Nay sukai adalah Cafe ABG karna disana tempatnya bebas bermusik dengan semua alat musik yang tersedia.


Tempat yang bisa mengenang kebersamaan dengan sang Ayah,bernyanyi dan bermain musik.


Kala itu Nay dan sang Ayah kerap bernyanyi dan bermain musik bersama,dulu di rumah Ayah Nay mempunyai sebuah piano.Namun setelah kecelakaan piano bersejarah itu di jual Ibu Nay untuk biaya sehari hari mereka,Nay menangis tak rela kenangan Ayahnya satu-satunya di bawa pergi.


AYAH..


Teringat masa kecilku

__ADS_1


Kau peluk dan kau manja


Indahnya saat itu


Buat 'ku melambung di sisimu


Terngiang hangat napas segar


Harum tubuhmu


Kau tuturkan segala


Mimpi-mimpi serta harapanmu


Kau ingin 'ku menjadi yang terbaik bagimu


Patuhi perintahmu, jauhkan godaan


Yang mungkin kulakukan


Dalam waktuku beranjak dewasa


Jangan sampai membuatku terbelenggu


Tuhan, tolonglah


Sampaikan sejuta sayangku untuknya


'Ku terus berjanji


Takkan khianati pintanya


Ayah, dengarlah


Betapa sesungguhnya 'ku mencintaimu


'Kan kubuktikan


Kumampu penuhi maumu


Andaikan detik itu

__ADS_1


Kan bergulir kembali


Kurindukan suasana


Basuh jiwaku, membahagiakan aku


Yang haus akan kasih dan sayangmu


'Tuk wujudkan segala


Sesuatu yang pernah terlewati


Tuhan, tolonglah


Sampaikan sejuta sayangku untuknya


'Ku terus berjanji


Takkan khianati pintanya


Ayah, dengarlah


Betapa sesungguhnya 'ku mencintaimu


'Kan kubuktikan


Kumampu penuhi maumu


(Terbaik bagimu.voc, Ada band feat Gita gutawa)


Ketika berakhirnya nyanyian setetes air bening pun mengalir di pipi Nay.


'Ayah aku janji akan jagain Ibu dan Bima'


Tepuk tangan para pengunjung cafe pun bersorak terharu,karna sang penyayi bernyanyi dengan sepenuh hati,bahkan ada dari mereka yang ikut menangis.


Seorang pria paruh baya membawa sebuket bunga mawar merah seperti biasa,dan memberikannya langsung pada Nay di atas panggung.


"Terimakasih" ucap Nay.


Pria itu hanya membungkuk lalu pergi.

__ADS_1


Nay mengeryitkan dahi mengambil selembar kertas di atas bunga tersebut 'R' lagi.


'Siapa sebenarnya orang ini ..apakah dia?'


__ADS_2