
Hari itu Rey benar benar menyerahkan dirinya ke polisi, dengan berbagai pernyataan yang dirinya lontarkan Rey akhirnya Rey menjadi tersangka.
Nay begitu gelisah di dalam kamarnya Nay terus mondar mandir tak tentu arah, hatinya memang menginginkan nama baik Ayahnya kembali namun,Nayla juga takut jika Rey dipenjara karna kesalahannya itu.
"Aku harus pastiin sesuatu" Nayla bergegas membawa tas slempangnya keluar dari kamar "Bu Nay mau izin bentar ke rumah Vina" Nay memesan taksi online untuk mengantarnya.
"Ya hati hati" Ibu melanjutkan pekerjaannya, sebenarnya Ibu curiga melihat raut Nay terlihat gelisah hanya saja Ibu tak ingin membuat Nay makin tertekan,Nay membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
Rey baru saja keluar dari kantor polisi dibarengi Sam dan dua pengacaranya "Sudah selesai bukan dramanya?" Sam menatap datar wajah Rey, "Kami sudah menepati janji kami, sekarang kamu yang harus menepati janji kamu. Satu minggu lagi kau akan menikah,dan segera kembali ke Inggris"
"Kenapa Daddy melakukan ini?"
Sam terkekeh "Kamu merasa kamu sudah berencana dengan matang dan mencoba membodohi kami,kamu pikir dengan kamu di penjara bisa lari dari pernikahan mu, jangan mengira Daddymu ini bodoh"
Rey memang jadi tersangka namun dengan mudah Sam menyewa pengacara yang hebat sehingga Rey terbebas bahkan belum 24 jam Rey menjadi tersangka,"Sekarang Daddy harus meredam berita agar tidak tersebar, pergi mulai sekarang tinggal di rumah besar dengan Ibumu sampai hari pernikahan, kamu tak akan lagi bisa mengelak"
__ADS_1
Sam pergi meninggalkan Rey yang memaku di tempatnya, Rey mengepalkan tangannya dia tak percaya akan kalah dengan cara seperti ini.
Rey hendak masuk kedalam mobil sebelum langkahnya terhenti melihat sosok gadis yang tengah menatapnya nanar.
Nayla yang akan mendatangi kantor polisi untuk mencari tau kebenarannya malah menyaksikan Rey yang keluar begitu saja dari kantor polisi,bahkan akan memasuki mobilnya mana ada seseorang tersangka keluar dengan bebas dari kantor polisi,Nay tidak bisa mendengarkan apa ucapan Sam pada Rey, karna Nay melihat dari jarak yang cukup jauh.
Setidaknya Nay cukup tau bahwa semua tak seperti yang ia bayangkan,Nay berjalan menjauh.
Rey melihat raut kecewa dari wajah Nayla "Shi it" lagi lagi dia menyakiti Nayla.
"Aku perlu bicara" Rey menutup pintu lalu segera memutar langkahnya untuk masuk ke kursi kemudi, tak menunggu waktu lama Rey memacu mobilnya.
"Kita mau kemana?" Rey tak menjawab dia terus memacu mobilnya,Nay tak lagi bertanya,hanya mengencangkan pegangannya di sabuk pengaman Rey membawa mobilnya seperti kesetanan.
Rey menghentikan mobilnya di depan apartemennya, Rey melempar kunci pada satpam yang berjaga,Rey terus menarik tangan Nayla,Nayla tak bisa menolak dan meronta dirinya hanya mengikuti kemana Rey membawanya Rey memasuki unitnya ,Nayla bahkan tak menyadari secepat kilat Rey memeluk Nayla erat ketika pintu tertutup "Aku merindukanmu" bisik Rey.
__ADS_1
Tangan Nayla terulur untuk membalas pelukan Rey, ia juga begitu merindukan Rey.
Rey merenggangkan wajahnya untuk menatap wajah Nayla yang memerah karna tangis "Jangan menangis sayang" Rey mengusap wajah Nay dengan lembut.
Nayla menggeleng "Apa yang kamu lakukan? di kantor polisi"
"Jangan bicarakan itu aku bahkan merasa sudah tak punya malu, aku benar benar tak berdaya"
"Jangan melakukan hal seperti itu lagi, hiduplah dengan baik, hidup bahagia dengan istrimu nanti jangan memberontak lagi" Nayla meneteskan air matanya "Jangan temui aku lagi.."
Kata kata Nayla kembali tertelan ketika Rey melu mat bibirnya menyesapnya dalam "Berhenti bicara" desah Rey.
"Tapi Rey.." Rey kembali mencium Nayla kali ini lebih lama lebih dalam dan penuh rasa bahkan Rey tak berhenti hingga nafas Nayla tersendat baru Rey melepasnya.
Rey menyatukan dahinya di dahi Nayla, tangannya masih mendekap pinggang Nayla "Haruskah..? aku menghamilimu agar kita bisa bersama"
__ADS_1